
“buka semua atasan kamu El” perintah Aryan.
“Ha-harus semuanya mas?” tanya El malu, wajah gadis itu sudah memerah semerah tomat.
“Iya, harus semuanya, bra nya juga di buka” ujar Aryan.
Elmira mulai membuka baju yang tersisa hanya bra sekarang.
“buka bra nya juga el” perintah Aryan lagi
Elmira sejak tadi terus menunduk tidak berani mengangkat wajahnya menatap Aryan, gadis itu sejak tadi menahan nafas sangking gugupnya, perlahan satu persatu atasan Elmira mulai dibuka hingga bagian penutup gunung kembarnya juga dibuka.
Aryan mengulum senyum menatap Elmira yang menutup mata dan menahan nafasnya, sangking malu plus gugup sedang membuka baju atasannya. Aryan mulai memasang sarung tangan lateks nya dan kembali tersenyum melihat Elmira yang menutupi badannya menggunakan tangan.
“jangan ditutupi el, aku akan memeriksamu” ujar Aryan.
Elmira mengambil nafas panjang lalu melepaskan tangannya yang menutupi bagian dada.
“Apa sakit?” tanya Aryan saat menekan salah satu bagian tubuh Elmira.
“tidak sakit” jawab Elmira.
“Kalau ini?” Aryan mengganti menekan bagian yang lain.
“hmm?” jawab Elmira sambil menggelengkan kepala.
“yang ini?” tanya Aryan lagi sambil memindahkan tangannya pada bagian lain. “kenapa gemetar el?”
“Dokter aku merasa sedikit sesak” ujar Elmira.
“bernapas El” ujar Aryan santai, dia tau sejak tadi Elmira menahan nafas sangking gugupnya.
“Ahh?”
__ADS_1
“Sejak tadi kamu menahan nafas yang panjang, tentu saja sesak, aku akan memeriksa lagi” Aryan kembali mengangkat tangannya untuk menyentuh bagian yang lain di tubuh Elmira.
“Akkhhh” rintih Elmira saat Aryan menyentuh bagian dada nya yang belum tersentuh sama Aryan.
“sakit?”
Kepala Elmira mengangguk pelan, “ya, yang ini sakit, sudah sekitar sebulan yang lalu kadang kadang sakit apa lagi saat menggunakan bra” aku Elmira jujur, Elmira menatap mata serius Aryan yang menatap dada nya dan terus memegang bagian itu. ‘Dia beneran profesionalkan? El gak ap aini suamimu yang melihatnya, jadi tidak apa’ batin Elmira.
“baiklah sudah selesai” Aryan mulai melepas sarung tangan lateks nya, “kerja bagus istriku, sekarang pakai lagi semuanya” puji Aryan sambil mengusap kepala Elmira, membuat gadis itu semakin tersipu malu.
.
“diagnosis awalnya adalah fibroma, kira kira 2 kali 2 cm, ukuran ini disarankan untuk menjalani pengobatan dengan operasi, nanti kamu bisa pergi periksa lebih lanjut pakai B-ultrasound sebagai dasar pengobatan yang terakhir, jika bisa secepatnya dilakukan operasi” jelas Aryan, dia terlihat seperti dokter sesungguhnya saat ini.
“apa harus di operasi?” tanya Elmira takut takut.
Aryan yang sejak tadi menunduk menulis hasil pemeriksaan langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Elmira, “tenang saja semuanya akan baik baik saja, suamimu ini sangat ahli dalam operasi, dan untuk kasus mu, memang paling standarnya adalah operasi jika menunggu waktu lama makan ukurannya akan semakin besar dan akan semakin mengancam, apa kamu takut?” tanya Aryan.
Elmira mengangguk pelan membuat Aryan semakin tersenyum manis, diraihnya tangan Elmira dan dikecupnya, “Tidak akan bahaya, kamu hanya perlu tidur dan ketika bangun operasi sudah selesai dilakukan” jelas Aryan dengan lembut.
“terima kasih, mas akan menyiapkan semuanya untuk kamu” ujar Aryan.
...🌸🌸🌸🌸🌸...
