My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Bertemu Noah


__ADS_3

Valerie dibesarkan oleh orang lain dengan kehidupan yang sederhana, jauh dari kemewahan dan kemegahan seperti anak konglomerat pada umunya. Sebab itulah, Valerie memiliki kepribadian yang lebih sensitif. Meski tergolong keras dan kasar dalam melakukan tindakan, namun Valerie memiliki hati yang baik dan pemaaf.


Valerie menyadari kekurangannya, ia tahu bahwa semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka, termasuk dalam hal jodoh. Namun sayangnya, orang tua Brian memiliki standar yang berbeda dalam memilih calon istri untuk anak mereka.


"Maukah kau memaafkan kesalahan kami, Valerie?" tanya Rossa dengan nada lembut.


"Aku memaafkan semua yang sudah-sudah. Aku tahu kalian hanya ingin wanita yang baik untuk Brian," jawab Valerie.


"Kau sangat baik, Valerie. Terima kasih," ujar Rossa sambil menunduk.


Valerie tersenyum, lagi pula tidak ada salahnya memberi kesempatan orang lain untuk memperbaiki diri selagi masih ada waktu.


Valerie sangat mencintai Brian, juga menginginkan laki-laki itu. Mana mungkin Valerie bisa menyimpan dendam dan sakit hati pada dua orang yang telah merawat dan membesarkan Brian dengan sepenuh hati.


Theo menatap cucunya dengan penuh rasa bangga. Tidak sia-sia ia telah merelakan Valerie tinggal jauh darinya selama ini. Valerie tumbuh dengan sangat baik dan sesuai dengan apa yang Theo harapkan selama ini.

__ADS_1


"Kalian sudah tahu bahwa putra kalian telah bertunangan dengan cucu saya?" tanya Theo.


"Ya, kami mengetahuinya. Terima kasih sudah menerima putra kami," jawab Calvin.


Bagaimana bisa mereka tidak tahu, perayaan hari jadi serta pertunangan dadakan antara Brian dan Valerie telah tersebar di berbagai media serta berita gosip manapun. Hal itu tentu membuat Calvin dan Rossa semakin malu, setelah apa yang mereka lakukan pada Valerie, Theo masih bersedia menerima Brian dan memberi restu.


Suasana menjadi hening beberapa saat, lalu seorang pelayan datang mengabarkan kedatangan Brian.


"Ma, Pa. Kalian ada di sini?" tanya Brian pada kedua orang tuanya setelah menyapa Theo.


"Baguslah, sebaiknya memang begitu," ucap Brian terus terang. Lagi pula kedua orang tuanya memang melakukan kesalahan, sudah sewajarnya mereka datang untuk meminta maaf, terlebih pada wanita yang selama ini mereka hina dan mereka rendahkan.


Setelah berbincang beberapa menit, Calvin dan Rossa memutuskan untuk kembali pulang mengendarai mobil mereka sendiri. Sementara itu, Valerie mengantar Brian sampai ke mobil laki-laki itu.


"Terima kasih sudah memaafkan Mama dan Papaku, Sayang," ucap Brian. Kedua tangannya merangkul pinggang Valerie hingga tubuh mereka mendekat rapat.

__ADS_1


"Semua orang pantas mendapatkan kesempatan," jawab Valerie.


"Aku tidak pernah salah memilihmu." Brian memeluk Valerie, mencium mesra kening wanita itu.


Disaksikan beberapa penjaga keamanan serta pelayan yang standby di dekat pintu utama, Brian dan Valerie tidak malu memamerkan kemesraan mereka.


Keduanya sedang dimabuk cinta, tidak peduli berapa pasang mata yang menyaksikan, dunia seakan milik berdua.


...****************...


Selepas kepergian Brian, Valerie dan Theo bersiap ke kantor polisi bersama. Setibanya di kantor polisi, seorang laki-laki tampan menyambut kedatangan Valerie dengan sangat antusias. Ia adalah Noah, laki-laki yang sempat menyatakan cintanya pada Valerie.


"Selamat datang, Tuan Theo Cameron. Selamat datang, Valerie," sapa Noah. Ia menatap wanita di samping Theo dengan seksama. Cantik dan mempesona, itulah yang selalu melekat pada diri Valerie di mata Noah.


Berita tentang Valerie yang telah menyebar luas di seluruh media internet dan televisi, turut mengejutkan Noah. Terlebih laki-laki itu sudah mengenal Valerie sejak bertahun-tahun yang lalu.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2