My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Kencan Kedua


__ADS_3

Valerie memejamkan matanya perlahan, mengingat setiap kata yang pernah Brian ucapkan untuknya. Setiap kata yang dirangkai menjadi kalimat oleh laki-laki itu, membuat jantung Valerie semakin bertalu-talu.


"Benarkah perasaan ini adalah cinta?"


Valerie mempertanyakan hal itu pada dirinya sendiri. Setiap ia bersama Brian, hatinya merasa nyaman dan tenang. Setiap sentuhan laki-laki itu, membuat seluruh syaraf di tubuhnya menegang. Setiap ungkapan cinta dari Brian, selalu membuat Valerie dimabuk kepalang.


Valerie terus berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Jika benar ini adalah cinta, maka sudah seharusnya Valerie mengatakan yang sejujurnya. Karena setiap kali wanita itu berusaha menolak perasaannya sendiri, maka bukan hanya ia yang tersakiti, melainkan Brian pun turut merasakan pedih.


Sekuat apapun Valerie menolak, hatinya telah menemukan sang pemilik. Semakin keras ia berusaha, maka semakin dalam cinta itu menggerogoti pikirannya.


Setelah begitu banyak pertimbangan, Valerie akhirnya membiarkan kalung mewah itu melingkar menghiasi leher jenjangnya. Ia tahu ini adalah sebuah keputusan besar, namun bagaimanapun, ia tidak ingin terus berpaling dan membiarkan Brian berjuang sendirian.


...****************...


Pukul delapan pagi, Valerie sudah bersiap. Ia memakai sebuah dress pemberian Brian. Pakaian berwarna silver di bawah lutut dengan belahan dada rendah itu nampak sangat cocok dengan tubuh ramping Valerie.

__ADS_1


Saat memakainya, Valerie bahkan tidak percaya jika ia bisa tampil secantik ini. Dengan rambut pirang yang ia biarkan menjuntai panjang, Valerie membuat penampilannya semakin mempesona.


Meskipun tidak tahu ke mana Brian akan membawanya pergi namun Valerie ingin tampil secantik mungkin.


Hanya berselang beberapa menit setelah ia menyelesaikan make up tipis di wajahnya, terdengar deru halus mesin mobil Brian di halaman depan rumah kosnya.


Valerie keluar dengan hight heels dan tersenyum saat Brian sudah berdiri menunggunya di dekat pintu.


"Cantik!" decak kagum Brian dalam hati.


Laki-laki itu memperhatikan Valerie dari ujung rambut hingga ujung kaki. Wanita yang biasa tampil sederhana dengan celana panjang dan kaos atau kemeja kerja, kini menjelma bak seorang Cinderella.


Namun yang membuat laki-laki itu hampir tidak bisa mengedipkan mata adalah, kalung yang telah bertengger indah menghiasi leher Valerie. Wanita itu memakainya, dan hal itu menjadi sebuah tanda bahwa Valerie telah memberikan jawaban atas perasaannya.


"Kau sangat cantik," puji Brian. Ia mengulurkan tangan dan menggandeng Valerie.

__ADS_1


Brian membuka pintu mobil dan membiarkan pujaan hatinya duduk di sampingnya.


Semenjak kehadiran Valerie, Brian bahkan tidak pernah memakai sopir yang biasa mengantarnya ke sana kemari. Ia rela mengemudikan mobilnya sendiri dan lebih senang jika bisa menikmati waktu bersama Valerie secara pribadi.


Sepanjang jalan, Brian tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia berkali-kali melirik Valerie, menatap kalung yang melingkar di leher wanita itu.


"Dia menerima cintaku!" batin Brian bersorak riang.


"Ke mana kita akan pergi?" tanya Valerie.


"Kau pasti belum sempat sarapan karena aku datang sepagi ini. Aku akan mengajakmu makan terlebih dahulu," jawab Brian.


Valerie mengangguk. Ia memang belum sempat menelan apapun sejak bangun tidur. Bukan karena ia tidak lapar, melainkan karena sudah tidak sabar bertemu dengan laki-laki di sampingnya.


Brian membawa Valerie ke sebuah restoran mewah yang berada tidak jauh dari pusat kota. Tentu saja, restoran itu adalah salah satu restoran miliknya sendiri.

__ADS_1


Kini Brian tidak meminta perlakuan istimewa, ia meminta Valerie yang memilih tempat duduk dan menu untuk mereka. Tidak ada perlakuan khusus, meja VIP, atau pelayanan menakjubkan lainnya. Rupanya Brian cepat belajar, ia paham Valerie menyukai kesederhanaan.


🖤🖤🖤


__ADS_2