
Flash Back On
Arini merupakan mahasiswi yang berprestasi di
Universitasnya, selain otak yang cerdas Arini juga sangat cantik dan menjadi
primadona di jurusannya.
Karena dia yang tidak terlalu suka bergaul dan cenderung
menjadi gadis pendiam dia memiliki teman laki-laki bernama Valdo.
Mereka selalu bersama-sama setiap waktu mengerjakan tugas,
makan dan lain-lain.
Hubungan itu diketahui Putra tapi karena Valdo terlihat
tidak menyakiti adiknya, dan Arini sangat nyaman dengan Valdo putra membiarkan
hubungan mereka berjalan yang memang masih dalam status pertemanan.
Saat bersama Valdo Arini menjadi gadis yang ceria, senyum
indah selalu terpasang pada wajah cantiknya
Jika ada yang menyakiti Arini atau berbuat ulah Valdo akan
berada di barisan depan untuk membelanya.
Suatu hari Ada mahasiswa lain menyatakan cinta pada Arini
tapi tidak diterima Arini. Hal itu membuat Valdo takut jika suatu saat Arini
menemukan pria yang membuatnya jatuh cinta sehingga dia menginginkan Arini
selalu berada di sampingnya.
Taman Kota
Arini dan Valdo pagi itu berjanji untuk bertemu untuk
olahraga dan menikmati hari minggu untuk merefresingkan kejenuhan dengan
banyaknya tugas kuliah selama ini
“ Hai Arini.” Sapa Valdo terlihat memakai celana panjang
olahraga abu dan jaket hoodi warna biru.
“ Hai.” Arini berlari mendekati Valdo yang terlihat berdiri
di samping sepeda yang memiliki 2 tempat duduk.
“ Ayo hari ini kita sepedahan saja ?” Ajak Valdo saat Arini
sudah mendekat.
“ Oke.” Jawab Arini dan mereka pun bersepeda berdua
berkeliling taman dan terlihat kebahagiaan terpancar dari keduanya.
“ Do ayo istirahat, aku haus .” Ucap Arini yang terlihat
berkeringat pada dahi dan kedua tangannya. Baju warna pinknya terlihat basah di
beberapa bagian.
“ Oke, kita berhenti di toko itu ya, untuk membeli minum.”
Ajak Valdo sambil menunjuk toko yang terlihat cukup dekat dari tempat mereka
berada.
Mereka lalu menuju toko tersebut, memarkirkan sepedanya lalu
membeli minuman.
Ada danau buatan yang indah di dekat itu dan memiliki tempat
duduk di semua tepinya.
Mereka duduk di bangku panjang warna coklat sambil menikmati
__ADS_1
hembusan angin dan teduhnya pohon yang menutupi mereka dari teriknya matahari
yang mulai meninggi.
Terlihat taman itu cukup ramai saat hari libur seperti ini
banyak warga sekitar di sana, ada yang berolahraga, piknik, bermain dengan
hewan peliharaan ataupun duduk-duduk saja menikmati taman.
Arini meneguk minuman yang sudah dibelinya tadi.
“ Segar sekali rasanya.” Ucapnya setelah air itu sudah
membasahi kerongkongannya yang kering akibat bersepeda.
“ Apakah sebegitu hausnya kamu sampai habis 1 botol ?” Tanya
Valdo yang melihat botol minuman Arini habis dalam sekali teguk.
“ Iya aku haus sekali.” Jawab Arini
Valdo dan Arini menikmati pemandangan yang terpampang di
depannya. Valdo mulai mendekatkan jari-jarinya pada tangan Arini.
Saat Arini dipegang dia sedikit kaget tapi tidak menolak
karena memang sudah nyaman dengan Valdo yang dikenalnya cukup lama.
“ Arini, apakah kamu ada orang yang kamu suka ?” Tanya Aldo
memberanikan diri untuk mulai pembicaraan saat saat keringat keduanya terlihat
sudah mengering.
“ Tidak ada, aku ingin menikmati semuanya dulu saja.” Jawab Arini
masih memandang danau yang terlihat banyak perahu yang dinaiki para warga.
“ Arini jika aku menyukaimu, dan ingin kita tidak sekedar
hanya teman bagaimana kamu mau ?” Tanya Valdo menggenggam erat dan memandang
Arini yang mendengar itu lalu mengalihkan pandangannya pada
Valdo yang duduk di sampingnya.
