
Amira menceritakan semua perlakuan serta ancaman dari teman temannya, dia menceritakan sambil terisak. Ameer mengepalkan tangannya kesal mendengar cerita bahwa adiknya di kerjai oleh para siswi siswi itu.
“Harusnya kakak gak perlu takut mengadu pada daddy, daddy tidak akan marah pada kakak, karena kakak gak bisa melawan mereka, jika kakak tidak bisa lawan, daddy yang akan melawan mereka, tidak usah malu mau di bilang anak daddy atau anak mommy, emang kenapa kalau anak daddy, kakak itu masih dalam perlindungan daddy, daddy jadi sedih kakak gak mau menceritakan masalah kakak pada daddy” ujar daddy king pada gadis kecilnya.
“Maaf dad” lirih Amira.
“sekarang minta maaf pada caca, kakak di sini terhasut untuk menyalahkan caca, caca gak salah, mira juga gak salah, kesalahan amira hanya terhasut, sebagai saudara jangan bertengkar sayang” ujar daddy king dengan lembut.
Amira menatap Quinsya yang masih berada dalam pelukan papi rafa, gadis itu masih terisak karena merasa bersalah dengan amira.
“Caca, maafin mira ya” panggil Amira pelan.
Quinsya masih terisak dalam pelukan papi rafa, membuat papi rafa bebisik pelan pada gadis kecilnya, “Adek marah dengan amira?”
Quinsya menggeleng pelan dengan pertanyaan rafa.
“Jawab dong mira nya, mira udah berani minta maaf pada caca” bisik rafa lagi.
Quinsya akhirnya mengangkat kepalanya dari dada papi rafa, mata gadis itu memerah karena masih menangis.
“maafin ca-ca ju-ga” isak Quinsya.
Daddy king dan papi rafa membantu mendekatkan kedua saudara sepupu itu agar berpelukan.
“Nah gitu, sesama saudara tidak boleh bermusuhan, mira? ada lagi yang mira gak suka dari caca? Jangan di pendam, nanti itu akan menjadi bibit kebencian dan permusuhan” ujar opa harry.
“Mira gak suka semuanya terlalu mengutamakan caca, sekarang caca udah gak sakit lagi, dia udah normal, jadi jangan memberikan perhatian lebih pada caca” ungkap amira.
“baiklah” opa harry mendekat pada kedua cucunya, “Mira maafin opa, sudah membuat mira merasa tidak disayangi, opa janji akan memperbaiki kesalahan opa, jadi mira jangan membenci caca lagi ya” ujar Opa harry sambil mengelus puncak kepala cucunya.
__ADS_1
“Daddy dan mommy juga minta maaf jika secara tidak sadar kami membuat mira merasa tidak di sayangi, daddy dan mommy sayang sekali loh sama mira, putri satu satunya papi” ungkap daddy king.
“caca~” panggil opa hari dengan lembut, kali ini dia menatap cucunya yang masih terisak kecil, dia tau cucunya yang imut itu merasa bersalah telah membuat semua orang terlalu memperhatikannya karena kondisi dirinya yang dulu sakit sakitan, sebenarnya itu bukan kesalahannya.
Perlahan Quinsya mengangkat kepalanya manatap opa harry. “Caca gak boleh menyalahkan diri caca, semua ini hasutan orang jahat, bukan caca yang salah, caca jangan berubah karena kejadian hari ini, lakukan apapun yang caca inginkan, masalah orang jahat itu biar opa dan para orang tua yang menyelesaikannya, janji pada opa, caca gak boleh sedih dan berubah” ujar opa harry, dia tidak mau cucunya merubah sikapnya, dengan menjadi pendiam dan tidak energik lagi, cukup selama ini cucunya menjadi gadis penurut dan pendiam. “janji tetap menjadi cucu energik yang opa sayangi?” ulang opa harry.
Quinsya menyambut jari kelingking opa harry, dan mengaitkan jari kelingking mereka, “caca janji opa, tapi opa harus hukum mereka ya” adu Quinsya.
Opa harry tersenyum senang karena cucunya masih mau mengadu seperti dulu. “Beres, opa akan bawa om fajri serta daddy king dan papi harry untuk menghukum mereka semua”.
“Jadi, sekarang kakak mau tetap sekolah disana? Atau mau pindah kelas atau pindah sekolah?” tanya mommy Queen yang sejak tadi diam mendengarkan cerita putrinya.
“kakak mau pindah kelas mi, kalau mira tetap di kelas itu mira gak sanggup di kucilkan sendirian terus, kalau di kelas yang sama dengan abang amira bisa mengadu pada abang dan ada caca yang jadi teman mira” jawab Amira.
