
“ Kim aturkan keberangkatan ke Italia lusa dan juga ke
Belanda kosongkan jadwalku selama seminggu.” Perintah Vico pada sekretaris
pribadi yang telah bersamanya sejak kecil itu.
“ Baik Tuan, apakah nona Arini juga ikut ?” Tanya sekretaris
Kim untuk memastikan keberangkatan tuan mudanya itu.
“ Tidak, kita berdua saja, O iya selama aku pergi perketat
penjagaan pada Arini, selain itu minta Rezky dan Peter melakukan pembersihan
pada orang kita aku tidak ingin ada penyusup atau penghianat.” Vico terlihat sangat
serius dengan perintahnya kali ini terlihat dari sorot mata tajamnya. Vico
ingin menjadikan keamanan dan keselamatan Arini prioritas utamanya saat ini.
“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim dengan tetap konsentrasi
dengan kemudinya. Kendaraan yang berpacu sedang itu tidak terasa sudah memasuki
gedung pencakar paling tinggi di negeri ini di mana lagi jika bukan gedung
Angkasa Grup. Sekretaris Kim langsung turun dan membukakan pintu untuk Vico.
Tidak ingin membuang waktu Vico segera berjalan menuju ruangannya.
Kantor Arini
Pagi itu Arini mendapat laporan dari Vivi jika ada masalah
dengan desain yang telah mereka kerjakan. Desain yang Arini buat
teridentifikasi melakukan penjiplakan dengan desain perusahaan lain saat mereka
melakukan penyerahan untuk mengikuti tender. Arini pun segera mencari tahu
penyebab masalah ini bisa terjadi karena memang dia merasa tidak melakukan
plagiat dari karya orang lain.
“ Vivi segera hubungi Perusahaan yang kita ikuti Tender jika
Lusa akan kita kirim desain terbarunya, dan masalah perusahaan yang menuntut
penjiplakan pada perusahaan kita bantu aku selidiki latar belakangnya, selain
itu apakah ada karyawan kita yang memiliki gerak-gerik aneh belakangan ini ?”
Arini terlihat serius dengan permasalahan penjiplakan yang memang baru pertama
perusahaan miliknya alami itu. Dia tidak ingin kerja kerasnya hancur dengar
tersebarnya berita yang tidak benar itu.
“ Baik nona akan segera saya selidiki dan laporkan
secepatnya.” Ucap Vivi lalu kembali ke meja kerjanya. Vivi segera menghubungi
Perusahaan yang dimaksud Arini untuk melakukan perubahan desain untuk tender
tersebut.
“ Aku harus meminta keamanan mengecek cctv dan melaporkan
siapa saja yang masuk ke ruanganku selama pembuatan desain tender tersebut.
Selain itu aku juga harus memiliki bukti untuk membereskan berita plagiat
desain ini, karena di dunia kerja yang keras ini nama baik adalah yang utama.”
__ADS_1
Arini terlihat bergumam sambil duduk dan memutar kursi miliknya memikirkan
langkah membereskan masalah yang dia alami ini.
Arini segera menghubungi bagian keamanan untuk mengecek cctv
yang khusus melihat aktivitas keluar masuk dalam kantornya dan segera
melaporkan padanya. Usai itu Arini juga mencoba memutar otak lagi untuk
mendesain ulang untuk tender itu dengan cepat karena lusa harus diserahkan.
Tok tok tok
“ Iya masuk “ Ucap Arini yang tengah berkonsentrasi
mendesain sambil menunggu laporan untuk apa yang dia minta.
“ Nona untuk permintaan penyerahan desain baru dari
perusahaan mereka menyetujuinya kita harus menyerahkan lusa paling lambat pukul
11 siang karena akan diadakan rapatnya pukul 2 siang. Untuk masalah Perusahaan
yang dikabarkan memiliki desain yang sama dengan kita itu adalah Perusahaan
yang cukup besar dan terkenal namanya “Future Desain” seharusnya sekelas mereka
tidak perlu melakukan plagiat seperti ini, ini tidak baik bagi kita nona
mengingat perusahaan desain kita yang lebih baru dibandingkan mereka, untuk
karyawan masih dalam pengawasan nona saya akan coba selidiki lagi karena kalau
menurut saya tidak ada hal aneh dari tingkah mereka.” Jelas Vivi melaporkan
semua permintaan Arini.
