My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Keresahan Hati


__ADS_3

Poppy yang masih telanjang dan hanya tertutupi selimut


sangat kaget dengan Vico yang datang ke kamarnya tersebut. Poppy memang tidak


mengetahui bisnis gelap yang dikelola Vico dan Orlando dan merasa selama ini


hubungannya baik-baik saja.


Poppy tersadar saat Vico tertawa dan menatapnya jijik saat


Vico sudah meninggalkan kamar tersebut Poppy segera mengambil pakaiannya dan


ingin mengejar Vico. Tapi Vico sudah jauh lebih cepat meninggalkan Hotel


tersebut.


Sekarang


Sejak saat itulah Poppy mencoba meminta maaf dengan Vico dan


mendekatinya lagi tapi tidak pernah berhasil hingga akhirnya dia pergi ke Paris


dan ingin mencoba mencari pria yang lebih baik dari Vico tapi sampai sekarang


dia tidak berhasil menemukannya, sehingga dia memberanikan diri untuk pulang ke


Indonesia dan mendekati Vico lagi karena mengetahui Vico masih sendiri.


“ Hahahaha Kamu kira aku seperti keledai yang bisa kamu tipu


?” Ucap Vico menyindir Poppy dengan ucapannya tersebut sambil tertawa.


“ Bukan ... bukan seperti itu Vic, maafkan aku. Aku ingin


kita kembali seperti dulu lagi.” Ucap Poppy yang masih tetap berusaha .


Nona Poppy Anda benar-benar tidak mengenal Tuan Vico dia


adalah pria yang akan sangat menyayangi wanita yang dia sukai dan berusaha


memberikan segalanya untuknya, tapi jangan sampai menghianatinya dia akan


berubah menjadi seperti iblis yang menggila jika itu terjadi dan jika tuan


sudah tidak menyukainya jangan berharap bisa kembali apalagi nona sudah membuat


tuan benar-benar sakit hati saat itu. Batin sekretaris Kim


“ Sudah enyahlah dari hadapanku sekarang atau aku hancurkan


wajah cantikmu atau aku hancurkan sekalian Club ini malam ini.” Jawab Vico yang


sudah tidak bisa mengontrol emosinya, dia yang ingin menenangkan diri bertemu


teman-temannya berakhir menambah kekesalannya karena bertemu dengan wanita yang


menurutnya murahan itu bahkan mengingat namanya dia sudah tidak ingin malah


mengatakan bahwa dia tidak bisa melupakannya.


“ Santai Vic, kita akan tetap bersenang senang di sini oke,


aku sudah menyuruh Poppy pergi ayo kita lanjutkan.” Ucap Haris mendekat dan


memberi kode pada Poppy untuk pergi dulu karena Haris sudah mengenal Vico yang


memang tidak main-main dengan ucapannya dia bisa menghancurkan apa saja saat


dia sedang marah bahkan sebuah perusahaan bisa berakhir bangkrut dan tutup jika


membuat Vico marah.


Poppy yang diusir keluar dari ruangan itu tidak berhenti

__ADS_1


mengumpat dalam ucapannya saat dia memasuki mobilnya sambil melajukan


kendaraannya menuju apartemennya.


“ Sialan kamu Vic, aku tahu kamu masih memiliki perasaan


padaku tadi saja kamu yang biasa tidak biasa minum langsung minum alkohol itu


kamu pasti merasa cinta padaku sampai sekarang, aku akan mencari tahu tentangmu


yang sekarang dan akan berusaha mendapatkanmu lagi, tidak ada yang boleh


memilikimu selain aku Vic.” Ucap Poppy yang terlihat mengendarai kendaraannya


dengan kecepatan penuh melintasi jalanan yang sepi karena waktu yang sudah


larut itu.


Vico lalu melanjutkan meneguk minumannya. Sekretaris Kim


yang terlihat hanya duduk di pojok cukup jauh dari Vico hanya mengawasi tuannya


dan tidak meminum sedikit pun alkohol hanya segelas air dingin yang menjadi


teman dahaganya.


Haris yang sudah melihat Vico tenang kembali mulai bergeser


mendekati sekretaris Kim.


“ Kim Vico kenapa sepertinya dia ada masalah ?” Tanya Haris


pada sekretaris Kim karena memang tidak ada yang sekretaris itu tidak ketahui


tentang Vico selama ini.