“baiklah, akan daddy urus, kalian berdua tidak usah sekolah dulu, kan hanya perlombaan menunggu hasil ujiankan, jadi dirumah aja, mira masih marah dengan caca?” selidik daddy king, dia tidak mau putrinya membenci Quinsya yang merupakan saudara sepupunya.
“Gak dad, mira udah gak marah” jawab mira.
Besok paginya, kedatangan empat orang pria ber jas menghebohkan sekolah. Walau sudah bisa dikatakan berumur mereka semua masih terlihat tampan dan berwibawa, dia adalah opa harry, daddy King, papi Rafa dan pengacara Fajri.
“Ya ampun tin, itu daddy nya Amira, pasti anak itu mengadu dengan daddy nya gimana dong tin” lirih Rina pada tina, dia juga ikutan membulli Amira jadi dia ketakutan dengan apa yang akan daddy king lakukan pada dia.
“payah banget tinggal bulli aja lagi, jangan berteman dengan dia! asingkan dia, kita ada ramai, paling seberapa hebatnya daddy king itu” ucap Tina remeh.
“Lo gak tau, keluarga gue kerja sama dengan keluarga amira bisa bahaya jika stok sayuran dihentikan, orang tua gue bisa marah sama gue” ucap Rina panik.
“Jangan bodoh, gak mungkin hanya masalah anak kecil sampai mau memutuskan kerja sama” Tina mendengus dan geleng geleng kepala dengan pemikiran rina.
“Lo gak tau gimana keluarga amira itu, haiiiss ini gara gara lo!” kesal Rina.
__ADS_1
📳
Tina menatap Rina sinis, “jangan lebay” setelah itu ia mengangkat telepon yang sejak tadi berbunyi nyaring. Keningnya berkerut karena mendapatkan telepon dari papa nya.
📳
📲“Halo pa?” jawab Tina.
📲“TINA! APA YANG KAMU LAKUKAN! GARA GARA KAMU PERUSAHAAN PAPA TERANCAM BANGKRUT!” suara teriakan papa Tina terdengar sampai keluar, bahkan teman teman yang berada di dekat tina mendengar semua makian yang di keluarkan papa nya.
Tina berjalan menjauh dari teman temannya agar tidak ada yang mendengar pembicaraannya dengan sang papa.
📲“Apa maksud papa? Tina gak ada pegang perusahaan papa, bagaimana bisa Tina membuat perusahaan papa bangkrut?” tanya Tina bingung.
📲“Kamu membulli salah satu anak kolega papa! Dan karena itu orang tuanya menghentikan kerja sama dengan papa! Siapa yang kamu bulli?! Sekarang juga minta maaf dan jika perlu bersujud agar dia memaafkanmu!” amuk papa tina.
Tina tidak percaya apa yang Rina takutkan ternyata terjadi, padahal hal yang dia katakana tidak akan mungkin terjadi, tapi kini dia salah, keluarga amira benar-benar keluarga yang luar biasa kaya. Tapi seingatnya sang papa tidak pernah menjalin kerja sama dengan perusahaan bagaskara.
📲“Yang Tina bulli adalah anak dari keluarga bagaskara? Bagaimana bisa dia mengancam papa?” Tina akhirnya mengakui kesalahannya pada sang papa.
📲“Bukan hanya itu! Kamu juga membuli anak dari perusahaan AR corporation! Sekarang juga bersujud minta maaf padanya atau papa Tarik semua fasilitas yang papa berikan padamu!” ancam sang papa lalu mematikan ponselnya begitu saja.
📲“Tapi pa! PAPA!” ucapan tina tidak dapat terdengar lagi oleh papanya karena telepon itu sudah mati.
Tina mengumpat kesal bagaimana mungkin dia bersujud minta maaf? Harga dirinya terlalu tinggi untuk meminta maaf seperti itu.
“AKhhhh sial siapa juga tu anak pemilik perusahaan AR Corporation?!” umpat Tina kesal. Memang masih tidak banyak yang tau pemilik asli AR corporation karena Rafa sangat menjaga rahasia keluarganya dan dia masih menjadi sosok misterius, hanya orang orang tertentu yang sudah mengetahui pemilik asli dari perusahaan yang sudah merambah ke dunia itu.
...🍂🍂🍂🍂🍂...
__ADS_1
Bantu semangatin author buat up lagi dong, 🥰🥰🥰🥰 kasih like, komentar, hadiah, vote serta bintangnya biar author semangat untuk up banyak banyak
makasih semuanya... 😍😍😍