
Sagara terus menatap punggung Quinsya yang sedang berbincang dengan beberapa orang yang seumuran dengan orang tuanya.
“Namanya ferdinan Putra, dia sahabat kecil kami , ibunya adalah mantan musuh mami cessa” bisik Azmi pada Sagara.
Sagara menatap azmi, “emang gue nanya” ucapnya dingin.
“Gak nanya tapi terlihat dari pandangan lo, pengen tau sedekat apa caca sama pria itu, bisa dibilang kami sangat dekat” ujar Azmi sambil menahan senyumannya karena melihat wajah sagara yang terlihat kaku.
“hanya gue kan yang dijadikan muse” Sagara menatap Azmi dengan pandangan bangga.
Sementara itu azmi melongo melihat tingkat kepercayaan diri sagara. “Lo emang the best bro” Azmi geleng geleng kepala setelah berkata begitu.
Aryan yang sejak tadi diam ada di sana menahan senyumnya melihat tangan sagara yang menggepal.
.
“Hei Quinsya happy birthday sayang, kamu makin cantik aja seperti mommy kamu” ucap revi sambil memeluk Quinsya.
Kenapa Revi bisa datang ke ulang tahun putra dan putri rafa dan cessa karena dia sudah berubah, dia sudah tidak lagi mengejar Rafa, dan Putra adalah anak pertama Revi.
Karena hubungan permusuhan sudah tidak ada, mereka hanya berteman, karena sesekali bertemu dan berlanjut begitu saja.
“Ohh jelas tante, keturunan papi rafa dan mami cessa itu memang top” ujar Quinsya bangga.
Revi mencubit gemas dagu Quinsya, “mirip banget sih sama mami kamu, terlalu percaya diri” kekeh Revi.
“eiittsss itu putri gue jelas mirip gue” ujar Cessa bangga.
“Gimana kalau Quinsya jadi menantu tante aja, nikah sama Putra” canda Revi.
“Wahhh putra setuju tu bun” sahut Putra yang mendekat kea rah orang tuanya.
“enak aja, gak mau tan, caca udah punya pilihan caca sendiri, gak mau pake acara jodoh jodohan” tolak quinsya langsung.
“Loh kok gak mau sama anak tante yang ganteng ini, awas nanti benci bisa jadi cinta loh” canda revi lagi.
Quisnya kembali menggelengkan kepala, “Caca gak benci kok, tapi caca juga gak cinta, hanya teman, udah dulu ya tan, caca mau kembali ke tempat abang” Quinsya cepat cepat melarikan diri sebelum omongan tentang perjodohan terus di munculkan di sana.
“Hahhaha sayang sepertinya jalanmu masih panjang untuk mengejar cinta caca, gimana minta restu mertua dulu” kekeh Revi.
“Gak boleh” tolak Rafa langsung.
“wahhh to the point banget si fa, kasih kesempatan buat anak gue ngapa, kan gue gak dapat kesempatan, nah ini anak gue bisa di kasih” ujar Revi di sela tawanya.
__ADS_1
“Dia masih kecil” kata rafa singkat.
“Cess, suami lo overprotective banget sama anaknya” keluh Revi.
Cessa geleng geleng kepala, “banget! Itu Queen di dalam hidupnya sampai sampai gue sering di lupain” canda Cessa.
Rafa langsung mempererat rangkulan pada pinggang istrinya, “kapan yang?”
“Wahh mulai, ini di tempat umum tolong romantisnya di kamar aja, gue jadi iri kan” ujar Revi.
“Putra balik ke tempat Quinsya ya bun, tante, om, Putra pamit” setelah itu Putra cepat cepat pergi, tadi barusan dia melihat Quisnya menggandeng tangan seorang pria asing yang tidak dia kenal, dia tidak mau keduluan orang lain.
“Bilang sama putra lo jangan mencoba cara curang” peringat Rafa saat Putra sudah tidak ada di dekat mereka.
“Ya gak lah, jangan lihat masa lalu gue, putra tumbuh dengan kasih sayang gak seperti gue, jadi tenang aja anaknya sportif kok, jadi siapa calon menantu kalian?” Revi mulai kepo dengan calon menantu yang di sukai Quisnya.
