My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Bangga Padanya


__ADS_3

Sebuah acara yang mewah dan penuh dengan kumpulan konglomerat ini semakin meriah tatkala pengumuman pertunangan antara Brian dan Valerie di umumkan.


Siapa yang tidak mengenal Brian?


Sosok laki-laki tampan yang menjabat sebagai presiden direktur utama sebuah perusahaan makanan instan besar di negara ini. Meski laki-laki itu sudah menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya beberapa waktu lalu, nyatanya pengunduran itu belum disetujui oleh Calvin dan Brian masih memiliki jabatan tersebut.


Semua orang tidak bisa mempercayai, bagaimana jadinya jika dua pewaris perusahaan terbesar dan terkaya di negara ini menjadi sepasang kekasih, atau bisa dibilang sepasang calon suami istri? Hal itu tentu akan sangat mengejutkan publik dan khalayak ramai, terutama di dunia bisnis.


Brian menggandeng Valerie kembali ke tempat duduk mereka semula. Setiap orang tersenyum dan menyapa keduanya dengan ramah. Rasa kagum tidak bisa orang-orang sembunyikan saat melihat kecocokan antara Brian dan Valerie.


"Adakah sesuatu yang ingin kau tanyakan?" tanya Valerie pada Brian. Wanita itu paham, Brian pasti punya seribu pertanyaan di kepalanya tentang apa yang sudah terjadi. Terlebih tentang asal usul serta alasan Valerie menyembunyikan hati dirinya selama ini.


"Aku hanya ingin menanyakan satu hal padamu," jawab Brian. Ia meraih kedua tangan Valerie dan menggenggamnya erat.

__ADS_1


"Apa itu?"


"Maukah kau menikah denganku?" tanya Brian. Ia menatap mata Valerie dengan serius. Ada keinginan yang menggebu, ada rasa yang tidak bisa terkontrol.


Valerie terdiam beberapa saat. Entah sudah berapa kali Brian membahas pernikahan sejak laki-laki itu menyatakan perasaannya. Namun kali ini, suasana dan raut wajah laki-laki itu tampak berbeda, seolah ia tidak lagi ingin menunggu dan menantikan jawaban saat ini juga.


"Ya!" jawab Valerie singkat, padat dan jelas.


Brian tersenyum senang, ia merasa lega, jawaban inilah yang ia nantikan selama ini. Brian mencium kedua punggung tangan Valerie. Di antara seluruh dunia yang ada dalam genggaman tangannya, Valerie adalah hal terbesar yang ia inginkan.


"Kau bercanda? Mereka pasti merestui kita." Brian hampir tertawa mendengar keluhan kekasihnya. Kini apa lagi yang menjadi masalah, Valerie bukan sembarang wanita, apa yang bisa Calvin dan Rossa lakukan untuk menolak menantu sehebat Valerie.


"Aku hanya khawatir."

__ADS_1


"Jangan pikirkan apapun, jangan. Kau hanya perlu fokus padaku!"


"Tapi mereka tidak di sini," ucap Valerie sedih. Bagaimana bisa mereka bertunangan tanpa kehadiran orang tua Brian.


"Besok, kita akan menemui mereka bersama. Yakinlah bahwa tidak akan ada masalah," ujar Brian meyakinkan.


Meski kini keberadaan Calvin dan Rossa tidak diketahui, Brian tidak mempermasalahkannya. Ia tetap setuju untuk bertunangan dengan Valerie tanpa kehadiran mereka.


Brian memahami rasa malu dan takut yang timbul di hati kedua orang tuanya setelah mengetahui kenyataan mengejutkan tentang Valerie. Terlebih jika Theo juga mengetahui semua hinaan yang Calvin lontarkan pada cucunya, hal itu pasti bisa menimbulkan masalah.


Setelah Brian berusaha meyakinkannya, Valerie kini menjadi tenang. Keduanya menikmati pesta bersama, Valerie menceritakan pada Brian tentang masa kecilnya, tentang kedua orang tuanya, serta bagaimana mereka meninggal karena kecelakaan.


Brian merasa bangga pada Valerie, meski ia kehilangan kedua orang tuanya dan mengetahui siapa pembunuhnya, Valerie tidak melakukan hal-hal yang melewati batas. Wanita itu memilih untuk menyerahkan semuanya pada hukum.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2