My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Perayaan Perusahaan


__ADS_3

Elena merasakan kepalanya berdenyut nyeri, tiba-tiba tubuhnya terasa lemas. Wanita itu berjalan dengan langkah kaki sedikit goyah menuju meja tempat minuman di susun rapi. Untuk menghilangkan rasa tidak nyamannya, Elena meneguk segelas minuman dan mengatur napas.


Dari kejauhan, Valerie memperhatikan Elena. Valerie yakin jika Elena pasti menyadari sesuatu tentang dirinya. Terlihat dari keterkejutan wanita itu serta reaksinya, Elena pasti mengingat sesuatu tentang mereka.


"Ada apa?" tanya Brian.


"Tidak apa-apa." Valerie tersenyum menatap laki-laki itu.


"Kau tidak keberatan berada di sini? Aku tidak mau kedua orang tuaku menyakitimu, jadi sebisa mungkin kita harus menjauh dari mereka," jelas Brian.


"Aku baik-baik saja."


"Valerie, dengarkan aku." Brian meraih kedua tangan Valerie dan mencium punggung tangannya dengan mesra. "Aku tahu dengan membawamu kesini maka aku telah menyeretmu dalam masalah keluargaku. Tapi aku ingin semua orang tahu, bahwa hanya kau yang aku inginkan. Aku tidak akan pernah menikahi wanita lain, bahkan Elena sekalipun," ujarnya.

__ADS_1


"Aku tidak bermaksud mempermalukan keluargaku. Aku hanya ingin mereka mengerti perasaanku."


Valerie terdiam, ia paham benar kekhawatiran laki-laki di hadapannya. Valerie paham bagaimana laki-laki itu berusaha tetap mempertahankan cintanya namun tanpa menyakiti orang tuanya.


"Kita akan menjalani hubungan tanpa restu?" tanya Valerie.


"Jika memang terpaksa begitu, itu bukan masalah bagiku."


Saat keduanya sedang berbicara serius, tiba-tiba Damian datang bersama istrinya. Paman tiri Valerie itu menghampiri Brian dan Valerie tanpa diduga.


"Kau tahu apa yang kau lakukan ini sangat mempermalukan keluargamu, Brian!" tegur Damian terus terang.


"Saya hanya berusaha mempertahankan pilihan saya. Tidak ada sedikitpun niat saya untuk membuat kedua orang tua saja malu. Tapi, saya tetap tidak bisa bertunangan dengan putri anda," jelas Brian.

__ADS_1


Damian tampak sangat geram. Amarahnya seakan sudah memuncak di ubun-ubun, namun demi menjaga kehormatannya, ia tidak bisa berbuat banyak.


"Kau akan benar-benar menyesal telah menolak putri kami. Kau pikir wanita sepertinya pantas bersaing dengan putriku? Tidak, kau telah membuat kesalahan!" seru Damian.


"Ini soal perasaan kami, siapapun tidak berhak ikut campur. Dan satu hal lagi, jangan pernah anda merendahkan pilihan saya dan membandingkannya dengan putri anda!" jawab Brian berusaha tenang.


Di samping Brian, Valerie menggenggam erat tangan laki-laki itu. Valerie tidak ingin terjadi keributan, terlebih Brian selalu mudah tersulut emosi setiap kali ada orang yang merendahkan dirinya.


Damian tidak bisa melakukan apapun. Ia hanya bisa menatap Brian dan Valerie bergantian dengan tatapan penuh amarah dan kebencian. Sementara sang istri, sejak awal hanya memperhatikan Valerie dengan saksama. Wanita paruh baya itu seolah mengenali Valerie dari dekat, namun merasa jika kemiripan Valerie dengan keponakannya hanya kebetulan semata.


Acara perdana perayaan hari jadi perusahaan akan segera di mulai. Damian dan istrinya segera pergi dari hadapan Brian.


Acara telah dimulai dengan hiburan dari seorang penyanyi terkenal. Semua tamu undangan telah duduk di kursi mereka masing-masing. Kemeriahan dan kemewahan pesta dinikmati oleh semua orang, termasuk Brian dan Valerie yang duduk terpisah dari Calvin dan Rossa.

__ADS_1


Setelah semua hiburan telah ditampilkan, kini tibalah mereka pada acara inti, yakni sambutan yang akan disampaikan oleh pendiri sekaligus pemilik perusahaan, yakni Theo Cameron.


🖤🖤🖤


__ADS_2