My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Mengungkap Takdir


__ADS_3

Seluruh pasang mata tertuju pada wanita cantik berambut pirang dengan gaun berwarna navy yang mewah. Wanita itu berjalan penuh pesona diiringi tatapan kagum dari semua orang.


Lampu menyorot setiap langkah kaki Valerie hingga wanita itu menaiki panggung dan berhadapan dengan sang kakek. Dengan sopan, Valerie mencium punggung tangan Theo, lalu laki-laki tua itu memeluk cucunya penuh rindu. Sementara Elena, masih tidak bergerak dari tempatnya.


Di bawah panggung, Damian dan istrinya hanya bisa pasrah tak berdaya. Sejak awal mereka berpikir bahwa Valerie telah meninggal bersama kedua orang tuanya, lalu tiba-tiba kini ia sudah dewasa dan berdiri di hadapan mereka.


Di antara semua tamu undangan, ada dua manusia yang hampir hilang kesadaran. Mereka adalah Calvin dan Rossa, keduanya mematung dan membisu. Mata mereka tidak sedikitpun berkedip saat menatap Valerie.


Calvin merasakan seluruh tubuhnya gemetar, bahkan telapak tangan dan kakinya terasa basah karena keringat dingin. Wanita cantik yang selama ini ia hina dan ia rendahkan harga dirinya, ternyata bukan wanita sembarangan. Entah bagaimana nantinya Calvin akan menampakkan diri di depan Valerie, namun ia benar-benar merasa sangat malu hingga ingin keluar dari gedung ini menutup wajah.

__ADS_1


"Kau bisa turun, temani orang tuamu," ucap Valerie pada Elena dengan sedikit berbisik. Ia setengah duduk membantu Elena bangkit. Tidak ada gunanya Elena berlutut bahkan menangis darah sekalipun. Karena semua yang telah terjadi, adalah sesuatu yang telah direncanakan selama bertahun-tahun silam.


Elena menatap Valerie dan Theo bergantian. Ia ingin menangis keras dan memohon pada dua orang di hadapannya, karena ia tidak ingin kedua orang tuanya masuk ke dalam penjara.


"Kau tetap cucu Kakek, Elena. Orang tuamu tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," ujar Theo.


Tidak lama setelah itu, Elena berlari menuruni panggung saat kedua orang tuanya diseret paksa keluar dari gedung. Mereka langsung di bawa ke kantor polisi saat itu juga. Tidak ada lagi kesempatan, tidak ada lagi penjelasan yang bisa mereka sampaikan.


Selepas kepergian Elena menyusul kedua orang tuanya, Valerie di atas panggung memberi sambutan hangat dan memperkenalkan diri di depan seluruh tamu undangan.

__ADS_1


Tidak hanya cantik dan sopan, wanita itu cerdas dan sangat mengagumkan. Semua orang terpesona oleh paras cantik Valerie dan bagaimana wanita itu menghipnotis seluruh pasang mata dengan keanggunan dan kecerdasannya dalam berbicara. Tidak salah, Theo telah membuat cucunya menjadi berlian berharga yang layak untuk di tunggu.


"Valerie Cameron, dia adalah cucu saya dan pewaris sah atas seluruh aset dan kepemilikan perusahaan. Mulai hari ini, saya, Theo Cameron, memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan seluruh wewenang serta tanggung jawab pada cucu saya!"


Mendengar hal itu, Calvin merasakan seluruh sendi di tubuhnya melemas. Laki-laki paruh baya itu memegang dadanya yang terasa nyeri. Hal paling bodoh yang ia lakukan seumur hidupnya adalah tidak menelusuri asal usul wanita yang dicintai oleh putranya. Calvin bahkan merasa takut, jika saja Theo telah mengetahui semua perbuatannya pada Valerie selama ini.


"Papa baik-baik saja?" tanya Rossa khawatir.


"Ayo keluar dari sini, Ma." Di bantu oleh Rossa, Calvin meninggalkan ruang pesta dan keluar dari gedung.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2