
Setelah kepergian Orlando, Vico lalu menutup pintu kamarnya
dan berlalu pergi menemui istrinya, Arini terlihat sudah tertidur lelap. Vico
lalu merebahkan tubuhnya di samping Arini
Dia terlihat sangat cantik saat tidur. Batin Vico
saat menatap Arini dan membelai wajahnya dengan lembut tanpa membuat Arini
terbangun.
“ Tidurlah Arini, selamat malam.” Ucap Vico lalu mengecup
puncak kepala Arini lalu memeluknya sampai dia tertidur pulas.
Sang surya sudah menebarkan cahaya hangat untuk semua yang
tertangkap, kicau burung riang beterbangan di sekitar hotel yang mereka
tempati.
Arini sudah terbangun dan duduk di tepi ranjang memainkan
benda pipih berbentuk persegi di tangannya. Vico terlihat masih tertidur pulas
di samping Arini.
Vico yang mendapat sinar matahari pagi yang menyilaukan
terbangun dan menguap.
“ Selamat pagi Arini.” Ucapnya kala melihat istrinya
terduduk di sampingnya dan tersenyum padanya.
“ Pagi Vico.” Balas Arini membalas tersenyum pada Vico.
Vico lalu mengajak tubuhnya untuk pergi membersihkan diri di
kamar mandi.
“ Arini hari ini kita akan berpindah penginapan, aku akan
menemui temanku sebentar kamu di sini dulu ya sampai aku kembali, jika kamu
lapar kamu minta ke pelayan saja.” Ucap Vico pada Arini yang terlihat belum
berpindah posisi sedikitpun dari tempatnya tadi
“ Baiklah, aku akan memberesi semua pakaian kita,
hati-hati.” Ucap Arini lalu beranjak berdiri dan mencium pipi Vico sambil tersenyum dan
mengucapkan sampai jumpa. Arini biasa mencium pipi papah dan kakaknya jadi dia
merasa tidak apa mencium Vico karena memang Vico adalah suaminya saat ini.
“ Oh iya oke, kamu jangan kemana-mana akan berbahaya di
luar.” Ucap Vico yang sedikit gagap menjawab ucapan Arini karena sensasi ciuman
pipi yang tiba-tiba Arini lakukan. Dia lalu berlalu meninggalkan Arini di
kamarnya.
Setelah pintu tertutup Vico mengambil ponsel di dalam
sakunya dan mengubungi Orlando
“ Dimana ?” Tanya Vico setelah mendengar jawaban dari
Orlando
“ Hotel dekat tempatmu.” Jawab Orlando yang terlihat baru
bangun tidur dan menguap saat menerima panggilan dari Vico. Sebenarnya dia
ingin menginap pada hotel yang sama dengan Vico tapi ternyata ketahuan
sekretaris Kim sehingga dia lebih memilih menginap di Hotel sebelah Hotel Vico.
__ADS_1
“ Ayo ketemu di sini.” Ucap Vico terlihat memasuki lift
untuk turun ke Lobby
“ Baiklah sebentar aku siap-siap dulu.” Jawab Orlando yang
sudah berdiri meninggalkan ranjang empuk dan pergi menuju kamar mandi untuk
membersihkan diri. Dan Panggilan Vico terputus setelahnya.
Vico lalu meminta sekretaris Kim untuk mengikutinya.
“ Baik Tuan.” Jawab sekretaris Kim lalu berjalan mengikuti di samping Vico dari saat Vico keluar kamar.
Orlando dan Vico terlihat bertemu di salah satu meja dalam
restoran hotel itu.
“ Kamu punya pacar baru saja, kamu sembunyikan sampai tidak
mau aku bertemu dengannya.” Sindir Orlando yang kala itu sedang meminum kopi hitam
yang sudah tersaji di depannya.
“ Dia istriku bukan pacar.” Jawab Vico singkat sambil
menatap tajam Orlando yang masih terlihat menyeringai.
“ Hah istri, kenapa tidak mengundangku, kamu benar-benar
tidak menganggapku teman seperjuangan.” Ucap Orlando sedikit menyebikkan
bibirnya dan memukul bahu Vico.
“ Kita hanya menikah sederhana dan hanya keluarga terdekat
yang hadir, selain itu aku tidak mau orang lain mengetahui dia istriku, akan
berbahaya untuknya, jangan sampai orang lain tahu.” Ucap Vico memperingatkan
teman juga rekan mafianya itu.
“ Oke siap-siap, O iya masalah Dark Knight kemarin kenapa ?”
“ Oh, ini rahasia jangan sampai orang lain tahu. Pimpinan
Dark Knight itu kakak istriku.”
