
Sagara dan Quinsya jalan di mall, gadis itu meminta sagara untuk menemaninya jalan jalan sambil cuci mata.
“Muse, kita nonton bioskop yuk?” ajak Quinsya.
Sagara tidak mengeluarkan suara, dia hanya mengangguk dengan permintaan dari Quinsya. Kedatangan pria ituk e bali juga karena taruhannya dengan Quinsya, jadi pria itu akan melakukan apapun keinginan Quinsya.
Menceritakan masa lalunya telah membuat hati sagara sedikit ringan, entah kenapa dia semakin nyaman dan tidak mau berpisah dengan Quinsya, tapi sagara masih belum berani dalam mengambil keputusan untuk berpacaran.
.
“Hmmm.. kita nonton apa ya??” Quinsya bergumam sendiri sambil melihat papan yang menampilkan apa saja film di bioskop yang akan di tampilkan. “Muse mau nonton horor?” setelah memilih quinsya menatap sagara yang terus menatapnya.
‘deg’ jantung quinsya langsung berdetak cepat karena baru sadar sejak tadi sagara menatapnya, “ada yang salah dengan wajah caca?” tanya gadis itu grogi.
Sagara menggeleng, “nonton apa aja, aku tidak takut horror” ucap sagara sambil merapikan anak rambut Quinsya.
“Baiklah” Quinsya cepat cepat menarik sagara untuk mengantri karena dirinya saat ini sedang dalam suasana malu dan grogi, sagara dengan santainya merapikan rambutnya dan mengelus puncak kepala Quinsya, dan tatapan pria itu bukan tatapan kosong seperti biasanya, justru tatapan sagara membuat hati Quinsya menjadi meleleh.
📳
Quinsya menoleh melihat sagara yang mengabaikan ponselnya yang berbunyi nyaring.
“Muse~ itu ponsel muse bunyi terus” ujar Quinsya.
Sagara mengambil ponselnya dan langsung mematikan ponselnya tanpa mengangkat telepon itu.
“kenapa di matikan? Dari cewek ya” goda Quinsya.
“Bukan orang penting, lagi pula yang tau nomorku hanya beberapa orang” ujar Sagara.
“benaran?” tanya quinsya.
“Benaran, bukan orang penting” jawab sagara. Yang menelpon adalah ayahnya, sagara sangat malas berurusan dengan pria itu.
Quinsya mendekatkan wajahnya pada telinga sagara, “Muse pesankan dulu ya, caca mau ke kamar kecil bentar” bisik Quinsya.
“mau di temani?” tanya sagara sambil mengulum senyum.
__ADS_1
‘plak’ Quinsya memukul pelan lengan sagara, “di sini aja, nih jagain tas caca” setelah itu Quinsya berlari kecil menuju WC.
.
“Permisi, boleh kenalan gak” Sagara merasakan ada yang mencoleknya dari arah belakang, pria itu berbalik sebentar lalu kembali fokus ke arah depan.
Karena sagara cuek, sekali lagi gadis itu mencolek lengan sagara agar pria itu tertarik untuk melihat dirinya.
“Kok sombong banget kak, Cuma mau kenalan loh” panggil gadis itu sekali lagi.
Sagara masih diam sama sekali tidak tertarik menjawab ataupun menoleh.
“Ihh ganteng ganteng budek” sindir gadis itu karena sagara tidak menanggapinya.
“kakaknya punya mata yang bagus ya” dari samping gadis itu Quinsya berkacak pinggang sambil menaik turunkan alisnya.
“Ehhh iya makasih” gadis itu jadi malu melihat Quinsya tadi dia memang melihat Quinsya sedang bersama Sagara, dan ketika Quinsya pergi dia dengan sengaja membuka satu kancingnya hingga Nampak bra yang dia gunakan untuk menggoda sagara, tapi yang ada sagara hanya menoleh sebentar dan tidak berniat menoleh lagi. “Tapi kak ini kakak ganteng gak tertarik dengan wanita seperti kakak” Quinsya merangkul lengan sagara.
Gadis yang disindir Quinsya segera berlari pergi karena malu telah menjadi tontonan.
Sagara dengan gemasnya mencubit pipi Quinsya, “mau secantik dan se sexy apapun gak akan bisa untuk menarik perhatian gue”.
