
bonus buat yang udah dukung author, makasih banyak ya, tetap dukung author terus ya😘😘
...🌻🌻🌻🌻🌻...
Setelah puas berjalan jalan dan sarapan untuk kedua kalinya kedua orang itu, duduk di pinggir pantai sambil menatap kea rah pantai.
“Minta apa lagi sekarang?” tanya sagara.
Quinsya menolehkan kepalanya untuk menatap sagara, “boleh caca dengar cerita tentang muse saat kecil? Caca ingin lebih tau tentang muse?”
Sagara diam sambil menatap manik mata Quinsya yang terlihat serius, “janji tidak akan pergi dariku setelah aku menceritakan semua tentang diriku padamu?” tanya sagara.
Quinsya menaikkan tangannya dan mengambil tangan sagara, mengaitkan jari kelingking mereka, “janji, caca janji apapun yang caca dengar caca tidak akan menjauhi muse, caca ini kuat, buktinya caca bisa bertahan dari sakit caca selama 13 tahun” ucap quinsya berjanji pada sagara.
Sagara mengambil nafas panjang sebelum menceritakan kisahnya.
🍄Flasback ON🍄
‘Prank Prank brak brak’
Sagara yang berumur 6 tahun menangkup telinganya dengan bantal didalam lemari kamarnya.
Setiap hari yang dia dengar adalah pecahan kaca dan perabotan yang di lempar oleh bunda airi. Sagara tidak tau apa yang terjadi setiap tantenya datang bunda airi akan menangis histeris dan mulai menghancurkan segala macam perabotan yang ada di dalam rumah.
Seperti orang yang sedang terkena gangguan kejiwaan, bunda airi meratapi pernikahannya dengan sang suami.
‘BRAK’ pintu kamar sagara terbuka dengan hentakan kuat. Sagara tau bunda airi masuk ke dalam kamarnya, dengan rotan yang ada di tangannya.
“MANA DIA! MANA ANAK MOSTER ITU!” teriak bunda Airi mencari sagara, di dalam lemari tubuh sagara kecil bergetar hebat, takut akan mendapat pukulan lagi oleh bundanya.
“SEANDAINYA DIA TIDAK HADIR DI DUNIA INI! AKU TIDAK AKAN MENGALAMI INI!” teriak bunda airi.
__ADS_1
Sebenarnya Bunda airi kena baby blues syndrome, karena melahirkan sagara telah membuat bentuk tubuhnya berubah, padahal dulu saat anak pertamanya bentuk tubuh wanita itu terlihat normal, dia juga sering terganggu dengan tangisan sagara bayi dan hasutan dari saudara tirinya, hingga berakhir menyakiti sagara, untung saja sagara sering di berikan pada pengasuhnya jika tidak sagara mungkin sudah mati di tangan ibunya sendiri.
Tapi ada masa dimana sagara sangat disayangi dan merasa sangat dicintai, namanya anak akan selalu menyayangi ibunya walaupun sudah disakiti seperti itu.
Jika sakit ibunya kambuh sagara hanya bisa bersembunyi di dalam lemari atau bersembunyi di kolong tempat tidur, menunggu bunda airi tenang baru pria itu keluar dan menghibur bunda airi.
“Airi! Sudahlah jangan menyalahkan putramu! Ceraikan saja suamimu, dengan begitu kau akan terbebas dari penderitaanmu, serahkan saja putramu pada pria itu” suara tante Novi terdengar di dalam kamar sagara.
Sagara kecil tidak tau apa maksud dari ucapan tante novi, dia hanya tau saat ini dia hanya harus bersembunyi di dalam lemari selagi bunda airi masih emosi.
“Tidak! Aku tidak akan bercerai darinya! Enak saja dia membuatku seperti ini dan dia mau meninggalkanku! Akan ku buat anaknya sengsara seperti diriku!” maki bunda airi.
.
Beberapa jam telah berlalu, sagara kecil tidak lagi mendengar perdebatan dua orang dewasa yang memusingkan itu, dia akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya.
Sagara mengendap endap ke dapur karena perutnya terus mengeluarkan bunyi karena kelaparan.
