
“ Coba nanti aku realisasikan di desainnya ya, akan aku
kabari Selasa padamu.” Ucap Arini
“ Ar setelah ini kamu akan kemana ?” Tanya Arga
“ Sepertinya pulang kerumah, ada apa ?” Jawab Arini
“ Bisakah kamu menemaniku ke Mall untuk membeli kado untuk hadiah
mamahku, aku ingin mendengarkan pendapat darimu apa yang cocok dengan mamah.”
Ucap Arga
“ Oh, kapan ulang tahun mamahmu ?” Tanya Arini
“ Besok Ar, kamu mau hadir ?” Tanya Arga
“ Maaf aku tidak bisa Ga.” Jawab Arini
“ Ayolah Ar ini hanya makan malam biasa saja kok.” Ucap Arga
“ Sepertinya besok aku akan sedikit sibuk di kantor karena
ada wawancara karyawan baru Ar jadi aku tidak bisa.” Jawab Arini
“ Aku jemput di kantor kamu saja ya, oke Arini ?” Tawar Arga
lagi
“ Lihat besok saja ya tapi aku tidak janji ya Ga.” Ucap
Arini
“ Oke.” Jawab Arga
Makanan sudah terhidang mereka lalu menyantapnya.
Setelah selesai mereka berdua menuju mall dengan menaiki
mobil mereka masing-masing.
“ Ar menurut kamu apa ya hadiah yang cocok untuk mamahku ?”
Tanya Arga
“ Biasanya kamu memberikan apa ?” Tanya Arini
“ Biasanya aku memberikan perhiasan, baju, tas, sepatu ya
pokoknya yang biasa wanita pakai Ar.” Jawab Arga
Arini lalu memberikan ide untuk hadiah mamah Arga mereka
lalu membelinya. Tidak jauh dari mereka berdua terdapat 2 mata-mata yang
mengikuti mereka sejak mereka makan bersama tadi. Mata-mata itu memotret Arini
dan Arga tanpa memperdulikan lingkungan sekitar.
“ Arini ada Film bagus yang sedang diputar di bioskop lho,
mau nonton bareng ?” Tanya Arga
“ Tidak Ga, aku mau pulang saja , aku takut mamah dan papah
kawatir di rumah.” Ucap Arini
“ Sekali saja Ar filmnya bagus banget lho ?” Tanya Arga lagi
“ Maaf Ga aku tidak bisa, aku pamit pulang dulu ya.” Pamit
Arini
Karena tidak memperhatikan papan bertulisakan “ Awas Lantai
Licin” Arini menginjak lantai yang basah karena baru di pel, Arga yang melihat
Arini akan terjatuh, Arga lalu menangkap Arini.
“ Hati-hati Ar, kamu tidak apa-apa ?” Tanya Arga
“ Terima Kasih, tidak apa-apa kok Ga, aku pergi dulu.” Jawab
__ADS_1
Arini
Arini pergi meninggalkan Arga saat ingin pergi dari Mall ada
suara yang memanggilnya ternyata orang itu adalah Putra.
“ Dek kenapa disini ?” Tanya Arga
“ Arini tadi menemani teman Arini kak mencari hadiah ulang
tahun untuk mamahnya.” Jawab Arini
“ Sudah mau pulang dek ?” Tanya Putra
“ Iya Kak.” Jawab Arini
“ Nonton yuk dek, ada season 2 film kesukaanmu dek.” Ucap
Putra
“ Oke kak, Arini telepon mamah dulu ya takut kawatir karena
Arini tadi ijin pergi makan sebentar.” Ucap Arini
“ Biar kakak saja yang bilang mamah, yuk kita pergi.” Ucap
Putra
Putra lalu memberitahukan mamahnya kalau dia mengajak Arini
pergi nonton. Mengetahui hal itu mamahnya lega karena Arini sudah pergi selama
4 jam dan belum juga kembali.
