
Poppy yang masih telanjang dan hanya tertutupi selimut
sangat kaget dengan Vico yang datang ke kamarnya tersebut. Poppy memang tidak
mengetahui bisnis gelap yang dikelola Vico dan Orlando dan merasa selama ini
hubungannya baik-baik saja.
Poppy tersadar saat Vico tertawa dan menatapnya jijik saat
Vico sudah meninggalkan kamar tersebut Poppy segera mengambil pakaiannya dan
ingin mengejar Vico. Tapi Vico sudah jauh lebih cepat meninggalkan Hotel
tersebut.
Sekarang
Sejak saat itulah Poppy mencoba meminta maaf dengan Vico dan
mendekatinya lagi tapi tidak pernah berhasil hingga akhirnya dia pergi ke Paris
dan ingin mencoba mencari pria yang lebih baik dari Vico tapi sampai sekarang
dia tidak berhasil menemukannya, sehingga dia memberanikan diri untuk pulang ke
Indonesia dan mendekati Vico lagi karena mengetahui Vico masih sendiri.
“ Hahahaha Kamu kira aku seperti keledai yang bisa kamu tipu
?” Ucap Vico menyindir Poppy dengan ucapannya tersebut sambil tertawa.
“ Bukan ... bukan seperti itu Vic, maafkan aku. Aku ingin
kita kembali seperti dulu lagi.” Ucap Poppy yang masih tetap berusaha .
Nona Poppy Anda benar-benar tidak mengenal Tuan Vico dia
adalah pria yang akan sangat menyayangi wanita yang dia sukai dan berusaha
memberikan segalanya untuknya, tapi jangan sampai menghianatinya dia akan
berubah menjadi seperti iblis yang menggila jika itu terjadi dan jika tuan
sudah tidak menyukainya jangan berharap bisa kembali apalagi nona sudah membuat
tuan benar-benar sakit hati saat itu. Batin sekretaris Kim
“ Sudah enyahlah dari hadapanku sekarang atau aku hancurkan
wajah cantikmu atau aku hancurkan sekalian Club ini malam ini.” Jawab Vico yang
sudah tidak bisa mengontrol emosinya, dia yang ingin menenangkan diri bertemu
teman-temannya berakhir menambah kekesalannya karena bertemu dengan wanita yang
menurutnya murahan itu bahkan mengingat namanya dia sudah tidak ingin malah
mengatakan bahwa dia tidak bisa melupakannya.
“ Santai Vic, kita akan tetap bersenang senang di sini oke,
aku sudah menyuruh Poppy pergi ayo kita lanjutkan.” Ucap Haris mendekat dan
memberi kode pada Poppy untuk pergi dulu karena Haris sudah mengenal Vico yang
memang tidak main-main dengan ucapannya dia bisa menghancurkan apa saja saat
dia sedang marah bahkan sebuah perusahaan bisa berakhir bangkrut dan tutup jika
membuat Vico marah.
Poppy yang diusir keluar dari ruangan itu tidak berhenti
__ADS_1
mengumpat dalam ucapannya saat dia memasuki mobilnya sambil melajukan
kendaraannya menuju apartemennya.
“ Sialan kamu Vic, aku tahu kamu masih memiliki perasaan
padaku tadi saja kamu yang biasa tidak biasa minum langsung minum alkohol itu
kamu pasti merasa cinta padaku sampai sekarang, aku akan mencari tahu tentangmu
yang sekarang dan akan berusaha mendapatkanmu lagi, tidak ada yang boleh
memilikimu selain aku Vic.” Ucap Poppy yang terlihat mengendarai kendaraannya
dengan kecepatan penuh melintasi jalanan yang sepi karena waktu yang sudah
larut itu.
Vico lalu melanjutkan meneguk minumannya. Sekretaris Kim
yang terlihat hanya duduk di pojok cukup jauh dari Vico hanya mengawasi tuannya
dan tidak meminum sedikit pun alkohol hanya segelas air dingin yang menjadi
teman dahaganya.
Haris yang sudah melihat Vico tenang kembali mulai bergeser
mendekati sekretaris Kim.
“ Kim Vico kenapa sepertinya dia ada masalah ?” Tanya Haris
pada sekretaris Kim karena memang tidak ada yang sekretaris itu tidak ketahui
tentang Vico selama ini.
