My StuPid Girl

My StuPid Girl
13. Malu


__ADS_3

Ameer dan Aryan datang mendekati kerumunan Quinsya dan Sagara.


“Maaf semuanya ada apa ini?” tanya Ameer, sementara itu Aryan ikutan berjongkak melihat adiknya Quinsya masih berjongkok melihat siswi yang tadi terjatuh.


“Ca~” panggil Aryan pelan.


“bang, kalau Muse pose jatuh seperti itu keren banget pasti” bisik Quinsya pada Aryan.


Aryan menghela nafas panjang, tenyata adiknya bukan sedang tersudut melainkan Quinsya sedang menghayal tentang Sagara.


“Itu anak baru sengaja nyenggol Fani agar dia jatuh” tuduh teman Fani.


Satu persatu teman-teman fani juga ikutan menuduh Quinsya si pembuat onar.


“Enggak, orang caca Cuma menghindar dari orang yang mau menyenggol caca” jawab caca polos.


“Mana ada maling ngaku!” desak teman Fani yang lainnya.


“Ohh gue ngerti, bro, ini gara-gara cemburu sama lo mereka jadi bully saudara sepupu gue” Ameer menepuk bahu Sagara yang masih berdiri datar di sana.


“. . .” seperti yang sudah Ameer tebak, Sagara tidak akan mengeluarkan suara emasnya.


“Gini aja, coba_”


‘ting’


‘ting’


‘ting’


‘ting’


Semua ponsel siswa yang ada di sana langsung menerima sebuah video kejadian yang baru saja terjadi, pelakunya adalah Aryan. “Liat dan jangan menuduh lagi” ujar Aryan, “yuk dek, kita makan”


“Oke ayo makan makan, makan makan” Quinsya, Aryan dan Ameer kembali ke kursi mereka bersama sagara juga, karena tadi Ameer sengaja menarik sagara untuk ikut makan bersamanya.


Semua orang masih tidak percaya sebuah pesan spam berisi video baru saja masuk ke akun WA mereka, pengirimnya @hackknight2.


Video itu berdurasi 3 menit, berisi tentang bagaimana Quinsya menghindari orang yang hendak membuatnya terjatuh dan tersiram air dingin.


Mata semua orang kini menatap Aryan, kenapa dia bisa mengirimkan semua video itu. Bukan Aryan yang sebenarnya mengirim, Aryan hanya mengambil yang menjadi hacker adalah saudara kembar Aryan yaitu Azmi.


🍄Flasback ON🍄

__ADS_1


Mata Aryan tidak lepas dari Quinsya, dia tidak mau adiknya kembali di beri tuduhan palsu, karena dia teledor tidak menjaga Quinsya.


Saat melihat tidak jauh dari Quinsya ada gadis yang berjalan cepat kearah Quinsya, Aryan langsung mode siaga, dia mengambil ponselnya dan mulai merekam aksi siswi yang tadi mendekati adiknya.


Bibir Aryan sedikit menyunggingkan senyuman saat melihat bagaimana Quinsya menghindar sambil menarik tangan Sagara. Semuanya terekam oleh Aryan, dan saat itu juga Aryan mengirim pesan pada Azmi untuk mengirim video yang baru saja dia rekam, kepada semua pemakai WIFI di sekolah mereka.


Selama ada saluran internet Azmi dan Aryan mampu membobol system pertahanan sebuah ponsel atau sebuah program.


🍄Flashback OFF🍄


Sagara tampak takjub melihat Quinsya yang tidak malu makan di depan pria sekarang sudah mangkuk ketiga yang dia makan, di sisi kiri dan kanannya ada saudara kembar Quinsya yang siap sedia memberikan minuman jika Quinsya sedikit tersedak dan menepuk pelan punggung gadis itu, bahkan tanpa bicara kedua saudara Quinsya langsung menyiapkan kebutuhan Quinsya dengan cepat.


Seperti Ratu dan kesatria nya.


“gak perlu bingung, mereka memang begitu, sangat menjaga Caca” bisik Ameer pada Sagara yang masih memperhatikan interaksi tiga saudara itu.


“siapa yang bingung” jawab Sagara dingin.


