My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Akhir Dari Sebuah Kisah


__ADS_3

Untuk merelaksasi tubuhnya yang sudah kelelahan selama seharian, Valerie memutuskan untuk berendam dalam bath up selama hampir dua puluh menit.


Sementara di kamar, Brian sudah berganti pakaian dengan celana kain pendek dan bertelan*jang dada. Namun ia merasa cemas karena istrinya tak kunjung keluar dari dalam kamar mandi. Laki-laki itu awalnya sudah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk meregangkan otot tubuhnya yang kaku, lalu memutuskan untuk turun dan mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang, kau baik-baik saja?" tanya Brian dengan suara sedikit keras.


"Hmm, aku akan keluar sebentar lagi," jawab Valerie. Ia paham suaminya sudah tidak sabar, dan wanita itu segera memakai handuk untuk menutupi area sensitifnya.


Saat membuka pintu kamar mandi, Brian sudah berdiri di samping pintu dengan menyandarkan kepalanya ke dinding.


"Kau menungguku?" tanya Valerie sambil tersenyum menggoda.


Brian menatap Valerie dari ujung rambut hingga ujung kaki. Rambut pirang yang basah telah di tutup menggunakan handuk mandi. Sementara area dada hingga paha tertutup handuk putih yang ukurannya tidak terlalu lebar, hingga membuat sebagian tubuh wanita itu mengintip.


"Sejujurnya, aku sudah tidak tahan, tidak sabar, dan tidak lagi bisa menahan diri," keluh Brian. Sudut bibirnya melengkung.

__ADS_1


"Kau tidak lelah?" tanya Valerie.


Tanpa aba-aba, Brian menggendong tubuh Valerie dan mendudukkan wanita itu di atas meja bulat.


"Tidak ada kata lelah untukmu, Valerie-ku!" seru Brian.


Laki-laki itu langsung menyerang Valerie dengan ciuman yang bertubi-tubi. Semakin lama, ciuman semakin memanas berbarengan dengan naiknya suhu tubuh karena hasrat yang berkobar.


Sebelah tangan Brian menekan tengkuk leher sang istri, sebelahnya lagi mulai meraba dari paha hingga naik tepat di sasarannya.


Brian merasakan sesuatu yang hangat dan basah. Jemari tangannya mulai terulur nakal, membelai dengan lembut area sensitif yang tidak pernah terjamah.


Valerie melenguh, merasakan seluruh syaraf di tubuhnya menegang. Wanita itu mendesah, semakin lama semakin keras, hingga ia tidak lagi bisa membalas ciuman Brian.


Jemari yang sedang asik membelai keluar masuk itu kini digantikan oleh lidah. Brian duduk berjongkok di bawah kaki Valerie, memainkan lidahnya dengan nakal. Ia menghisap, menjilat, serta menyesap penuh hasrat.

__ADS_1


Valerie menjerit, merasakan sensasi luar biasa yang membuatnya seakan tersengat listrik dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kedua tangan wanita itu merem*as rambut Brian, sementara kedua tangan Brian beralih untuk memainkan dua gundukan cantik di dada istrinya.


"Aku ... tidak tahan," desah Valerie. Ia merasakan sesuatu hampir keluar dari area sensitifnya.


"Aku menginginkannya, Sayang," bisik Brian. Sebuah lampu hijau telah menyala terang. Ia merasakan sesuatu yang hangat dan nikmat membasahi lidahnya.


Brian menarik kepalanya dari bawah tubuh wanita itu. Ia mengusap bibirnya, lalu menggendong Valerie dan membaringkannya di atas tempat tidur.


Kini, keduanya sama-sama dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh mereka.


Dalam sekali hujaman, senjata besar, panjang, dan tegang itu mulai melancarkan aksinya. Keduanya bergerak seirama. Dengan keringat bercucuran, kenikmatan itu mereka raih dalam kepuasan.


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu," bisik Brian di sela napas yang tersengal.


...🖤🖤🖤...

__ADS_1


...END...


...🖤🖤🖤...


__ADS_2