
Awal mulanya, Theo berterima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan serta rekan bisnis yang telah bersama dengannya selama puluhan tahun untuk mengembangkan bisnis bersama.
Laki-laki tua itu lalu menceritakan kisahnya tentang awal mula perusahaan itu di bangun. Semua orang menyimak dengan seksama proses keberhasilan Theo dalam membangun perusahaan yang kini telah menempati peringkat kedua dalam perusahaan terbesar dan terkaya di negara ini.
"Perusahaan ini mulai berkembang pesat saat anak saya, Antonio, mulai terjun ke dunia bisnis setelah menyelesaikan pendidikannya. Hanya saja, nasib buruk telah menimpanya beberapa tahun silam dan membuat saya kehilangan dia dan menantu saya untuk selama-lamanya."
"Hari ini, saya akan mengungkap sebuah fakta yang mungkin akan sangat mengejutkan bagi kita semua. Bahwa kecelakaan yang terjadi lebih dari sepuluh tahun yang lalu bukanlah sebuah kecelakaan biasa. Itu adalah sebuah pembunuhan yang di rencanakan!" terang Theo dalam sambutannya.
Sontak, seluruh isi gedung terkejut. Mereka saling pandang, saling berbisik satu sama lain, serta mulai menebak-nebak. Tidak terkecuali Damian dan istrinya, wajah keduanya berubah pucat.
Theo tersenyum di atas podium, ia memberi isyarat pada sang sekretaris lalu sekretaris tersebut menyerahkan beberapa lembar kertas.
"Semua ini adalah bukti yang telah saya kumpulkan." Theo memperlihatkan kertas di tangannya untuk di sorot kamera. "Saya mengetahui kenyataan itu sejak awal, namun saya tidak bisa menangkap pelakunya karena banyak alasan. Namun kini, saya tidak lagi ragu. Penjahat harus di hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya!" lanjut Theo.
__ADS_1
Damian membulatkan matanya lebar. Ia menggandeng sang istri dan berdiri dari kursi. Keduanya hendak meninggalkan tempat, namun sayang, beberapa anggota polisi yang sudah memantau mereka sejak awal telah siap dengan borgol dalam genggaman.
Lampu sorot yang awalnya fokus pada Theo yang berpidato di atas panggung, kini beralih pada keributan yang terjadi di depan panggung. Damian dan sang istri memberontak saat polisi memasang borgol di tangan mereka.
Semua orang panik dan tidak percaya, bahwa orang yang mereka pikir sebagai orang kepercayaan Theo selama bertahun-tahun, adalah pembunuh anak kandung Theo yang sesungguhnya.
Di kursinya, Calvin dan Rossa hanya diam mematung. Mereka tidak bisa berkata-kata. Kenyataan ini sangat mengejutkan dan tidak disangka.
Kepanikan pun dialami oleh Elena, ia berusaha membantu kedua orang tuanya dan membela mereka. Elena menangis, ia memohon agar polisi melepaskan kedua orang tuanya. Elena bahkan berlari ke atas panggung, duduk berlutut di hadapan Theo.
"Ini semua kebenaran, Elena. Dan kejahatan mereka, membuat Kakek terpaksa harus mengasingkan sepupumu ke tempat yang jauh. Karena Papamu tahu, selama keturunan Kakek masih hidup, dia akan menjadi pewaris yang sesungguhnya!" tegas Theo.
Sontak, ingatan Elena tertuju pada wanita yang duduk tenang di samping Brian. Valerie!
__ADS_1
Semua orang kebingungan. Rahasia apa lagi ini? Kenyataan apa lagi yang akan Theo sampaikan? Perayaan hari jadi ini seakan berubah menjadi sebuah pengadilan.
Di tempat duduknya, Valerie masih tenang bersama Brian. Wanita itu hanya menunggu sampai waktunya tiba. Sementara Brian, entah mengapa ia bahagia atas penderitaan yang dialami oleh Damian, karena dengan kejadian ini, maka kedua orang tuanya akan berhenti memaksanya menikahi Elena.
"Kebetulan sekali, karena fakta telah terungkap, maka saya akan memberi sebuah kejutan. Di tengah-tengah kita semua, ada seorang wanita muda yang sangat cantik. Dia adalah anak yang dikabarkan tewas dalam kecelakaan bersama kedua orang tuanya."
"Sekarang dia sudah dewasa, dan dia siap untuk memimpin perusahaan karena saya akan menyerahkan semua hak dan kepemilikan padanya."
"Mari kita sambut, cucu yang paling saya sayangi dan saya cintai. Valerie Cameron!" seru Theo.
Brian hampir saja terkena serangan jantung. Ia langsung memutar kepalanya dan menatap wanita yang duduk di sampingnya.
"Aku akan segera kembali," bisik Valerie. Ia bangkit dari kursi dan berjalan anggun menuju podium.
__ADS_1
🖤🖤🖤