My StuPid Girl

My StuPid Girl
103. Cari kesempatan


__ADS_3

Quinsya duduk disebelah Sagara sambil menatap pengantin yang sedang duduk di pelaminan.


“Muse~” panggil Quinsya.


Sagara segera menoleh menatap Quinsya, “Kenapa?” balas sagara dengan suara lembut.


“Jika kita menikah, dan caca kabur apa yang akan muse lakukan? Apa akan seperti bang darel yang mencari penggantinya?” tanya Quinsya penasaran.


Sagara mengulum senyum mendengar pertanyaan Quinsya, “apa kamu berniat kabur?” tanya sagara balik.


“misalnya muse~ bisa aja kan caca tiba tiba terkena amnesia mendadak dan lupa kalau kita akan menikah atau caca menghilang tiba tiba saat kita menikah, misalnya loh!” amuk Quinsya sambil cemberut.


Sagara semakin tertawa pelan dan mencubit gemas pipi Quinsya, “Aku tidak akan menikah, aku akan mencari mu kemanapun kamu lari, aku akan mengejar mu, karena aku hanya mau menikahi Quinsya saja” jawab sagara sambil mengedipkan sebelah matanya pada Quinsya.


Wajah Quinsya langsung merona merah karena jawaban yang diberikan oleh sagara. “Tapi, kalau ada pengganti yang lebih cantik dan lebih dari Quinsya bagaimana? Apa muse akan bersama dia? Keluarga muse pasti malu karena caca kabur” tanya Quinsya lagi.


Sagara mendekatkan wajahnya pada wajah Quinsya hingga kini jaraknya hanya sejengkal dari wajah Quinsya, “mau sejauh apapun kamu kabur, aku pasti akan menangkap mu, tidak akan aku biarkan kamu lari, dan mau secantik serta sehebat apapun pengganti yang diberikan aku tidak akan menikahi siapapun, hanya Quinsya yang di izinkan bertahta di hatiku” sagara mencolek hidung mancung Quinsya dan tersenyum hangat pada gadis itu.


Sementara Quinsya sudah salah tingkah dengan kelakuan sagara yang selalu romantis hanya pada dirinya, pria itu selalu berkata lembut dan memperlakukan Quinsya bak ratu, padahal mereka berdua tidak berpacaran, hanya memiliki hubungan special.


Sagara memang sangat menjaga Quinsya, pria itu selalu menjaga dan tidak pernah lepas kendali, dia selalu bisa menjaga dirinya agar bisa mengontrol hawa nafsunya sebagai seorang pria.


Mimpi basah, keinginan untuk memiliki quinsya tentu saja ada dalam otak sagara, tapi selalu berhasil sagara tangani sendiri, wajar bagi pria umur 18 tahun untuk mengalami mimpi basah atau memiliki keinginan untuk mencium kekasihnya, apa lagi sudah memiliki seseorang yang dia sukai, tapi perasaan itu tidak pernah muncul untuk gadis lain, mau se sexy apapun gadis itu, sagara tidak tertarik sedikitpun.


Memang hanya Quinsya yang sudah menyembuhkan pria itu dari traumanya akan wanita.


“mau berapa lama kalian tatap tatapan seperti itu” sindiran halus dari Azmi membuat sagara kembali menormalkan duduknya dan tersenyum kepada azmi.


“Abang ganggu aja” gerutu Quinsya.

__ADS_1


“Ingat di sini banyak mata memandang dek, cctv dimana mana, sekali adek dan saga berbuat bisa di adili massa sekaligus” peringat Azmi.


“bilang aja abang sedang sedih gara gara sudah jadi besan dengan Hana, jadi gak bisa dapatkan hana, makanya gangguin adek, orang adek Cuma tatap tatapan doang udah di adili” sindir Quinsya.


Azmi melongo tidak percaya dengan ucapan adiknya sendiri, sejak kapan adiknya itu tau jika dia suka sama hana, dia sendiri tidak tau sudah memiliki perasaan dengan hana. Tapi kini kakak hana sudah masuk dalam keluarganya. Pasti sulit jika menikah dengan hana, apa lagi gadis itu sudah berkali kali mengatakan tidak menyukai azmi lagi.


“enak aja! Kalau ngomong jangan ngawur dek” gerutu azmi.


