My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Anak Itu


__ADS_3

Arini dan Vico pun kembali ke kamar mereka. Terlihat Arini


berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Vico terlihat duduk di atas ranjang.


Vico tiba-tiba melihat hal yang menarik untuknya dia pun mendekati bingkai foto


di atas rak tersebut. Terlihat seorang anak perempuan dan anak laki-laki yang


berfoto bersama dengan latar belakang taman bermain.


Vico terlihat melihat dengan seksama foto gadis kecil itu.


Merasa tidak asing dengan sosoknya dan berusaha mengingat wajah gadis kecil


itu. Vico lalu melihat sebuah kalung yang melingkar pada leher gadis kecil itu


dan teringat dengan kalung yang selama ini ia simpan dan coba selidiki selama


ini. Sebenarnya Orlando dan Vico juga pernah menanyakan siapa gadis kecil dan


kakek yang menolongnya pada orang yang mengantar mereka kembali ke negaranya


tapi mereka merahasiakan identitas mereka.


Vico juga berusaha mencari informasinya dengan Orlando


menggunakan jaringan mafia mereka tetapi sepertinya gadis kecil dan kakeknya


tersebut informasinya sangat terlindungi hingga sulit untuk menyelidiki lebih


lanjut. Vico dan Orlando hanya ingin membalas kebaikan mereka yang telah menyelamatkan


mereka saat masih kecil itu. Untuk orang-orang yang menjadi dalang penculikan


mereka Vico menyelidiki jika orangnya adalah pamannya sedangkan Orlando orang


tersebut telah ditemukan tewas dan penelusuran selanjutnya selalu terhalang


sampai saat ini.


Alasan kasus penculikan mereka masih belum benar-benar


terungkap sampai akhir karena sulitnya informasi begitu juga penyelamatnya.


Karena terlalu berkonsentrasi untuk mengingat tidak sadar Arini sudah berada di


dekat Vico dan mengagetkannya.


“ Ar gadis kecil ini apakah kamu ?” Tanya Vico yang ingin


mengetahui kebenarannya setelah ingat siapa sosok yang tidak asing itu.


“ Iya aku dan kakakku saat kami di Belanda, ada apa Vic ?”


Tanya Arini yang merasa ada hal aneh pada sorot mata Vico.


“ Ar apakah kamu masih memiliki kalung ini ?” Tanya Vico


kembali ingin memastikan ingatannya, jika Arini kehilangan kalung itu mungkin


gadis itu Arini kecil yang menyelamatkannya dan Orlando tapi jika Arini tidak


kehilangan mungkin dia salah mengenalinya.


“ Kalung itu, mmm sepertinya ada sebentar aku ambil.” Arini


lalu berjalan menuju lemari dan mengambil kalung yang di maksud Vico tersebut.

__ADS_1


Arini lalu menyerahkan kalung itu pada Vico.


Ada kekecewaan pada wajah Vico karena ternyata gadis kecil


itu bukan Arini walaupun terlihat dia memiliki kalung yang sama dengan gadis


kecil itu tapi ingatan pada wajah sang penyelamat memang sedikit sulit untuk


diingat secara jelas. Hanya kalung itu yang bisa menjadi kunci utama gadis


kecil yang menjadi penyelamatnya dan Orlando kala itu.


“ Ada apa Vic ?” Tanya Arini penasaran karena perubahan


ekspresi Vico.


“ Tidak apa-apa hanya aku sepertinya pernah bertemu dengan


gadis kecil ini waktu aku kecil aku kira itu kamu ternyata sepertinya bukan.”


Ucap Vico.


“ Oh, Oiya walaupun kalung ini terlihat sederhana tapi


kalung ini terukir namaku jika kamu menggunakan pencahayaan dan diarahkan pada


bagian tengahnya lihatlah.” Ucap Arini dan mengambil senter kecil dan menyinari


bagian tengah kalung itu dan terlihat ada huruf APP terpantul pada


langit-langit kamar Arini.


“ APP itu kepanjangan namaku Arini Putri Permana kata kakek


dan nenek kalung ini khusus mereka pesan dari temannya. Ini adalah kenang-kenangan


dari nenekku yang kini sudah tiada hanya tinggal kakek saja yang masih ada.”