“ Dek kamu beli tiketnya ya, kakak beli pop corn.” Ucap
Putra dan meninggalkan Arini
Mereka berdua lalu menonton Film berdua terlihat Arga juga
menonton Film itu di belakang kursi mereka berdua dipisahkan 2 baris kursi jadi
masih bisa melihat kemesraan kakak adik itu.
kawatir, ternyata dia menonton dengan pria lain. Huh apakah Arini sudah
berubah, tapi dia masih terlihat seperti dulu, apa hubungan mereka berdua ya,
aku jadi cemburu karena Arini terlihat tertawa puas dan bahagia bersama pria
itu. Batin Arga yang memperhatikan Arini dan Putra bukan menonton film.
Pemutaran Film selesai Arga menunggu mereka di pintu keluar,
agar bisa berpapasan dengan Arini dan menanyakan siapa laki-laki itu. Jika itu
kekasih Arini Arga akan berhenti mengharapkan Arini, karena dia tidak mau
merusak hubungan orang lain.
Arini dan Putra keluar dari gedung bioskop dan berpapasan
dengan Arini dan Putra.
“ Eh Arga, kamu menonton film ini juga ?” Tanya Arini
“ Iya, tadi aku ingin mengajakmu menonton film ini juga.
Siapa dia Arini ?” tanya Arga yang sudah sangat penasaran.
“ Oh kenalin Ga ini Kak Putra, Kakakku dia tadi ada urusan
disini dan bertemu denganku lalu kita nonton karena kakak tahu aku menyukai
film ini.” Ucap Arini
“ Halo Kak Putra, saya Arga teman Arini.” Ucap Arga dan
mengulurkan tangannya.
“ Oh iya, Putra.” Jawab Putra menerima uluran Arga.
“ Kita duluan ya Ga.” Ucap Arini lalu menggandeng kakaknya
__ADS_1
pergi
“ Iya Ar hati-hati.” Jawab Arga yang tersenyum merasa dia
masih memiliki kesempatan untuk mendekati Arini dan tahu kalau pria yang
bermesraan tadi bukan kekasih Arini melainkan kakaknya.
“ Ar pria tadi menyukaimu ?” Tanya Putra
“ Tidak kak, dia cuma teman Arini dulu saat sekolah disini
yang pernah Arini ceritakan dengan kakak, selain itu dia juga Klien Arini untuk
pembuatan Gedung Konser musik, dia sangat terkenal dalam dunia musik klasik
ternyata kak bahkan mendunia, berapa hari yang lalu Arini menghadiri konsernya
bagus sekali kak permainan pianonya.” Ucap Arini
“ Kamu menyukainya ?” Tanya Putra
“ Tidak kak, Arini kan sudah menikah masa menyukai pria
lain.” Ucap Arini
“ Kamu menyukai Vico.” Tanya Putra Lagi
“ Arini tidak tahu.” Jawab Arini
“ Kamu ngapain saja dek sama Vico 2 hari di rumahnya ?” Tanya
Putra penasaran
“ Tidur, makan, kerja, ngobrol itu saja sih kak, ada apa ?’
tanya Arini
" Mmmm tidak apa-apa." Ucapnya singkat.
Mereka lalu pulang ke rumah.
Italia
Malam hari Vico membuka email dari anak buahnya yang
mengawasi Arini.
Sialan kenapa pria ini selalu mendekati Ariniku, apa
perlu aku menyuruh orang untuk menghilangkan nyawanya, ahhhhhh Arini kamu
membuatku gila jika bertemu pria lain bahkan walaupun dia kakakmu sendiri. Batin
Vico
Vico lalu keluar dari kamarnya dengan perasaan emosi melihat
laporan itu.
“ Vic untuk rencana perluasan wilayah kita akan kita mulai
dari sini.” Ucap Orlando menjelaskan rencananya dan menunjuk wilayah yang
dimaksud.
Terlihat Vico hanya duduk diam dengan pandangan kosong.
“ Vic kamu kenapa ?” Tanya Orlando
“ Tuan Orlando memanggil Tuan.” Ucap sekretaris Kim
membangunkan lamuna Vico
“ Ah hmmm kenapa ?” Tanya Vico yang bingung
“ Kamu kenapa, aku berbicara dari tadi kamu hanya diam tidak
ada respon sama sekali.” Ucap Orlando
“ Tidak apa-apa ayo lanjutkan dan segera selesaikan urusanku
disini.” Ucap Vico yang tidak sabar kembali ke Indonesia
__ADS_1