My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Masa Lalu Arini


__ADS_3

Flash Back On


Arini merupakan mahasiswi yang berprestasi di


Universitasnya, selain otak yang cerdas Arini juga sangat cantik dan menjadi


primadona di jurusannya.


Karena dia yang tidak terlalu suka bergaul dan cenderung


menjadi gadis pendiam dia memiliki teman laki-laki bernama Valdo.


Mereka selalu bersama-sama setiap waktu mengerjakan tugas,


makan dan lain-lain.


Hubungan itu diketahui Putra tapi karena Valdo terlihat


tidak menyakiti adiknya, dan Arini sangat nyaman dengan Valdo putra membiarkan


hubungan mereka berjalan yang memang masih dalam status pertemanan.


Saat bersama Valdo Arini menjadi gadis yang ceria, senyum


indah selalu terpasang pada wajah cantiknya


Jika ada yang menyakiti Arini atau berbuat ulah Valdo akan


berada di barisan depan untuk membelanya.


Suatu hari Ada mahasiswa lain menyatakan cinta pada Arini


tapi tidak diterima Arini. Hal itu membuat Valdo takut jika suatu saat Arini


menemukan pria yang membuatnya jatuh cinta sehingga dia menginginkan Arini


selalu berada di sampingnya.


Taman Kota


Arini dan Valdo pagi itu berjanji untuk bertemu untuk


olahraga dan menikmati hari minggu untuk merefresingkan kejenuhan dengan


banyaknya tugas kuliah selama ini


“ Hai Arini.” Sapa Valdo terlihat memakai celana panjang


olahraga abu dan jaket hoodi warna biru.


“ Hai.” Arini berlari mendekati Valdo yang terlihat berdiri


di samping sepeda yang memiliki 2 tempat duduk.


“ Ayo hari ini kita sepedahan saja ?” Ajak Valdo saat Arini


sudah mendekat.


“ Oke.” Jawab Arini dan mereka pun bersepeda berdua


berkeliling taman dan terlihat kebahagiaan terpancar dari keduanya.


“ Do ayo istirahat, aku haus .” Ucap Arini yang terlihat


berkeringat pada dahi dan kedua tangannya. Baju warna pinknya terlihat basah di


beberapa bagian.


“ Oke, kita berhenti di toko itu ya, untuk membeli minum.”


Ajak Valdo sambil menunjuk toko yang terlihat cukup dekat dari tempat mereka


berada.


Mereka lalu menuju toko tersebut, memarkirkan sepedanya lalu


membeli minuman.


Ada danau buatan yang indah di dekat itu dan memiliki tempat


duduk di semua tepinya.


Mereka duduk di bangku panjang warna coklat sambil menikmati

__ADS_1


hembusan angin dan teduhnya pohon yang menutupi mereka dari teriknya matahari


yang mulai meninggi.


Terlihat taman itu cukup ramai saat hari libur seperti ini


banyak warga sekitar di sana, ada yang berolahraga, piknik, bermain dengan


hewan peliharaan ataupun duduk-duduk saja menikmati taman.


Arini meneguk minuman yang sudah dibelinya tadi.


“ Segar sekali rasanya.” Ucapnya setelah air itu sudah


membasahi kerongkongannya yang kering akibat bersepeda.


“ Apakah sebegitu hausnya kamu sampai habis 1 botol ?” Tanya


Valdo yang melihat botol minuman Arini habis dalam sekali teguk.


“ Iya aku haus sekali.” Jawab Arini


Valdo dan Arini menikmati pemandangan yang terpampang di


depannya. Valdo mulai mendekatkan jari-jarinya pada tangan Arini.


Saat Arini dipegang dia sedikit kaget tapi tidak menolak


karena memang sudah nyaman dengan Valdo yang dikenalnya cukup lama.


“ Arini, apakah kamu ada orang yang kamu suka ?” Tanya Aldo


memberanikan diri untuk mulai pembicaraan saat saat keringat keduanya terlihat


sudah mengering.


“ Tidak ada, aku ingin menikmati semuanya dulu saja.” Jawab Arini


masih memandang danau yang terlihat banyak perahu yang dinaiki para warga.


“ Arini jika aku menyukaimu, dan ingin kita tidak sekedar


hanya teman bagaimana kamu mau ?” Tanya Valdo menggenggam erat dan memandang


Arini yang mendengar itu lalu mengalihkan pandangannya pada


Valdo yang duduk di sampingnya.


