My StuPid Girl

My StuPid Girl
98. Kabur


__ADS_3

Sagara menunjuk pada kursi yang tadi diduduki rehan dan riri, “mereka bukan ke kamar kecil tapi kabur” kata sagara dengan santainya.


“Kabur?” tanya ayah Aditya panik.


“coba aja ayah periksa sendiri di kamar mandi” ujar sagara.


Tanpa menunggu lagi ayah Aditya segera beranjak dari duduknya dan langsung berlari menuju kamar mandi yang dikatakan oleh sagara. Hanya dalam beberapa menit Aditya kembali ke tempat duduknya semula, pria itu menatap sagara yang melihatnya dengan wajah datar.


“Kenapa kamu tidak panik atau mengatakannya pada ayah jika wanita itu akan kabur?” tanya Aditya.


Sagara tersenyum kecil sambil menatap Aditya, “untuk apa? Apa ayah akan menyiksa dia dan anaknya? Yang saga inginkan bukan itu, kenapa saga harus susah susah buat mengatakan pada ayah? Selama bertahun tahun ini ayah diam, dan tidak bertindak sedikitpun, diam dan menunggu apa yang akan terjadi, yang saga Cuma ingin tanya kenapa selama ini ayah diam? Ayah baru mau mulai berubah akhir akhir ini, apa yang ayah inginkan? Saat wanita itu datang ke rumah dan merasa menjadi nyonya rumah setelah kepergian bunda, ayah diam, ayah membiarkan apa saja yang dia lakukan” sagara mengeluarkan semua pertanyaannya pada Aditya.


“Maaf, ayah kehilangan bundamu, ayah terpuruk setelah kehilangan airi” lirih aditya.


“hahaha” kembali sagara tertawa sinis, “terpuruk? Jika ayah lebih cepat, bunda tidak akan depresi, jika ayah lebih cepat aku masih bisa merasakan kasih sayang keluarga, kenapa ayah terlalu takut? Takut untuk memastikan sendiri tanpa paksaan dariku? Jangan berbohong dengan mengatakan ayah tidak pernah selingkuh, aku tau ayah pernah melakukannya bukan? Dengan dia? Karena itu ayah takut untuk memastikannya?” tanpa sadar air mata sagara keluar, tapi dengan cepat sagara hapus.


“Aku bukan anak kecil lagi, aku tau apa yang ayah takutkan, akui semua pada bunda! Kenapa bisa sampai ayah mengkhianatinya! Lari tidak akan memberikan solusi apapun, maaf aku tidak bisa memaafkan ayah untuk saat ini” lirih sagara, pria itu beranjak dari kursinya dan meninggalkan ayah Aditya sendirian di Lorong tunggu itu.


Aditya mulai terisak kecil, pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, memang itu adalah ketakutan yang selama ini dia simpan, 12 tahun yang lalu, dia tidak tau apa yang telah diberikan oleh riri padanya, hingga dia berakhir dalam satu malam panas dengan riri, setelah sadar Aditya lari dari riri, tapi dia berusaha mengingkari semua yang terjadi di malam panas itu.


Aditya tidak mau pulang karena Riri selalu ada di rumahnya menemani sang istri yang sangat ketergantungan dengan saudara tirinya itu. Bahkan saat riri hamil Aditya semakin ketakutan, dia berusaha mengelak terus menerus, hingga dia kehilangan sang istri.


Riri bukan wanita yang bodoh, dia menghasut airi dan berpura pura menjadi saudara yang sangat baik, dia bahkan bilang dia hamil oleh pacarnya, riri tidak mengatakan bahwa itu adalah anak dari suaminya karena memang kenyataan itu bukan anak Aditya.


Semua bermula saat Riri dinyatakan telah hamil satu bulan dengan kekasihnya, sang kekasih yang terobsesi dengan Aditya merencanakan siasat jahat untuk mengambil alih semua kekayaan Aditya, dengan cara menikahkan riri dengan Aditya setelah itu mereka akan membunuh Aditya dan mengambil semua harta yang di miliki pria itu.


