My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Mencuri Start


__ADS_3

Elena tidak bisa berkata-kata. Ia bangkit dari sofa tanpa mengatakan sepatah katapun pada Valerie. Wanita itu keluar dari ruangan Valerie dengan perasaan hancur dan kecewa. Ia merasa amat terpuruk tanpa kehadiran kedua orang tuanya.


Keesokan harinya, Valerie bersama Brian dan Theo, menghadiri sidang putusan terakhir tentang hukuman apa yang akan di terima oleh Delia dan Damian.


Di deretan kursi paling belakang, Elena datang sendirian. Theo mengajaknya bergabung untuk duduk bersama di barisan depan, namun Elena menolak. Ia tidak kuasa mendengar keputusan hakim yang akan segera di umumkan.


Dari semua tuntutan yang dibacakan, tidak satupun yang bisa dibantah oleh Delia ataupun Damian. Atas semua perbuatannya selama ini, Delia dan Damian sama-sama dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Hakim telah mengetuk palu, maka tidak ada yang bisa merubah keputusan itu.


Valerie memejamkan matanya erat, ia menangis. Seharusnya ia bahagia dengan hukuman yang di terima oleh paman dan bibinya, namun ada perasaan iba di hatinya. Brian segera menenangkan Valerie, membiarkan wanita itu menangis di dalam pelukannya.


Sementara itu, tiba-tiba saja Elena jatuh pingsan di bangku belakang. Orang-orang segera memberikan pertolongan pertama, dan Theo pun memutuskan untuk membawa Elena ke rumah sakit karena cukup lama ia tidak sadarkan diri.


"Nona Elena hanya mengalami dehidrasi dan syok, ada indikasi dia mengalami depresi. Kemungkinan ini karena masalah yang sedang ia hadapi," jelas dokter.


Valerie dan Theo memahami perasaan wanita itu. Theo memutuskan untuk membiarkan Elena beristirahat di rumah sakit selama beberapa hari, ia memberikan fasilitas terbaik untuk cucunya agar segera pulih dan sehat seperti sedia kala.

__ADS_1


...****************...


Hari demi hari berlalu cepat, di sela kesibukan Brian dan Valerie yang sama-sama memiliki tanggung jawab tas perusahaan yang mereka pimpin, rencana pesta besar-besaran telah di siapkan dan tanggal pernikahan telah di tetapkan.


Pesta pernikahan akan di adakan di dua tempat dalam waktu berbeda. Tidak ingin kalah, Calvin dan Rossa juga menyiapkan pesta sendiri untuk pernikahan putra semata wayang mereka.


Ini akan menjadi sebuah pesta pernikahan terbesar sepanjang tahun. Terlebih pesta ini adalah pesta pernikahan antara dua pemimpin perusahaan besar yang sama-sama sedang dalam masa kejayaannya.


"Ke mana kita akan pergi berbulan madu nanti, Sayang? Paris, London, Jepang, Korea? Negara mana yang paling kau sukai?" tanya Brian. Mereka sedang menyempatkan makan siang bersama ditengah kesibukan pekerjaan.


"Lalu, ke mana kau ingin pergi?"


"Tempat yang indah dan damai, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk perkotaan." Valerie memberi clue.


"Hmm, kau ingin kita berbulan madu ke luar angkasa? Ke Mars misalnya?" tebak Brian.

__ADS_1


Valerie melotot, mencubit pinggang calon suaminya dengan gemas. Mengapa pikirannya menjadi sangat jauh? Mars? Itu bukan hanya tempat yang jauh, itu planet lain!


"Jangan asal!" seru Valerie.


"Kenapa? Ide bagus bukan?" tanya Brian. Valerie menggelengkan kepala pelan.


"Aku ingin kita berbulan madu di villa yang pernah kita kunjungi. Villa yang berada di perkebunan bunga milik keluargamu. Itu pasti menyenangkan," ucap Valerie sambil membayangkan. Rasanya ia rindu bersantai dan menikmati hari-harinya dengan mengikuti Brian kemanapun laki-laki itu pergi.


"Kau yakin hanya ke tempat itu?" selidik Brian.


"Hmm."


"Bagaimana jika kita pergi malam ini?" tanya laki-laki itu menggoda.


"Tidak, tidak boleh mencuri start!" tegas Valerie.

__ADS_1


...🖤🖤🖤...


__ADS_2