My StuPid Girl

My StuPid Girl
97. Terbongkar


__ADS_3

“Bang~ abang marah?” tanya amira pelan. Saat ini kedua orang itu sedang diberikan waktu untuk berduaan oleh almeer, tapi almeer masih bisa melihat apa yang mereka lakukan, namun tidak bisa mendengar apapun yang mereka katakan.


Vito menggelengkan kepalanya pelan, “aku merasa kecil, kalian umurnya lebih muda dari aku, tapi sudah memiliki pekerjaan sendiri dan sudah tau ingin melakukan apa di masa depan” gumam Vito pelan.


Amira menggenggam tangan kekasihnya dengan erat, “Abang juga masih muda, hanya beda setahun dengan kami, jangan putus asa hanya karena almeer menyindir abang” lirih Amira.


“Tapi yang dikatakan Al emang ada benarnya, aku gak bisa apa apa selain mengharapkan warisan dari orang tua saja” lirih Vito.


“Lalu abang akan menyerah? Jika abang menyerah untuk bersama mira dimasa depan, mira tidak masalah, kita belum terlalu jauh melangkah, jadi hubungan kita masih bisa pisah kapan saja”.


Vito menggeleng cepat dan mengusap wajahnya dengan tangannya, setelah itu dia menatap mata amira dengan lekat, “Mir, kamu mau gak nunggu abang setahun aja, abang mohon jangan pergi dari abang, abang benaran cinta sama mira, tapi abang gak punya kemampuan apa apa saat ini, setelah mendengar ucapan al, abang akhirnya sadar abang belum pantas bersanding dengan mira, abang jatuh cinta sama mira, sejak pertama kali liat mira di lapangan basket waktu itu, dan abang gak bisa melepaskan perasaan ini”.


Mira membalas ucapan Vito sambil tersenyum manis, “Abang mau apa? Kenapa minta mira menunggu?”


“abang mau fokus dengan UAS yang sekarang ada di depan mata, dan masa depan untuk bersama mira, kemungkinan abang gak akan bisa jalan dan menemani mira, abang ingin menjadi pria yang pantas untuk berada di sisi mira” ungkap Vito akhirnya.


“Maksudnya kita break?” tanya amira.


Vito menggeleng cepat, “gak abang gak mau, tapi abang Cuma minta kepercayaan mira buat nungguin abang, kemungkinan abang bakal jarang membalas pesan atau jalan dengan mira, jangan salah paham dan tetap percaya hati ini selalu ada buat mira”.


Amira kembali tersenyum menatap Vito, pria itu mengatakan kejujuran pada amira dan ini pertama kalinya amira merasakan ketulusan dan kejujuran dari seorang pria, “Baiklah, mira akan memberikan abang kepercayaan penuh, tapi jangan pernah khianati kepercayaan yang mira berikan” ujar amira.


Vito mengangguk dan mencium punggung tangan amira, “Terima kasih sayang, akan abang jaga kepercayaan yang mira berikan, bolehkan abang memeluk mira hanya sebentar?” tanya vito.


Amira melirik almeer lalu mengangguk pelan menjawab pertanyaan vito.


“Tunggu abang, dan jangan percaya ucapan orang lain, abang punya banyak penggemar abang takut mira di komporin oleh mereka” ujar vito sambil memeluk amira.


“iya, amira kan sudah bilang akan memberikan kepercayaan penuh” jawab amira.


“Lebih dari lima detik” suara almeer langsung membuat amira dan vito melepaskan pelukannya.

__ADS_1


“Ganggu aja, awas kalau lo punya cewek! Gue yang jadi bodyguardnya” sindir Amira.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Hari yang ditunggu tunggu akhirnya datang, sagara tampak acuh melihat seorang suster mengambil darah rehan, dan ayahnya dan dibawa ke laboratorium. Tidak seperti permintaan, mereka menunggu diluar laboratorium, karena riri bilang dia sudah percaya dan tidak perlu pembuktian.


Walau sedikit curiga, sagara tetap membiarkan saja apa yang dilakukan riri.


“Saga, dari mana kamu kenal pengacara dan pemilik rumah sakit ini?” tanya tante riri penasaran.


