My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Jebakan


__ADS_3

satu Minggu telah berlalu sejak pertemuannya dengan Poppy. Hari


itu Arini sudah menyelesaikan desain rumah yang dipesan Poppy.


Arini mengambil benda pipih yang biasa menjadi alat


komunikasinya dari tas jinjing putih yang dia pakai hari ini. Saat sudah menemukannya


Arini lalu mencari nomor Poppy untuk melakukan panggilan.


“ Hallo nona Poppy untuk pesanan desainnya sudah saya


selesaikan, bisa kiriman alamat untuk pengirimannya ?” Ucap Arini saat


panggilannya tersambung pada Poppy.


“ Oh baik nona Arini, bagaimana jika nona Arini antarkan ke


Hotel saya saja.” Jawab Poppy yang kala itu terlihat sedang duduk di ruang rias


untuk menjalani sesi pemotretan untuk pakaian.


“ Baiklah tidak masalah nanti akan diantarkan oleh karyawan


kami, tolong berikan nama dan alamat Hotel nona menginap ya ?” Ucap Arini agar


desain itu dapat segera dikirim dan dia dapat beralih memikirkan hal lain.


“ Nona Arini bisakah nona sendiri yang mengirimnya, karena


jika nona sendiri saya bisa berbincang dengan nona jika ada yang belum sesuai


dengan keinginan saya sehingga lebih mudah untuk perbaikan.” Ucap Poppy


memasang nada memohon pada Arini agar Arini mau melakukan permintaannya.


“ Baiklah nona akan saya antarkan pada nona sendiri, tolong


berikan alamatnya ya, akan saya antar sore setelah pulang kerja.” Jawab Arini


tidak merasa bermasalah dengan permintaan Poppy.


“ Baik nona Arini, akan saya kirim pesan untuk alamatnya ya.


Sampai jumpa.” Jawab Poppy pada Arini lalu panggilan pun terputus


He..Hancur hubunganmu dengan Vico setelah malam ini,


dasar bodoh polos dia bahkan tidak curiga sama sekali denganku, aku akan


menghubungi Aldo untuk bertemu malam ini. Batin Poppy sambil tersenyum


sinis dan licik memikirkan rencananya pada Arini malam ini.


Sore pulang bekerja Arini menyiapkan desain yang sudah dia


selesaikan untuk dikirim menemui Poppy di Hotel tempatnya menginap sesuai pesan


pendek yang sudah dia terima dari Poppy.


Arini lalu melajukan kendaraannya menuju Hotel tersebut,


sesampainya di Lobby dia terlihat duduk di sofa warna abu dan menghubungi Poppy


untuk menemuinya di Lobby untuk penyerahan desain tersebut.


Poppy yang dihubungi meminta Arini untuk menemuinya di


kamarnya beralasan bahwa lebih privat dibandingkan jika harus berbicara di


Lobby atau di restoran hotel tersebut.


Arini yang mendengarnya tidak merasa curiga sama sekali dan


mengikuti permintaan Poppy dia meminta resepsionis mengantarnya ke lift untuk

__ADS_1


menaikannya ke lantai tempat Poppy menginap karena memang setiap orang yang


ingin naik harus menggunakan kartu akses demi keamanan para pelanggan Hotel


tersebut kecuali ada ijin dari pelanggan dengan meminta resepsionis yang


memberikan akses liftnya.


Arini lalu menaiki Lift itu menuju lantai 20 Lantai Poppy


berada lalu setelah sampai Arini mencari kamar yang sesuai dengan pemberitahuan


Poppy.


Setelah menemukannya Arini lalu memencet bel tak lama


pintunya terbuka dan menampilkan wajah Poppy yang sangat senang dengan


kehadiran Arini. Poppy lalu mempersilahkan Arini untuk duduk di ruang tamu


kamar hotel miliknya itu.


“ Nona Poppy ingin minum apa ?” Ucap Poppy menawarkan


minuman untuk tamu yang menjadi musuhnya itu.


“ Tidak perlu repot nona Poppy.” Jawab Arini yang memang


tidak mau lama-lama karena takut Vico mencarinya jika tidak berada di rumah


saat Vico pulang dari kantor.


