My StuPid Girl

My StuPid Girl
106. Bos Kecil


__ADS_3

“Bang!” panggil Quinsya pelan dengan senyum devil nya.


“Hadap depan dek! Itu guru udah ada di depan kelas!” perintah Azmi.


“Abang! Sekarang caca mau pulang!” amuk Quinsya.


Aryan menghembuskan nafas berat dan mengemas barang barangnya, “cepat kemasi barang barang adek” perintah Aryan.


“Ar, lo yakin?” tanya azmi menahan Aryan yang sedang bersiap mengambil tas sekolahnya.


“Mending ikuti keinginannya, atau dia akan mengamuk di kelas, lebih bahaya orang orang dalam kelas ini” ujar Aryan di angguki Quinsya yang memang sedang berniat berteriak keras dan mengacau di kelas.


Azmi ikut ikutan Aryan menghembuskan nafas beratnya, dia juga sedang bersiap siap untuk bolos dari kelas, sudah lama juga dia tidak bolos dari sekolah.


“mau kemana?” tanya Hana pada Quinsya, azmi dan Aryan yang sudah tegak dari kursi mereka masing masing.


“Mencari pujaan hati adek gue” jawab azmi. Aryan yang lebih dulu permisi pada guru yang sedang mengajar, sementara Quinsya sudah berlari keluar dari kelas, gadis itu memang sangat sulit diatur. “jangan merindukan gue selama gue gak ada” kekeh Azmi lalu berlalu pergi mengikuti Aryan yang sudah meminta izin pada guru yang mengajar dan sudah berlari mengejar Quinsya yang sudah menghilang.


“Huh?! Dasar narsis!” umpat hana pada azmi.


Amira yang duduk disebelah hana malah tertawa pelan dan mendekatkan wajahnya pada telinga Hana, “jangan bohong terus, akui aja masih suka” bisik Amira.


Hana menatap kesal Amira, “Lo jangan sok tau amira! Gue mana suka sama orang narsis seperti azmi” gerutu hana.


“Jangan menyesal loh” goda amira sambil mengedipkan sebelah matanya.


.


Indah menatap tidak suka pada Quinsya yang bisa keluar kelas sesuka hatinya, dia juga kesal karena berpikir Quinsya tau dimana keberadaan sagara yang sedang kabur dari rumahnya.


“Liat, saingan lo berat banget, kuasanya sangat besar hingga guru saja tidak bisa membantah keinginan nya untuk bolos” bisik amanda.


“Kalau gue bilang gue punya solusi untuk mengatasi gadis itu, lo bakal bela gue?” tanya Indah.


Amanda tampak mengernyitkan kening bingung. “maksud lo apaan?”


Indah tersenyum licik, “gue punya kelemahan sagara, bokap nya punya hutang budi sama keluarga gue, jadi dia tidak bisa apa apa jika bokap nya sudah memaksa nya”.


“lo ngancam keluarga sagara?” tanya amanda tidak percaya.

__ADS_1


“Bukan ngancam tapi cuma meminta membayar hutang keluarganya” kata indah.


“sama aja dengan ngancam indah! Lo jahat banget sih, kenapa harus saga? Apa gunanya lo dapat raganya tapi hatinya buat orang lain?” ungkap amanda.


“Orang tua gue juga dijodohkan secara paksa, dan akhirnya orang tua gue bisa saling mencintai, emang hanya sementara dia tidak suka sama gue, tapi seiring waktu berjalan, dia akan mencintai gue” ujar indah penuh percaya diri.


“terserah lo indah, gue udah gak bisa memberi nasehat buat lo, gue gak mau bantuin lo, cara lo jahat banget” ujar amanda sedikit ketus.


...🍂🍂🍂🍂🍂...


“PAPI!” teriak Quinsya sambil membuka pintu ruangan Rafa. Saat ini pria itu berada di kantor dan sedang rapat. Untung saja rapat dengan xelo, king, prince, darel dan farel, jadi kedatangan Quinsya secara tiba tiba tidak membuat malu rafa.


“astagfirullahalazim! Ngapa datang datang teriak gitu dek” rafa hanya bisa mengelus dada dan geleng geleng kepala liat tingkah putri kecilnya.


“Tanggung jawab dengan ucapan papi! Tadi malam!” omel Quinsya sambil duduk di kursi kerja rafa bak seorang bos kecil.


