My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Jatuh Cinta


__ADS_3

Tempat Brian tengah berdiri dan saling berhadapan bersama kedua orang tuanya begitu dekat dengan mobil yang sudah ditumpangi oleh Valerie dan Max.


Secara jelas, Valerie dan Max bisa mendengar percakapan Brian bersama kedua orang tuanya. Namun hal mengejutkan terjadi, Brian secara terus terang mengakui bahwa ia memiliki perasaan khusus pada Valerie.


Tidak hanya Valerie, Max pun terkejut dengan pengakuan Brian yang sangat gegabah dan tiba-tiba.


"Siapa Valerie?" tanya Rossa. Ia tidak pernah mendengar nama itu.


"Mama ingin tahu? Dia adalah wanita pertama yang merebut hatiku. Sekali ini saja, Ma. Pikirkan perasaanku," pinta Brian memohon.


"Tidak, Brian. Kau harus menikah dengan Elena. Kau pikir cinta bisa menguntungkan keluarga kita?" sela Calvin.


"Maafkan aku, Pa." Brian berbalik, ia segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kedua orang tuanya.


Sopir langsung menginjak gas dan mobil meninggalkan rumah besar itu.


Di dalam mobil, Valerie dan Max hanya diam mengamati sikap Brian yang tetap santai dan tenang. Laki-laki itu telah membuat keluarganya marah besar dan merasa di permalukan, namun Brian sama sekali tidak merasa bersalah.

__ADS_1


Bagi Brian, perasaan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Bahkan dengan apapun, hatinya harus mendapatkan porsi kebahagiaan tersendiri. Bukan demi bisnis dan keuntungan, Brian ingin sepenuhnya bahagia dengan mengikuti kata hatinya.


"Aku akan langsung mengantarmu pulang," ucap Brian sambil menatap Valerie.


"Hmm." Valerie hanya mengangguk. Ingin sekali ia bertanya tentang maksud ucapan Brian pada orang tuanya beberapa menit lalu. Namun sepertinya ini bukanlah waktu yang tepat, Valerie berpikir jika Brian perlu waktu untuk kembali berpikir.


Selang beberapa menit, mobil mewah itu sudah tiba di halaman depan rumah kos Valerie. Brian turun lebih dulu dan mengantar Valerie hingga ke depan pintu.


"Terima kasih sudah mengantarku pulang," ucap Valerie dengan tersenyum tipis. Wanita itu berbalik dan hendak membuka pintu, namun tangan Brian dengan sigap meraih pergelangan tangannya.


"Besok kau akan bekerja, kan?" tanya Brian.


"Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan."


Valerie menarik napas panjang, lalu mengangguk dan tersenyum. Ia paham Brian sedang tidak baik-baik saja. Perasaan tidak nyaman pasti menyelimuti benaknya, hanya saja laki-laki itu tetap berusaha tampak tegar dan kuat seperti biasa.


Brian menunggu hingga Valerie masuk ke dalam rumah dan menutup pintu. Laki-laki itu terdiam beberapa saat sebelum kembali ke mobil.

__ADS_1


"Bos, kau baik-baik saja?" tanya Max. Kini mereka dalam perjalanan pulang.


"Bagaimana menurutmu?" Brian balik bertanya.


"Aku tidak ingin ikut campur dalam urusan perasaanmu, tapi mengatakan secara terus terang pada paman dan bibi tentang Valerie di saat kondisi sedang panas seperti ini bukankah termasuk hal yang gegabah?"


"Kau tahu apa yang bisa mereka lakukan pada Valerie?"


"Kau membahayakannya, Bos!" seru Max. Sebagai orang yang sudah mendampingi Brian sejak kecil dan hidup berdampingan bersama keluarganya, Max sangat mengenal bagaimana cara orang tua Brian menyelesaikan masalah. Dan laki-laki itu kini mengkhawatirkan Valerie.


"Aku akan menjaganya, Max. Entah kenapa aku tidak tahan jika tidak mengatakannya," jawab Brian.


"Menolak perjodohan itu secara langsung saja sudah menimbulkan masalah besar, sekarang kau menyeret Valerie masuk ke dalamnya," keluh Max.


"Lalu bagaimana? Aku tidak akan berbohong pada siapapun bahwa aku mencintai Valerie!"


"Hmm. Cinta memang sulit dan merepotkan," gumam Max pelan.

__ADS_1


Saat seseorang sudah jatuh cinta, maka akal dan pikiran seakan tidak berfungsi dengan semestinya. Brian adalah laki-laki yang belum pernah jatuh cinta. Sepanjang masa mudanya ia habiskan untuk sekolah dan mempelajari bisnis karena tuntutan kedua orang tuanya. Kini saat usianya hampir menginjak tiga puluh tahun, ia jatuh cinta untuk pertama kalinya.


🖤🖤🖤


__ADS_2