“ Tidak apa-apa nona, sebentar saya ambilkan.” Jawab Poppy


dan berlalu pergi dan mengambi sekotak jus yang disediakan hotel dan


menuangkannya pada dua gelas dan membawakannya untuk Arini serta beberapa


camilan untuk tambahan suguhan untuk tamu yang spesial untuknya itu.


meletakan minuman di dekat Arini lalu duduk di samping Arini.


“ Baiklah nona, ini untuk desain yang sudah saya buat,


silakan nona lihat dahulu.” Ucap Arini dan menyerahkan hasil karya desainnya


pada Poppy.


“ Ah baiklah,.” Jawab Poppy sambil terlihat serius melihat


desain yang ada di tangannya tersebut sambil melirik Arini yang kala itu akan


mengambil segelas jus yang sudah Poppy hidangkan. Arini memang sedikit haus


tadi sehingga meneguk minuman yang di sajikan Poppy itu tanpa ada rasa takut


atau curiga sama sekali.


Minumlah terus, dasar bodoh kamu akan merasakan


pengalaman yang tak terlupakan setelah ini, He. Batin Poppy sambil


tersenyum kecil tanpa terlihat Arini sama sekali.


Melihat minuman di gelas Arini tersisa sepertiga gelas


membuat hati Poppy merasa menang dan rencana berjalan lancar.


“ Nona Arini untuk desainnya ini sangat bagus sesuai dengan


keinginan saya, mungkin ada sedikit perubahan untuk desain taman dan ruang


tamunya.” Ucap Poppy menatap Arini dan menunjukkan beberapa bagian yang ingin


Arini perbaiki.

__ADS_1


“ Oh baiklah nona Poppy.” Jawab Arini yang terlihat sedikit


aneh.


Terlihat Arini menggelengkan kepalanya dan mengedip-ngedipkan


matanya karena merasa sedikit kabur dan ada rasa pusing yang tiba-tiba


menyerangnya.


“ Nona Arini kamu tidak apa-apa ?” Tanya Poppy berakting


seakan tidak tahu penyebab dari apa yang Arini rasakan.


“ Entahlah nona kepala saya tiba-tiba pusing .” Jawab Arini


yang terlihat mengerutkan dahi dan memijat keningnya sambil mencoba mengontrol


kesadarannya kala itu.


“ Nona coba berbaring di ranjang dulu saja, saya coba


belikan obat sakit kepala nona, mungkin nona kelelahan sehingga sakit kepala.”


Ucap Poppy dan memapah Arini ke ranjang miliknya itu.


Arini hanya setuju saja dan berjalan dengan sisa


kesadarannya ke ranjang milik Poppy.


Terlihat Arini langsung terjatuh kala sudah dekat dengan


ranjang itu, Poppy lalu membenarkan posisi yang kala itu sudah berada di bawah


pengaruh obat yang dia campurkan dalam jus milik Arini.


“ Hahaha sekarang saatnya aku menghubungi Aldo memintanya


datang untuk menemui Arini.” Gumam Poppy lalu mengambil ponsel miliknya di atas


nakas dan mencari nomor ponsel Aldo dan menghubungi Aldo memintanya datang


untuk menemuinya di hotel tersebut dan mengatakan dia juga mengajak Arini untuk


bertemu dengannya.


Tanpa berpikir panjang karena senangnya bisa bertemu Arini,


Aldo yang masih duduk di kursi kantornya dan terlihat sibuk meninggalkan


ruangannya dan pergi ke Hotel tempat yang sudah di sebutkan Poppy melalui


panggilan telepon sebelumnya.


“ Akhirnya aku punya kesempatan bertemu dengannya lagi,


setelah beberapa lama aku tidak punya ide untuk alasan bertemu dengannya lagi.”


Gumam Aldo saat mengendarai mobilnya.


Senyum menghiasi wajah tampan Aldo yang bersemangat bertemu


dengan Arini dan mungkin pertemuan ini bisa berlanjut membuatnya semakin dekat


atau bahkan bisa menjadikan Arini kekasihnya.


Aldo lalu menghubungi Poppy lalu menuju kamar Poppy dan


Arini setelah diberitahu nomor kamarnya oleh Poppy.


Aldo yang kala itu masuk ke dalam kamar tidak curiga sama


sekali dengan Poppy.


“ Di mana Arini ?” Tanya Aldo yang tidak melihat Arini di

__ADS_1


ruang tamu saat dia sudah berada di dalam kamar Poppy.


__ADS_2