My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard
Kalian Adalah Pelaku


__ADS_3

Menghilangkan nyawa adalah kejahatan yang sangat berat. Bahkan jika ditukar dengan segudang uang sekalipun, tidak akan sebanding dengan nyawa yang sudah melayang juga kesengsaraan yang di alami oleh orang yang di tinggalkan.


Valerie bisa memaafkan segala kesalahan orang yang menyakitinya, tapi ia tidak bisa memaafkan orang yang telah merenggut paksa nyawa kedua orang tuanya.


Karena kehilangan orang tua, Valerie harus diasingkan lebih dari sepuluh tahun. Ia tidak bisa bergerak bebas untuk bertemu kakeknya, atau bahkan sekadar berkunjung ke makam ke dua orang tuanya.


Selama itu, Valerie hidup di tempat yang jauh, bersama orang lain yang sudah ia anggap sebagai orang tua pengganti. Sampai ia menginjak dewasa, barulah Valerie hidup dengan mandiri.


Valerie mengalami berbagai mimpi buruk tentang kematian orang tuanya. Insiden mobil yang terguling serta suara ledakan keras membuat Valerie merasakan ketakutan seumur hidupnya. Sementara pelakunya, bisa bernapas dengan lega, menikmati jabatan serta kehidupan mewah bersama keluarganya.


"Nak, Cucuku. Jika kau tidak ingin menemui mereka, tidak apa. Kakek akan menemui mereka sendiri," ujar Theo. Ia khawatir jika Valerie tidak bisa menahan rasa kesal dan amarahnya jika dipertemukan dengan kedua pelaku.


"Tidak, Kakek. Aku harus menemui mereka," jawab Valerie.

__ADS_1


Theo menghela napas panjang. Ia tidak bisa melarang Valerie jika wanita itu sudah bersikeras.


Setelah berbincang dengan kepala penyidik kepolisian, kini Valerie dan Theo di antar oleh Noah menuju ruang tempat Delia di tahan. Delia di tempatkan di tempat yang berbeda dari suaminya, hal itu untuk memudahkan penyidik dalam mengorek informasi yang jujur dari kedua belah pihak.


Valerie meminta mereka di pertemukan dalam sebuah ruangan yang lebih nyaman, entah apa alasannya, Valerie tidak ingin menemui sang Bibi dibalik jeruji besi. Dengan permohonan Theo, pihak kepolisian menyetujuinya. Mereka di pertemukan di dalam kantor penyidik dan diberi kesempatan untuk mengobrol secara pribadi.


"Valerie, itu kau?" tanya Delia dengan nada bergetar. Suaranya serak karena terlalu banyak menangis, juga penampilan yang amat berantakan membuat Valerie merasa iba.


"Aku tidak ingin memanggilmu bibi," ucap Valerie pelan.


"Maafkan Bibi, Valerie. Maafkan Bibi. Bibi menyesali semuanya, maafkan Bibi," ucap Delia tersedu-sedu.


"Kemana saja kau selama ini? Kau menyesal karena takut dengan hukuman dan keadilan. Tapi selama ini kau dan suami serta anakmu menikmati kehidupan yang mewah dengan segala hal yang kalian curi dari kami. Apa selama ini kalian tidur dengan nyenyak?" tanya Valerie dengan tatapan tajam menusuk. Wajahnya datar, namun dalam hati ia ingin menjerit kesakitan.

__ADS_1


Delia tidak bisa menjawab, ia hanya menangis, merenungi setiap perkataan Valerie dan menyadari kesalahannya. Kini penyesalan pun tidak ada gunanya.


"Kalian membuatku kehilangan kedua orang tuaku. Kalian membuat aku menjalani hidup penuh dengan trauma dan ketakutan seumur hidupku!" bentak Valerie. Setetes air matanya jatuh.


"Sudahkah kalian puas menikmati hidup mewah bergelimang harta selama ini?"


"Kalian puas?"


"Kalian puas telah mendapatkan apa yang kalian inginkan?"


"Apa kalian tahu? Orang tuaku merasakan kesakitan luar biasa saat kecelakaan itu, lalu mereka menyerah dan berakhir dengan terbaring kaku di bawah tanah. Aku, yatim piatu!"


"Tidak akan ada kata maaf, tidak akan ada kesempatan kedua. Kalian harus bertanggung jawab, aku akan memastikan bahwa kalian akan menderita sampai sisa usia kalian!" seru Valerie.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2