My StuPid Girl

My StuPid Girl
Bonchap 9


__ADS_3

“emang adik adik laknat” umpat Aryan dengan suara kecil agar para keponakannya tidak mendengar apa yang barusan dia katakan.


“Mas~ jangan ngomong gitu di depan anak kecil” tegur Elmira.


“Ya kan ini bulan madu kita yank, masak bulan madu jauh jauh ke Jerman tujuannya Cuma buat jagain ni bocah bocah” ringis Aryan menatap empat ponakan yang sedang bermain tanah.


“ciiiiiaaattttt vino bukan bocah uncle!” anak lelaki kecil berumur sekitar 5 tahun menyiram Aryan dengan ember air yang dia bawa.


“hahahaha uncle kalah” satu bocah yang merupakan saudara kembar Alvino tertawa keras sambil bertepuk tangan, siapa lagi kalau bukan Alvaro.


Aryan menutup matanya dan mengambil nafas panjang, “anak nakal!” teriak Aryan sambil mengejar dua keponakan tampannya yang kini berlari sambil tertawa keras.


Elmira hanya bisa geleng geleng kepala melihat kenakalan ponakal lelakinya, untung saja dua ponakan cantiknya sedang asik bermain boneka bersamanya, Hanava dan Haniva, entah apa yang terjadi Sagara membawa hampir semua keluarganya untuk berbulan madu ke mansionnya yang ada di jerman, bahkan anak anak mereka juga dibawa.


Elmira dan Aryan juga di paksa ikut dengan rayuan bulan madu romantic di jerman, berhubung Aryan juga penasaran seberapa besar mansion yang Sagara miliki di jerman, pria itu akhirnya ikut juga bersama istrinya yang baru saja sembuh dari sakitnya, maksudnya sudah bisa di sentuh tapi Aryan belum membuka segel karena Bersiap siap untuk liburan ke jerman.


Namun baru sehari, semua adiknya menitipkan anak anak mereka pada Aryan dan Elmira, dan mereka langsung menghilang entah kemana, orang tua, saudara sepupu, kakek nenek dan yang lainnya juga kompak tidak ada, meninggalkan Aryan dan Elmira menjaga ponakan-ponakan tampan dan cantiknya.


Ada satu yang patut di syukuri, untung dia Cuma menjaga 4 orang, bisa bahaya jika semua ponakan dia yang di suruh jaga, Aryan gak tau bakal gimana.


“Anti, acahhh” Hanava menunjuk bajunya yang terkena cipratan air akibat lemparan ember berisi air dari Vino.


“Ya ampun basah ya, mau ganti baju? Hani juga basah?” tanya Elmira pada ponakan cantiknya satu lagi.


“Iya” angguk Haniva pada Elmira.


Elmira hendak menggendong keduanya tapi melihat badan keduanya yang besar dan pastinya berat dia kini menatap Aryan yang sudah berhasil menangkap Vino dan menggelitik pria itu, tapi dia mendapat pukulan cangkul plastic dari Varo setelah itu Vino kembali di lepas Aryan, lalu pria itu kembali mengejar Aryan, “Hani disini aja dulu ya, auntie ganti baju Nava dulu, nanti baru baju Hani ya” ucap Elmira dengan lembut.

__ADS_1


Haniva menatap mata Elmira lekat lalu menganggukkan kepalanya pelan. Setelah mendapatkan anggukkan Elmira baru menggendong Hanava dan mengganti baju gadis kecil itu.


“Ampuunnn uncle capek” teriak Aryan sambil berbaring di samping keponakan cantiknya. “mana autie sayang?” tanya Aryan saat tidak melihat istrinya di sana.


“anti aju” jawab haniva pelan, mata gadis itu fokus menyisir rambut boneka yang ada di tangannya.


Varo yang melihat Aryan terbaring sambil telungkup langsung mendapatkan ide jahil lainnya, pria kecil itu sudah menyiapkan cangkul plastic di tangannya dan Bersiap di pantat Aryan, “jurus tusukkannn mauuuttt!” teriaknya keras.


Dan saat itu juga Aryan berteriak, sedikit sakit tapi lebih terkejut karena merasakan benda aneh menusuk pantatnya. Belum selesai penderitaan Aryan Vino datang dengan ember berisi air dan lagi lagi mengguyur kepala Aryan.


“menyerah uncle menyerahhhh” teriak Aryan keras.


Varo dan vino tegak di atas punggung Aryan, “hahahaha monster sudah di hancurkan!” teriak kedua bocah kecil itu.


Sementara Haniva hanya ikutan tertawa melihat Aryan yang terkapar dengan baju basah dan masih di injak oleh dua ponakannya.


