My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Plagiat


__ADS_3

“ Kim aturkan keberangkatan ke Italia lusa dan juga ke


Belanda kosongkan jadwalku selama seminggu.” Perintah Vico pada sekretaris


pribadi yang telah bersamanya sejak kecil itu.


“ Baik Tuan, apakah nona Arini juga ikut ?” Tanya sekretaris


Kim untuk memastikan keberangkatan tuan mudanya itu.


“ Tidak, kita berdua saja, O iya selama aku pergi perketat


penjagaan pada Arini, selain itu minta Rezky dan Peter melakukan pembersihan


pada orang kita aku tidak ingin ada penyusup atau penghianat.” Vico terlihat sangat


serius dengan perintahnya kali ini terlihat dari sorot mata tajamnya. Vico


ingin menjadikan keamanan dan keselamatan Arini prioritas utamanya saat ini.


“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim dengan tetap konsentrasi


dengan kemudinya. Kendaraan yang berpacu sedang itu tidak terasa sudah memasuki


gedung pencakar paling tinggi di negeri ini di mana lagi jika bukan gedung


Angkasa Grup. Sekretaris Kim langsung turun dan membukakan pintu untuk Vico.


Tidak ingin membuang waktu Vico segera berjalan menuju ruangannya.


Kantor Arini


Pagi itu Arini mendapat laporan dari Vivi jika ada masalah


dengan desain yang telah mereka kerjakan. Desain yang Arini buat


teridentifikasi melakukan penjiplakan dengan desain perusahaan lain saat mereka


melakukan penyerahan untuk mengikuti tender. Arini pun segera mencari tahu


penyebab masalah ini bisa terjadi karena memang dia merasa tidak melakukan


plagiat dari karya orang lain.


“ Vivi segera hubungi Perusahaan yang kita ikuti Tender jika


Lusa akan kita kirim desain terbarunya, dan masalah perusahaan yang menuntut


penjiplakan pada perusahaan kita bantu aku selidiki latar belakangnya, selain


itu apakah ada karyawan kita yang memiliki gerak-gerik aneh belakangan ini ?”


Arini terlihat serius dengan permasalahan penjiplakan yang memang baru pertama


perusahaan miliknya alami itu. Dia tidak ingin kerja kerasnya hancur dengar


tersebarnya berita yang tidak benar itu.


“ Baik nona akan segera saya selidiki dan laporkan


secepatnya.” Ucap Vivi lalu kembali ke meja kerjanya. Vivi segera menghubungi


Perusahaan yang dimaksud Arini untuk melakukan perubahan desain untuk tender


tersebut.


“ Aku harus meminta keamanan mengecek cctv dan melaporkan


siapa saja yang masuk ke ruanganku selama pembuatan desain tender tersebut.


Selain itu aku juga harus memiliki bukti untuk membereskan berita plagiat


desain ini, karena di dunia kerja yang keras ini nama baik adalah yang utama.”

__ADS_1


Arini terlihat bergumam sambil duduk dan memutar kursi miliknya memikirkan


langkah membereskan masalah yang dia alami ini.


Arini segera menghubungi bagian keamanan untuk mengecek cctv


yang khusus melihat aktivitas keluar masuk dalam kantornya dan segera


melaporkan padanya. Usai itu Arini juga mencoba memutar otak lagi untuk


mendesain ulang untuk tender itu dengan cepat karena lusa harus diserahkan.


Tok tok tok


“ Iya masuk “ Ucap Arini yang tengah berkonsentrasi


mendesain sambil menunggu laporan untuk apa yang dia minta.


“ Nona untuk permintaan penyerahan desain baru dari


perusahaan mereka menyetujuinya kita harus menyerahkan lusa paling lambat pukul


11 siang karena akan diadakan rapatnya pukul 2 siang. Untuk masalah Perusahaan


yang dikabarkan memiliki desain yang sama dengan kita itu adalah Perusahaan


yang cukup besar dan terkenal namanya “Future Desain” seharusnya sekelas mereka


tidak perlu melakukan plagiat seperti ini, ini tidak baik bagi kita nona


mengingat perusahaan desain kita yang lebih baru dibandingkan mereka, untuk


karyawan masih dalam pengawasan nona saya akan coba selidiki lagi karena kalau


menurut saya tidak ada hal aneh dari tingkah mereka.” Jelas Vivi melaporkan


semua permintaan Arini.


