My StuPid Girl

My StuPid Girl
10. Stalking


__ADS_3

Begitu sampai di rumah Quinsya dan Azmi langsung bekerja keras di depan laptop milik Azmi, pria itu seperti biasa menggunakan program milik papi Rafa untuk mencari data orang lain, program milik rafa itu sampai sekarang masih tidak di beri tau pada public karena akansangat dicari cari jika tau ada pogram seperti itu, seperti warisan program itu hanya digunakan oleh keluarga Rafa saja, termasuk anak-anaknya, bahkan Azmi meng-upgrade program buatan papi Rafa menjadi lebih hebat.


“Bang tolong panggilin Caca sama Azmi di kamarnya” ujar Cessa pada putra sulungnya.


Aryan hanya mengagguk dan segera berdiri dari tempat dia duduk, pria itu berjalan menuju kamar untuk memanggil kedua saudara kembarnya.


“Masih stalking? Tuh di suruh turun makan malam” ujar Aryan begitu sampai di kamar Quinsya.


“Bentar bang caca lagi save foto foto Muse caca” Quinsya terlihat acuh dengan perintah abangnya.


“azmi!” Aryan menatap Azmi dengan tatapan peringatan.


Azmi yang ditatap langsung nyengir dan menarik adiknya, “Dek sebaiknya kita turun atau__” Azmi memberi kode pada Quinsya agar melihat Aryan yang sedang berkacak pinggang menunggu mereka di depan pintu. Kedua remaja itu memang nakal tapi mereka tidak bisa membantah Aryan jika pria itu sudah dalam mode Aktif.


“Oke ayo makan” Seru Quinsya semangat dia langsung merangkul lengan Azmi, kedua orang itu bersenandung berdua.


.


“Waahhhh adek sama abang tumben kompak gini” goda Cessa saat melihat putra kedua dan putri bungsunya akur, biasanya dua anak itu selalu bertengkar.


“Iya dong mi, abang bantuin caca” seru Quinsya semangat.


“Hmm? Bantuin apa, sayang?” cessa mulai penasaran dengan bantuan yang membuat putrinya tidak bertengkar dengan abangnya.


“Stalking cowok mi” bukan Azmi atau Quinsya yang menjawab, melainkan Aryan yang menjawab dengan nada datar.


“A-A-Apa? Hah? Telinga mami gak salah dengar kan?” Cessa terbelalak kaget mendengar ucapan Aryan.


“Mami gak salah dengar, mereka lagi stalking cowok” ulang Aryan.


“Cowoknya kenapa di stalking Ca?” Rafa ikutan bertanya karena penasaran.


Quinsya nyengir sambil menunjukkan giginya, “Muse caca pi, kemarin caca ketemu tapi gak berhasil caca dapatkan, sekarang caca ketemu lagi, sepertinya dia jodoh caca pi” jawab caca dengan lancer.


“Huk huk huk, A-a-apa Jo-doh? Sejak kapan caca mengerti tentang jodoh ? caca masih 15 tahun belum boleh suka-suka sama orang sayang” Rafa langsung panik, sebagai papi yang sangat menjaga putrinya rafa bahkan menyeleksi teman kedua putranya bahkan semua teman putrinya juga di seleksi.

__ADS_1


Opa harry dan oma dona yang ada disana mengulum senyum mereka melihat tingkah rafa yang mulai panik karena anak gadisnya mulai beranjak dewasa.


“Ihh papi caca susak loh cari muse yang sesuai dengan kriteria caca, Cuma satu ini aja pi jangan jauhkan dari caca ya pi” pinta Quinsya dengan mata berbinar binar layaknya meminta ice cream.


“Ga_”


“Caca mau sekolah di tempat yang sama dengan abang pi, tapi syaratnya papi bolehkan caca dekat sama muse caca” potong Quinsya cepat sebelum si papi tampan mulai dengan otoritas nya.


“Ta_” ucapan Rafa kembali terpotong karena tangan Cessa menggenggam tangannya unuk berhenti bicara.


“Hmm caca boleh dekat tapi gak boleh pacaran ya sayang” ujar cessa.


Quinsya berpikir sebentar lalu mengangguk setuju, “Iya, tapi kapan caca boleh pacarannya mi?”


“saat caca udah nikah” itu adalahjawaban paling aman yang bisa cessa berikan. Kalau dijawab 17 tahun rafa akan mengamuk tapi kalau dijawab 20 tahun Quinsya yang akan protes.


