My Lovely Husband Is Mafia

My Lovely Husband Is Mafia
Rencana Poppy


__ADS_3

Saat Vico membukakan pintu mobil agar Arini masuk terlihat


seorang pria berpakaian serba hitam memotret mereka berdua di dekat taman Hotel


tersebut.


Vico yang memang tidak mengetahuinya tetap melanjutkan


aktivitasnya untuk mengantar Arini.


Arini dan Vico duduk di depan tanpa ada pembicaraan yang


tercipta hanya kecanggungan yang mereka rasakan satu sama lain. Berbeda dengan


suasana di luar kendaraan mereka yang terlihat sangat ramai di padati kendaraan


berlalu lalang akan berangkat kerja masing-masing.


Vico yang merasa ingin berbicara dengan Arini memulai


pembicaraannya.


“ Apakah kamu menyesal ?” Tanya Vico mengalihkan


pandangannya pada Arini dan tangan kirinya menggenggam Arini.


“ Tidak, itu sudah kewajibanku sebagai seorang istri.” Jawab


Arini menggelengkan kepalanya dan tetap memandang ke arah depan.


“ Apa kamu marah ?” Tanya Vico karena Arini terlihat tidak


bahagia setelah melakukan hal itu.


“ Tidak.”Jawab Arini singkat.


“ Maafkan aku jika aku menyakitimu.” Ucap Vico mengeratkan


genggamannya pada Arini.


“ Tenang saja Vic, aku tidak apa-apa.” Ucap Arini lalu


tersenyum dan memandang Vico.


“ Baiklah, terima kasih.” Ucap Vico setelah memandang


senyuman yang Arini berikan dan kembali fokus akan kemudinya.


“ Kamu pulang jam berapa nanti aku jemput ?” Tanya Vico


setelah mereka berhenti tepat di depan kantor milik Arini.


“ Nanti aku kabari ya.” Ucap Arini lalu membuka pintu


mobilnya.


“ Baiklah, Arini bisakah aku menciummu setiap kita berpisah


?” Pinta Vico pada Arini yang sudah menginjakkan satu kakinya pada tanah.


“ Muach” Terdengar ciuman dari Arini mendarat di pipi Vico.


“ Begitu juga tidak apa-apa, terima kasih, sampai jumpa,


jangan lupa kasih kabar padaku .” Ucap Vico tersenyum dengan ciuman Arini yang


tiba-tiba itu.


“ Baiklah, sampai jumpa.” Ucap Arini lalu benar-benar


meninggalkan Vico


“ Senangnya hariku jika bisa seperti ini setiap hari dengan


Arini.” Ucap Vico sambil mengemudi meninggalkan kantor Vico terlihat dia sangat


berbunga-bunga pagi itu, hingga senyumnya mengembang selama perjalanannya ke


kantor.


Tiba di kantor Vico berhenti di depan gedung dan memberikan

__ADS_1


kunci mobilnya pada security untuk memarkirkan mobil miliknya.


Senyum manis masih terpasang di wajah tampan Vico.


Resepsionis yang kemarin dapat emosi dari Vico terlihat bingung dengan ekspresi


yang ditampilkan Vico saat ini, tapi dia bersyukur tidak dipecat karena membuat


Vico marah, walaupun dia tidak tahu dengan kesalahan yang di buatnya tersebut.


Vico langsung menuju ke Lift pribadinya dan mengantarkan


pada ruangannya.


“ Selamat pagi Tuan.” Sapa hormat dari sekretaris Kim yang


sudah berdiri di depan ruangan Vico.


Vico tidak membalas sapaan itu langsung masuk ke ruangannya


dengan wajah berseri-seri.


Tuan Anda kenapa lagi hari ini ? sepertinya semua


berjalan baik dengan Nona Arini hingga terlihat tuan tersenyum seperti itu. Batin


Vico melihat Vico


“ Kim aturkan kepergianku ke BALI minggu depan aku ingin


pergi dengan Arini.” Ucap Vico memberikan titah pada sekretaris Kim.


“ Baik tuan, akan saya siapkan semuanya” Jawab sekretaris


Kim mengerti apa yang tuannya inginkan itu.


Apartemen Poppy


“ Nona saya sudah menyelidiki tentang tuan Vico.” Ucap


mata-mata yang dibayar Poppy untuk mengikuti Vico.


