My StuPid Girl

My StuPid Girl
125. Masalah Berakhir


__ADS_3

“hana, apa kamu memiliki impian dalam pernikahanmu? Seperti pernikahan di negeri dongeng, atau di taman yang mirip seperti taman peri?” tanya papi rafa.


Hana sedikit terkejut mendengar pertanyaan papi rafa, “Apa Hana boleh memilih? Caca saja belum merayakan resepsinya”.


Mendengar namanya disebutkan Quinsya langsung ikut angkat bicara, “Caca tunggu ayah Aditya benar benar sehat dan keadaan sudah aman” jelas Quinsya, aman yang gadis itu maksud adalah pengadilan yang sampai sekarang belum selesai dan masih sangat lama untuk diselesaikan.


“Papi tidak kekurangan uang hana, kamu boleh memilih kok, mau memilih pernikahan seperti apa, papi akan siapkan semuanya” ulang papi rafa, agar hana percaya pada dirinya.


Hana tampak ragu beberapa saat, tapi akhirnya dia bicara juga, “Hana mau pernikahan yang dilakukan di tepi pantai, apa boleh?” tanya hana sedikit takut.


Papi rafa mengangguk menyetujui permintaan hana, lagian mengadakan pernikahan di tepi pantai bisa sekalian liburan keluarga.


.


“Cieee yang mau nikah” ledek Quinsya sepanjang perjalanan pulang, Sagara dan Quinsya memang akan tinggal di rumah Quinsya untuk sementara menjelang ayah Aditya pulang ke rumahnya lagian Ayah Aditya masih perlu penjagaan dari dokter menjelang dinyatakan sembuh.


“Apaan sih ca, ngeledek terus” gerutu Azmi kesal, kalau dia sedang tidak menyetir mobil sudah sejak tadi dia akan membalas semua kejahilan yang dibuat lagi.


‘cckiiittt’ mobil yang dikendarai azmi berhenti di pinggir jalan secara mendadak, untung saja tidak ada orang yang berada dibelakang mereka. Azmi menoleh kea rah belakang dan menatap horror pasangan pasutri yang baru beberapa hari ini resmi menikah.


“kenapa kalian berdua duduk di kursi bekalang layaknya seorang bos? Sementara gue yang menyetir mobil?” tampak wajah azmi sudah mulai menggelap karena marah.


“Jangan marah marah bang, nanti caca kadu in hana baru tau loh, nanti hana kabur karena tidak mau dengan abang yang seperti ini” ujar Quinsya dengan santainya, dia malah bersantai di bahu sagara, “jalan lagi pak supir” tambah Quinsya sambil terkikik geli.

__ADS_1


Azmi menghembuskan nafas panjang sebelum kembali menjalankan mobilnya. “liat aja suatu hari nanti gue balas pada suami lo, dek” umpat azmi.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Sebuah pemakaman yang cukup bersih, 3 orang sedang berdiri di sebelah nisan yang bertuliskan nama Airi Handayani, disebelah makam itu juga ada makam kecil yang bertuliskan nama aditama Kurniawan, abang dari sagara yang sudah lebih dulu berpulang, Ayah Aditya, sagara, dan Quinsya, berjongkok sambil membersihkan beberapa rumput liar yang mulai menutupi kedua kuburan itu.


Setelah persidangan berakhir dengan hasil yang menyatakan ezra dan riri terkena hukuman seumur hidup atas pembunuhan berencana yang mereka rencanakan, Aditya dan sagara mendatangi kuburan airi dan adi, untuk menceritakan semua kisah mereka.


Mata Aditya tampak mulai berair, tangannya mengelus batu nisan airi, “Maaf, maaf airi, aku telah menjadi suami yang sangat jahat padamu, aku bukannya menyelesaikan masalah malah lari darimu, maaf aku belum bisa menemanimu di sana, maafkan aku airi” lirih Aditya, tidak terasa dia sudah mulai terisak pelan.


Sagara mengelus dengan pelan punggung Aditya memberikan support pada ayahnya.


“Bunda, maaf saga sudah lama tidak kesini, hari ini saga datang kesini dengan membawa istri sagara, maaf saga tidak tau jika bunda telah disiksa oleh orang orang itu, bunda harus bahagia di sana, saga akan selalu mengirimkan doa untuk bunda dan abang adi, bunda sudah bahagia jangan bersedih lagi ya bunda, ayah sangat mencintai bunda, saga jamin itu” ucap sagara.


Cukup lama ketiga orang itu berada di sana, setelah membacakan yasin, sagara mengajak istrinya untuk lebih dulu beristirahat di dalam mobil, karena keadaan saat itu sangat panas, sementara Aditya masih belum mau mengikuti mereka, dia masih ingin berdiam diri di sana.


“sayang kamu di sini aja dulu, mas mau ke supermarket sebentar” ujar sagara dengan lembut pada Quinsya, sagara memang mulai membiasakan dirinya memanggil mas jika berbicara dengan Quinsya.


Quinsya menggelengkan kepalanya, “ikut” rengek Quinsya.


“Di luar sangat panas sayang, mas mau membelikan minuman untukmu dan ayah, jadi di sini aja ya” bujuk sagara, tangan pria itu mengelus pipi quinsya dengan lembut. “hanya sebentar sayang, mas bakal lari”.


“Baiklah, jangan lama” rengek Quinsya lagi.

__ADS_1


Sagara tersenyum manis sambil memberikan ciuman pada bibir Quinsya, “baik sayang” ucap sagara sebelum benar benar keluar dari dalam mobil.


.


“Saga!” panggil seseorang saat melihat sagara sedang membayar barang belanjaannya.


Sagara sama sekali tidak menoleh karena dia tidak mengenal suara yang memanggilnya.


“Sagara!” teriak wanita itu sekali lagi, kali ini dia berdiri tepat dihadapan sagara dan menghalangi jalan pria itu hingga membuat mau tidak mau sagara harus berhenti.


“hmm?!” sagara hanya berdeham kecil menyahut panggilan itu.


“Lo jahat sama gue! Gara gara lo keluarga gue hancur! Gara gara papi Quinsya! Gue benci sama lo dan Quinsya, sekarang gue hanya hidup dengan mama gue! Kami hidup miskin karena opa tidak mau menanggung kami, lo harus tanggung jawab sama hidup gue saga!” pekik indah, dia sudah menangis berlinangan air mata.


Sagara tertawa meremehkan ke arah indah, “lo masih punya abang dan mama yang bisa menjadi tempat lo bersandar, lo juga masih punya kakek dari pihak mama lo, gue tidak melakukan kesalahan apapun, yang patut untuk bertanggung jawab, apa yang terjadi pada ayah lo, sudah menjadi kesalahan yang harus dia pertanggung jawabkan, karena papa lo, gue kehilangan bunda yang melahirkan gue, jangan merasa menjadi korban” sindir sagara, pria itu langsung menyingkirkan indah dari jalannya takut istri cantiknya akan kelamaan menunggu.


“Lo jahat saga! Padahal papa gue gak salah apapun, keluarga Quinsya telah mengatur semuanya, mereka membenci keluarga gue makanya dia membuat papa gue masuk penjara! Liat aja gue bakal balas dendam pada Quinsya!” pekik indah tidak terima.


Mendengar nama istrinya disebutkan sagara segera berjalan mendekat pada indah, menatap gadis itu dengan pandangan mengerikan.


“Berani lo nyentuh istri gue! Bakal gue bunuh lo tanpa ampun, gue gak takut tangan gue berdarah, untuk melindungi istri gue” ancam sagara.


...🌵🌵🌵🌵🌵...

__ADS_1


__ADS_2