“Yahh lama lagi. .” Quinsya menghentikan ucapannya sebentar.


“Waktu itu cepat berlalu sayangnya opa, nanti tidak terasa caca udah besar aja, tapi untuk pacaran itu dilarang agama, enak pacarana setelah menikah jadi caca boleh pegang pegang” Opa harri ikutan berbicara pada Quinsya.


Quinsya mempercepat makannya, hingga membuat semua keluarganya bingung.


“kenapa cepat-cepat sayang?” selidik Rafa.


“Caca mau stalking jodoh caca lagi! Lagi dapat inspirasi ni otak caca” jawab Quinsya dengan polosnya, setelah makanan di piringnya habis, Quinsya langsung berlari menuju kamarnya lagi.


“Bagaimana cowok itu?” selidik Rafa pada kedua putranya yang masih ada di sana.


“cakep” jawab Aryan singkat.


“apa wajah papi kurang cakep buat jadi muse caca mi?” tanya Rafa pada cessa.


Cessa terkekeh kecil dan mencubit gemas pipi Rafa, “pi, liat ni menantu papi kalau udah menyangkut putri kesayangannya lupa sama istrinya sendiri” adu cessa.


“hahahha” opa harry hanya tertawa mendengar ucapan putrinya.

__ADS_1


“Gak gitu sayangku, kamu tetap nomor satu penguasa hatiku” rafa memberikan kecupan singkat pada istri cantiknya.


“Abang azmi kok gak jawab pertanyaan papi tadi?” tanya Cessa.


“abang lagi menyatu dengan latar, papi dan mami kalau mau cium-cium atau mesra-mesraan sana di kamar” protes Azmi, ketiga anaknya memang terbiasa melihat kemesraan papi mami nya yang tidak pernah berhenti, bahkan ketiganya tidak pernah melihat papi dan mami mereka bertengkar selalu terlihat mesra dimanapun bahkan sering berciuman di depan anak-anak mereka, saat kemesraan itu terjadi ketiganya sudah terbiasa menyatu dengan latar.


“Jadi gimana cowok itu bang? Tadi kana bang ikut stalking” Rafa memulai kembali introgasinya.


“Dingin seperti papi, tapi tidak tau hangat atau tidak, coba aja tanya Ameer, mereka teman sekelas” ucap Azmi.


“jadi caca mau sekolah karena satu sekolah dengan muse atau apalah namanya”.


“Benar banger pi, dia tumbuh tanpa orang tua, tidak banyak foto di dalam media sosialnya, yang banyaknya foto candid yang di ambil orang lain, dan di posting secara diam-diam” jelas Azmi.


Rafa terdiam, tapi tangan hangat cessa membuat pria itu tersadar, “biar aja caca mau dekat dengan pria itu, kan ada abang azmi dan Aryan, mereka pasti bisa jadi kesatria caca, sekarang berkat pria itu caca mau sekolah cukup kita manfaatkan situasi ini” ucap Cessa berusaha menenangkan suaminya yang sedang was was karena anak gadisnya beranjak dewasa.


“haaahh, baiklah, abang jangan sampai caca melakukan hal yang aneh aneh dengan pria itu” ancam Rafa.


“tapi pi, sekarang ini caca lagi aktif aktifnya, gimana caranya untuk bertahan di sekolah yang baru?” azmi mulai menanyakan kekhawatiran yang dia pikirkan.


“Itu urusan papi kalian sama opa, kalian tenang aja opa mengenal pemilik sekolah itu, kalian tidak akan di perlakukan seperti di sekolah lama kalian” ujar opa harry.


“opa benar, papi yang akan mengurus bagian dalamnya, tugas kalian hanya lakukan apa kata hati kalian, papi tidak pernah memaksa kalian untuk jadi anak baik atau anak nakal, hanya hormati yang lebih tua dan jangan merugikan diri sendiri atau orang lain” ucap rafa.


Rafa memang tidak pernah memaksa ketiga anaknya mau jadi apa, terutama untuk Quinsya, sejak kecil gadis itu selalu diam menonton orang lain berlari dan melakukan hal yang dia suka, sekarang saat gadisnya sudah bisa berlari, rafa tidak ingin menahan putrinya atau mengatur hidup putrinya, begitu juga dengan cessa.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


bonus pict


si polos Quinsya sedang stalking



__ADS_1


__ADS_2