
satu Minggu telah berlalu sejak pertemuannya dengan Poppy. Hari
itu Arini sudah menyelesaikan desain rumah yang dipesan Poppy.
Arini mengambil benda pipih yang biasa menjadi alat
komunikasinya dari tas jinjing putih yang dia pakai hari ini. Saat sudah menemukannya
Arini lalu mencari nomor Poppy untuk melakukan panggilan.
“ Hallo nona Poppy untuk pesanan desainnya sudah saya
selesaikan, bisa kiriman alamat untuk pengirimannya ?” Ucap Arini saat
panggilannya tersambung pada Poppy.
“ Oh baik nona Arini, bagaimana jika nona Arini antarkan ke
Hotel saya saja.” Jawab Poppy yang kala itu terlihat sedang duduk di ruang rias
untuk menjalani sesi pemotretan untuk pakaian.
“ Baiklah tidak masalah nanti akan diantarkan oleh karyawan
kami, tolong berikan nama dan alamat Hotel nona menginap ya ?” Ucap Arini agar
desain itu dapat segera dikirim dan dia dapat beralih memikirkan hal lain.
“ Nona Arini bisakah nona sendiri yang mengirimnya, karena
jika nona sendiri saya bisa berbincang dengan nona jika ada yang belum sesuai
dengan keinginan saya sehingga lebih mudah untuk perbaikan.” Ucap Poppy
memasang nada memohon pada Arini agar Arini mau melakukan permintaannya.
“ Baiklah nona akan saya antarkan pada nona sendiri, tolong
berikan alamatnya ya, akan saya antar sore setelah pulang kerja.” Jawab Arini
tidak merasa bermasalah dengan permintaan Poppy.
“ Baik nona Arini, akan saya kirim pesan untuk alamatnya ya.
Sampai jumpa.” Jawab Poppy pada Arini lalu panggilan pun terputus
He..Hancur hubunganmu dengan Vico setelah malam ini,
dasar bodoh polos dia bahkan tidak curiga sama sekali denganku, aku akan
menghubungi Aldo untuk bertemu malam ini. Batin Poppy sambil tersenyum
sinis dan licik memikirkan rencananya pada Arini malam ini.
Sore pulang bekerja Arini menyiapkan desain yang sudah dia
selesaikan untuk dikirim menemui Poppy di Hotel tempatnya menginap sesuai pesan
pendek yang sudah dia terima dari Poppy.
Arini lalu melajukan kendaraannya menuju Hotel tersebut,
sesampainya di Lobby dia terlihat duduk di sofa warna abu dan menghubungi Poppy
untuk menemuinya di Lobby untuk penyerahan desain tersebut.
Poppy yang dihubungi meminta Arini untuk menemuinya di
kamarnya beralasan bahwa lebih privat dibandingkan jika harus berbicara di
Lobby atau di restoran hotel tersebut.
Arini yang mendengarnya tidak merasa curiga sama sekali dan
mengikuti permintaan Poppy dia meminta resepsionis mengantarnya ke lift untuk
__ADS_1
menaikannya ke lantai tempat Poppy menginap karena memang setiap orang yang
ingin naik harus menggunakan kartu akses demi keamanan para pelanggan Hotel
tersebut kecuali ada ijin dari pelanggan dengan meminta resepsionis yang
memberikan akses liftnya.
Arini lalu menaiki Lift itu menuju lantai 20 Lantai Poppy
berada lalu setelah sampai Arini mencari kamar yang sesuai dengan pemberitahuan
Poppy.
Setelah menemukannya Arini lalu memencet bel tak lama
pintunya terbuka dan menampilkan wajah Poppy yang sangat senang dengan
kehadiran Arini. Poppy lalu mempersilahkan Arini untuk duduk di ruang tamu
kamar hotel miliknya itu.
“ Nona Poppy ingin minum apa ?” Ucap Poppy menawarkan
minuman untuk tamu yang menjadi musuhnya itu.
“ Tidak perlu repot nona Poppy.” Jawab Arini yang memang
tidak mau lama-lama karena takut Vico mencarinya jika tidak berada di rumah
saat Vico pulang dari kantor.