“Tuan Haris tanyakan sendiri pada Tuan Vico .” Jawab
sekretaris Kim datar.
aku bisa membantu sahabatku satu ini.” Jawab Haris sambil menunjuk Vico yang
hanya minum dan kadang tersenyum-senyum sendiri entah apa yang dia tertawakan.
Para sahabat yang lain yang memang tidak dekat dengan Vico hanya menikmati
acara pesta tersebut.
“ Saya tidak tahu tuan.” Jawab sekretaris Kim yang tetap
dingin dan datar masih duduk dan memainkan ponselnya tanpa menatap Haris
sedikit pun.
“ Dasar kamu itu Kim tidak bisa diajak kerja sama sedikit
pun selain dengan Vico.” Jawab Haris meledek kekakuan sekretaris Kim yang
selalu sama sejak mereka kenal sampai sekarang tidak akan pernah mau
menghianati Vico sedikit pun.
“ Kim.” Panggil Vico yang semula tertidur di kursinya
terlihat mulai bangun
“ Iya Tuan” Jawab sekretaris Kim lalu mendekat ke samping
Vico
“ Ayo kita pulang ke Hotelku saja.” Ucap Vico terdengar
serak dan mulai berdiri meninggalkan tempat duduknya tersebut.
__ADS_1
“ Kamu sudah ingin pulang ?” Tanya Haris yang masih
menikmati pesta tersebut dengan teman-teman lain tanpa mengetahui waktu sudah
menggeser mulai pagi.
“ Kenapa kamu ingin ikut ?” Tanya Vico sambil menatap Haris
tajam.
“ Tidak, silahkan pulang hati-hati.” Ucap Haris membantu
Vico berdiri terhuyung lalu diserahkan pada sekretaris Kim
Mereka berdua lalu pergi meninggalkan keriuah tempat hiburan
malam yang sebenarnya tersedia 24 jam itu. Orang-orang terlihat masih menikmati
malam mereka dengan menari mengikuti musik keras yang terdengar memekakkan
telinga bagi orang biasa itu, bau alkohol yang sangat pekat dan terlihat
beberapa orang juga pulang dalam keadaan teler sampai terjatuh di depan tempat
Hiburan tersebut Surga bagi kaum yang sangat menyukai dunia malam yang terlihat
bagai tempat membahagiakan dan melupakan semua keresahan hati itu.
“ Tuan apa tidak sebaiknya kita pulang ke rumah .” Ucap
sekretaris Kim yang tidak berhenti mengingatkan Tuannya yang memang sekarang
sudah tidak lajang dan memiliki istri tersebut.
“ Kim, kenapa kamu sekarang jadi membantah perintahku ?”
Tanya Vico yang marah akan ucapan sekretaris yang sebenarnya demi kebaikannya
sendiri itu.
“ Maaf bukan saya membantah saya hanya mengingatkan karena
nona Arini pasti mengkawatirkan Anda jika kita tidak pulang malam ini.” Ucap
sekretaris Kim yang masih tetap kekeh dengan ucapannya.
“ Kim dengarkan aku jangan membicarakan dia sekarang aku
tidak ingin mendengarnya, kamu paham ?” Ucap Vico yang mulai geram dengan
sekretaris Kim yang selalu mengingatkan tentang Arini.
“ Baik Tuan.” Ucap sekretaris Kim Pasrah.
“ Kim menurutmu apakah aku ini tidak menarik sampai Arini
tidak pernah menyukaiku sampai sekarang ?” Tanya Vico pada sekretaris Kim
setelah mereka berdua terdiam cukup lama
Tadi menyuruhku tidak membahas nona Arini sekarang dia
malah menanyakan tentang nona Arini, haduh Tuan dia itu istri Anda. Batin
sekretaris Kim
“ Anda menarik Tuan hanya saja mungkin nona belum percaya
sepenuhnya dengan anda, tapi menurut saya juga nona tidak pernah terlihat
tertarik dengan pria lain selama ini Tuan. Nona terlihat tertutup dengan Pria
dia hanya terbuka dengan kakaknya saja.” Ucap sekretaris Kim menjelaskan
__ADS_1
pendapatnya setelah mengamati Arini selama ini.