My StuPid Girl

My StuPid Girl
54. Kumpul


__ADS_3

maaf ya beberapa hari ini cuma satu soalnya author lagi gak sehat, jadi gak buat banyak simpanan chapter


nanti kalau kondisi author udah mendingan bakal up lebih banyak deh


...🐉🐉🐉🐉🐉...


Quinsya memperhatikan terus opa harry yang membagikan uangnya pada para cucu, lalu matanya menoleh menatap papi rafa dan mami cessa yang masih tertawa melihat apa yang dilakukan oppa harry.


“ini si cantik kan belum punya ponsel, punya siapa ini?” tanya Opa harry pada cucu terakhir dan yang paling kecil, mereka para cucu memang berbaris sesuai urutan kelahiran.


“Dada opa” gadis kecil berusia 6 tahun itu menunjuk pada Dafa, yang di tunjuk hanya tertawa lepas.


“emang anak durjana kamu daf!” kekeh opa harry tapi masih mentransfer pada akun dafa.


“Telima kacih opa” suara cadel Cerry anak bungsu dafa dan devi menandakan berakhirnya sesi palak memalak opa harry, dalam satu malam opa harry habis 30 juta lebih karena jumlah cucunya yang sangat banyak.


“Huaaaaaa” kini semuanya menatap Quinsya yang menangis sambil menutup mukanya.


“Kenapa sayang?” tanya mami cessa dan papi Rafa yang langsung menghampiri putrinya.


“Opa curang, semuanya di kasih uang jajan caca gak dapat” isak Quinsya, gadis itu sebenarnya hanya berpura pura, karena memang dia menunggu giliran anak terakhir hingga dia bisa berpura pura menangis.


“No no no, opa juga mau kasih caca kok, mana ponsel caca biar opa transfer sekarang juga uang jajan buat caca” ucap opa harry panik.


Cessa dan rafa sudah menyingkir sambil menahan tawanya karena sudah tau jika Quinsya sedang mengerjai opa harry.


“benaran?” tanya Quinsya masih terisak dan menyembunyikan wajahnya.


“Iya benaran mana barcode nya biar opa kirimkan” ucap opa harry.


Quinsya kini membuka tangannya dan tertawa bahagia sambil mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya.


“Udah opa kirim, jangan nangis lagi” gumam opa harry sambil mengacak puncak kepala Quinsya.


“makasih opa ganteng” Quinsya memajukan wajahnya untuk mencium pipi sang opa.


“Iya…” opa harry terdiam melihat pria tampan yang berdiri diam di belakang Quinsya, “halo? Kamu siapa?” tanya opa harry.


Sagara segera menundukkan kepalanya sebagai permintaan maaf tidak menyapa opa harry sejak tadi, “saya sagara teman Aryan, azmi dan almeer tuan bagaskara” salam Sagara terdengar formal.

__ADS_1


“kalau temannya cucu opa, harus panggil opa dong, kamu liburan bareng ketiga cucu opa?” tanya Opa harry lagi sambil memperhatikan sagara dengan lebih dekat.


“Iya opa” jawab sagara singkat tapi masih dengan suara yang rendah karena berbicara dengan orang yang paling dituakan.


“Ka_” ucapan opa harry terhenti karena Quinsya.


“Jangan di tatap muse caca sampai begitu opa, ntar laser dimata opa bikin muse milik caca meleleh loh” tegur Quinsya dengan polosnya.


Opa harry yang mendapat teguran kini tertawa keras, “owalahhh hahahhaha jadi ini muse caca?” tanya Opa harry.


“Iya opa, gimana gantengkan?” tanya Quinsya sambil menaik turunkan alisnya.


“hahahha ganteng kok, jadi kamu nak saga mana ponsel kamu” tanya opa harry.


Sagara masih bingung dengan maksud ucapan opa harry tapi tetap mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pada opa harry, tanpa suara.


Opa harry memperhatikan semua gerak gerik sagara hingga bagaimana sorot wajahnya yang kaku, merasa dejavu opa harry tertawa kecil, “mana barkode nya biar opa kasih uang jajan juga” ucap opa harry.


“Gak apa opa, saya ti_”


“Mana, atau kamu mau langsung diusir dari sini kalau gak mau menerima uang jajan saya!” ancam opa harry.


Dengan terpaksa Sagara membuka akun miliknya dan langsung mendapatkan transferan dari opa harry, walau uang itu tidak banyak tapi sagara tetap merasa hangat dengan Tindakan yang opa harry lakukan padanya.