“ Maaf aku jadi membuatmu sedih.” Ucap Vico melihat ekspresi


sedih Arini akan kepergian neneknya untuk selama-lamanya itu. Vico juga


mengusap puncak kepala Arini agar wanita itu tidak sedih. Arini tersenyum pada


Vico mengisyaratkan jika dia tidak apa-apa. Vico pun juga mengajak Arini untuk


kembali ke atas ranjang untuk beristirahat.


“ Ar sesuai permintaan mamahmu mari kita lakukan ?” Vico yang selalu merasa


terpesona dengan Arini mencoba menindih tubuh istrinya. Mendengar ucapan Vico


tersebut hanya senyuman yang Arini berikan ada sedikit rona malu pada pipinya.


Vico kemudian mengecup bibir Arini lembut dengan tangan lainnya membuka pakaian


Arini dan menyentuh bagian sensitif milik istrinya. Arini terlihat menerima


aktivitas yang menjadi kebiasaan suaminya selama hampir dua bulan berlalu sejak


pertama kali melakukannya.


Walau kadang Arini merasa lelah dengan pekerjaannya tapi dia


selalu menerima ajakan suaminya yang kekar itu untuk menyalurkan aktivitas


suami istri itu. Vico merasa selalu ketagihan dengan tubuh istrinya jika mereka

__ADS_1


berdekatan satu sama lain. Aktivitas yang menjadi candu baginya sejak kejutan


yang ia berikan saat di penthouse di hotel miliknya itu.


Olahraga malam yang mengasyikan dan membuatnya ketagihan itu


seakan tidak lengkap jika sehari saja tidak melakukannya. Dia juga sangat


menginginkan Arini bisa segera mengandung anak untuknya. Arini pun beberapa kali


ke dokter kandungan di temani Vico untuk melakukan konsultasi seputar pra-kehamilan.


Pola makan dan gizi untuk meningkatkan angka keberhasilan yang keduanya lakukan.


 Arini juga sangat


ingin memiliki seorang anak karena merasa keluarga kecilnya akan lengkap jika


kehadiran buah hati. Vico juga ingin agar mamahnya tidak merecoki keluarga


kecilnya lagi jika Arini mengandung anaknya. Sungguh berita bahagia yang sangat


di nanti semua anggota keluarga kecuali mamah Vico yang menentang hubungan


mereka.


Kegiatan suami istri itu pun usai terdengar lenguhan puas


dari Vico dan kelelah dari tubuh Arini. Vico yang usai menyalurkan hasratnya


mencium Arini lembut pada bibir ranum istrinya dan memeluk tubuh langsing Arini


dan beristirahat. Walau masih dini hari sekitar pukul dua pagi Arini terbangun


dan membersihkan diri untuk bersuci usai kegiatan suami istri itu. Arini


terlihat ingin melaksanakan sholat sunah tahajud. Arini melaksanakan sholat itu


4 rakaat usai itu dia terlihat berdoa pada sang pencipta.


“ Ya Allah hamba bersyukur atas segala yang hamba terima


hingga sekarang, segala puji bagi engkau ya Allah. Ampuni dosa-dosa kedua orang


tua hamba, hamba, suami hamba, keluarga dan seluruh umatmu ya Allah, bla


bla...Semoga engkau mengijinkan kami untuk engkau karuniai momongan ya Allah..


Kiranya engkau mengabulkan permohonan hamba ya Allah... Bla bla bla... Amiiin


Vico terlihat mengerjapkan pandangan mencari sosok


Arini dengan tangannya untuk menjangkau tapi tidak menemukannya. Ia pun


terbangun dan mencari Arini karena tidak mendengar aktivitas dari dalam kamar


mandi. Vico yang melihat istrinya tengah beribadah kemudian tersenyum.


Vico sangat bahagia memiliki istri yang baik, taat pada


agamanya, cantik dan mandiri itu, ingin dirinya memberitahu dunia untuk


hubungannya tersebut agar tidak ada seorang pun mendekati istrinya. Menjadikan


wanita itu satu-satunya ratu di hati dan di kerajaan bisnisnya. Jika suatu saat


ia bisa menceritakan semua kekelaman pada dirinya jika Arini memintanya lepas

__ADS_1


dari dunia gelap itu rasanya dia akan ikhlas dan tidak ikut lagi. Tapi saat ini


dia masih belum bisa melakukannya.


__ADS_2