My StuPid Girl

My StuPid Girl
37. Mandi Air Es


__ADS_3

“Abang!” Quinsya berlari memasuki kamar Aryan si abang pertamanya. Pria itu sedang asik membaca buku di sofa dekat kamarnya.


“Kenapa?” tanya singkat Aryan sambil menurunkan bukunya sedikit.


“kasih caca soal soal buat ujian kenaikan kelas” seru Quinsya semangat. Begitu sampai di rumah gadis itu langsung semangat untuk belajar agar tidak mendapatkan nilai merah seperti taruhannya dengan sagara.


Aryan menyuruh adiknya itu mendekat dengan isyarat tangan, dengan patuh Quinsya duduk disebelah Aryan dan mencondongkan wajahnya lebih dekat dengan Aryan, kini tangan pria itu terangkat memegang kening Quinsya.


“gak panas, adek salah makan obat?” tanya Aryan dengan wajah dan nada datarnya.


Ingin rasanya Quinsya menghantamkan pukulan pada wajah tampan si abang sulung, namun Quinsya berusaha bersabar karena dia butuh otak pintar kedua abangnya untuk mendapatkan nilai pas pasan, bukan nilai tinggi setidaknya tidak dibawah standar atau dengan kata lain nilai merah.


“Bang caca serius!” ujar caca dengan wajah menahan amarah.


Aryan mengangguk pelan tapi wajah pria itu masih datar, “sana mandi air dingin dulu pakai es batu” ujar Aryan dengan wajah serius.


“Untuk apa bang?” tanya Quinsya dengan wajah tak kalah serius.


“Biar fresh otaknya” ujar Aryan masih dengan wajah datarnya.


Quinsya mengangguk cepat dan berlari keluar kamar Aryan, setelah Quinsya benar-benar pergi keluar kamar Aryan tertawa sambil memegangi perutnya, pria itu walau pendiam tapi masih sama jahilnya dengan azmi, dan yang paling sering kena kerjain adalah adiknya yang super duper polos Quinsya.


.


“Mami! mami! Caca minta es batu!” teriak quinsya sambil berlari menuju ruang keluarga dimana mami Cessa dan papi Rafa sedang menonton berdua saja.


Mami Cessa mengerutkan keningnya bingung dengan permintaan Quinsya, “Buat apa dek?” tanya mami Cessa.


“Buat adek mandi” jawab Quinsya polos.


“Mandi pakai es batu?” kali ini papi Rafa yang bertanya.


Cessa geleng-geleng kepala, “ngapain sih adek ikuti challenge - challenge seperti itu, nyari penyakit aja”.


“Adek gak ikut challenge mam, abang bilang biar fresh otak adek, jadi adek di suruh mandi pakai air dingin ditambah es batu” ungkap Quinsya, dia masih belum sadar abangnya sedang mengerjai dirinya.


“Ya allah dek! Abang itu ngerjai adek, mana ada otak bisa fresh kalau mandi air dingin” kekeh Rafa, pria itu sudah tertawa keras melihat wajah putrinya yang terlihat seperti orang linglung.

__ADS_1


“ABANG AR!” Teriak Quinsya murka, dia berlari menuju lift dan langsung menekan lantai 3 dimana kamar Aryan berada.


.


Quinsya sampai di kamar Aryan tapi pria itu sudah tidak ada di dalam kamarnya, membuat Quinsya semakin mengamuk. Gadis itu berlari menuruni tangga menuju kamar Azmi, untuk meminta bantuan Azmi mencari keberadaan Aryan, dan begitu masuk Quinsya tidak memerlukan bantuan Azmi lagi karena Aryan sedang berada di kamar Azmi, pria itu sedang tertawa keras melihat wajah adik bungsunya yang sedang marah.


Quinsya berlari mengejar Aryan sambil melemparkan barang apa saja yang dapat dia raih beruntung yang dia lempar adalah bantal, bukan vas bunga atau hiasan lainnya.


“Bisa gak lari larinya jangan di kamar gue!” teriak Azmi kesal.


“Bang ar jahat sama caca bang!” Adu Quinsya dan mulai menangis sambil menunjuk Aryan yang masih tertawa.


“HAH!” Azmi mengambil nafas panjang dan menangkap Aryan dengan cepat, “nih pukul cepat!” Aryan sudah tidak dapat mengelak lagi dia pasrah saja mendapatkan pukulan dari adiknya.


“Maaf dek abang Cuma bercanda” ujar Aryan di sela tawanya, pria itu masih bisa tertawa saat Quinsya memukul dirinya, memang pukulan gadis itu tidak terasa di badan Aryan.