“ Baiklah kamu bisa kembali, aku akan memikirkan untuk


menyelesaikan permasalahan ini secepatnya. Arini terlihat menghela nafas kasar


dan memijat pelipisnya. Vivi pun berjalan kembali ke meja kerjanya untuk


melanjutkan pekerjaannya.


Suara telepon Arini kembali berdering menghentikan kegiatan


mendesainnya kembali. Kali ini panggilan dari bagian keamanan yang melaporkan


perintah Arini sebelumnya. Arini merasa curiga dengan salah seorang yang di


sebutkan pihak keamanan karena seharusnya karyawan tersebut tidak seharusnya


masuk ke ruangannya. Setelah mengetahui hal itu Arini meminta Vivi melaporkan


data tentang karyawan tersebut secara lengkap.


Arini yang dulu pernah mempelajari ilmu meretas lalu mulai


mengambil leptop kesayangannya yang sudah lama tidak dia gunakan dari dalam


lemari yang terletak di belakangnya. Arini terlihat sangat serius mencari data


dari karyawan tersebut mulai dari data rekening koran miliknya, aktivitas


tempat yang dia kunjungi dari data maps yang tersambung dengan alamat email


karyawan tersebut, semua data teman dan rekan-rekannya. Bahkan Arini mencoba


meretas ponsel miliknya untuk melihat rekam panggilan dan pesan. Karena terlalu


serius melakukan pengecekan tidak terasa waktu sudah menunjukkan waktu untuk

__ADS_1


beribadah.


Usai Ibadah Arini kembali menyelidiki karyawan itu lagi.


Kali ini dia mendapat informasi tempat pertemuan yang akan dilakukan mereka


dengan seseorang . Arini yang penasaran lalu pergi untuk mengikuti karyawan


itu. Arini sudah seperti mata-mata kali ini. Benar-benar dia merasa putus cinta


membuatnya berubah dalam banyak hal dia menjadi mempelajari banyak hal usai hal


itu terjadi semua itu tidak mungkin terjadi jika tidak ada campur tangan dari


Putra semua depresinya teralihkan dengan berbagai kegiatan berbeda itu.


Arini terlihat sudah duduk di salah satu sudut kafe dan


menunggu pertemuan karyawan perusahaannya dan seseorang itu. Tak lupa Arini


sebelum pergi ke tempat itu mampir ke pusat perbelanjaan untuk mengganti pakaiannya


sehingga tidak di kenali orang lain.


Terdengar pembicaraan mengenai uang yang perlu dibayarkan


dari pria yang tengah karyawannya itu temui dan juga kesepakatan penjualan


desain yang telah mereka lakukan, bahkan karyawan yang tengah berkhianat pada perusahaan


Arini itu akan diterima bekerja di perusahaan “ FUTURE DESAIN” karena kerja


sama yang sukses ini. Bahkan ada saat mereka menjelekkan Arini jika Arini tidak


mungkin bisa mengetahui semua rencana mereka melihat kepolosan dan kebaikan


Arini selama ini.


Arini yang mendengar dari tadi itu juga merekam pembicaraan


mereka karena memang tempat duduk yang saling membelakangi terhalang penyekat


dan tanaman merambat pada kafe tersebut. Arini juga memotret kedua orang yang


tengah bertemu itu.


Usai kedua orang itu berpisah Arini merasa sedikit geram


dengan kedua orang itu. Arini yang sedikit kebingungan untuk menyelesaikan


tahap akhir rencananya antara membeberkan langsung, menuntutnya, atau


melaporkan langsung ke kepolisian dia pun menghubungi Putra. Karena kakaknya


pasti bisa memberikan solusi terbaik untuknya. Arini segera mengetik nomor


kakaknya.


“ Hallo ada apa Ar, baru juga tadi pagi berpisah sudah kangen


kakak saja ?” Goda Putra


“ Bukan begitu kak, kak di perusahaan Arini ada karyawan


Arini yang berkhianat bahkan menjual desain Arini ke perusahaan lain Arini baru


mengetahuinya hari ini dari laporan perusahaan yang Arini ikuti tender jika


desain perusahaan Arini dan perusahaan lain itu sama bahkan perusahaan itu menuntut Arini atas kasus penjiplakan desain.”


“ Lalu kamu sudah punya buktinya ?” Tanya Putra.


“ Tentu saja, berkat omelan kakak meminta belajar meretas

__ADS_1


dulu aku mengecek semua datanya dan aku sudah mendapatkan bukti percakapan dan


foto pertemuan mereka barusan”


__ADS_2