Hari operasi akhirnya tiba, ditunggu oleh keluarga Aryan dan juga mommy yuni, Elmira mulai melakukan operasi dan dipimpin oleh Aryan serta beberapa dokter perempuan serta perawat perempuan. Aryan yang memimpin operasi dan mulai menunjukkan keahliannya sebagai seorang dokter. Elmira mulai diberi suntikan dan membuat gadis itu mulai tertidur.
Hanya beberapa jam operasi selesai dilaksanakan, Elmira. Gadis itu sudah masuk keruang rawat inap, tubuhnya memang harus lebih banyak istirahat apa lagi dia belum boleh mengangkat tangan sebelah kanannya dengan tinggi, untung saja dokter yang menangani Elmira adalah suami sendiri, jadi dia bisa langsung memeriksa keadaan Elmira dan melakukan penanganan langsung jika terasa sakit.
“El gimana caranya mandi?” bisik Quinsya pada Elmira.
Elmira yang di tanya langsung tersipu malu, bagian yang di operasi memang belum boleh terkena air, jadi dia mandi hanya membilas bagian bawahnya sedangkan bagian atas hanya di lap pakai handuk hangat dan tanpa menyentuh bagian yang dioperasi.
“Sulit kalau sendiri” jawab Elmira.
__ADS_1
“Woiii bang, kode keras tu, el bilang sulit kalau mandi sendiri, jadi abang harus bantu mandi” sindir Quinsya.
Aryan yang ada di ruang penginapan Elmira malah tersenyum mendengar ucapan Quinsya, “kalau dia bolehkan udah dari tadi abang bantuin mandi dek” ujar Aryan.
Elmira menunduk malu dengan ucapan Aryan, memang Aryan sudah melihat bagian dada nya, namun gadis itu masih malu untuk meminta Aryan membantunya mandi, karena itu artinya Aryan bisa melihat seluruh tubuhnya.
“Apa yang kamu rasakan el? Apa masih sakit?” tanya mommy yuni.
“Mungkin karena terlalu ketat jadi sedikit sakit” ujar Elmira. Aryan langsung tegak dan mendekat, sambil melihat para keluarganya yang sedang menatapnya.
“Bisakah kalian keluar dulu sebentar, aku akan merapikan perban EL” ujar Aryan.
“Silahkan bang, kami disini cewek semua bang, jadi gak masalah, caca pengen liat abang merapikan perbannya, berdiri gak yang dibawah?” goda Quinsya.
Aryan menghela nafas panjang lalu mulai bekerja seperti dokter professional lainnya, “jangan memakai bra dulu, kalau ada yang sakit lagi bilang” ujar Aryan setelah selesai melakukan tugasnya sebagai seorang dokter.
“Ohhh pantas abang harus menikahi El, abang melihat dada wanita hahahha” tawa quinsya mulai terdengar.
“abang dokter dek, harus professional dengan profesi abang, lagian abang gak bakal ambil di bidang ini lagi, ini yang pertama dan terakhir karena abang tidak mau membuat istri abang cemburu” ujar Aryan.
“cieeee udah bisa bilang istri, caca jadi kangen suami, caca pulang dulu deh pengen olahraga ranjang sama suami, selamat istirahat el, caca pulang dulu ya kangen paksu” ucap Quinsya santai sambil beranjak dari kursinya.
“Emang adek durjana, mam masukkan lagi dua anak itu kedalam perut mami” keluh Aryan, adik adiknya memang suka sekali menggoda Aryan, apa lagi menggoda Aryan yang belum mendapat kesempatan untuk belah duren.
“Bang! Hampir aja caca lupa” Kepala Quinsya kembali muncul dari arah pintu.
“apaan?” tanya Aryan.
“selamat udah bisa liat gunung kembar, dan pegang pegang, ayo semangat untuk mendaki hutan lembah, Chayo!” Quinsya mengangkat sebelah tangannya sambil mengedipkan matanya pada Aryan, sebelum Aryan sempat mengumpat Quinsya sudah menghilang dari balik pintu.
“ Ahhh mam, itu benar adek Aryan?” keluh Aryan pada cessa.
Wanita itu hanya bisa tertawa mendengar keluhan Aryan, “maklum aja udah dari opa dan oma keluarga kita itu seperti ini, lama lama el juga biasa menghadapi kedua adik kembarmu” kekeh mami cessa.
__ADS_1
...🌺🌺🌺🌺🌺...