
Tina masih dengan gaya angkuhnya di hadapan papi Quinsya dan daddy Amira, tadi saat dia kembali ke hadapan teman temannya, dia, fani, dwi dan Rina di panggil untuk datang ke ruangan kepala sekolah, ketakutan Rina ternyata terjadi, mereka dipanggil karena masalah pembullian yang di lakukan keempat gadis itu pada Amira.
“Saya tidak membulli Amira” ucap Tina tegas tidak terlihat ketakutan sedikitpun dari ucapannya, bahkan nada suaranya tidak terlihat gentar.
“Tapi ini ada bukti bahwa kalian membulli Amira Tina” pak kepala sekolah sebagai penengah menyodorkan bukti video yang di dapat dari cctv sekolah, ada juga bukti luka yang ada di tubuh amira, dan tas serta buku amira yang penuh dengan kopi yang sudah mongering karena isi tas amira di siram kopi.
Tina sedikit terkejut tapi dia masih tidak gentar dengan bukti bukti yang disodorkan padanya. Gadis itu tidak sedikitpun gentar sementara ketiga temannya sudah ketakutan dan tidak bisa berbicara lagi dan hanya bisa gemetar ketakutan.
Rafa melipat tangannya di dada bak seorang bos, “apa peringatan saya masih belum membuatmu jera?” tanya Rafa dengan dingin.
Tina menatap Rafa sambil mengernyitkan keningnya.
“Saya Aliandra Rafazan Tiandra pemilik AR corporation, dan saya tau papa mu Bernama Tony Abraham, dan sekarang perusahaan papa mu terancam bangkrut karena saya menarik semua bentuk kerja sama dengan perusahaan papa mu” Ujar Rafa dengan santai.
“Ini adalah masalah saya dan dan putri bapak! Kenapa bapak menyangkutkan dengan papa saya?!” pekik Tina kesal, sekarang dia tau siapa pemilik perusahaan itu, dari perusahaan itu juga keluarganya semakin Berjaya, memang benar jika perusahaan Rafa menarik semua bentuk kerja sama dengan keluarganya, maka sudah dipastikan keluarganya akan gulung tikar.
“Bagi saya masalah putri tercinta saya itu nomor satu, Tidak peduli apapun, saya akan membuat orang yang menyakiti putri saya mendapat balasan, Kamu!” Rafa menunjuk pada Rina. “papamu Bernama Indra bukan? Apa kamu mau perusahaanmu tidak beroperasi lagi? Karena kami akan membatalkan kerja sama dengan keluargamu” lanjut Rafa.
“Tenang Fa, biar papi yang bicara” opa harry kali ini ikutan berbicara, “kalian berempat adalah anak anak yang cantik, tapi kenapa hati kalian sangat busuk? Pria bukan hanya satu, masih banyak pria tampan dan mapan di dunia ini, contohnya para cucu saya, Aryan calon dokter dari keluarga Tiandra, Azmi calon insinyur, ameer dia merupakan cucu dari keluarga bagaskara, masih banyak pria kenapa kalian hanya memperebutkan satu pria yang tertarik pada cucu saya, kalian pikir kalian bisa menghilangkan keberadaan cucu saya disini? Selagi saya dan orang tuanya masih ada, tidak akan ada yang bisa menyakiti cucu saya, jadi kalian mau berjanji tidak membulli kedua cucu saya dan meminta maaf dengan mereka atau kami sebagai pelindung nomor satu akan maju membawa ini ke pengadilan dan perusahaan orang tua kalian juga dijamin hancur” ancam opa Harry dengan nada santai.
“Sa-saya a-akan mi-min-ta ma-af tu-tuan” ucap Rina kaku karena ketakutan.
__ADS_1
“Saya juga tuan maafkan saya” ujar Fani memohon ampun.
“Saya juga minta maaf tuan, saya tidak akan mengganggu mereka lagi” ujar dwi ketakutan.
Tina mengepalkan tangannya geram ke tiga temannya sudah minta maaf, tapi dia masih belum bersedia untuk meminta maaf, namun jika dia tidak mengalah maka keluarganya akan hancur.
