
Sebuah hari yang di nantikan setelah sekian lama telah tiba. Sejak insiden pertengkaran yang terjadi di rumah kos Valerie, Brian tidak bisa menemui Valerie demi melindungi wanita itu.
Brian telah setuju untuk datang ke pesta perayaan hari jadi perusahaan milik keluarga Elena dan hal itu membuat kedua orang tuanya semakin memperketat pengawasan. Calvin dengan ketat mengawasi setiap gerak gerik Brian bahkan mengirim orang khusus untuk mengawal putranya selama dua puluh empat jam. Hal itu Calvin lakukan agar Brian tidak lagi menemui Valerie.
Tanpa diketahui, Brian sudah mengetahui semua yang Calvin lakukan. Brian terpaksa menuruti semua rencana dan permainan Calvin untuk menjaga Valerie tetap aman.
Meskipun tidak bisa saling bertemu, Brian selalu memperhatikan Valerie dengan baik. Laki-laki itu selalu memastikan Valerie mendapatkan makanan dan pelayanan terbaik dari hotel tempatnya menginap. Brian pun selalu memberi kabar melalui pesan maupun telepon pada Valerie.
Namun hari ini, Brian dengan sengaja mengirim Max untuk menemui Valerie ke hotel. Hanya Max satu-satunya orang yang mendukung hubungan mereka dan bisa dipercaya oleh Brian.
"Ada apa? Aku baik-baik saja," ujar Valerie saat menyambut kedatangan Max. Laki-laki itu datang membawa sebuah bingkisan berukuran besar.
"Aku datang sebagai kurir pengantar barang " jawab Max sambil tertawa kecil.
"Masuklah."
__ADS_1
Valerie mempersilahkan Max masuk. Max melihat sekeliling, rupanya Brian tidak pernah main-main dengan apa yang ia lakukan. Ia bahkan memberikan Valerie sebuah kamar VIP dengan segala perabotan mewah dan lengkap. Max kagum, Brian jatuh cinta pada pandangan pertama dan langsung tergila-gila pada sosok Valerie.
"Kamar yang bagus," gumam Max.
"Hmm." Valerie mengangguk. Ia masuk ke dapur dan membuat minuman.
"Bos pasti sangat tergila-gila padamu sampai menyewa kamar hotel semewah ini dalam jangka waktu satu minggu. Biayanya melebihi gajiku selama satu bulan, V," seloroh Max dengan gelak tawa lebar.
Dari arah dapur, Valerie berjalan mendekati Max dengan membawa nampan dengan dua gelas jus jeruk segar. Ia enggan menanggapi perkataan Max yang hanya menggodanya.
"Apa ini?" tanya Valerie bingung. Ia tidak tahu jika Max datang untuk mengirim sesuatu, sementara Brian mengatakan padanya jika Max datang hanya untuk melihat keadaannya.
"Gaun pesta, perhiasan, sepatu, tas dan segala pernak-perniknya," jawab Max.
"Untuk apa? Aku tidak meminta semua ini. Aku masih punya beberapa gaun baru," keluh Valerie.
__ADS_1
"Sudahlah, V. Ini perintah dari yang mulia. Jika kau menolaknya, bisa-bisa aku yang terkena amarahnya."
"Tapi, kan ...."
"Dan, ya. Akan ada penata rias yang datang pukul enam petang nanti untuk membantumu berdandan, Bos mengirimnya agar kau tidak perlu repot."
"Max!"
"Ssssttt!!!! Jangan protes padaku, protes saja pada pacar barumu itu!"
Valerie menghela napas panjang. Ia membuka satu persatu kotak bingkisan yang terbungkus rapi. Sebuah gaun pesta malam berwarna navy dengan taburan berlian swarovski yang tampak sangat mewah dan berkelas. Di kotak lain, set perhiasan dari anting, kalung hingga gelang berwarna senada terpampang indah di depan mata. Tidak lupa, sebuah hight heels berwarna silver mengkilat juga ada di sana.
"Aku tidak yakin, apa Bos benar-benar tahu ukuran kakimu?" tanya Max meledek.
🖤🖤🖤
__ADS_1