“ Hah, kau yang jelas saja bagaimana dia orang Indonesia dan
apa kamu gila menikahi adiknya, Dark Knight terkenal kejam saat ada yang
menyakiti anggotanya, ini malah adiknya kamu sudah siap mental digantung saat
membuat istrimu menangis ?” Tanya Vico yang ingin menyadarkan temannya karena
takut terjadi apa-apa dengannya.
“ Aku tidak tahu sebelumnya, aku hanya menyukai Arini sampai
kejadian mata-mata kemarin dia mengetahui kalau aku yang mengirim mata-mata untuk
mengikuti Adiknya.” Ucap Vico yang menjelaskan ketidak tahuannya tentang Arini.
“ Wah kamu hampir membuat anak buah kita terbunuh, tahu
tidak saat dia kembali kuku-kuku jarinya terlepas karena disiksa untuk
memberitahukan tentangmu sampai dia menghubungiku itu.” Jelas Orlando
“ Iya, aku hari ini akan berpindah ke Belanda, aku dapat
informasi anak buah paman melihatku kemarin dan melaporkannya pada paman, ini
tidak aman untuk Arini aku masih ingin hidup lama tidak mau sampai
menghembuskan nafas terakhirku di depan kakaknya yang sangat galak itu.” Ucap
Vico menjelaskan kepada temannya sambil menyeruput cairan hitam yang terlihat
masih mengeluarkan asap yang berarti masih panas.
__ADS_1
“ Baiklah, hati-hati jaga istrimu dan nyawamu , Oiya aku
sudah mengirim orang untuk menjadi mata-mata disana, dia mengatakan Pamanmu
ingin membunuh kakekmu untuk menguasai warisannya, dan semua sahah perusahaan
yang sebelumnya atas namamu akan beralih ke dia.” Ucap Orlando pada Vico
“ Aku tidak akan menyetujuinya, dan untuk kakek, dia lebih
cerdas dari semua rencana tindakan Paman jadi tenang saja.” Jawab Vico yang
terlihat sedikit menyeringai dengan semua tindakan yang akan pamannya lakukan.
Pamannya memang dari dulu ingin sekali menguasai semua harta mamahnya tersebut
dia bahkan menculik Vico saat masih kecil untuk memeras mamahnya agar
menyerahkan harta warisannya kepada pamanya, tapi karena hal itu kakek Vico
menyerahkan harta warisan untuk anak tertuanya pada Vico dan tidak dapat
dipindah tangankan sebelum Vico berumur 25 tahun, sehingga saat ini Paman Vico
melakukan segala hal untuk mendapatkan tujuannya tersebut.
“ Oke, ya sudah selamat menikmati liburanmu, jangan lupa kita
ada pertemuan minggu depan.” Ucap Orlando lalu berdiri meninggalkan Vico yang
masih terduduk di kursinya.
“ Apa lagi yang paman rencanakan ? “ Gumam Vico.
Gedung paman Vico
“ Siapa wanita yang bersama keponakanku dan apa yang mereka
lakukan di sini ?” Tanya Paman Vico pada mata-mata yang dia kirim mengikuti
Vico.
“ Wanita tersebut istri tuan Vico tuan, dia kesini akan
bulan madu informasi terbaru mengatakan mereka akan berada disini selama 4 hari
tuan.” Ucap anak buah itu yang berdiri di depan laki-laki bertubuh kekar yang
terduduk di kursi kerjanya sambil menyesap sebatang rokok.
“ Suruh beberapa orang untuk mengikuti wanita itu jika
memungkinkan culik dan bawa wanita itu kesini dalam keadaan hidup, aku ingin
membuat perhitungan dengan anak kurang ajar yang susah sekali diajak kerja sama
itu.” Perintahnya pada anak buahnya yang terlihat dari tadi berdiri di samping
meja kerjanya.
“ Baik Tuan.” Jawab anak buah tersebut dan meninggalkan
paman Vico disertai mata-mata yang sebelumnya melapor padanya.
Terimakasih untuk para pembaca yang setia pada Happy sampai episode ini.
dan Selamat datang pembaca yang baru bergabung
Jangan lupa dukung Happy ya biar semangat Updatenya
--dengan Like setiap episode jika sudah membacanya
--berikan komentar agar Happy bisa meningkatkan kualitas novelnya
--Komentar manis pedas Happy terima selama itu sopan
--Jangan lupa kasih rate dan kasih Vote untuk karya pertama Happy ini.
--Rekomendasikan juga sama teman-teman kalian ya
Thank You
__ADS_1
Happy Reading with Happy Blue