Sagara melihat Pengacara fajri yang masih setia menunggu bersama mereka, padahal dia pengacara yang sangat sibuk, lalu ada xelo yang juga bersama fajri menunggu agak jauh dari sagara dan keluarganya.


“. . .” sagara kembali hanya diam tidak menjawab apapun, seperti sifat lamanya dulu.


“Saga! Tante bertanya padamu!” amuk tante riri karena tidak mendapat jawaban dari sagara.


“teman” jawab sagara singkat.


“Teman special” jawab sagara lagi.


Tante riri langsung tersenyum sinis pada sagara, “jangan bilang orang itu adalah kenalan dari gadis yang kemarin bersamamu? Dia pasti mau memanfaatkan mu saga, dia tau ayahmu adalah seorang pengusaha kaya raya, mas adit, mas harus hati hati dengan teman yang dikatakan sagara, dia hanya memanfaatkan sagara saja, kemarin dia belanja menggunakan uang sagara semuanya, gadis itu memanfaatkan sagara” hasut Riri.


Aditya menatap sagara yang masih menampilkan wajah datar, “apa benar itu saga?”


“mas dia masih 16 tahun, dia udah dibuat buta oleh cintanya pada gadis itu” tambah riri, dia berusaha membuat sagara pisah dari wanita spesialnya, karena riri sudah merencanakan rencana baru jika dirinya ketahuan berbohong.


Sagara menghembuskan nafasnya sedikit kasar , “mau gue habis kan uang gue buat apapun itu terserah gue, sedikitpun gue gak pernah menggunakan uang yang ayah berikan, uang yang gue gunakan adalah hasil jerih payah gue sendiri, jadi tante jangan ikut campur” sagara akhirnya menatap sinis tante riri.


“Mas dengar sendirikan, mana mungkin dia punya uang, saga pasti pakai uang mas untuk membayar belanjaan gadis itu” sindir Riri.


“Cukup riri! Saga tidak pernah menggunakan uang yang aku berikan sedikitpun, aku sangat mengetahui itu, dan jika kebohonganmu terbongkar, jangan harap aku akan diam saja! Kamu harus menerima hukuman dariku! Aku akan membawamu ke pengadilan, atas pencemaran nama baik” ancam Aditya.

__ADS_1


“Ta-tapi mas, itu tidak mungkin, anak ini dapat uang dari mana untuk membayar belanjaan sebesar 10 juta? Tolong percaya aku mas”


“Itu urusan aku dan sagara, urusan kita tentang rehan anakmu!” ujar Aditya.


“Maaf pak adit, kami bisa permisi dulu, soalnya masih sekitar 5 jam lagi keluar hasilnya, kami masih banyak kerjaan yang harus di kerjakan” ujar fajri.


“Ya tidak apa, kami akan menunggu disini” kata Aditya.


“baiklah, saga om pergi dulu ya, jangan lupa makan siang” kata fajri dan xelo bersamaan.


“iya om, makasih” ucap sagara.


.


Jam demi jam berlalu, riri tampak semakin cemas menunggu hasil tes yang akan keluar, dia sudah yakin semua kebohongannya akan ketahuan dan dia tidak mau masuk penjara.


Kekasihnya juga tidak menghubungi, dia hanya berpesan untuk kabur saat hasil itu mau keluar, “Anu mas, riri mau permisi ke kamar kecil bolehkan?” tanya riri.


“pergilah” jawab Aditya acuh.


Setelah mendapat izin riri dan anaknya segera pergi meninggalkan sagara dan Aditya yang terdiam di sana, Aditya sebenarnya cemas dan takut jika itu adalah anaknya, pria itu cemas karena riri dengan percaya diri menunggu bersama mereka.


“Ayah tenang saja, hasilnya sudah pasti dia bukan anak ayah” gumam sagara.


“Apa maksud mu, saga?” tanya Aditya tidak mengerti.


Sagara menunjuk pada kursi yang tadi diduduki rehan dan riri, “mereka bukan ke kamar kecil tapi kabur” kata sagara dengan santainya.


...🍀🍀🍀🍀🍀...


maaf untuk yang pada menunggu Part Quinsya dan sagara, harap maklum ya, soalnya kita selesaikan satu persatu masalah yang ada, biar cepat mereka menikah.

__ADS_1


mohon dukungan quinsya dan sagara ya 😄😄


__ADS_2