
Saat Vico membukakan pintu mobil agar Arini masuk terlihat
seorang pria berpakaian serba hitam memotret mereka berdua di dekat taman Hotel
tersebut.
Vico yang memang tidak mengetahuinya tetap melanjutkan
aktivitasnya untuk mengantar Arini.
Arini dan Vico duduk di depan tanpa ada pembicaraan yang
tercipta hanya kecanggungan yang mereka rasakan satu sama lain. Berbeda dengan
suasana di luar kendaraan mereka yang terlihat sangat ramai di padati kendaraan
berlalu lalang akan berangkat kerja masing-masing.
Vico yang merasa ingin berbicara dengan Arini memulai
pembicaraannya.
“ Apakah kamu menyesal ?” Tanya Vico mengalihkan
pandangannya pada Arini dan tangan kirinya menggenggam Arini.
“ Tidak, itu sudah kewajibanku sebagai seorang istri.” Jawab
Arini menggelengkan kepalanya dan tetap memandang ke arah depan.
“ Apa kamu marah ?” Tanya Vico karena Arini terlihat tidak
bahagia setelah melakukan hal itu.
“ Tidak.”Jawab Arini singkat.
“ Maafkan aku jika aku menyakitimu.” Ucap Vico mengeratkan
genggamannya pada Arini.
“ Tenang saja Vic, aku tidak apa-apa.” Ucap Arini lalu
tersenyum dan memandang Vico.
“ Baiklah, terima kasih.” Ucap Vico setelah memandang
senyuman yang Arini berikan dan kembali fokus akan kemudinya.
“ Kamu pulang jam berapa nanti aku jemput ?” Tanya Vico
setelah mereka berhenti tepat di depan kantor milik Arini.
“ Nanti aku kabari ya.” Ucap Arini lalu membuka pintu
mobilnya.
“ Baiklah, Arini bisakah aku menciummu setiap kita berpisah
?” Pinta Vico pada Arini yang sudah menginjakkan satu kakinya pada tanah.
“ Muach” Terdengar ciuman dari Arini mendarat di pipi Vico.
“ Begitu juga tidak apa-apa, terima kasih, sampai jumpa,
jangan lupa kasih kabar padaku .” Ucap Vico tersenyum dengan ciuman Arini yang
tiba-tiba itu.
“ Baiklah, sampai jumpa.” Ucap Arini lalu benar-benar
meninggalkan Vico
“ Senangnya hariku jika bisa seperti ini setiap hari dengan
Arini.” Ucap Vico sambil mengemudi meninggalkan kantor Vico terlihat dia sangat
berbunga-bunga pagi itu, hingga senyumnya mengembang selama perjalanannya ke
kantor.
Tiba di kantor Vico berhenti di depan gedung dan memberikan
__ADS_1
kunci mobilnya pada security untuk memarkirkan mobil miliknya.
Senyum manis masih terpasang di wajah tampan Vico.
Resepsionis yang kemarin dapat emosi dari Vico terlihat bingung dengan ekspresi
yang ditampilkan Vico saat ini, tapi dia bersyukur tidak dipecat karena membuat
Vico marah, walaupun dia tidak tahu dengan kesalahan yang di buatnya tersebut.
Vico langsung menuju ke Lift pribadinya dan mengantarkan
pada ruangannya.
“ Selamat pagi Tuan.” Sapa hormat dari sekretaris Kim yang
sudah berdiri di depan ruangan Vico.
Vico tidak membalas sapaan itu langsung masuk ke ruangannya
dengan wajah berseri-seri.
Tuan Anda kenapa lagi hari ini ? sepertinya semua
berjalan baik dengan Nona Arini hingga terlihat tuan tersenyum seperti itu. Batin
Vico melihat Vico
“ Kim aturkan kepergianku ke BALI minggu depan aku ingin
pergi dengan Arini.” Ucap Vico memberikan titah pada sekretaris Kim.
“ Baik tuan, akan saya siapkan semuanya” Jawab sekretaris
Kim mengerti apa yang tuannya inginkan itu.
Apartemen Poppy
“ Nona saya sudah menyelidiki tentang tuan Vico.” Ucap
mata-mata yang dibayar Poppy untuk mengikuti Vico.
“ Bagaimana hasil dari penyidikanmu ?” Tanya Poppy yang
“ Tuan Vico saat ini berhubungan dengan nona Arini dan
perusahaan desain Queen sepertinya mereka sudah menikah nona, mereka tinggal
bersama, dan semalam mereka menghabiskan malam bersama di hotel tuan Vico dan
pagi ini tuan Vico mengantarnya berangkat ke kantor.” Ucap mata-mata
menjelaskan semua penyelidikannya pada Poppy.
