
Arini dan Vico pun kembali ke kamar mereka. Terlihat Arini
berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Vico terlihat duduk di atas ranjang.
Vico tiba-tiba melihat hal yang menarik untuknya dia pun mendekati bingkai foto
di atas rak tersebut. Terlihat seorang anak perempuan dan anak laki-laki yang
berfoto bersama dengan latar belakang taman bermain.
Vico terlihat melihat dengan seksama foto gadis kecil itu.
Merasa tidak asing dengan sosoknya dan berusaha mengingat wajah gadis kecil
itu. Vico lalu melihat sebuah kalung yang melingkar pada leher gadis kecil itu
dan teringat dengan kalung yang selama ini ia simpan dan coba selidiki selama
ini. Sebenarnya Orlando dan Vico juga pernah menanyakan siapa gadis kecil dan
kakek yang menolongnya pada orang yang mengantar mereka kembali ke negaranya
tapi mereka merahasiakan identitas mereka.
Vico juga berusaha mencari informasinya dengan Orlando
menggunakan jaringan mafia mereka tetapi sepertinya gadis kecil dan kakeknya
tersebut informasinya sangat terlindungi hingga sulit untuk menyelidiki lebih
lanjut. Vico dan Orlando hanya ingin membalas kebaikan mereka yang telah menyelamatkan
mereka saat masih kecil itu. Untuk orang-orang yang menjadi dalang penculikan
mereka Vico menyelidiki jika orangnya adalah pamannya sedangkan Orlando orang
tersebut telah ditemukan tewas dan penelusuran selanjutnya selalu terhalang
sampai saat ini.
Alasan kasus penculikan mereka masih belum benar-benar
terungkap sampai akhir karena sulitnya informasi begitu juga penyelamatnya.
Karena terlalu berkonsentrasi untuk mengingat tidak sadar Arini sudah berada di
dekat Vico dan mengagetkannya.
“ Ar gadis kecil ini apakah kamu ?” Tanya Vico yang ingin
mengetahui kebenarannya setelah ingat siapa sosok yang tidak asing itu.
“ Iya aku dan kakakku saat kami di Belanda, ada apa Vic ?”
Tanya Arini yang merasa ada hal aneh pada sorot mata Vico.
“ Ar apakah kamu masih memiliki kalung ini ?” Tanya Vico
kembali ingin memastikan ingatannya, jika Arini kehilangan kalung itu mungkin
gadis itu Arini kecil yang menyelamatkannya dan Orlando tapi jika Arini tidak
kehilangan mungkin dia salah mengenalinya.
“ Kalung itu, mmm sepertinya ada sebentar aku ambil.” Arini
lalu berjalan menuju lemari dan mengambil kalung yang di maksud Vico tersebut.
__ADS_1
Arini lalu menyerahkan kalung itu pada Vico.
Ada kekecewaan pada wajah Vico karena ternyata gadis kecil
itu bukan Arini walaupun terlihat dia memiliki kalung yang sama dengan gadis
kecil itu tapi ingatan pada wajah sang penyelamat memang sedikit sulit untuk
diingat secara jelas. Hanya kalung itu yang bisa menjadi kunci utama gadis
kecil yang menjadi penyelamatnya dan Orlando kala itu.
“ Ada apa Vic ?” Tanya Arini penasaran karena perubahan
ekspresi Vico.
“ Tidak apa-apa hanya aku sepertinya pernah bertemu dengan
gadis kecil ini waktu aku kecil aku kira itu kamu ternyata sepertinya bukan.”
Ucap Vico.
“ Oh, Oiya walaupun kalung ini terlihat sederhana tapi
kalung ini terukir namaku jika kamu menggunakan pencahayaan dan diarahkan pada
bagian tengahnya lihatlah.” Ucap Arini dan mengambil senter kecil dan menyinari
bagian tengah kalung itu dan terlihat ada huruf APP terpantul pada
langit-langit kamar Arini.
“ APP itu kepanjangan namaku Arini Putri Permana kata kakek
dan nenek kalung ini khusus mereka pesan dari temannya. Ini adalah kenang-kenangan
dari nenekku yang kini sudah tiada hanya tinggal kakek saja yang masih ada.”