“Jangan marah marah bang, itu hana lagi makan, godain aja sana, jangan ganggu waktu berdua caca sama muse” Quinsya menunjuk hana yang tidak jauh dari mereka.


Sagara sendiri hanya bisa tertawa melihat calon abang iparnya, “kalau gak mau ngakuin duluan nanti bisa di ambil orang lain loh, jangan menyesal” goda sagara.


“apaan sih kalian!” umpat azmi kesal dan pergi dari sana, karena tidak mau lagi di ledekin.


...🌼🌼🌼🌼🌼...


“Kalau caca yang nyanyi, caca jamin mira gak bakal nangis malah ketawa” celetuk Quinsya. Yang ada disebelah Amira ikut menonton pertunjukan Vito untuk amira.


Hana yang ada disebelahnya menahan tawa mendengar ucapan Quinsya, ada saja ide sahabat barunya itu untuk membuat suasana yang sedih bisa menjadi ceria dan menyenangkan.


“Dek bisa gak kalem dikit, udah mau kelas 3 sma masih juga pecicilan” tegur azmi.


“Biarin pecicilan yang penting masih ada yang suka ama caca, dari pada abang” sindir Quinsya, gadis itu kini merangkul lengan sagara dan menjulurkan lidah mengejek azmi yang menjelekkannya.


Azmi merasa tersindir hanya bisa tertawa canggung dan menatap hana yang duduk di sebelah amira.


Hana yang ditatap segera mengangkat kedua tangannya ke atas, “jangan bawa bawa gue, perasaan gue udah mati buat pria seperti lo”.


“Waahhhh yakin lo udah gak suka gue?!” pekik azmi tidak percaya, memang selama ini pria itu sering menggoda dan mengganggu Hana, hingga membuat gadis itu sebal dan selalu memaki balik azmi.

__ADS_1


“Iya udah!” teriak hana tidak kalah kencang dari azmi.


“Berisik!”


‘plak’ ‘plak’


Dua pukulan baru saja Amira layangkan pada hana dan azmi karena sudah berbincang di saat dirinya sedang menikmati lagu yang di bawakan Vito.


“Mir~ kok gue juga dipukul, caca duluan loh yang mulai” ringis Hana yang memegangi kepalanya.


“Kalian berdua yang paling berisik!” Amira menatap dua orang itu dengan wajah mengerikan, lalu balik menatap vito di atas panggung dengan wajah berbinar binar.


Quinsya yang merasa sebagai salah satu tersangka sekarang sedang bersembunyi di belakang badan sagara sambil terkikik geli karena dia yang duluan membuat azmi dan hana bertengkar, gadis itu memang suka memancing azmi dan hana bertengkar, gadis itu suka melihat bagaimana azmi mengganggu hana, dan Quinsya tau azmi sudah tertarik dengan hana, makanya dia suka mengajak hana bertengkar.


‘clap clap clap’ tepukan tangan para penonton menandakan pertunjukan sudah berakhir, amira berlari mendekati vito yang baru saja turun dari panggung. Vito membuktikan dirinya menjadi lebih baik, pria itu menjadi juara umum pada ujian UAS dan mendapatkan surat undangan dari berbagai universitas terkenal yang ada di Indonesia, Vito juga mulai membuka usahanya sendiri yaitu sebuah bengkel mobil dan sekarang namanya cukup terkenal walau hanya sebuah bengkel mobil, di sana juga vito memberikan pekerjaan pada orang orang yang mau menyewakan mobilnya, pria itu mulai berusaha mewujudkan kata-katanya.


Vito dan amira memang jarang berkencan tapi setiap hari vito dan amira sering bertukar pesan setidaknya tentang apa yang mereka kerjakan dalam hari itu.


“Nyanyian yang indah sayang~” puji Amira, kedua orang itu memang sudah merubah panggilan mereka berdua.


Vito menatap almeer dulu sebelum memeluk amira, pria itu tidak ingin izin berpacaran dengan amira hilang hanya karena dia memeluk amira tanpa izin.


“Khusus untuk kamu sayangku” ujar vito saat dirinya sudah mendapat izin dari almeer untuk memeluk amira.


“Cieee, yang udah punya pacar” goda beberapa teman vito saat melihat amira dan vito berpelukan.


“Sana! Ganggu aja!” usir Vito sambil tertawa pelan.


...🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


__ADS_2