My StuPid Girl

My StuPid Girl
28. Ulang tahun


__ADS_3

“Gila, ini benar pesta ulang tahun?” puji Dwi terpesona dengan pesta ulang tahun 3 saudara kembar anak dari papi Rafa.


Pestanya di adakan di aula yang sangat besar dan megah, acara ulang tahun itu cukup formal untuk dijadikan pesta untuk anak umur 16 tahun.


Sebenarnya tiga saudara kembar itu malah tidak ingin mengadakan pesta ulang tahun, tapi semua itu permintaan mami cessa, akhirnya ketiganya mau mengadakan pesta ulang tahun.


Pesta 3 saudara kembar itu diadakan di salah satu Hotel milik Opa Harry, temanya adalah black and White, jadi banyak orang yang datang menggunakan baju berwarna hitam dan putih.


Hampir semua rekan bisnis papi rafi dan opa harry diundang, termasuk teman sekolah Quinsya.


“Jangan kampung deh, gue juga bisa buat pesta seperti ini” gerutu Fani.


“Tapi pesta ini memang besar bange__” ucapan Dwi terhenti karena barusan ada artis papan atas yang masuk ke dalam gedung pesta. “Gila diakan Bunga! Artis papan atas yang sangat terkenal itu!” seru Dwi tidak percaya.


“Wi, jangan norak deh” gerutu Fani, dia memang sedikit terkejut dengan apa yang baru dia lihat tapi berpura-pura bersikap biasa tidak mau di bilang kampungan.


.


“Itu semua yang di depan saudaranya si caca?” bisik Dwi, saat ini acara sudah mencapai pada potong kue ulang tahun.


“Gue gak nyangka Amira punya saudara seganteng itu” bisik Tina, dia tampak terpesona dengan Darel yang sedang merangkul Amira dan Ameer.


“Iya, dan bukan hanya satu tapi ada banyak, itu udah seperti artis papan atas, papi dan mami mereka juga tampan dan cantik banget, iri gue” Ujar Dwi.


“Gue kenal Sebagian besar saudaranya” celetuk Rina bangga, sebagai teman Amira, Rina memang pernah di kenalkan kepada saudara Amira, tapi untuk di bilang akrab bisa di bilang tidak, karena pada dasarnya Abang-abang Amira cuek semua kecuali yang udah kenal lama.


Terlihat Quinsya sedang menyuapi saudara-saudaranya dengan kue yang sudah dia potong, dari orang tua, kedua opa dan oma hingga saudara saudaranya semua kebagian kue dari Quinsya dan Aryan serta Azmi.


“Karena acara utamanya sudah selesai, dipersilahkan tamu untuk menikmati hidangan kami” ujar Xelo pada semua tamu hadirin.


.


“Ca, selamat ulang tahun ya” Tina and the gank datang menghampiri Quinsya, amira, dan kedua saudara sepupu perempuannya.


“Iya makasih banyak udah datang” ucap Quinsya tulus, mata gadis itu terus mencari ke seluruh sudut mencari Sagara karena dia belum juga menemukan wajah pria itu.


“Kak caca, bulan sama vio ke tempat abang ya, kakak temani aja dulu teman kakak” ujar bulan dia adalah anak dari Ellena.

__ADS_1


“Ya udah hati hati jangan nakal” ucap Quinsya, mata gadis itu masih berkeliling mencari sosok pria yang di idolakan.


“Lo nyari saga ya?” tebak fani.


Quinsya mengangguk cepat, “kalian ada melihat Muse?” tanya Quinsya dengan semangat.


Fani, Tina, Dwi dan Rina tertawa keras menertawakan Quinsya yang mencari pria dingin yang sangat cuek pada siapapun, “Dia gak mungkin datang ke sini, lo jangan besar kepala mentang mentang saga sudah mau bicara dan berteman dengan lo, dia mau datang ke pesta lo” ledek Tina di sela tawanya.


Quinsya yang tadinya tersenyum langsung cemberut mendengar ledekan dari Tina, “apa benar gue gak berharga bagi muse” batin Quinsya.