“ Baiklah kamu bisa kembali, aku akan memikirkan untuk
menyelesaikan permasalahan ini secepatnya. Arini terlihat menghela nafas kasar
dan memijat pelipisnya. Vivi pun berjalan kembali ke meja kerjanya untuk
melanjutkan pekerjaannya.
Suara telepon Arini kembali berdering menghentikan kegiatan
mendesainnya kembali. Kali ini panggilan dari bagian keamanan yang melaporkan
perintah Arini sebelumnya. Arini merasa curiga dengan salah seorang yang di
sebutkan pihak keamanan karena seharusnya karyawan tersebut tidak seharusnya
masuk ke ruangannya. Setelah mengetahui hal itu Arini meminta Vivi melaporkan
data tentang karyawan tersebut secara lengkap.
Arini yang dulu pernah mempelajari ilmu meretas lalu mulai
mengambil leptop kesayangannya yang sudah lama tidak dia gunakan dari dalam
lemari yang terletak di belakangnya. Arini terlihat sangat serius mencari data
dari karyawan tersebut mulai dari data rekening koran miliknya, aktivitas
tempat yang dia kunjungi dari data maps yang tersambung dengan alamat email
karyawan tersebut, semua data teman dan rekan-rekannya. Bahkan Arini mencoba
meretas ponsel miliknya untuk melihat rekam panggilan dan pesan. Karena terlalu
serius melakukan pengecekan tidak terasa waktu sudah menunjukkan waktu untuk
__ADS_1
beribadah.
Usai Ibadah Arini kembali menyelidiki karyawan itu lagi.
Kali ini dia mendapat informasi tempat pertemuan yang akan dilakukan mereka
dengan seseorang . Arini yang penasaran lalu pergi untuk mengikuti karyawan
itu. Arini sudah seperti mata-mata kali ini. Benar-benar dia merasa putus cinta
membuatnya berubah dalam banyak hal dia menjadi mempelajari banyak hal usai hal
itu terjadi semua itu tidak mungkin terjadi jika tidak ada campur tangan dari
Putra semua depresinya teralihkan dengan berbagai kegiatan berbeda itu.
Arini terlihat sudah duduk di salah satu sudut kafe dan
menunggu pertemuan karyawan perusahaannya dan seseorang itu. Tak lupa Arini
sebelum pergi ke tempat itu mampir ke pusat perbelanjaan untuk mengganti pakaiannya
sehingga tidak di kenali orang lain.
Terdengar pembicaraan mengenai uang yang perlu dibayarkan
dari pria yang tengah karyawannya itu temui dan juga kesepakatan penjualan
desain yang telah mereka lakukan, bahkan karyawan yang tengah berkhianat pada perusahaan
Arini itu akan diterima bekerja di perusahaan “ FUTURE DESAIN” karena kerja
sama yang sukses ini. Bahkan ada saat mereka menjelekkan Arini jika Arini tidak
mungkin bisa mengetahui semua rencana mereka melihat kepolosan dan kebaikan
Arini selama ini.
Arini yang mendengar dari tadi itu juga merekam pembicaraan
mereka karena memang tempat duduk yang saling membelakangi terhalang penyekat
dan tanaman merambat pada kafe tersebut. Arini juga memotret kedua orang yang
tengah bertemu itu.
Usai kedua orang itu berpisah Arini merasa sedikit geram
dengan kedua orang itu. Arini yang sedikit kebingungan untuk menyelesaikan
tahap akhir rencananya antara membeberkan langsung, menuntutnya, atau
melaporkan langsung ke kepolisian dia pun menghubungi Putra. Karena kakaknya
pasti bisa memberikan solusi terbaik untuknya. Arini segera mengetik nomor
kakaknya.
“ Hallo ada apa Ar, baru juga tadi pagi berpisah sudah kangen
kakak saja ?” Goda Putra
“ Bukan begitu kak, kak di perusahaan Arini ada karyawan
Arini yang berkhianat bahkan menjual desain Arini ke perusahaan lain Arini baru
mengetahuinya hari ini dari laporan perusahaan yang Arini ikuti tender jika
desain perusahaan Arini dan perusahaan lain itu sama bahkan perusahaan itu menuntut Arini atas kasus penjiplakan desain.”
“ Lalu kamu sudah punya buktinya ?” Tanya Putra.
“ Tentu saja, berkat omelan kakak meminta belajar meretas
__ADS_1
dulu aku mengecek semua datanya dan aku sudah mendapatkan bukti percakapan dan
foto pertemuan mereka barusan”