“Udah sana gabung sama yang lainnya” usir opa harry, pria tua itu segera berpelukan dengan besannya yang sudah lama tidak bertemu.


...🌿🌿🌿🌿🌿...


“bang Az! Pasang layar tancap bang!” pekik Biru pada azmi, dia sudah mengeluarkan tikar dan bantal tidur buat menonton di luar ruangan bersama semua keluarganya.


“Iya bang az! Abang kan mekanik!” Pekik Arthur.


“Bukan! Abang az itu montir!” sahut Violet.


“Bukan! Abang az itu tukang reparasi!” sahut Bima, semuanya pada mengejek azmi, memang kalau soal alat alat elektronik atau yang berjenis teknologi azmi paling ahli, soalnya otaknya adalah copy an dari rafa.


“beruntung gue pintarnya pas pasan” kekeh Almeer yang duduk disebelah Azmi.


“Emang adek adek kampr*t untung pada bawa bapak mamak nya kesini kalau gak udah gue smack down satu persatu” walaupun pria itu menggerutu dia tetap memasang layar dan melakukan permintaan para adik adik sepupunya.

__ADS_1


Setelah itu para anak kecil pada menonton film marvel dari layar yang sudah dipasang oleh azmi dibantu darel, farel, sagara dan Aryan.


Untung saja malam itu tidak mendung, dan taman milik opa ali sangat bersih dan jauh dari binatang.


.


Dari teras samping para orang tua memperhatikan apa yang dilakukan para anak anak remaja.


“Sejak kapan kalian mengenal anak Bernama sagara itu? Dia pria yang diperebutkan itu bukan?” tanya opa harry pada rafa dan cessa.


“Udah hampir setengah tahun pi, iya dia pria yang diperebutkan itu, kenapa pi? Papi marah ya karena dia liburan bareng caca” jawab cessa sedikit khawatir opa harry marah.


Opa harry menggelengkan kepalanya, “bukan itu, kalau masalah dia liburan bareng caca, pasti suami kamu udah mengintrogasi dia, papi tau suami kamu ini sangat protektif apa lagi itu putri satu satunya” ujar opa harry.


“Syukur deh, cessa kira papi marah, jadi kenapa papi tanya” ujar cessa.


“Papi penasaran aja, apa sejak ketemu dengan kalian wajahnya datar begitu, mirip wajah rafa sebelum nikah sama kamu ces” ujar papi harry.


“Lebih parah pi, pandangannya seperti tidak ada kehidupan sama sekali, sekarang mungkin masih mendingan” jelas cessa.


“Melihat pandangan matanya dan bagaimana cara dia bersikap, papi rasa dia punya banyak trauma” komentar opa harry.


“Papi benar, dia korban KDRT dan ibunya juga meninggal saat dia umur 12 tahun, tapi dia masih punya seorang ayah” ungkap rafa.


Cessa menatap Rafa tidak percaya, dia sama sekali tidak tau cerita tentang sagara, tapi dia tau sagara anak yang punya banyak trauma kalau dilihat dari sorotan matanya.


“kamu terkejut melihat suamimu yang tau banyak tentang sagara?” ujar opa harry.


Cessa menganggukkan kepalanya cepat, “cessa aja gak tau apapun pi” komentar cessa.


“seorang ayah akan bertindak lebih dulu sebelum putrinya mengenal pria didekatnya lebih jauh, benarkan pi” sahut Prince. Yang ikutan nimbrung.


“benar itu, seorang ayah yang baik akan mencari tau semua hal yang akan dimasuki oleh anaknya, dari lingkungan hingga para temannya, kamu pikir papi main nyerahin gitu aja kamu ke tangan rafa?” kekeh opa harry.


Tanpa sadar Cessa menganggukkan kepalanya, “iya kan karena terpaksa pi, soalnya dikira lagi mesum” ujar cessa dengan polosnya.


“Papi bisa liat mana orang yang baik mana yang tidak, kalau rafa jahat papi mana mau kasih putri papi ke rafa” kekeh opa harry.


“Kirain terpaksa pi, soalnya papi gak tau kalau rafa kaya raya” ledek King.

__ADS_1


“lah yang papi liat itu hatinya bukan uangnya, nah kalau uang mah itu bonus papi, bisa dapat menantu kaya raya dan pintar” kekeh opa harry, diikuti tawa yang lainnya.


...🎄🎄🎄🎄🎄...


__ADS_2