Bunda airi, sangat polos dan bodoh serta haus akan kasih sayang, airi menganggap riri sebagai saudara kandungnya karena dia sudah tidak memiliki siapapun di dunia, semua ucapan riri dia telan mentah mentah, bahkan ketika riri mengatakan kebohongan tentang Aditya dia percaya dan marah dengan suaminya, Semua rencana berjalan lancar, hanya saja Aditya ternyata sangat sulit untuk di taklukkan.

__ADS_1


Pria itu selalu menghindar jika di suruh untuk bertanggung jawab dengan anaknya, bahkan saat diberikan tes DNA, Aditya masih tidak mau mengakui itu adalah anaknya, Aditya hanya mengirimkan uang sebagai kompensasi kepada riri, agar menjauh darinya. Bukannya menyelesaikan masalah Aditya malah semakin lari dari masalah itu.


‘Ceklek’


Bunyi pintu yang terbuka menyadarkan Aditya dari lamunannya, tanpa sadar pria itu langsung tegak dan mendekati orang berpakaian dokter yang baru saja keluar dari lab.


“Ini hasilnya pak adit” dokter itu memberikan hasil uji lab pada Aditya.


Dengan cepat amplop coklat itu dia buka, karena tidak sabar dengan isi dari surat itu.


“Bukan ayah dan anak? Tapi paman? Aku paman dari anak itu?” tanya Aditya tidak percaya pada dokter yang bertugas.


“benar pak, anda adalah paman dari anak itu” jelas dokter.


“Aku adalah pamannya? Sementara aku berasal dari panti asuhan, tidak punya saudara, kenapa aku bisa menemukan saudaraku?!” bentak Aditya tidak terima. Dia yang memang berasal dari panti asuhan tidak pernah merasa memiliki saudara dan selalu berusaha menemukan keluarganya kini dia mengetahui bahwa dia masih memiliki keluarga, hati pria itu semakin sakit dan teriris.


Aditya terisak dan terduduk di lantai rumah sakit, menyesali semua keterlambatan pada dirinya, dia terlambat menyadari hingga kehilangan semuanya.


...💐💐💐💐💐...


Sagara memacu motor nya menuju rumah Quinsya, sampai di sebuah hutan kecil di dekat rumah quinsya, sagara baru menghentikan motornya di sana, dia tidak ingin keluarga quinsya melihat dia yang sedang hancur, tapi sagara sedang membutuhkan gadis itu, dia adalah candu bagi sagara untuk menenangkan hatinya.


Sagara memutuskan untuk menelpon gadis itu, cukup menelpon saja mendengar suaranya mungkin akan bisa menenangkan dirinya.


📲“Quin…” lirih sagara begitu mendengar deru nafas quinsya yang menjawab telepon itu.


📲“Muse? Ada apa?” tanya quinsya dengan suara cemprengnya.

__ADS_1


📲“hmm.. tidak ada, hanya sedang merindukanmu” ujar sagara pelan.


📲“Muse ada di mana?” tanya quinsya.


📲“Di rumah” bohong sagara.


📲“benarkah? Di sana ada banyak orang?” tanya quinsya.


📲“tidak hanya aku sendiri, pembantu pada libur” bohong sagara lagi.


📲“Baiklah tunggu sebentar” telepon langsung mati.


Sagara hanya diam dan memasukkan ponselnya ke dalam saku. Bersandar pada dinding yang sudah dipenuhi oleh daun dan berusaha menghirup udara bersih yang ada disekitar.


“Ini kah rumah muse?” kepala sagara langsung menoleh kesamping ketika suara quinya tiba tiba muncul, tanpa ucapan atau sapaan, sagara langsung memeluk gadis itu, memeluk erat gadis itu dan menghirup aroma yang keluar dari tubuhnya yang selalu menjadi obat penenang bagi sagara.


Quinsya membalas pelukan sagara, dengan ikut mengeratkan pelukan pada sagara, sesekali dia mengusap punggung sagara dengan lembut.


“sangat merindukanku?” tanya quinsya masih dalam pelukan sagara.


“Hmmmm, sangat” balas sagara pelan, masih memeluk quinsya tanpa merubah posisinya.


...☘️☘️☘️☘️☘️...


bonus pict


__ADS_1


__ADS_2