“ Tidak apa-apa nona, sebentar saya ambilkan.” Jawab Poppy
dan berlalu pergi dan mengambi sekotak jus yang disediakan hotel dan
menuangkannya pada dua gelas dan membawakannya untuk Arini serta beberapa
camilan untuk tambahan suguhan untuk tamu yang spesial untuknya itu.
meletakan minuman di dekat Arini lalu duduk di samping Arini.
“ Baiklah nona, ini untuk desain yang sudah saya buat,
silakan nona lihat dahulu.” Ucap Arini dan menyerahkan hasil karya desainnya
pada Poppy.
“ Ah baiklah,.” Jawab Poppy sambil terlihat serius melihat
desain yang ada di tangannya tersebut sambil melirik Arini yang kala itu akan
mengambil segelas jus yang sudah Poppy hidangkan. Arini memang sedikit haus
tadi sehingga meneguk minuman yang di sajikan Poppy itu tanpa ada rasa takut
atau curiga sama sekali.
Minumlah terus, dasar bodoh kamu akan merasakan
pengalaman yang tak terlupakan setelah ini, He. Batin Poppy sambil
tersenyum kecil tanpa terlihat Arini sama sekali.
Melihat minuman di gelas Arini tersisa sepertiga gelas
membuat hati Poppy merasa menang dan rencana berjalan lancar.
“ Nona Arini untuk desainnya ini sangat bagus sesuai dengan
keinginan saya, mungkin ada sedikit perubahan untuk desain taman dan ruang
tamunya.” Ucap Poppy menatap Arini dan menunjukkan beberapa bagian yang ingin
Arini perbaiki.
__ADS_1
“ Oh baiklah nona Poppy.” Jawab Arini yang terlihat sedikit
aneh.
Terlihat Arini menggelengkan kepalanya dan mengedip-ngedipkan
matanya karena merasa sedikit kabur dan ada rasa pusing yang tiba-tiba
menyerangnya.
“ Nona Arini kamu tidak apa-apa ?” Tanya Poppy berakting
seakan tidak tahu penyebab dari apa yang Arini rasakan.
“ Entahlah nona kepala saya tiba-tiba pusing .” Jawab Arini
yang terlihat mengerutkan dahi dan memijat keningnya sambil mencoba mengontrol
kesadarannya kala itu.
“ Nona coba berbaring di ranjang dulu saja, saya coba
belikan obat sakit kepala nona, mungkin nona kelelahan sehingga sakit kepala.”
Ucap Poppy dan memapah Arini ke ranjang miliknya itu.
Arini hanya setuju saja dan berjalan dengan sisa
kesadarannya ke ranjang milik Poppy.
Terlihat Arini langsung terjatuh kala sudah dekat dengan
ranjang itu, Poppy lalu membenarkan posisi yang kala itu sudah berada di bawah
pengaruh obat yang dia campurkan dalam jus milik Arini.
“ Hahaha sekarang saatnya aku menghubungi Aldo memintanya
datang untuk menemui Arini.” Gumam Poppy lalu mengambil ponsel miliknya di atas
nakas dan mencari nomor ponsel Aldo dan menghubungi Aldo memintanya datang
untuk menemuinya di hotel tersebut dan mengatakan dia juga mengajak Arini untuk
bertemu dengannya.
Tanpa berpikir panjang karena senangnya bisa bertemu Arini,
Aldo yang masih duduk di kursi kantornya dan terlihat sibuk meninggalkan
ruangannya dan pergi ke Hotel tempat yang sudah di sebutkan Poppy melalui
panggilan telepon sebelumnya.
“ Akhirnya aku punya kesempatan bertemu dengannya lagi,
setelah beberapa lama aku tidak punya ide untuk alasan bertemu dengannya lagi.”
Gumam Aldo saat mengendarai mobilnya.
Senyum menghiasi wajah tampan Aldo yang bersemangat bertemu
dengan Arini dan mungkin pertemuan ini bisa berlanjut membuatnya semakin dekat
atau bahkan bisa menjadikan Arini kekasihnya.
Aldo lalu menghubungi Poppy lalu menuju kamar Poppy dan
Arini setelah diberitahu nomor kamarnya oleh Poppy.
Aldo yang kala itu masuk ke dalam kamar tidak curiga sama
sekali dengan Poppy.
“ Di mana Arini ?” Tanya Aldo yang tidak melihat Arini di
__ADS_1
ruang tamu saat dia sudah berada di dalam kamar Poppy.