...🌴🌴🌴🌴🌴...
“Muse sekarang temani caca yuk~” Begitu sampai kedekat sagara Quinsya langsung merangkul lengan sagara tanpa malu, untung saja pria itu tidak menepis tangan Quinsya.
“dek, kasian saga gerah itu” ujar Azmi.
Quinsya menatap sagara, “Muse gak suka?” tanya Quinsya langsung.
“Ca! siapa ni?!” Putra tiba tiba muncul sambil memandang tidak suka pada Sagara, tapi sedetik kemudian tersenyum pada Quinsya.
“Muse punya caca” Jawab Quinsya spontan.
“A-Apa Mu-muse?!” Putra tampak terkejut dengan ucapan Quinsya tentu dia tau apa arti muse karena selama ini dia ingin menjadi muse bagi Quinsya. Pernah beberapa kali Putra minta di Lukis oleh Quinsya tapi gadis itu menolak, dia tidak mau melukis orang lain selain Muse yang akan dia temukan kelak. Memang Quinsya tidak pernah melukis orang selain orang tuanya dan keluarga, lebih dari itu quinsya tidak mau melikis siapapun.
“Iya muse caca” ulang Quinsya meyakinkan Putra.
“Berarti kalian berdua udah pacaran?” ucap Putra dengan nada kecewa.
“Gak pacaran, kata papi gak boleh pacaran, ini muse caca, hanya milik caca” keras Quinsya.
Putra agak lega mendengar pria tampan disebelah Quinsya belum memiliki hubungan dengan gadis itu. Akhirnya dia menyodorkan tangannya pada Sagara, “gue putra sahabat kecil Caca, paling banyak tau tentang caca, dan sangat dekat” ucap Putra bangga.
Sagara menyambut tangan putra, “gue sagara” ucap Sagara.
Tangan kedua pria itu masih saling menjabat, mata mereka sama sama memancarkan permusuhan, Quinsya sama sekali tidak tau kenapa dua pria di dekatnya jabat tangan terlalu lama, dia hanya menatap heran kedua pria itu.
“Lo kuat juga ya” ujar Putra dengan senyum palsunya.
__ADS_1
“makasih, lo lemah ternyata” sindir Sagara.
“Orang tua gue kenal dekat dengan orang tua caca” gumam Putra.
“Lah emang ngapa?” komentar caca kebingungan.
“Gue pernah nginap di rumah caca” ujar Sagara bangga.
Mata Putra melotot mendengar pernyataan sagara barusan, dia langsung melepaskan jabatan tangannya dengan sagara. Dan menatap Quinsya meminta jawaban pasti, “itu benar ca?” tanya Putra gak percaya.
“Iya, pernah beberapa kali” ujar Quinsya dengan polosnya, gadis itu tidak tau bahwa kedua pria itu sedang memperebutkan dirinya dengan cara mengatakan keunggulan yang pernah mereka dapatkan.
“Gue juga boleh nginap di rumah lo?” seru Putra.
“Boleh, tapi mau ngapain? Izin sama papi sana, putra di usir sama tante Revi dari rumah ya?” Quinsya bertanya dengan wajah polosnya.
Sagara sebenarnya ingin tertawa tetapi dirinya juga sedikit kesal karena Quinsya juga membolehkan Putra untuk menginap di rumahnya. Sementara itu azmi, Aryan, ameer dan yang lain melihat pertengkaran kedua pria itu hanya bisa tertawa pelan, menertawakan kebodohan kedua pria yang sedang memperebutkan Quinsya adik mereka.
“Pokoknya bolehkan, besok gue nginap di rumah lo” ujar putra tegas.
“Emang papi bolehkan?” quinsya memiringkan kepalanya kebingungan dengan pernyataan putra.
“Ka-kalo itu nanti gue minta izin sama om rafa” ucap putra ragu.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
bonus pict
Ferdinan Putra
Amira
Sagara
Quinsya
__ADS_1