Ameer sempat terdiam beberapa saat karena ini jarang-jarang Sagara menjawabnya.


“Ya ampun ca, tu udah piring ke berapa ca?” Amira yang baru keluar dari kelasnya duduk di sebelah adiknya. Amira memang tidak satu kelas dengan saudara kembarnya, karena gadis itu memilih untuk masuk IPS bukan IPA.


“Piring ke 3” Quinsya menunjukkan 3 jarinya pada Amira.


Pantas saja banyak mata yang melihat ke arah meja Quinsya.


“Gue yang ajak emangnya kenapa?” protes Ameer, saat melihat tatapan tidak biasa dari Amira.


“Hai saga” sapa amira dengan santai.


Sagara hanya menjawab dengan anggukan tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari mulutnya.


“Muse lagi sariawan ya?” tanya Quinsya dengan polosnya.


“Huk huk huk” Sagara yang baru memakan sesuap makanannya langsung tersedak karena pertanyaan polos yang dilontarkan Quinsya. Sementara itu Ameer tertawa keras sambil menepuk nepuk punggung Sagara.


“Biasa si saga emang pendiam tuh persis saudara kembar lo si Aryan” tunjuk Ameer pada Aryan yang sedang menikmati minumannya.


“Ohhh~ bagus deh jadi bisa duduk diam selama beberapa jam kan?” tanya Quinsya.


“emang untuk apa ca?” bukan Sagara yang bertanya, melainkan Ameer menggantikan posisi sagara untuk bertanya.


“jadi muse caca, duduk se_” mulut Quinsya langsung di bekap oleh Aryan hingga Quinsya gagal untuk melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


“Maaf bro, ni anak kalau udah On ucapannya melantur” ujar Aryan.


Quinsya masih berontak di dalam bekapan Aryan.


“Ca, gue boleh tanya?” tanya Ameer.


Quinsya menjawab dengan anggukan pelan.


“kenapa lo mau jadikan sagara sebagai muse buat lo? Lo suka sagara?” pertanyaan Ameer cukup membuat orang yang berada disekitar meja itu cukup penasaran termasuk Sagara.


“Suka” jawab Quinsya cepat setelah Aryan melepaskan bekapannya.


‘Deg’ jantung sagara berdetak aneh begitu menatap mata Quinsya dan mendengar pernyataannya.


“gue gak mau pacaran” ujar Sagara membalas pernyataan Quinsya.


“siapa yang minta pacaran! Gak boleh pacar pacaran itu, papi bilang pacaran itu dilarang agama, tadi kan tanya caca suka apa gak sama Muse, ya caca jawab suka” jelas Quinsya dengan sangat lancar tidak ada keraguan sedikitpun dari ucapannya.


“jadi caca suka sama Saga?” selidik Amira dia sedikit melirik pada sahabatnya yang memandang Quinsya sedikit tidak suka.


“Iya” jawab Quinsya dengan polosnya.


“Lo gak malu ya, ngomong suka di depan orangnya langsung” sindir Rina.


“Muse marah? Caca suka kok harus jawab gak suka, bang caca salah ya?” Quinsya menatap kedua abangnya yang di kiri dan kanan, lalu menatap kembali pada sagara. “Gak boleh ya caca suka sama muse?”


“huk huk” Sagara mengalihkan pandangannya dengan berpura-pura batuk.


“Muse, marah ya sama caca, kata-kata suka itu tidak boleh di ucapkan pada muse ya?” Quinsya menggenggam tangan Sagara yang kebetulan ada di atas meja, mata gadis itu sudah memelas menatap sagara.


‘Deg’ kembali detak jantung sagara terdengar aneh, pria itu baru pertama kalinya menghadapi wanita jenis quinsya.


Gadis itu memang mengatakan dengan jujur suka pada sagara tapi tidak memaksa untuk memiliki sagara, atau menyambut perasaan yang baru saja dia sampaikan.


“Lo gak malu ditolak Saga” sindir rina sekali lagi.


“kenapa malu?” tanya Quinsya sekali lagi dia memandang Rina dengan wajah polosnya.


...🌸🌸🌸🌸🌸...


bonus pict


__ADS_1



__ADS_2