My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Rencana Poppy 3


__ADS_3

Poppy yang semula duduk bahagia dan tersenyum menyeringai


licik di atas ranjang kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan


dirinya.


Tidak seperti biasanya yang berpenampilan seksi, Poppy hari


ini ingin menampilkan gaya elegan polos agar mendapat kepercayaan dari Arini


dan bisa lebih mendapat perhatian Arini lebih dari hanya sebagai pemesan


desain.


Poppy memakai dress di bawah lutut dengan lengan panjang


sampai pergelangan tangan  berwarna baby


mint, sepatu warna senada begitu pula tas branded super mahal miliknya.


Dia lalu pergi ke kantor desain Arini dengan memacu mobil


sport warna merah kesukaannya.


Sesampainya di kantor Arini Poppy menuju meja resepsionis


dan mengatakan keperluannya saat sudah mendapat arahan dari wanita berpakaian


rapi dari meja resepsionis dia melangkahkan tubuh rampingnya menuju lift menuju


ruang tunggu klien yang biasa menjadi tempat pertemuan Arini.


Poppy terlihat sangat sopan berbeda dengan sebelumnya dan


duduk di sofa kosong yang berada di ruangan itu.


Tok tok tok


“ Iya masuk.” Saut Arini dari duduknya di kursi tanpa


memindahkan pandangan dari kertas desain miliknya.


“ Nona Poppy sudah menunggu di ruangan tunggu klien nona.”


Ucap Vivi menyampaikan


kedatangan Poppy sesuai janji dengannya kemarin.


“ Baiklah aku akan menemuinya, o iya Vivi siapkan minuman


untuk kita berdua.” Ucap Arini dan meninggalkan Vivi menuju ruangan tersebut.


“ Baik nona” Jawab Vivi menunduk sopan dan menggeser


tubuhnya setelah Arini pergi dia lalu meminta Office Girl lantai itu membuatkan


2 minuman untuk Arini dan Poppy dan mengantarnya pada ruangan pertemuan itu.


Arini sudah sampai di depan ruangan pertemuan dengan Poppy


dia mulai membuka pintu tersebut.


“ Selamat pagi nona Poppy, perkenalkan saya Arini.” Ucap


Arini sambil mengulurkan tangannya setelah ia duduk di sofa empuk dekat Poppy.


“ Selamat pagi nona Arini, saya Poppy.” Ucap Poppy menyambut


uluran tangan Arini dan tersenyum semanis mungkin.


“ Untuk desainnya kira-kira ingin yang bagaimana ya nona


Poppy.” Tanya Arini memulai pembicaraan dasar yang biasa dia lakukan untuk


menangani klien yang membutuhkan jasa desainnya.


“ Saya ingin memiliki rumah yang berkesan hangat, terbuat

__ADS_1


dari perpaduan kayu karena saya ingin membuat danau buatan, rumah yang


menenangkan dengan kesan klasik dan sedikit modern nona.” Jelas Poppy


memberikan beberapa keinginan dari desain rumah miliknya pada Arini.


Tok Tok tok


“ Permisi nona saya ingin mengantarkan minuman.” Ucap Office


Girl dari balik pintu ruang rapat itu.


“ Silakan masuk.” Sahut Arini mempersilahkan wanita muda


itu masuk dan menyajikan 2 cangkir teh untuk klien dan nona muda yang menjadi


atasannya itu, setelah itu dia pamit pergi meninggalkan kedua wanita yang masih


asing itu untuk membahas masalah desain.


" Silakan nona di minum tehnya." Arini menawarkan teh yang sudah di siapkan office Girlnya tersebut dan terlihat Poppy mengambil cangkir berisi teh dan meneguknya sedikit begitu pun Arini dan menaruh kembali pada tempatnya.


“ Untuk ukuran dan area yang akan menjadi tempat pembangunannya


tolong saya diinfo ya nona, kesan hangat dan kayu baiklah nanti coba saya


desainkan awal untuk permintaan nona, untuk pencahayaannya dan modelnya


bagaimana nona ?” Tanya Arini agar dapat membuat desain yang lebih mendekati


keinginan Poppy untuk perencanaan awal.