“Caca tau kenapa” seru Quinsya dengan semangat.
“kenapa?”
“Soalnya yang ada di samping muse udah mempesona, cantik luar biasa, sexy bikin meleleh, dan paling imut di dunia” ucap Quinsya dengan senyum cerahnya.
Sekali lagi sagara mencubit gemas pipi Quinsya, “benar banget, gak ada yang bisa ngalahin” ujar sagara.
Awalnya sagara takut tadi Quinsya marah marah karena ada wanita yang menggodanya, dia takut Quinsya akan seperti bundanya yang sangat mudah cemburu dan suka mengambil kesimpulan sendiri hingga ayahnya capek dengan sikap bundanya dan dari sanalah ayahnya sangat malas pulang ke rumah.
Tapi melihat sikap Quinsya hari ini gadis itu bukannya marah tapi malah memuji si wanita penggoda, dia juga sangat percaya diri dengan dirinya.
“semoga kamu selalu seperti ini Quin” doa sagara dalam hatinya.
...🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1
Sagara dan Quinsya baru pulang ke vila saat sore hari menjelang senja.
“Baiklah tuan tolong liat lagi proposalnya, saya sangat berharap tuan akan memberikan investasi untuk perusahaan ini” ucap salah satu pria yang baru keluar dari vila, kelihatannya pria ada dua orang yang sedang berbicara bisnis dengan daddy king dan opa harry.
Sagara sedikit terkejut melihat salah satu dari dua pria yang baru saja keluar dari vila, pria itu diam dan terus memperhatikan dua pria yang berpakaian jas mulai memasuki mobil dan berlalu pergi.
“Om, maaf boleh tau dua orang tadi apakah ingin minta investasi dari oom?” tanya sagara dengan sopan pada daddy king.
“Iya, ada apa nak saga kenal dengan mereka?” tanya daddy king.
“kemungkinan saga tau salah satunya, bisakah saga liat proposalnya om?” izin sagara.
Daddy king menatap opa harry, setelah melihat opa harry menganggukkan, dia baru menatap sagara lagi, “ayo masuk, kita bicara di dalam saja” ajak daddy king.
.
“Ini dia dokumennya, semua sudah di periksa sama tim investigasi daddy dan tidak ada masalah” daddy king memberikan proposal yang diminta sagara tadi.
“hmm, begini om, saya tau om pasti menganggap saya masih anak anak dan tidak bisa apa apa, saya minta maaf sebelumnya karena tiba tiba bersikap seperti orang ahlinya, sebenarnya saya seorang konselor investasi pada orang orang yang ingin mengambil investasi, tidak ada yang mengetahui wajah asli saya, tapi karena oom keluarga caca, saya akan membongkar identitas saya” sagara menatap daddy king dengan serius, “saga melakukan ini, karena salah satu dari orang yang datang tadi, kemungkinan saga kenal, dia adalah buronan yang sedang dicari di Canada dan turki, salah satu klien saga meminta untuk mengidentifikasi perusahaan yang dimiliki orang itu, karena mau menanamkan investasi pada perusahaannya, dan ketika saga periksa ternyata dia adalah penipu, perusahaan dia tidak ada dan semua palsu, makanya saga takut dia adalah orang itu” lanjut sagara, dengan sopan pria itu memperkenalkan dirinya dan menjelaskan pada dua orang dewasa di depannya.
Daddy king dan oppa harry sama sama mengulum senyumnya mendengar penjelasan sagara, “Kalau gitu bisakah daddy minta nak saga untuk memeriksa proposal itu, apakah kami perlu membayar?”
Sagara menggeleng pelan, “Tidak perlu om, saga memang berniat melihat ini, tapi atas izin om dan opa, saga takut om tidak percaya dengan anak umur 16 tahun seperti saga, karena saga belum memiliki gelar sarjana”
“Tidak apa daddy percaya, dan jangan panggil om, panggil saja daddy seperti yang lain panggil” ujar daddy king.
“minta juga dong bang, bolehkan rafa liat juga” celetuk papi Rafa yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan tiga orang itu.
“Nih” Daddy king melemparkan satu lagi proposal bisnis, yang memang ada 2 buah sejak awal.
...💐💐💐💐💐...
bonus pict
sagara dan quinsya sedang jalan jalan di mall
__ADS_1