“Tina benar, gue juga pernah undang saga buat datang ke pesta ulang tahun gue tapi yang ada saga sama sekali tidak menanggapi gue, mending lo nyerah aja buat dapatin saga ca, sebagai teman sih gue Cuma mau kasih nasehat buat lo” ujar Dwi.


Quinsya masih diam, matanya masih mencari sosok sagara, dia masih berharap sagara muncul pada pesta ulang tahunnya.


Lima menit kemudian Quinsya akhirnya pasrah dia tertunduk lesu, tapi saat gadis itu menunduk, Tina, Fani, dan yang lainnya tampak terkejut melihat pria yang sedang berdiri dibelakang Quinsya.


“happy birthday Quin” Suara Sagara muncul dari belakang Quinsya.


Gadis yang sedang murung itu langsung berbalik badan dan berkacak pinggang melihat pria yang sangat tampan di hadapannya.


“Telat?!” gerutu Quinsya.


“Hmm. . .” Quinsya berpura-pura marah dan Membuang wajah kesamping tidak mau menatap Sagara.


“Bunga untuk Quin tanda maaf karena gue datang telat” bujuk Sagara sekali lagi sambil membuka masker yang sejak tadi dia pakai.


Quinsya mengulum senyum dan mengambil bunga dari tangan Sagara, “ini masih kurang” Quinsya masih berpura pura ngambek.


“tambahan kerja jadi model?” tawar Sagara.


“Deal!” seru Quisnya cepat.


Sagara tertawa dan geleng geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


“Hai saga” sapa Tina dengan gaya centilnya.


Sagara Hanya melihat sekilas dan menundukkan kepala sedikit sebagai tanda menjawab, tidak keluar suara sedikitpun dari mulut pria itu untuk orang lain.

__ADS_1


“Udah ketemu sama abang?” tanya Quinsya memecah kecanggungan.


“Belum, ni mau cari mereka” kembali suara Sagara hanya keluar untuk Quinsya seorang.


“Ayo ke tempat abang, girls gue cari abang kembar gue dulu ya, nikmati pestanya” pamit Quinsya pada teman-teman palsunya.


“ca kami boleh ikut, kami juga mau mengucapkan happy birthday pada kedua abang kembarmu” ucap Fani sambil menahan lengan Quinsya yang baru saja mau berjalan.


“Nikmati aja dulu, nanti gue sampaikan pesan kalian, abang kurang suka dekat-dekat sama cewek, alergi katanya” ucap Quisnya sambil melepaskan tangan fani yang menahannya.


Sagara berjalan sambil merangkul Quinsya.


.


“Itu abang” tunjuk Quinsya pada kedua abang kembarnya yang sedang berkumpul bersama saudara dan teman teman mereka.


Sagara berjalan mendekati sahabat barunya dan mengucapkan happy birthday serta dikenalkan dengan teman-teman Aryan dan Azmi.


“Quin Happy Birthday!” seorang pria tampan datang kehadapan Quinsya.


“Putra! Ya ampun lo datang juga, kok gue gak Nampak” seru Quinsya.


Sagara yang melihat interaksi kedua orang itu sedikit kesal entah kenapa dia tidak suka cara pria itu menatap Quinsya dan juga cara pria itu memanggil Quinsya dengan panggilan Quin.


Putra memeluk Quinsya sebentar lalu sekali lagi mengucapkan happy birthday pada gadis itu, “lo makin cantik aja ca” goda Putra.


“Ohh jelas, putri Aliandra Rafanza Tiandra gitu loh, gak ada yang bisa ngalahin kecantikan gue” ucap Quinsya bangga di sertai tawanya, “Sendirian kesini?” tanya Quinsya.


“Gak, tu ayah sama bunda di sana, ada adik gue juga” tunjuk putra pada orang tuanya yang sedang berbincang dengan orang tua Quinsya.


“Wahhh bang caca ke sana ya mau sapa tante Revi dan om bagus dulu, bentar ya muse” Tanpa menunggu jawaban dari orang yang di tanya Quinsya langsung melangkahkan kakinya menuju orang tua Putra.


...💐💐💐💐💐...


bonus pict


__ADS_1




__ADS_2