“ Saya ingin pencahayaan yang redup untuk depan rumah dan


sekitarnya tapi cukup terang untuk di dalam, dengan adanya aksen taman di depan


pasti akan terlihat sempurna dan modelnya sepertinya saya menyukai yang


minimalis saja.” Ucap Poppy lagi sambil membayangkan rumah yang dia ingin Arini


“ Baik nona Poppy saya akan berusaha membuat sesuai


keinginan nona, kira-kira nona memerlukannya dalam waktu cepat atau lama ?”


Tanya Arini untuk membuat dan merencanakan estimasi waktu pembuatan dan


penyelesaiannya.


“ Tenang nona Arini saya tidak buru-buru.” Ucap Poppy


tersenyum dan memegang kedua tangan Arini.


“ Baik nona Poppy, jika desain awal sudah saya selesaikan


nanti nona akan saya hubungi untuk proses selanjutnya.” Ucap Arini dan


tersenyum pada Poppy.


Wanita ini cukup lugu untuk aku singkirkan. Batin


Poppy


“ Ya sudah saya ada pertemuan, saya tunggu kabarnya ya nona


Arini saya permisi dulu.” Ucap Poppy pamit dan mengajak tubuh semampainya


berdiri dari sofa yang empuk menjabat tangan Arini dan melangkahkan kaki


jenjangnya meninggalkan Arini


“ Baik nona Poppy, sampai jumpa.” Ucap Arini ramah pada


klien barunya itu, dan membukakan pintu untuk Poppy setelah itu dia kembali ke


ruangan kerjanya.


Kantor Vico

__ADS_1


“ Tuan saya sudah mendapat informasi bahwa paman Tuan akan


datang ke Indonesia minggu depan dan untuk bisnisnya kali ini dia ingin membuat


sebuah pabrik untuk pengembangan produknya yang dari Jerman bekerja sama dengan


GK Grup Tuan untuk pembuatan obat.” Ucap sekretaris Kim pada Arga yang sedang


duduk di kursi hitamnya.


“ Tingkatan penjagaan dan awasi terus jangan sampai ada yang


terlewat, aku merasa paman tidak hanya akan melakukan hal itu, setelah dia


pernah menculik Arini sebelumnya dan aku menghancurkan bisnisnya di beberapa


tempat bahkan dia harus kehilangan orang-orang yang menjadi kepercayaannya.”


Perintah Putra pada sekretaris Kim.


“ Baik tuan, saya akan mengerahkan beberapa penjaga tambahan


untuk di rumah dan nona Arini.” Ucap sekretaris Kim.


“ O iya Kim bisnis kita yang kemarin ditangani Peter sudah


beres ?” Tanya Vico akan Bisnis Properti yang bermasalah di Jepang yang


bermasalah dengan Grup mafia di sana.


“ Tuan saat ini masih dalam tahap negosiasi, bagaimana kalau


kita meminta bantuan Tuan Putra dia cukup berpengaruh di sana.” Tanya Kim


memberikan solusi terbaik akan masalah Vico.


“ Jangan melibatkan Kak Putra mau ditaruh di mana mukaku kalu


minta tolong dengannya, segera atasi saja dengan uang jika tidak mau kerahkan


beberapa anak buah Orlando untuk segera menyelesaikannya jika cara halus sulit,


kita pakai cara kita saja.” Perintah Vico lagi pada sekretaris Kim.


“ Baik Tuan akan saya hubungi tuan Orlando dan akan saya


konfirmasi dengan Peter juga.” Ucap sekretaris Kim lalu pamit meninggalkan


ruangan Vico tersebut.


Begitulah selama ini dia mengembangkan perusahaan yang


Ayahnya mandatkan padanya dan perusahaan yang juga miliknya sendiri di berbagai


negara yang mencakup banyak sektor yang menghasilkan pundi-pundi kekayaan yang


sulit dihitung bagi orang biasa.


“ Aku hari ini menjemput Arini tidak ya, aku sangat


merindukannya sekarang, rasanya wajah Arini selalu terbayang di depanku


membuatkan sulit konsentrasi.” Gumam Vico sambil tersenyum-senyum di kursinya


dengan tangan kanan memegang dahinya.


Vico menjadi pria lembut, manis, sabar, perhatian dan sangat


berbeda dengan dia yang biasanya yang sangat pemarah dan bahkan bisa menjadi


iblis yang kejam.


“ Aku hubungi dia saja.” Ucapnya lagi lalu mengambil benda


pipih persegi panjang itu dari dekat leptop yang tertutup di sisi kiri mejanya


itu.

__ADS_1


__ADS_2