“Astagfirullah, itu uncle nya diapain Varo Vino?” tanya Elmira yang sudah keluar dari kamar setelah mengganti baju ponakkannya.


“Uncle nya kalah auntie” ujar Vino dengan senyum lebarnya.


**


Setelah seharian menjaga keponakan keponakannya Elmira dan Aryan baru diberikan kunci vila oleh Sagara, dan vila itu berada di seberang mansion milik Sagara, tentu saja itu masih milik sagara, itu adalah rumah sederhana namun indah dan nyaman, cocok untuk orang yang mau berbulan madu.


“Untung mereka semua memberikan rumah ini, jika masih di kamar yang ada di mansion aku gak tau apa kita bisa belah duren” gumam Aryan sambil membaringkan dirinya di tempat tidur.


“ehem ehem” Elmira menjadi kaku begitu mendengar ucapan Aryan tentang belah duren. Dia memang sudah berkata siap tapi sebenarnya Elmira masih malu untuk melakukan hubungan suami istri yang seharusnya dia lakukan pada malam pertama mereka menikah.

__ADS_1


“Ahhh kalau kamu belum siap aku juga tidak akan memaksa el” Ralat Aryan cepat sambil mengambil posisi duduk yang benar dan menatap Elmira lekat.


Elmira berjalan mendekat dan duduk di sebelah Aryan, mengambil nafas yang panjang sebelum membuka mulutnya, “a-aku siap mas” jawab Elmira dengan suara pelan.


Tanpa menunggu lagi Aryan langsung mencium bibir Elmira menjatuhkan Elmira secara perlahan ke tempat tidur.


“Apa kamuy akin sudah siap?” tanya Aryan sekali lagi, karena dia takut Elmira menjerit ketakutan saat proses bercocok tanam di lakukan.


“hmm a-apa sakit?” tanya Elmira dengan wajah sedikit ketakutan.


Aryan mengecup sekilas bibir Elmira sebelum menjawab pertanyaan wanita itu, “kalau kamu takut dan tegang akan terasa sakit tapi kalau rileks gak terasa sakit kok” jelas Aryan, sebagai dokter yang berpengalaman apa lagi dengan orang tua, dan adik adik yang super mesum Aryan cukup berpengalaman secara teori, tapi belum pernah melakukan praktek yang sebenarnya.


Aryan tersenyum dengan lebar, dan mulai mengecup wajah Elmira dari kening, hidung, pipi dan turun kebibir, Elmira sampai terbuai dengan ciuman yang diberikan oleh Aryan. “Aku akan membuatmu rileks sayang” bisik Aryan lalu mulai mencium ganas bibir Elmira, sementara itu tangan pria itu mulai sibuk membuka baju yang Elmira kenakan tanpa Elmira sadari, karena gadis itu begitu terhanyut dengan ciuman panas yang diberikan Aryan, di otaknya sedang berputar pertanyaan bagaimana cara membalas ciuman yang diberikan oleh Aryan, hingga dia tidak sadar kini dia hanya mengenakan dalaman saja sementara Aryan masih lengkap.


Aryan melepaskan ciumannya sebentar melepas paksa bajunya lalu kembali mencium bibir Elmira dengan ganas, perlahan ciuman itu turun menuju leher, Elmira mulai merasakan basah pada leher dan juga gunung kembarnya, pada saat itu dia mulai tersadar dan dengan reflek tangannya langsung menutup gunung kembarnya.


“maafkan aku karena melahapnya tanpa henti, aku tau ini pertama kalinya untukmu, kitab isa berhenti sekarang jika kamu mau, tapi jika kamu membolehkan lanjut aku tidak tau lagi apa bisa bertahan atau tidak” gumam Aryan pelan.


Elmira menatap mata Aryan lekat, lalu dengan perlahan gadis itu membuka sendiri bra yang dia kenakan, “e-el siap” ucap Elmira sekali lagi.


“Yakin? Aku sudah tidak bisa menahan diri lagi el, kamu mungkin akan menangis meminta berhenti tapi aku tidak bisa lagi menahan diri, kesabaranku sudah habis” lirih Aryan dengan wajah memerah dan tatapan seperti orang yang sudah terangsang.


Elmira menangkup pipi Aryan, “Aku yakin sudah siap” jawab Elmira sambil mencium bibir Aryan seperti Aryan menciumnya tadi.


Malam panas pasangan suami istri itu akhirnya terjadi, walau ada insiden tidak mengenakkan akibat ponakan dan saudara saudaranya, Aryan akhirnya bisa lepas perjaka dan tidak menjadi olok olokan keluarganya lagi.


...🦁🦁🦁🦁🦁...

__ADS_1


udah benar benar tamat ya 😄😄😄 nantikan cerita anak anak mereka yang bergabung dengan novel 'I love you Professor'


__ADS_2