Heran? Tentu saja heran melihat sifat ibunya yang seperti punya dua kepribadian. Tapi memang itulah yang terjadi, sagara menganggap ibunya memiliki dua kepribadian karena kadang ibunya bisa hangat sehangat itu tapi lebih sering mengamuk seperti yang sebelumnya. Sebelumnya kepribadian itu tidak pernah ada, sagara tidak tau semua keanehan ibunya bermula dari kehilangan putra pertamanya yang tidak pernah sagara tau.
“Saga ketiduran di taman” bohong sagara, dia tidak mau bunda airi mengetahui tempat persembunyiannya, karena jika ketahuan dia akan mudah kena pukul oleh bunda airi.
Bunda airi tersenyum manis pada sagara, “lain kali kasih tau bunda kalau saga pergi ke taman, jadi bunda tidak khawatir”
Sagara menganggukkan kepalanya pelan, “iya bunda” jawab sagara berbohong, karena sampai kapanpun dia tidak akan mengatakannya pada sang bunda.
“bagus, saga lapar? Gimana kalau kita makan berdua, bibik sudah buatkan makanan yang enak enak” ucap bunda airi.
Sekali lagi sagara mengangguk dan mengikuti bunda airi menuju dapur.
.
__ADS_1
“Makan yang banyak ya, biar kamu cepat besar_” ucapan bunda airi berhenti saat melihat wajah putranya yang sedang asik menyantap makanannya. “kenapa kamu mirip sekali dengan ayahmu!”
Gerakan tangan sagara langsung terhenti begitu ayahnya disebutkan jika seperti ini sagara harus siap untuk menerima amukan jika penyakit ibunya kembali kambuh.
“Kamu anak monter akan mirip seperti monster! Ayahmu itu setiap hari tidak pulang karena tidak mau bertemu dengan bunda! Ini semua karena mu! Moster sepertimu sudah membuat bunda menjadi jelek!” Bunda airi mulai mengepalkan tangannya dan membuat sagara semakin kaku.
‘Plak’ satu pukulan menghantam tangan kecil sagara. Pria itu hanya diam menerima semuanya.
“INI SEMUA KARENAMU!” sekali lagi tangan bundanya hendak memukul sagara, pria kecil itu sudah memejamkan mata membiarkan rasa sakit itu akan kembali menyentuh kulitnya. Tapi sudah berberapa detik pukulan itu tidak dia rasakan.
Sagara membuka matanya dengan perlahan.
Terlihat sosok ayah yang jarang sekali pulang sedang menatap marah pada bunda airi.
“Ini yang kamu lakukan pada putramu selama aku tidak ada!” maki ayah Aditya.
“Mas! Kamu pulang, kamu jahat, kenapa kamu gak pulang pulang, ini semua karena kamu mementingkan pekerjaan dari pada aku, makanya monster itu aku pukul!” ucap bunda airi.
“Dia bukan monster! Lihat dia putra kita airi!” pekik ayah Aditya. “Bik! bawa saga kedalam kamarnya!” perintah ayah Aditya pada asisten rumah tangga yang sejak tadi bersembunyi, dia takut untuk melindungi tuan mudanya, karena nyonya rumah akan semakin menghukum sagara jika ada yang membela pria kecil itu.
“Kamu lebih membela dia! Liat mas! Gara gara dia aku jadi seperti ini! Kita jadi seperti ini! Kamu membela moster itu dari pada aku__” pekik bunda airi.
Sagara sudah tidak dapat mendengar pertengkaran itu lagi karena telinganya di tutup oleh asisten rumah tangga itu, begitulah yang terjadi pada sagara. Hampir setiap hari.
🍄Flasback OFF🍄
Sagara mengakhiri ceritanya, dia tidak mau melihat wajah Quinsya dia takut gadis itu akan lari darinya, sagara memejamkan mata dan menahan nafas, karena sudah pasrah jika Quinsya lari darinya.
‘bruk’ mata sagara terbuka, dan menoleh menatap orang yang memeluknya, Quinsya bukannya lari ataupun kasian, dia hanya sedih mendengar cerita masa kecil sagara, dia ingin menjadi obat bagi pria itu, obat yang bisa menyembuhkan trauma dan sakit yang dirasakan sagara.
...🎍🎍🎍🎍🎍...
__ADS_1