My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
BONCHAP!!!


__ADS_3

Tepat setelah tiga bulan sejak hari pernikahannya, Valerie merasakan kini tubuhnya semakin berubah. Ia yang sebelumnya begitu ramping dan langsing, mendadak merasakan kenaikan berat badan yang signifikan.


Nafsu makan wanita itu tidak terkendali, ia menjadi mudah lapar dan lelah, serta mulai memakan banyak makanan yang sebelumnya tidak pernah ia sukai.


Hal itu membuat Brian merasa ada yang aneh dengan istrinya, namun Valerie terus meyakinkan Brian bahwa ia baik-baik saja.


"Hoek!" Di pagi buta, suara Valerie membangunkan Brian dari tidur nyenyaknya. Laki-laki itu mengernyitkan dahi saat tidak mendapati sang istri sudah tidak berada di sampingnya.


"Sayang, kau di kamar mandi?" teriak Brian.


Tidak ada jawaban, hanya terdengar suara samar-samar Valerie yang sedang mual.


Brian bangun, membungkus tubuhnya dengan selimut. Karena semalam ia baru saja berpeluh bersama dengan Valerie hingga dini hari, kini paginya nampak terasa berat karena kantuk.


Brian menyeret selimut untuk menutupi bagian vitalnya, ia mengetuk pintu kamar mandi dan berusaha memanggil sang istri.


"Sayang, kau baik-baik saja?" tanya Brian. Karena tidak ada jawaban, Brian langsung membuka pintu dan masuk.


Laki-laki itu mendapati istrinya sedang duduk berjongkok di depan kloset dengan wajah pucat dan air mata bercucuran.


"Sayang, ada apa?" tanya Brian.

__ADS_1


"Sepertinya aku masuk angin," jawab Valerie. Ia bangkit dan membasuh wajahnya di wastafel. Brian menuntunnya kembali ke kamar.


"Benar hanya masuk angin?" tanya Brian memastikan.


"Hmm." Valerie mengangguk.


"Apa karena semalam kita terlalu banyak melakukannya, atau justru kurang banyak?" tanya Brian. Valerie tersenyum, ia mencubit pipi suaminya dengan gemas.


"Aku percaya kau perkasa, jangan membahasnya!" seru Valerie.


"Kenapa? Aku kan hanya bertanya," keluh Brian. Laki-laki itu tersenyum menggoda sang istri.


Namun baru beberapa saat mereka ada di kamar, Valerie kembali mual. Wanita itu setengah berlari menuju kamar mandi.


Hanya berselang satu jam, seorang dokter wanita bersama dengan satu perawat telah tiba di kediaman Brian. Dokter langsung melakukan pemeriksaan dan berprasangka jika Valerie telah berbadan dua. Dari tanda-tanda yang dialami oleh Valerie hingga jadwal menstruasi wanita itu yang terlambat, dokter langsung meminta Valerie melakukan tes kehamilan untuk membuktikan dugaannya.


"Ini positif!" gumam Valerie dari dalam kamar mandi saat melihat dua garis di alat tes pecknya. Sementara Brian berada di depan kamar mandi dengan perasaan harap-harap cemas.


Setelah melihat hasilnya, Valerie keluar dari kamar mandi dan langsung memeluk Brian.


"Apa? Ada apa?" tanya Brian bingung.

__ADS_1


"Aku ... hamil," ucap Valerie sedikit berbisik. Brian membulatkan matanya lebar. Ia langsung berjongkok dan menggendong tubuh istrinya, berputar-putar bersama.


"Oh, oh, maaf, Sayang." Brian tersadar. Ia menurunkan Valerie dengan hati-hati. Karena terlalu bersemangat, ia lupa jika sang istri tengah mengandung.


Untuk memastikan kesehatan Valerie dan janinnya, dokter menyarankan Valerie untuk segera memeriksakan kandungannya ke rumah sakit. Karena di rumah sakit, Valerie akan mendapatkan pemeriksaan lengkap melalui USG.


Sesuai saran dokter, akhirnya Brian membawa Valerie ke rumah sakit pagi itu juga. Ia menghubungi kedua orang tuanya dan mengabarkan kebahagiaan yang sedang ia rasakan. Begitu pula dengan Valerie, ia langsung memberitahu Theo tentang kabar kehamilannya.


Demi kesehatan Valerie, Theo dan Brian akhirnya sepakat untuk meminta wanita itu mengurangi segala aktivitasnyanya termasuk dalam hal pekerjaan kantor selama menjalani kehamilan.


Karena kini Valerie memiliki seorang sekretaris yang bisa diandalkan, maka wanita itu setuju dengan segala keputusan yang dibuat oleh suami dan kakeknya.


"Sayang, kau yakin Elena mampu mengurus semuanya?" tanya Brian.


"Hmm, aku percaya padanya," jawab Valerie. Bagaimanapun, Elena adalah keluarganya, mereka harus membangun kepercayaan demi terjalinnya hubungan kekeluargaan yang baik. Dan Valerie tidak keberatan memberi sepupunya kesempatan untuk membenahi kehidupannya agar lebih baik.


Waktu sembilan bulan berjalan sangat cepat, hingga kini lahirlah seorang pewaris tampan dari rahim Valerie. Hal itu membuat dua keluarga sangat berbahagia.


Valerie yang dulu sering dipandang remeh karena asal usul yang tidak jelas serta tidak memiliki keluarga, kini hidupnya telah menjadi kehidupan yang dimimpikan banyak orang. Setiap orang merasa iri dengan apa yang Valerie miliki, kekayaan, kebahagiaan, suami, keluarga, dan segala kesempurnaan hidupnya.


Semua orang akan melewati masanya masing-masing. Saat sedang dalam keadaan sulit dan tidak beruntung, maka sabar adalah jalan terbaiknya. Namun saat telah tiba masa kebahagiaan dan keberuntungan, maka kerendahan hati harus tetap terjaga.

__ADS_1


...🖤🖤🖤 ...


__ADS_2