“Abang jahat! Caca kan serius! malah di bercandain!” gerutu Quinsya kesal.


“udah dek, yang ada tangan adek nanti yang sakit, nanti abang tambah hukuman abang ar, cerita sama abang, adek mau minta apa?” tanya Azmi dengan lembut, walau sifat Azmi sangat kekanakan tapi pria itu masih bisa dewasa sesekali.


Quinsya mendengus kesal dan duduk di sebelah Azmi dengan wajah cemberutnya.


“cepat buatkan soal buat adek belajar” ujar Quinsya masih dengan wajah cemberutnya.


“Adek mau belajar?” kali ini Azmi yang terkejut dengan perintah Quinsya.


“Iya, tapi jangan yang susah susah ya bang” Quinsya tersenyum menampakkan gigi putihnya.


Azmi menepuk jidatnya sendiri, “gimana mau belajarnya kalau gak susah soalnya adekku sayang”.


“Ya udah gak apa apa susah, tapi ajari adek caranya, dan gak boleh lama belajarnya” ujar Quinsya.


Aryan dan azmi kembali tertawa mendengar ucapan adiknya itu, “oke baiklah, berikan abang waktu buat cari soal soalnya”. Ucap Aryan dan azmi pasrah.


Keduanya harus memutar otak tentang bagaimana cara mengajari Quinsya agar gadis itu tidak cepat pusing dan bosan dengan soal yang mereka buat.


...🍃🍃🍃🍃🍃...

__ADS_1


Ameer menatap heran kedua saudaranya yang terlihat kelelahan. “Kenapa kalian berdua?”


“Berkat adik tercinta kami berdua bergadang semalaman untuk membuat buku tutorial belajar paling mudah di mengerti anak kecil” gerutu Azmi sambil menatap Quinsya yang cekikikan kecil.


“Buku tutorial buat siapa?”


“Siapa lagi anak kecil di rumah yang gak bisa belajar susah” sindir Azmi, tapi dia sebenarnya senang Quinsya sudah niat belajar dan berusaha untuk mengejar ketertinggalannya, Azmi hanya bercanda saja.


“Abang gak ikhlas ni ngajarin caca” sindir balik Quinsya.


“Ikhlas adek ku tersayang, kalau gak ikhlas gak bakal jadi tu buku soal ditambah jawabannya, jadi mau belajar yang mana dulu?” tanya azmi dengan lembut.


Quinsya menatap Azmi lalu menatap sagara, “patner bantuin caca belajar ya” Quinsya menatap Sagara dengan mata puppy eyes nya.


Azmi menepuk jidatnya, “Yang buat soal abang, yang ngajarin saga, teori dari mana tu dek?” keluh Azmi.


Sementara itu ameer tertawa keras melihat pertengkaran dua saudara itu.


“Teori dari caca, kalau yang jelasin abang masuk telinga kiri keluar telinga kanan, tapi kalau muse masuk telinga kiri mendam dan gak keluar keluar, semoga” doa Quinsya, di akhir kalimatnya.


Azmi menghela nafas panjang, “tolong ajarin adek gue saga” ucap pria itu pasrah.


Sagara tersenyum tulus pada Quinsya dan mengelus puncak kepala gadis itu dengan lembut, “di mulai dari mana dulu?”


“Yeeeii! Yang ini paling susah” tunjuk Quinsya pada buku soal matematika buatan Aryan dan Azmi, keduanya memang bekerja keras membuat soal beserta jawaban yang bisa dimengerti adiknya dengan sangat singkat dan mudah, berbagai trik dibuat oleh dua pria tampan dan pintar itu agar Quinsya tidak menyerah dalam belajar.


.


Dari kejauhan Fani dan dwi menatap kesal pada Quinsya yang di kelilingi para cowok tampan, ditambah idola sekolah mereka tersenyum pada Quinsya.


“Mereka pikir bisa ngalahin gue” umpat Fani kesal, dia yang selama ini menempati posisi puncak di sekolah mereka, bahkan gadis itu mendapatkan posisi juara umum di sekolah, dan saga biasanya selalu menempati posisi 3 besar.


...🌼🌼🌼🌼🌼...


bonus pict


Quinsya stress dengan kelakuan kedua abang kembarnya

__ADS_1



Kalau mau up lagi mohon beri dukungan author dengan cara like, hadiah, vote, dan bintang ⭐ 5 nya ya, Terima kasih 😘💕


__ADS_2