My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Poppy Mendekati Aldo


__ADS_3

“ Sudah tenanglah, ayo istirahat lagi ini masih larut.” Ucap


Vico dan membaringkan tubuh Arini untuk kembali tidur.


“ Hiks hiks hiks.” Suara isak keluar dari Arini merasa tidak


tenang dengan mimpi yang baru dia alami.


“ Arini sudah jangan menangis ya, aku akan selalu


bersamamu.” Ucap Vico memandang Arini dari dekat menjauhkan dari pelukannya dan


menghapus air mata yang membasahi pipi Arini.


Arini terlihat hanya mengangguk. Vico kembali memeluk dan


mengusap punggung Arini untuk menenangkannya. Arini terlihat semakin tenang dan


sepertinya sudah terlelap kembali ke dalam tidurnya.


“ Kenapa dia tiba-tiba seperti ini ?” Pikir Vico merasa


tidak dapat mengelak perubahan Arini sejak di bioskop tadi.


Setelah Arini terlihat tertidur Vico lalu mengambil ponsel


miliknya yang ada di dalam laci.


“ Hallo Kim , saat aku dan Arini selama jalan-jalan ada hal


aneh tidak ?” Tanya Vico pada sekretaris Kim yang mengawalnya saat jalan-jalan


dengan Arini.


“ Sepertinya tidak ada Tuan, semuanya tidak ada yang aneh.”


Jawab sekretaris Kim yang terdengar serak karena dia sedang nyinyak-nyiyaknya


tertidur terbangun karena deringan ponsel panggilan dari Vico.


“ Ya sudah, tidurlah.” Jawab Putra lalu memutus panggilan


itu.


“ Aku kembali istirahat dulu mungkin Arini sedang mimpi


buruk coba besok aku tanyakan lagi padanya kenapa .” Gumam Vico kembali


meletakkan ponselnya lalu merangkak ke ranjang untuk beristirahat.


“ Arini aku akan selalu ada untukmu, jangan kawatir.” Ucap


Vico lembut lalu mengecup dahi Arini dan memeluknya kembali.


Apartemen Poppy


“ Usahakan aku bisa menjadi brand ambasador untuk perusahaan


Aldo, aku ingin lebih dekat dengannya, entah bagaimana caranya aku ingin segera


ada kerja sama dengan perusahaan Aldo.” Ucap Poppy pada manajernya lewat


panggilan telepon genggam.


“ Oke, akan aku aturin, tenang saja.” Jawab manajer itu yang


sudah hafal dengan sifat Poppy yang selalu seenaknya sendiri dan meminta


segalanya dengan cepat.


“ Oke aku tunggu informasinya.” Jawab Poppy lalu memutus


panggilan dan menjatuhkan tubuhnya pada Sofa empuk miliknya.


“ Saat aku sudah dekat dengan Aldo aku bisa menjalankan


rencanaku He..” Ucap Poppy sambil menyeringai memikirkan rencana jahatnya.


Rumah Vico

__ADS_1


Terlihat Arini dan Vico bersiap-siap berangkat kerja dan


turun ke bawah untuk sarapan lalu berangkat bekerja, pagi itu Vico yang


mengantar Arini berangkat ke kantor.


“ Arini kamu semalam bermimpi apa ?” Tanya Vico memulai


pembicaraan dan ingin segera mendapatkan jawaban atas rasa penasaran yang dia tahan karena


memang Arini tidak pernah seperti itu selama ini saat tidur.


“ Oh hanya mimpi buruk saja, tidak perlu dipikirkan.” Jawab


Arini dan tersenyum ingin menyampaikan dia baik-baik saja dan mimpi itu bukan


hal yang penting.


“ Baiklah jika kamu tidak ingin bercerita, jika ada apa-apa


ceritalah padaku dan jika ada yang menyakitimu aku akan memberinya pelajaran,


dan ingatlah aku selalu ada untukmu kapan pun jangan kawatir dan takut


melangkah, aku akan selalu di belakangmu.” Ucap Vico sambil beberapa kali


memandang Arini dan kembali fokus pada kemudinya.


“ Baiklah Vic.” Jawab Arini singkat.