Daddy king dan papa prince hanya bisa tertawa melihat tingkah keponakan mereka.


“Dek, ini papi sedang rapat, tunggu di luar dulu, tunggu papi selesai rapat” papi rafa memberikan penjelasan dengan sangat lembut pada Quinsya.


“Pi~ mana janji papi tadi malam” gerutu Quinsya masih dengan wajah cemberutnya.


Rafa geleng geleng kepala liat tingkah putri kecilnya, “Ya udah sini dulu duduk dekat papi” ucap Rafa pasrah.


Rafa mengelus puncak kepala Quinsya lalu melihat azmi yang terbaring di sofa sebelahnya, “kenapa adek gak minta abang az buat buka program papi, dan cari saga pakai program itu?” usul Rafa.


‘Plak’ Quinsya memukul keningnya sendiri dengan kuat, “Kok bisa lupa adek!” pekiknya, lalu dalam hitungan detik Quinsya sudah menyeret saudara kembarnya, “Ayo bang az kerja lagi!” seru Quinsya semangat, emang bos kecil tidak bisa dibantah.


Azmi yang baru saja memejamkan mata hanya bisa pasrah kembali di seret oleh adiknya menuju ruang program ciptaan rafa.


“caca!” panggil papa Prince.


Langkah Quinsya terhenti dan dia melihat kearah belakang, “apa pa?”


“Jangan terlalu ngejar ngejar cowok, nanti dia lari loh dari caca” canda papa prince.


“Papa tenang aja, kata muse, kalau caca lari dari dia, dia yang akan mengejar caca kemanapun caca berada” setelah berkata begitu Quinsya baru benar benar menghilang bersama azmi dan Aryan.


Papi rafa hanya bisa menghembuskan nafas panjang liat putra putrinya yang bolos sekolah, sudah lama ketiga anaknya itu cabut dari sekolah, jadi rafa hanya bisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


.


“Butuh berapa lama bang?” desak Quinsya, gadis itu terlihat gelisah melihat Azmi yang baru mulai menyalakan program.


“Sabar dek, ini baru nyalahkan” ujar Azmi.


“Emang sagara kenapa dek?” tanya Aryan yang memang sejak tadi mengikuti kemana adik kembarnya pergi.


“Menghilang, caca curiga ada sesuatu yang terjadi pada muse” ucap Quinsya, matanya tidak lepas dari layar computer yang sedang azmi nyalah kan.


Tampak dilayar computer yang sedang loading dan memperlihatkan tangkapan cctv wajah sagara yang keluar dari rumahnya menggunakan taxy dan membawa koper.


“sepertinya sagara pergi dari rumahnya” gumam Azmi, tangan pria itu tidak berhenti bergerak karena programnya masih berjalan dan masih banyak yang ingin dicari.


“Dimana muse sekarang bang?” tanya quinsya.


“sebentar” azmi menekan tombol enter pada keyboard, setelah itu tampaklah pada layar besar didepannya semua video dan foto sagara yang tampak dari berbagai cctv yang dia lewati, hingga berakhir pada posisi sagara berada. “apartemen barunya” ujar azmi.


Tanpa banyak bicara lagi, Quinsya langsung keluar dari ruangan itu dan berlari memasuki taxi.


.


‘ting tong ting tong’


Quinsya berkali kali menekan bell pintu apartemen sagara, dibelakang gadis itu Aryan dan azmi selalu mengikuti kemanapun quinsya pergi.


“Bang?! Beneran di sini?” gerutu Quinsya karena sagara tidak juga membuka pintu apartemennya.


“Iya, bentar la_”


‘Ceklek’ Pintu apartemen itu akhirnya terbuka, sagara membuka pintu dengan wajah yang baru saja bangun dari tidurnya.


Mata sagara yang awalnya sayu kini terbuka lebar saat Quinsya langsung memeluknya.


“Ca?” panggil sagara pelan.


Quinsya tidak menjawab hanya semakin mengeratkan pelukannya, saat sagara hendak membalas memeluk Quinsya, terdengar dehaman dari depan sagara.


Aryan dan azmi sedang melipat kedua tangan mereka sambil menatap sinis sagara, memberi peringatan.

__ADS_1


“Gue gak ngapa ngapain” ujar sagara sambil mengangkat tangannya tidak membalas pelukan Quinsya.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


__ADS_2