“ Bagaimana hasil dari penyidikanmu ?” Tanya Poppy yang


“ Tuan Vico saat ini berhubungan dengan nona Arini dan


perusahaan desain Queen sepertinya mereka sudah menikah nona, mereka tinggal


bersama, dan semalam mereka menghabiskan malam bersama di hotel tuan Vico dan


pagi ini tuan Vico mengantarnya berangkat ke kantor.” Ucap mata-mata


menjelaskan semua penyelidikannya pada Poppy.


“ Oke, aku akan mentransfer kekurangannya nanti.” Ucap Poppy


dan terlihat sangat marah dengan kenyataan yang baru saja dia dengar tersebut.


“ Baik nona, terima kasih.” Ucap pria bayaran Poppy lalu


mengakhiri panggilannya dan mengirimkan foto-foto yang sudah dia ambil selama


mengikuti Vico.


Poppy menerima pesan dari mata-matanya terlihat ekspresi


tidak suka dan ingin merebut Vico kembali walaupun sudah memiliki istri.


“ Aku akan merebut Vicoku kembali, dia adalah milikku dan


akan selamanya menjadi milikku.” Gumam Poppy dan menyeringai memikirkan


beberapa rencana untuk memuluskan keinginannya memiliki Vico.


Kantor Arini


Setelah sampai di kantor Arini langsung mengambil salinan


beberapa berkas yang sebelumnya menjadi desain untuk tender Perusahaan Horison


untuk dibawanya bertemu dengan Haris sesuai perjanjian sebelumnya.

__ADS_1


Arini lalu keluar kantor terlihat menunggu taxi di depan


kantornya. Tapi tak satu pun taxi lewat kala itu. Terlihat mobil berwarna hitam


mendekat dan berhenti di depan Arini. Kaca mobil itu terbuka dan menampakkan


pria yang cukup tampan.


“ Hai Ar, kamu mau ke mana biar aku antar ?” Tanya Aldo


tersenyum ramah menunjukkan gigi putih yang dia miliki.


“ Tidak perlu aku akan naik taxi saja, terima kasih atas


tawarannya.” Tolak Arini membungkuk melihat Aldo yang berada di dalam mobil.


“ Tidak ada taxi yang akan lewat karena jalan ke arah sini


yang biasa di lewati taxi sedang ada acara jadi akan sulit untuk


mendapatkannya.” Jawab Aldo menjelaskan kenyataan yang ada tentang tidak adanya


taxi yang lewat sejak tadi.


Bagaimana ini aku tidak mungkin jalan dari sini, kalaupun


aku meminta sopir di rumah mengantarku akan membutuhkan waktu lama, aku tidak


mungkin terlambat dalam pertemuan penting ini, baiklah aku menerimanya saja. Pikir


Arini cukup lama saat akan menerima tawaran dari Aldo itu.


“ Baiklah.” Jawab Arini lalu berjalan masuk ke mobil Aldo


dan duduk di samping Aldo.


Tidak terdengar percakapan hanya kesunyian di antara mereka


berdua.


“ Kamu ingin ke mana ?” Tanya Aldo karena memang belum


mengetahui tujuan untuk mengantarkan Arini.


“ ke Perusahaan Horison.” Jawab Arini masih tertunduk diam


di kursinya.


“ Hei, kamu kenapa menunduk saja, apa ada masalah ?” Tanya


Aldo karena melihat Arini yang menunduk tidak seperti pertemuan sebelumnya yang


dia rasa mulai akrab dengan Arini.


“ Tidak apa-apa .” Jawab Arini mencoba mengalihkan


pandangannya ke depan.


“ Nah begitu dong, atau memandang aku juga tidak apa-apa.”


Ucap Aldo sambil tersenyum ingin mencairkan suasana yang tercipta di dalam


kendaraan yang dia kemudikan itu.


“ Kamu setelah dari sana ke mana ?” Tanya Aldo lagi pada


Arini setelah merasa Arini membuka dirinya dengan obrolan Aldo karena tadi dia


tersenyum dengan ucapan Aldo.


“ Aku akan kembali ke kantor lagi membereskan beberapa


pekerjaan.” Jawab Arini tanpa memandang orang yang mengajaknya berbicara.


“ Nanti aku jemput ya, kita bisa pergi jalan-jalan, aku


lihat kamu hanya sibuk memikirkan pekerjaan saja, biar kamu mengetahui


tempat-tempat seru di sini.” Ucap Aldo yang memang lama tidak bertemu Arini


setelah pesanan desainnya selesai terakhir kali, dan dia merasa sangat

__ADS_1


beruntung bertemu Arini saat dia melewati kantor Arini, karena memang mengajak


Arini pergi sangat sulit menurutnya.


__ADS_2