Terlihat Arini mengalihkan pandangannya pada jendela dan


membuka sedikit jendela menikmati udara pagi yang masih asri di dekat


lingkungan rumahnya sebelum di jalan raya yang padat.


Vico menyentuh tangan Arini, karena sedikit kaget Arini menarik


tangan kanan yang tersentuh Vico. Saat sadar dia kembali menaruh tangannya lalu


di genggam Vico erat.


ikut aku ke kantor saja bagaimana ?” Ajak Vico pada Arini melihat rasa cemas


pada wajah Arini.


“ Tidak perlu Vic, aku baik-baik saja, aku akan ke kantor


ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini.” Jawab Arini


memandang Vico dan tersenyum.


“ Ya sudah terserah kamu.” Jawab Vico lembut.


Mereka sudah sampai di depan kantor Arini lalu mereka saling


berpisah ya seperti sebelumnya perpisahan mereka diakhiri dengan ciuman lembut


satu sama lain.


“ Hati-hati .” Ucap Arini masih di dekat mobil Vico.


“ Iya, kamu juga jika ada apa-apa telepon aku.” Ucap Vico


yang kawatir dengan Arini.


Kantor Aldo


“Untuk produk terbaru kita bagaimana rencana marketingnya ?”


Tanya Aldo pada sekretaris perempuannya.


“ Ada pengajuan beberapa model untuk menjadi brand ambasador


produk kecantikan kita Tuan.” Jawab sekretaris itu tetap berdiri di depan Aldo.


“ Bawakan semua penawaran dan rencana marketingnya sekarang,


biara aku tentukan.” Perintah Aldo pada sekretarisnya tersebut. Sang sekretaris

__ADS_1


lalu mengangguk dan meninggalkan ruang Aldo.


Sekretaris menghubungi bagian pemasaran untuk permintaan


dokumen agar di serahkan pada Aldo hari ini.


Aldo terlah menerima penawaran dan rencana pemasaran untuk


produk barunya dari bagian pemasaran dia terlihat fokus membaca masing-masing


map di depannya itu.


Aldo akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan Poppy


yang menjadi model internasional dan dapat membantu penjualan produknya yang


cukup menurun bulan ini.


“ Saly kesini .” Panggil Aldo melalui telepon kantor pada


sekretarisnya.


Saly yang dipanggil atasannya segera masuk ke ruangan Aldo.


“ Iya Tuan, ada yang anda perlukan ?” Tanya Saly saat sudah


masuk ke ruangan Aldo.


“ Saly berikan dokumen yang sudah aku setujui dan berikan


pada bagian pemasaran untuk segera diproses aku ingin secepatnya kerja sama


ini berjalan.” Ucap Aldo sambil mengulurkan sebuah map yang sudah dia tanda


tangani.


“ Baik Tuan, akan segera saya sampaikan pada bagian


pemasaran.” Jawab Saly sambil menerima dan pamit pergi dari ruangan itu menuju


bagian pemasaran.


Studio pemotretan


Terlihat Poppy sedang melakukan pemotretan untuk beberapa


merek pakaian terkenal dengan berbagai pose yang menarik, tak jarang dia juga


berpose dengan model pria yang tampan memperagakan pakaian yang dia kenakan.


Pemotretan sudah selesai Poppy terlihat menunggu di ruang


make up dan juga istirahat untuknya.


Seorang pria mendekat dan membisikan pada Poppy “


Pengajuannya di terima kita akan mulai kerja sama minggu depan setelah penanda


tanganan kontrak hari  Rabu ini” Ucap


pria itu yang tak lain manajer Poppy.


“ Bagus, atur semuanya jangan sampai kita mengecewakannya.”


Perintah Poppy pada manajer itu lalu terlihat senyuman dari balik cermin


riasnya menandakan tahap awal sudah dia lalui.


“ Oke, jangan kawatir, tapi kenapa kamu ingin bekerja sama


dengan dia, bahkan menurunkan tarif kerjamu ?” Tanya manajer yang penasaran.


“ Sudahlah, kita perlu umpan untuk mendapatkan ikan yang


besar, percaya saja padaku, jalankan permintaanku.” Ucap Poppy yang sombong


itu, lalu mengibaskan tangannya tanda menyuruh manajernya itu meninggalkannya


sendiri di ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2