“Saya juga minta maaf” ucap Tina akhirnya.
“hahahhaha” daddy king tertawa mendengar ucapan minta maaf yang dilontarkan ke empat gadis itu. “saya maunya kalian minta maaf pada putri dan keponakanku bukan pada saya!” umpat daddy king kesal. Bagaimana tidak marah putri yang dia jaga hampir trauma seperti adiknya dulu karena di bulli, untung saja almeer sebagai abang bisa langsung mengontrol situasi hingga Amira masih bisa di tolong dan tidak terjadi perang antar saudara.
“Udah king, tenang dulu” fajri sebagai pengacara menengahi, dia sebenarnya malas berurusan dengan masalah anak kecil, tapi berhubung itu adalah keluarga yang membesarkan namanya maka dia akan menjadi kaki tangan mereka, fajri mengeluarkan surat perjanjian pada keempat gadis itu. “Baca dulu, dan tanda tangani, pihak keluarga korban mau kalian berempat meminta maaf di depan umum pada kedua korban, jika kalian tidak melakukan itu maka Tindakan pembulian kalian akan dibawa ke kantor polisi dan semua bentuk kerja sama dengan keluarga bagaskara dan keluarga tiandra akan ditarik, jadi pikirkan baik baik” ujar Fajri.
Dengan tangan bergetar Fani, dwi dan Rina menandatangani surat perjanjian itu sedangkan tina masih terlihat angkuh, dia masih tidak mau terlihat memalukan di depan orang tua yang dia bulli.
“Ingat meminta maaf di depan umum atau ancaman itu langsung berlaku” peringat daddy king sebelum keempat gadis itu mencapai pintu keluar.
.
“Kami sebagai pihak guru minta maaf karena ada kejadian seperti ini, maafkan kami karena lalai pak” kepala sekolah itu tertunduk minta maaf pada orang tua Quinsya dan Amira.
“Tenang pak, pembullian di sekolah itu memang hal biasa hanya anaknya berani bicara atau tidak itu saja, untung saja putri saya berani berbicara, dan saya bisa minta tolong pak?” tanya King, pria itu juga bersyukur untung ada abang kembar Amira yang bisa langsung mengambil tindakan yang cepat dan bagus.
__ADS_1
“minta tolong apa pak king?”
“Pindahkan kelas putri saya ke dalam kelas para saudaranya” ujar king.
“tapi kelas itu sudah penuh pak, tidak ada kursi kosong lagi” ujar kepala sekolah.
“Saya minta, tolong pindahkan atau saya akan menarik semua anak saya agar pindah sekolah” ancam king.
Pak kepala sekolah terdengar menghembuskan nafas berat, “baiklah akan saya atur, sekali lagi pihak sekolah minta maaf atas kejadian ini pak king, pak rafa, pak harry dan pak fajri, tapi apa yang diancam akan benar benar dilakukan pak?” tanya kepala sekolah penasaran.
“Rasa cinta dan kasih sayang kedua pria ini pada anaknya sangat basar pak Wibi, apa yang mereka ucapkan akan mereka lakukan demi putri mereka, saya sebagai pengacara bahkan harus turun tangan untuk meredakan amarah mereka, begitulah kasih sayang mereka pada putri mereka” ujar fajri disertai tawa.
“Baiklah saya akan memastikan ke empat orang itu meminta maaf dengan benar di depan umum” ucap Wibi sebagai kepala sekolah.
.
“Liat! Benarkan aku bilang! Amira itu sama saja dengan Caca! Dia akhirnya mengadu!” umpat Rina saat sudah jauh dari ruangan kepala sekolah.
“diamlah! Biarkan aku berpikir!” umpat tina kesal.
“Berpikir apa?! Kita semua sudah hancur! Tidak akan ada yang takut pada kita lagi! Besok kita harus meminta maaf di depan orang orang! Mereka berniat mempermalukan kita!” umpat Rina.
__ADS_1
“karena itu aku suruh diam! Biarkan aku mencari cara untuk membalas dendam pada kedua orang itu!” amuk Tina.
...🍁🍁🍁🍁🍁...