“ Oke, aku akan mentransfer kekurangannya nanti.” Ucap Poppy
dan terlihat sangat marah dengan kenyataan yang baru saja dia dengar tersebut.
“ Baik nona, terima kasih.” Ucap pria bayaran Poppy lalu
mengakhiri panggilannya dan mengirimkan foto-foto yang sudah dia ambil selama
mengikuti Vico.
Poppy menerima pesan dari mata-matanya terlihat ekspresi
tidak suka dan ingin merebut Vico kembali walaupun sudah memiliki istri.
“ Aku akan merebut Vicoku kembali, dia adalah milikku dan
akan selamanya menjadi milikku.” Gumam Poppy dan menyeringai memikirkan
beberapa rencana untuk memuluskan keinginannya memiliki Vico.
Kantor Arini
Setelah sampai di kantor Arini langsung mengambil salinan
beberapa berkas yang sebelumnya menjadi desain untuk tender Perusahaan Horison
untuk dibawanya bertemu dengan Haris sesuai perjanjian sebelumnya.
__ADS_1
Arini lalu keluar kantor terlihat menunggu taxi di depan
kantornya. Tapi tak satu pun taxi lewat kala itu. Terlihat mobil berwarna hitam
mendekat dan berhenti di depan Arini. Kaca mobil itu terbuka dan menampakkan
pria yang cukup tampan.
“ Hai Ar, kamu mau ke mana biar aku antar ?” Tanya Aldo
tersenyum ramah menunjukkan gigi putih yang dia miliki.
“ Tidak perlu aku akan naik taxi saja, terima kasih atas
tawarannya.” Tolak Arini membungkuk melihat Aldo yang berada di dalam mobil.
“ Tidak ada taxi yang akan lewat karena jalan ke arah sini
yang biasa di lewati taxi sedang ada acara jadi akan sulit untuk
mendapatkannya.” Jawab Aldo menjelaskan kenyataan yang ada tentang tidak adanya
taxi yang lewat sejak tadi.
Bagaimana ini aku tidak mungkin jalan dari sini, kalaupun
aku meminta sopir di rumah mengantarku akan membutuhkan waktu lama, aku tidak
mungkin terlambat dalam pertemuan penting ini, baiklah aku menerimanya saja. Pikir
Arini cukup lama saat akan menerima tawaran dari Aldo itu.
“ Baiklah.” Jawab Arini lalu berjalan masuk ke mobil Aldo
dan duduk di samping Aldo.
Tidak terdengar percakapan hanya kesunyian di antara mereka
berdua.
“ Kamu ingin ke mana ?” Tanya Aldo karena memang belum
mengetahui tujuan untuk mengantarkan Arini.
“ ke Perusahaan Horison.” Jawab Arini masih tertunduk diam
di kursinya.
“ Hei, kamu kenapa menunduk saja, apa ada masalah ?” Tanya
Aldo karena melihat Arini yang menunduk tidak seperti pertemuan sebelumnya yang
dia rasa mulai akrab dengan Arini.
“ Tidak apa-apa .” Jawab Arini mencoba mengalihkan
pandangannya ke depan.
“ Nah begitu dong, atau memandang aku juga tidak apa-apa.”
Ucap Aldo sambil tersenyum ingin mencairkan suasana yang tercipta di dalam
kendaraan yang dia kemudikan itu.
“ Kamu setelah dari sana ke mana ?” Tanya Aldo lagi pada
Arini setelah merasa Arini membuka dirinya dengan obrolan Aldo karena tadi dia
tersenyum dengan ucapan Aldo.
“ Aku akan kembali ke kantor lagi membereskan beberapa
pekerjaan.” Jawab Arini tanpa memandang orang yang mengajaknya berbicara.
“ Nanti aku jemput ya, kita bisa pergi jalan-jalan, aku
lihat kamu hanya sibuk memikirkan pekerjaan saja, biar kamu mengetahui
tempat-tempat seru di sini.” Ucap Aldo yang memang lama tidak bertemu Arini
setelah pesanan desainnya selesai terakhir kali, dan dia merasa sangat
__ADS_1
beruntung bertemu Arini saat dia melewati kantor Arini, karena memang mengajak
Arini pergi sangat sulit menurutnya.