“ Apa kamu yakin ?” Tanya Arini sambil memandang dalam kedua


manik Valdo.


“ Iya, aku ingin selalu bersamamu, aku bahagia bersamamu


selama ini, aku sangat nyaman dan jika kamu tidak ada aku kesepian dan saat


kamu dekat dengan pria lain rasanya aku sangat marah.” Jawab Valdo mantap dan


menjelaskan perasaannya selama ini.


“ Akan aku pikirkan dulu ya Valdo.” Jawab Arini sambil


tersenyum manis tidak ingin menyakiti hati Valdo.


“ Baiklah aku akan menunggu jawabanmu Arini.” Valdo beralih


menangkup tangannya memegang wajah Arini sambil tersenyum senang karena bisa


menyatakan perasaannya.


Setelah pernyataan itu mereka berhubungan seperti teman


hingga seminggu tidak terasa sudah berlalu, setelah mempertimbangkan banyak hal


Arini menerima perasaan Valdo.


Valdo sangat bahagia karena cintanya diterima dengan wanita


pujaan hatinya.


Valdo dan Arini menjadi pasangan terfavorit di Jurusannya


dan kemesraannya membuat banyak siswa dan siswi cemburu karena ketampanan dan

__ADS_1


kecantikan keduanya yang bagaikan di drama romantis.


Valdo yang memang hanya memiliki seorang ayah dan dibesarkan


tanpa ibu sangat bahagia mendapatkan sosok ibu pada Arini yang sangat perhatian


padanya.


Perasaan sayang yang selama ini dia berikan pada Arini


berubah menjadi rasa posesif yang berlebihan dan menjadi hubungan toksik bagi


Arini.


Valdo membatasi segala yang Arini lakukan, mengatur siapa pun


yang dekat dengan Arini, menyadap ponsel Arini, dan bahkan selalu memata-matai


Arini.


Arini tidak ingin melibatkan kakaknya Putra dalam


menyelesaikan hubungannya yang memang tidak sehat sekarang ini.


Walaupun Arini tidak pernah diperlakukan kasar oleh Valdo


tapi saat marah Valdo akan menyakiti dirinya sendiri membuat Arini takut dengan


Valdo yang seperti itu.


Arini selalu menolak saat Valdo menginginkan hubungan badan


atau menyentuh miliknya yang menurutnya itu tidak seharusnya dilakukan jika


masih dalam hubungan pacaran.


Bahkan Arini sudah tidak mau lagi berciuman dengan Valdo


karena perubahan sifat Valdo yang menurutnya menakutkan itu.


“ Arini kenapa kamu tidak mau ? bukankah kamu juga


mencintaiku ?” Tanya Valdo terlihat kecewa dengan Arini saat di dalam mobil


milik Valdo.


“ Do itu bukan hal yang boleh kita lakukan saat ini, jika


kita sudah menikah baru hal itu diperbolehkan.” Jawab Arini sedikit takut


melihat wajah Valdo yang marah.


“ Kenapa toh menikah juga masih bisa bercerai, selain itu


semua orang juga melakukannya walau masih menjadi kekasih, bahkan mereka


tinggal bersama.” Ucap Valdo menjelaskan kenyataan yang selama ini dia lihat.


“ Aku tidak peduli dengan mereka, itu yang terbaik


menurutku.” Jawab Arini sedikit menjauh dan ingin membuka pintu Mobil.


“ Kenapa kamu tidak menyayangiku kan, benarkan, selama ini


hanya aku yang menyayangimu benarkan ?” Tanya Valdo sambil berteriak-teriak


pada Arini.


“ Bukan-bukan begitu Valdo, aku menyayangimu tapi bukan


seperti ini cara menyalurkan kasih sayang.” Ucap Arini saat sudah dapat membuka


kunci pintu mobil itu.


“ Haha kamu bohong, jangan harap bisa lepas dariku Arini,


kamu hanya milikku, punyaku, dan selalu selamanya begitu, tidak ada yang bisa


memisahkan kita.” Ucap Valdo sorotan matanya seperti seorang psikopat dan


mengunci pintu Arini lagi.


Arini yang takut karena mobil berjalan sangat kencang dia

__ADS_1


hanya menangis dan memohon pada Valdo untuk mengantarnya pilang.


__ADS_2