“ Apa kamu yakin ?” Tanya Arini sambil memandang dalam kedua
manik Valdo.
“ Iya, aku ingin selalu bersamamu, aku bahagia bersamamu
selama ini, aku sangat nyaman dan jika kamu tidak ada aku kesepian dan saat
kamu dekat dengan pria lain rasanya aku sangat marah.” Jawab Valdo mantap dan
menjelaskan perasaannya selama ini.
“ Akan aku pikirkan dulu ya Valdo.” Jawab Arini sambil
tersenyum manis tidak ingin menyakiti hati Valdo.
“ Baiklah aku akan menunggu jawabanmu Arini.” Valdo beralih
menangkup tangannya memegang wajah Arini sambil tersenyum senang karena bisa
menyatakan perasaannya.
Setelah pernyataan itu mereka berhubungan seperti teman
hingga seminggu tidak terasa sudah berlalu, setelah mempertimbangkan banyak hal
Arini menerima perasaan Valdo.
Valdo sangat bahagia karena cintanya diterima dengan wanita
pujaan hatinya.
Valdo dan Arini menjadi pasangan terfavorit di Jurusannya
dan kemesraannya membuat banyak siswa dan siswi cemburu karena ketampanan dan
__ADS_1
kecantikan keduanya yang bagaikan di drama romantis.
Valdo yang memang hanya memiliki seorang ayah dan dibesarkan
tanpa ibu sangat bahagia mendapatkan sosok ibu pada Arini yang sangat perhatian
padanya.
Perasaan sayang yang selama ini dia berikan pada Arini
berubah menjadi rasa posesif yang berlebihan dan menjadi hubungan toksik bagi
Arini.
Valdo membatasi segala yang Arini lakukan, mengatur siapa pun
yang dekat dengan Arini, menyadap ponsel Arini, dan bahkan selalu memata-matai
Arini.
Arini tidak ingin melibatkan kakaknya Putra dalam
menyelesaikan hubungannya yang memang tidak sehat sekarang ini.
Walaupun Arini tidak pernah diperlakukan kasar oleh Valdo
tapi saat marah Valdo akan menyakiti dirinya sendiri membuat Arini takut dengan
Valdo yang seperti itu.
Arini selalu menolak saat Valdo menginginkan hubungan badan
atau menyentuh miliknya yang menurutnya itu tidak seharusnya dilakukan jika
masih dalam hubungan pacaran.
Bahkan Arini sudah tidak mau lagi berciuman dengan Valdo
karena perubahan sifat Valdo yang menurutnya menakutkan itu.
“ Arini kenapa kamu tidak mau ? bukankah kamu juga
mencintaiku ?” Tanya Valdo terlihat kecewa dengan Arini saat di dalam mobil
milik Valdo.
“ Do itu bukan hal yang boleh kita lakukan saat ini, jika
kita sudah menikah baru hal itu diperbolehkan.” Jawab Arini sedikit takut
melihat wajah Valdo yang marah.
“ Kenapa toh menikah juga masih bisa bercerai, selain itu
semua orang juga melakukannya walau masih menjadi kekasih, bahkan mereka
tinggal bersama.” Ucap Valdo menjelaskan kenyataan yang selama ini dia lihat.
“ Aku tidak peduli dengan mereka, itu yang terbaik
menurutku.” Jawab Arini sedikit menjauh dan ingin membuka pintu Mobil.
“ Kenapa kamu tidak menyayangiku kan, benarkan, selama ini
hanya aku yang menyayangimu benarkan ?” Tanya Valdo sambil berteriak-teriak
pada Arini.
“ Bukan-bukan begitu Valdo, aku menyayangimu tapi bukan
seperti ini cara menyalurkan kasih sayang.” Ucap Arini saat sudah dapat membuka
kunci pintu mobil itu.
“ Haha kamu bohong, jangan harap bisa lepas dariku Arini,
kamu hanya milikku, punyaku, dan selalu selamanya begitu, tidak ada yang bisa
memisahkan kita.” Ucap Valdo sorotan matanya seperti seorang psikopat dan
mengunci pintu Arini lagi.
Arini yang takut karena mobil berjalan sangat kencang dia
__ADS_1
hanya menangis dan memohon pada Valdo untuk mengantarnya pilang.