My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Rencana Paman


__ADS_3

Setelah kepergian Orlando, Vico lalu menutup pintu kamarnya


dan berlalu pergi menemui istrinya, Arini terlihat sudah tertidur lelap. Vico


lalu merebahkan tubuhnya di samping Arini


Dia terlihat sangat cantik saat tidur. Batin Vico


saat menatap Arini dan membelai wajahnya dengan lembut tanpa membuat Arini


terbangun.


“ Tidurlah Arini, selamat malam.” Ucap Vico lalu mengecup


puncak kepala Arini lalu memeluknya sampai dia tertidur pulas.


Sang surya sudah menebarkan cahaya hangat untuk semua yang


tertangkap, kicau burung riang beterbangan di sekitar hotel yang mereka


tempati.


Arini sudah terbangun dan duduk di tepi ranjang memainkan


benda pipih berbentuk persegi di tangannya. Vico terlihat masih tertidur pulas


di samping Arini.


Vico yang mendapat sinar matahari pagi yang menyilaukan


terbangun dan menguap.


“ Selamat pagi Arini.” Ucapnya kala melihat istrinya


terduduk di sampingnya dan tersenyum padanya.


“ Pagi Vico.” Balas Arini membalas tersenyum pada Vico.


Vico lalu mengajak tubuhnya untuk pergi membersihkan diri di


kamar mandi.


“ Arini hari ini kita akan berpindah penginapan, aku akan


menemui temanku sebentar kamu di sini dulu ya sampai aku kembali, jika kamu


lapar kamu minta ke pelayan saja.” Ucap Vico pada Arini yang terlihat belum


berpindah posisi sedikitpun dari tempatnya tadi


“ Baiklah, aku akan memberesi semua pakaian kita,


hati-hati.” Ucap Arini lalu beranjak berdiri dan  mencium pipi Vico sambil tersenyum dan


mengucapkan sampai jumpa. Arini biasa mencium pipi papah dan kakaknya jadi dia


merasa tidak apa mencium Vico karena memang Vico adalah suaminya saat ini.


“ Oh iya oke, kamu jangan kemana-mana akan berbahaya di


luar.” Ucap Vico yang sedikit gagap menjawab ucapan Arini karena sensasi ciuman


pipi yang tiba-tiba Arini lakukan. Dia lalu berlalu meninggalkan Arini di


kamarnya.


Setelah pintu tertutup Vico mengambil ponsel di dalam


sakunya dan mengubungi Orlando


“ Dimana ?” Tanya Vico setelah mendengar jawaban dari


Orlando


“ Hotel dekat tempatmu.” Jawab Orlando yang terlihat baru


bangun tidur dan menguap saat menerima panggilan dari Vico. Sebenarnya dia


ingin menginap pada hotel yang sama dengan Vico tapi ternyata ketahuan


sekretaris Kim sehingga dia lebih memilih menginap di Hotel sebelah Hotel Vico.

__ADS_1


“ Ayo ketemu di sini.” Ucap Vico terlihat memasuki lift


untuk turun ke Lobby


“ Baiklah sebentar aku siap-siap dulu.” Jawab Orlando yang


sudah berdiri meninggalkan ranjang empuk dan pergi menuju kamar mandi untuk


membersihkan diri. Dan Panggilan Vico terputus setelahnya.


Vico lalu meminta sekretaris Kim untuk mengikutinya.


“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim lalu berjalan mengikuti di samping Vico dari saat Vico keluar kamar.


Orlando dan Vico terlihat bertemu di salah satu meja dalam


restoran hotel itu.


“ Kamu punya pacar baru saja, kamu sembunyikan sampai tidak


mau aku bertemu dengannya.” Sindir Orlando yang kala itu sedang meminum kopi hitam


yang sudah tersaji di depannya.


“ Dia istriku bukan pacar.” Jawab Vico singkat sambil


menatap tajam Orlando yang masih terlihat menyeringai.


“ Hah istri, kenapa tidak mengundangku, kamu benar-benar


tidak menganggapku teman seperjuangan.” Ucap Orlando sedikit menyebikkan


bibirnya dan memukul bahu Vico.


“ Kita hanya menikah sederhana dan hanya keluarga terdekat


yang hadir, selain itu aku tidak mau orang lain mengetahui dia istriku, akan


berbahaya untuknya, jangan sampai orang lain tahu.” Ucap Vico memperingatkan


teman juga rekan mafianya itu.


“ Oke siap-siap, O iya masalah Dark Knight kemarin kenapa ?”


“ Oh, ini rahasia jangan sampai orang lain tahu. Pimpinan


Dark Knight itu kakak istriku.”


