My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Berkencan


__ADS_3

Tujuan kedatangan Brian pagi ini ternyata ingin mengajak Valerie pergi. Laki-laki itu sengaja datang pagi hari karena khawatir Valerie mempunyai rencana lain hari ini.


"Bagaimana? Kau tidak sedang sibuk, kan?" tanya Brian. Laki-laki yang biasa ia temui dengan pakaian jas yang rapi itu pagi ini tidak kalah tampan dengan celana jeans pendek dan kaos oblong berwarna putih.


"Ke mana?" tanya Valerie. "Tiba-tiba sekali."


"Hanya berjalan-jalan, menonton film, berkeliling, mencari makanan enak, atau membeli sesuatu. Dalam kata lain, aku mengajakmu berkencan," jawab Brian.


"Berkencan?" Valerie balik bertanya dengan mata mengedip cepat. Apa ia tidak sedang salah dengar?


"Ya, berkencan. Aku pikir itu yang biasa dilakukan laki-laki untuk mendapatkan hati wanita," jelas Brian.


"Ah, begitu." Valerie mengangguk pelan sambil menelan ludah kasar. Mengapa laki-laki ini nampak sangat polos sekali, batin Valerie.


"Bagaimana? Aku mohon, pergilah denganku," bujuk Brian. "Aku sengaja tidak pergi ke kantor hari ini. Semua pekerjaan akan di urus oleh Max. Jadi, maukah kau ...."


"Hmm, baiklah." Valerie mengangguk.


Brian yang biasa memprioritaskan pekerjaan dibandingkan apapun, kini merelakan waktunya demi menemui Valerie. Dan untuk menghargai waktu yang telah laki-laki itu luangkan, Valerie merasa tidak enak hati jika menolak ajakannya. Terlebih, Brian sudah datang di hadapannya.


Mendengar persetujuan Valerie, Brian merasa sangat senang. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya ia meninggalkan pekerjaan demi menemui seorang wanita.

__ADS_1


Karena Valerie bahkan belum sempat mandi, Brian harus cukup bersabar untuk menunggu wanita itu bersiap.


Di dalam kamar, Valerie kesulitan mencari pakaian apa yang harus ia kenakan. Ia sering pergi bersama Noah, tapi tidak pernah kesulitan untuk menata penampilannya. Namun saat ini, ia bingung karena yang akan pergi bersamanya adalah Brian.


"Aku bahkan tidak punya gaun," keluh Valerie dalam hati. Menatap semua pakaian di lemari, akhirnya wanita itu memutuskan untuk memakai kemeja lengan panjang dengan perpaduan hot pant.


Satu jam kemudian, Valerie keluar dari rumah. Melihat Brian duduk melamun di teras sambil menatap lalu lalang kendaraan yang lewat di depan rumah.


"Apa kau lama menunggu?" tanya Valerie.


"Tidak sama sekali. Kau sudah siap?"


Brian tersenyum, mengulurkan tangannya dan menggandeng Valerie menuju mobil yang terparkir. Ada debaran aneh di dada Valerie, wanita yang biasa tangguh itu terlihat sekali kegugupannya.


Brian membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Valerie masuk. Lalu ia menyusul dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kau cantik," puji Brian. Ia melirik Valerie dan tersenyum, lalu kembali fokus pada jalanan.


"Terima kasih," ucap Valerie malu. Pipinya merona merah, jantungnya berdebar. Sejak mengenal Brian, ini adalah pertama kalinya laki-laki itu memberikan pujian pada Valerie secara langsung.


Valerie merasa ada sesuatu yang aneh. Apa Brian baru saja mempelajari sesuatu? Sikapnya tampak tidak biasa.

__ADS_1


"Aku sudah memesan tiket untuk film bagus, kau mau menontonnya?" tanya Brian.


"Tentu saja."


"Hmm."


Mobil segera melaju ke sebuah gedung bioskop di pusat kota. Karena ini adalah pertama kalinya Brian pergi bersama seorang wanita, ia cukup merasa gugup, namun Max membantunya menyiapkan segala hal yang perlu di lakukan.


Sesampainya di gedung bioskop, Valerie sudah melihat banyak orang ramai mengantre hendak membeli tiket. Namun petugas bioskop menolak mereka semua dengan alasan bioskop di tutup sementara.


"Sepertinya bioskop sedang tidak beroperasi," gumam Valerie.


"Tidak, ayo masuk," ajak Brian.


Brian dan Valerie di sambut bak seorang raja dan ratu. Mereka di persilahkan masuk dan diberikan pelayanan khusus berupa menu makanan dan minuman lengkap sebagai teman menonton.


"Aku menyewa gedung bioskop ini hanya untuk kita. Aku khawatir kau merasa tidak nyaman jika menonton beramai-ramai," jelas Brian.


Valerie meringis, seperti inikah pemikiran orang kaya?


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2