“ Maaf aku jadi membuatmu sedih.” Ucap Vico melihat ekspresi
sedih Arini akan kepergian neneknya untuk selama-lamanya itu. Vico juga
mengusap puncak kepala Arini agar wanita itu tidak sedih. Arini tersenyum pada
Vico mengisyaratkan jika dia tidak apa-apa. Vico pun juga mengajak Arini untuk
kembali ke atas ranjang untuk beristirahat.
“ Ar sesuai permintaan mamahmu mari kita lakukan ?” Vico yang selalu merasa
terpesona dengan Arini mencoba menindih tubuh istrinya. Mendengar ucapan Vico
tersebut hanya senyuman yang Arini berikan ada sedikit rona malu pada pipinya.
Vico kemudian mengecup bibir Arini lembut dengan tangan lainnya membuka pakaian
Arini dan menyentuh bagian sensitif milik istrinya. Arini terlihat menerima
aktivitas yang menjadi kebiasaan suaminya selama hampir dua bulan berlalu sejak
pertama kali melakukannya.
Walau kadang Arini merasa lelah dengan pekerjaannya tapi dia
selalu menerima ajakan suaminya yang kekar itu untuk menyalurkan aktivitas
suami istri itu. Vico merasa selalu ketagihan dengan tubuh istrinya jika mereka
__ADS_1
berdekatan satu sama lain. Aktivitas yang menjadi candu baginya sejak kejutan
yang ia berikan saat di penthouse di hotel miliknya itu.
Olahraga malam yang mengasyikan dan membuatnya ketagihan itu
seakan tidak lengkap jika sehari saja tidak melakukannya. Dia juga sangat
menginginkan Arini bisa segera mengandung anak untuknya. Arini pun beberapa kali
ke dokter kandungan di temani Vico untuk melakukan konsultasi seputar pra-kehamilan.
Pola makan dan gizi untuk meningkatkan angka keberhasilan yang keduanya lakukan.
Arini juga sangat
ingin memiliki seorang anak karena merasa keluarga kecilnya akan lengkap jika
kehadiran buah hati. Vico juga ingin agar mamahnya tidak merecoki keluarga
kecilnya lagi jika Arini mengandung anaknya. Sungguh berita bahagia yang sangat
di nanti semua anggota keluarga kecuali mamah Vico yang menentang hubungan
mereka.
Kegiatan suami istri itu pun usai terdengar lenguhan puas
dari Vico dan kelelah dari tubuh Arini. Vico yang usai menyalurkan hasratnya
mencium Arini lembut pada bibir ranum istrinya dan memeluk tubuh langsing Arini
dan beristirahat. Walau masih dini hari sekitar pukul dua pagi Arini terbangun
dan membersihkan diri untuk bersuci usai kegiatan suami istri itu. Arini
terlihat ingin melaksanakan sholat sunah tahajud. Arini melaksanakan sholat itu
4 rakaat usai itu dia terlihat berdoa pada sang pencipta.
“ Ya Allah hamba bersyukur atas segala yang hamba terima
hingga sekarang, segala puji bagi engkau ya Allah. Ampuni dosa-dosa kedua orang
tua hamba, hamba, suami hamba, keluarga dan seluruh umatmu ya Allah, bla
bla...Semoga engkau mengijinkan kami untuk engkau karuniai momongan ya Allah..
Kiranya engkau mengabulkan permohonan hamba ya Allah... Bla bla bla... Amiiin
Vico terlihat mengerjapkan pandangan mencari sosok
Arini dengan tangannya untuk menjangkau tapi tidak menemukannya. Ia pun
terbangun dan mencari Arini karena tidak mendengar aktivitas dari dalam kamar
mandi. Vico yang melihat istrinya tengah beribadah kemudian tersenyum.
Vico sangat bahagia memiliki istri yang baik, taat pada
agamanya, cantik dan mandiri itu, ingin dirinya memberitahu dunia untuk
hubungannya tersebut agar tidak ada seorang pun mendekati istrinya. Menjadikan
wanita itu satu-satunya ratu di hati dan di kerajaan bisnisnya. Jika suatu saat
ia bisa menceritakan semua kekelaman pada dirinya jika Arini memintanya lepas
__ADS_1
dari dunia gelap itu rasanya dia akan ikhlas dan tidak ikut lagi. Tapi saat ini
dia masih belum bisa melakukannya.