My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Bekas Luka Elena


__ADS_3

Malam yang sudah direncanakan dengan matang oleh Calvin dan calon besannya rupanya tidak seperti apa yang mereka harapkan. Kehadiran Brian dengan Valerie di sampingnya membuat mereka semua kesal dan geram. Apa sebenarnya yang dimiliki Valerie hingga Brian begitu tergila-gila padanya.


Meninggalkan Calvin bersama Rossa, Brian membawa Valerie berkeliling dan memperkenalkan wanita itu pada rekan bisnis serta para awak media yang bertanya.


Tidak sedikitpun Brian berusaha menutupi hubungannya dengan Valerie, meski semua orang penasaran siapa sebenarnya wanita yang ada di samping Brian. Karena sejak tamu masuk ke dalam gedung pesta, desas desus pertunangan dadakan antara Brian dan putri tunggal pewaris utama perusahaan Theo akan dilaksanakan.


"Sayang, perkenalkan, beliau adalah Tuan besar Theo Cameron. Pemilik sekaligus pendiri perusahaan yang kini sedang merayakan hari jadinya yang ke lima puluh tahun," ujar Brian pada Valerie saat keduanya secara tidak sengaja bertatapan muka dengan Theo.


"Cantik sekali," puji Theo. Ia bahagia melihat Valerie datang bersama Brian. Bahkan sejak kedatangan sepasang kekasih itu, Theo sudah memperhatikannya dari kejauhan.


"Terima kasih," jawab Valerie sopan.


Sebelum acara dimulai, para tamu undangan sudah di jamu oleh berbagai hidangan mewah. Theo mempersilahkan Brian untuk mengajak Valerie mencicipi hidangan yang ada. Laki-laki tua itu meninggalkan mereka untuk menyapa para tamu yang baru saja tiba.


"Kau bisa menungguku di sini, aku akan segera kembali," pamit Brian. Laki-laki itu hendak ke toilet.

__ADS_1


Saat Brian beranjak dari samping Valerie, Elena datang menemui wanita itu. Dengan wajah merah menahan amarah, Elena mencengkram kuat lengan Valerie.


"Sangat tidak pantas, seorang putri tunggal pewaris bersikap tidak sopan pada tamunya," ucap Valerie tenang. Ia masih bisa menahan rasa sakit di lengannya, karena tenaga Elena bukanlah apa-apa baginya.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan? Apa kau tidak tahu jika malam ini aku akan bertunangan dengan Brian?" tanya Elena.


"Benarkah? Jangan bermimpi, itu tidak akan pernah terjadi!" seru Valerie. Ia balik mencengkram pergelangan tangan Elena yang berada di lengannya. Dengan gerakan pelan, Valerie membuat wanita itu meringis kesakitan saat pergelangan tangannya dipelintir oleh Valerie.


"Lepaskan aku!" lirih Elena.


"Beraninya kau menyebut namaku!" hardik Elena.


"Kenapa? Kau bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa di sini. Jangan sok berkuasa dan bertingkah seolah kau adalah ratunya."


"Dasar wanita kurang ajar!"

__ADS_1


Valerie tidak mengindahkan hinaan Elena. Ia tersenyum tipis dan melambaikan tangan saat melihat Brian berjalan ke arahnya.


"Oh, ya. Bekas luka saat kau jatuh dari sepeda yang ada di dagumu sekarang sudah hilang? Kau melakukan operasi plastik?" tanya Valerie. "Aku sarankan, besok kau juga mengganti seluruh wajahmu untuk menghilangkan rasa malu," lanjutnya. Valerie melenggang pergi menghampiri Brian sebelum laki-laki itu sampai.


Mendengar ucapan Valerie, Elena terdiam. Bagaimana bisa Valerie mengetahui bekas luka di dagunya?


Luka itu adalah luka yang ia dapatkan saat masih kanak-kanak. Saat itu ia dan Valerie tengah belajar bersepeda bersama dan Elena terjatuh hingga terperosok ke dalam semak. Elena mendapatkan luka cukup serius di dagunya hingga menimbulkan bekas yang cukup kentara.


Tidak ada siapapun yang mengetahui luka itu kecuali keluarganya, karena Elena bahkan sudah melakukan operasi plastik saat usianya menginjak lima belas tahun.


"Valerie?" batin Elena mengingat sebuah nama yang sama namun dengan orang yang berbeda.


"Tidak, Valerie sudah mati. Dia bukan Valerie yang aku tahu!"


Mendadak, seluruh tubuh Elena gemetar, ia merinding. Ia mulai menebak sekaligus menolak apa yang terlintas di pikirannya.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2