My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Pesta pernikahan yang dilangsungkan di dua tempat berbeda ini berlangsung meriah. Untuk acara inti, hanya ada beberapa puluh tamu undangan yang diperbolehkan menyaksikan secara langsung prosesi pernikahan serta pengucapan janji suci kedua mempelai di rumah mempelai wanita.


Namun setelah prosesi sakral itu usai, pesta berpindah ke sebuah gedung megah terbesar yang berada di pusat kota. Di sana, sudah ada ratusan tamu undangan yang telah hadir. Mereka dengan gembira menyambut kedatangan sepasang kekasih yang baru saja resmi menjadi pasangan suami istri.


Saat Valerie dan Brian sedang bersantai setelah kalah berdansa, seorang tamu yang tidak asing datang menghampiri mereka.


"Selamat atas pernikahan kalian. Aku turut bahagia," ucap Noah. Laki-laki itu memeluk Brian, mengusap punggung teman sekaligus sahabat baiknya.


"Terima kasih, terima kasih sudah datang."


"Hai, V. Selamat atas hari bahagiamu," ucap Noah. Ia meraih tangan Valerie, berkeinginan untuk memberi pelukan pada wanita itu untuk yang terakhir kalinya. Namun setelah berpikir singkat, Noah mengurungkan niatnya. Ia hanya bersalaman untuk memberi sebuah ucapan.


"Terima kasih, Noah." Valerie tersenyum, ia merasakan tangan laki-laki itu bergetar.


Ada perasaan bahagia juga sedih dan kecewa di hati Noah. Namun kini semua itu tidak lagi berarti, Valerie telah menjadi milik orang lain, dan ia harus merelakannya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Noah," lirih Valerie.


"Hmm, seharusnya aku yang meminta maaf padamu, Noah. Maaf karena telah ...." ucap Brian.


"Tidak, tidak. Jangan mengasihani ku seperti ini. Ini adalah hari bahagia kalian, jangan pikirkan aku," sela Noah sebelum Brian menyelesaikan perkataannya.


"Brian, aku percaya kaulah yang terbaik. Jangan pernah mengecewakanku," ujar Noah sambil tersenyum.


Brian memeluk Noah, mengakui kehebatan teman baiknya. Dengan tangguh dan besar hati, Noah tetap mengutamakan persahabatan mereka dibandingkan perasaan pribadinya. Brian merasa jika ia tidak akan sanggup andai saja mereka bertukar posisi.


Brian mengajak Noah berkeliling, memperkenalkan teman baiknya pada rekan bisnis yang ada di sana. Sementara Valerie, ia berbincang dengan beberapa kenalan yang secara tidak sengaja mengenalnya sebagai instruktur senam handal beberapa bulan yang lalu.


"Terima kasih sudah datang," ucap Valerie.


"Pesta yang mewah. Selamat atas pernikahanmu, V."

__ADS_1


"Terima kasih, Elena. Bagaimana kabarmu? Kakek mencemaskanmu."


"Aku butuh waktu menyendiri, aku butuh waktu untuk menenangkan diri. Aku juga harus sering mengunjungi orang tuaku agar mereka tidak mengkhawatirkan ku."


"Apa mereka baik-baik saja?" tanya Valerie.


"Mereka dalam keadaan sehat."


"Syukurlah." Valerie tersenyum, mengusap pundak Elena. "Datanglah ke kantor, kau bisa bekerja bersamaku. Kau tahu, Kakek tidak akan memberimu uang secara cuma-cuma," lanjutnya .


Elena tertawa kecil. Valerie pasti tahu bahwa selama ini ia hanya menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dan menghabiskan uang kedua orang tuanya. Elena bahkan tidak pernah sekalipun melakukan sebuah pekerjaan yang berarti. Kehidupannya hanya penuh dengan pesta pora dan foya-foya.


Namun kini, dunia seakan berbanding terbalik. Elena tidak lagi punya mesin penghasil uang. Maka sudah seharusnya ia mulai merubah hidupnya.


"Baiklah, aku akan datang ke kantor nanti," jawab Elena.

__ADS_1


Dari kejauhan, Theo memperhatikan dua cucunya yang terlihat mengobrol dengan akrab. Laki-laki tua itu merasa sangat bahagia. Ia memiliki seorang cucu yang tangguh, kuat dan berhati luas seperti Valerie, juga memiliki Elena yang sabar dan ikhlas menerima nasibnya yang sedang di uji.


...🖤🖤🖤...


__ADS_2