“Tuan Haris tanyakan sendiri pada Tuan Vico .” Jawab


sekretaris Kim datar.


aku bisa membantu sahabatku satu ini.” Jawab Haris sambil menunjuk Vico yang


hanya minum dan kadang tersenyum-senyum sendiri entah apa yang dia tertawakan.


Para sahabat yang lain yang memang tidak dekat dengan Vico hanya menikmati


acara pesta tersebut.


“ Saya tidak tahu tuan.” Jawab sekretaris Kim yang tetap


dingin dan datar masih duduk dan memainkan ponselnya tanpa menatap Haris


sedikit pun.


“ Dasar kamu itu Kim tidak bisa diajak kerja sama sedikit


pun selain dengan Vico.” Jawab Haris meledek kekakuan sekretaris Kim yang


selalu sama sejak mereka kenal sampai sekarang tidak akan pernah mau


menghianati Vico sedikit pun.


“ Kim.” Panggil Vico yang semula tertidur di kursinya


terlihat mulai bangun


“ Iya Tuan” Jawab sekretaris Kim lalu mendekat ke samping


Vico


“ Ayo kita pulang ke Hotelku saja.” Ucap Vico terdengar


serak dan mulai berdiri meninggalkan tempat duduknya tersebut.

__ADS_1


“ Kamu sudah ingin pulang ?” Tanya Haris yang masih


menikmati pesta tersebut dengan teman-teman lain tanpa mengetahui waktu sudah


menggeser mulai pagi.


“ Kenapa kamu ingin ikut ?” Tanya Vico sambil menatap Haris


tajam.


“ Tidak, silahkan pulang hati-hati.” Ucap Haris membantu


Vico berdiri terhuyung lalu diserahkan pada sekretaris Kim


Mereka berdua lalu pergi meninggalkan keriuah tempat hiburan


malam yang sebenarnya tersedia 24 jam itu. Orang-orang terlihat masih menikmati


malam mereka dengan menari mengikuti musik keras yang terdengar memekakkan


telinga bagi orang biasa itu, bau alkohol yang sangat pekat dan terlihat


beberapa orang juga pulang dalam keadaan teler sampai terjatuh di depan tempat


Hiburan tersebut Surga bagi kaum yang sangat menyukai dunia malam yang terlihat


bagai tempat membahagiakan dan melupakan semua keresahan hati itu.


“ Tuan apa tidak sebaiknya kita pulang ke rumah .” Ucap


sekretaris Kim yang tidak berhenti mengingatkan Tuannya yang memang sekarang


sudah tidak lajang dan memiliki istri tersebut.


“ Kim, kenapa kamu sekarang jadi membantah perintahku ?”


Tanya Vico yang marah akan ucapan sekretaris yang sebenarnya demi kebaikannya


sendiri itu.


“ Maaf bukan saya membantah saya hanya mengingatkan karena


nona Arini pasti mengkawatirkan Anda jika kita tidak pulang malam ini.” Ucap


sekretaris Kim yang masih tetap kekeh dengan ucapannya.


“ Kim dengarkan aku jangan membicarakan dia sekarang aku


tidak ingin mendengarnya, kamu paham ?” Ucap Vico yang mulai geram dengan


sekretaris Kim yang selalu mengingatkan tentang Arini.


“ Baik Tuan.” Ucap sekretaris Kim Pasrah.


“ Kim menurutmu apakah aku ini tidak menarik sampai Arini


tidak pernah menyukaiku sampai sekarang ?” Tanya Vico pada sekretaris Kim


setelah mereka berdua terdiam cukup lama


Tadi menyuruhku tidak membahas nona Arini sekarang dia


malah menanyakan tentang nona Arini, haduh Tuan dia itu istri Anda. Batin


sekretaris Kim


“ Anda menarik Tuan hanya saja mungkin nona belum percaya


sepenuhnya dengan anda, tapi menurut saya juga nona tidak pernah terlihat


tertarik dengan pria lain selama ini Tuan. Nona terlihat tertutup dengan Pria


dia hanya terbuka dengan kakaknya saja.” Ucap sekretaris Kim menjelaskan

__ADS_1


pendapatnya setelah mengamati Arini selama ini.


__ADS_2