“ Hah, kau yang jelas saja bagaimana dia orang Indonesia dan


apa kamu gila menikahi adiknya, Dark Knight terkenal kejam saat ada yang


menyakiti anggotanya, ini malah adiknya kamu sudah siap mental digantung saat


membuat istrimu menangis ?” Tanya Vico yang ingin menyadarkan temannya karena


takut terjadi apa-apa dengannya.


“ Aku tidak tahu sebelumnya, aku hanya menyukai Arini sampai


kejadian mata-mata kemarin dia mengetahui kalau aku yang mengirim mata-mata untuk


mengikuti Adiknya.” Ucap Vico yang menjelaskan ketidak tahuannya tentang Arini.


“ Wah kamu hampir membuat anak buah kita terbunuh, tahu


tidak saat dia kembali kuku-kuku jarinya terlepas karena disiksa untuk


memberitahukan tentangmu sampai dia menghubungiku itu.” Jelas Orlando


“ Iya, aku hari ini akan berpindah ke Belanda, aku dapat


informasi anak buah paman melihatku kemarin dan melaporkannya pada paman, ini


tidak aman untuk Arini aku masih ingin hidup lama tidak mau sampai


menghembuskan nafas terakhirku di depan kakaknya yang sangat galak itu.” Ucap


Vico menjelaskan kepada temannya sambil menyeruput cairan hitam yang terlihat


masih mengeluarkan asap yang berarti masih panas.

__ADS_1


“ Baiklah, hati-hati jaga istrimu dan nyawamu , Oiya aku


sudah mengirim orang untuk menjadi mata-mata disana, dia mengatakan Pamanmu


ingin membunuh kakekmu untuk menguasai warisannya, dan semua sahah perusahaan


yang sebelumnya atas namamu akan beralih ke dia.” Ucap Orlando pada Vico


“ Aku tidak akan menyetujuinya, dan untuk kakek, dia lebih


cerdas dari semua rencana tindakan Paman jadi tenang saja.” Jawab Vico yang


terlihat sedikit menyeringai dengan semua tindakan yang akan pamannya lakukan.


Pamannya memang dari dulu ingin sekali menguasai semua harta mamahnya tersebut


dia bahkan menculik Vico saat masih kecil untuk memeras mamahnya agar


menyerahkan harta warisannya kepada pamanya, tapi karena hal itu kakek Vico


menyerahkan harta warisan untuk anak tertuanya pada Vico dan tidak dapat


dipindah tangankan sebelum Vico berumur 25 tahun, sehingga saat ini Paman Vico


melakukan segala hal untuk mendapatkan tujuannya tersebut.


“ Oke, ya sudah selamat menikmati liburanmu, jangan lupa kita


ada pertemuan minggu depan.” Ucap Orlando lalu berdiri meninggalkan Vico yang


masih terduduk di kursinya.


“ Apa lagi yang paman rencanakan ? “ Gumam Vico.


Gedung paman Vico


“ Siapa wanita yang bersama keponakanku dan apa yang mereka


lakukan di sini ?” Tanya Paman Vico pada mata-mata yang dia kirim mengikuti


Vico.


“ Wanita tersebut istri tuan Vico tuan, dia kesini akan


bulan madu informasi terbaru mengatakan mereka akan berada disini selama 4 hari


tuan.” Ucap anak buah itu yang berdiri di depan laki-laki bertubuh kekar yang


terduduk di kursi kerjanya sambil menyesap sebatang rokok.


“ Suruh beberapa orang untuk mengikuti wanita itu jika


memungkinkan culik dan bawa wanita itu kesini dalam keadaan hidup, aku ingin


membuat perhitungan dengan anak kurang ajar yang susah sekali diajak kerja sama


itu.” Perintahnya pada anak buahnya yang terlihat dari tadi berdiri di samping


meja kerjanya.


“ Baik Tuan.” Jawab anak buah tersebut dan meninggalkan


paman Vico disertai mata-mata yang sebelumnya melapor padanya.


Terimakasih untuk para pembaca yang setia pada Happy sampai episode ini.


dan Selamat datang pembaca yang baru bergabung


Jangan lupa dukung Happy ya biar semangat Updatenya


--dengan Like setiap episode jika sudah membacanya


--berikan komentar agar Happy bisa meningkatkan kualitas novelnya


--Komentar manis pedas Happy terima selama itu sopan


--Jangan lupa kasih rate dan kasih Vote untuk karya pertama Happy ini.


--Rekomendasikan juga sama teman-teman kalian ya


Thank You

__ADS_1


Happy Reading with Happy Blue


__ADS_2