
“Tuan rafa saya mohon maaf, bisa tolong jelaskan arti ucapan anda?” ujar ayah Aditya pada rafa. Pria itu tampak masih kebingungan dengan ucapan rafa.
Rafa menoleh menatap Aditya lalu sagara dan memberikan senyum lembut pada sagara. “Sagara, ucapkan salam pada kakek mu” rafa menunjuk eddy dengan tangannya.
Aditya langsung melotot mendengar ucapan rafa, “Apa maksud pak rafa, aku adalah anak papa eddy?” tanyanya tanpa sadar, “tapi aku berasal dari panti asuhan”.
Rafa membuka dokumen yang di berikan oleh xelo, dan memberikan file tes DNA yang dia ambil secara diam diam, “Ibu anda bunuh diri setelah meletakkan anda di depan rumahnya, pak tua ini tidak mau mengakui anda sebagai anaknya, dan meletakkan anda di depan panti asuhan, tidakkah anda lihat wajah kalian sedikit mirip?”
Aditya menatap tidak percaya pada kertas yang ditunjukkan Rafa.
“Anda hanya salah satu anak yang dia buang ke panti asuhan, beberapa dari mereka besar jadi anak jalanan, karena tidak bisa memanfaatkan fasilitas beasiswa yang dia berikan, dan beberapa yang berhasil dia jadikan partner atau keluarganya dengan menikahkan cucu nya, bukankah sagara dan cucu nya satu darah, bagaimana caranya mereka menikah? Emang pak tua gila harta” sindir rafa.
“Anda sudah membongkar semuanya pak rafa, apa lagi yang anda inginkan?” tantang eddy.
“huh?!” rafa mendengus kesal, bukannya merasa bersalah eddy malah semakin tampak angkuh. “sepertinya aku tidak bisa menahan semua bukti ini dan memberikannya pada public agar mereka yang akan menghukum kalian berdua” ancam rafa.
“Anda sudah membongkar semuanya, apa lagi yang anda inginkan pak rafa!” ezra akhirnya berteriak marah pada rafa.
“belum, aku hanya mengatakan Sebagian, belum semuanya, kalian yang harus mengakui semuanya, jika aku yang membongkar maka tidak akan segan segan aku kirim pada public, akui sekarang di depan anak dan istri anda, biar dia tau pria seperti apa yang mereka sanjung selama ini” ancam rafa sekali lagi.
“nana, indah, papa minta maaf, papa berselingkuh dari mama mu, selain dengan mama mu, papa menikah siri dengan beberapa wanita, maafkan papa” ujar ezra, tangan pria itu mengepal sangking geram dengan rafa.
“masih ada, bongkar semuanya” ujar rafa.
__ADS_1
“adit aku minta maaf, aku ingin mengambil kekayaanmu, melalui riri dan rehan putraku, tapi ternyata gagal dan aku memanfaatkan putriku, untuk menikah dengan putramu, walau mereka saudara sepupu, aku tetap memaksakan kehendak itu agar kekayaanmu dapat aku ambil dengan mudah” ungkap ezra.
Aditya merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, tentang bagaimana ezra merencanakan sesuatu untuk mengambil kekayaannya, pria yang sangat Aditya segani dan pria itu sangat iri pada ezra yang menjadi anak dari eddy, sekarang setelah tau rencana itu dia marah dan juga kecewa, karena sebenarnya dia juga anak eddy tapi bukan dari istri sah pria itu.
“Aku sudah mengakui semuanya kan, jadi hapus semua bukti yang anda punya” bentak ezra kesal.
Bukannya takut Rafa hanya tertawa meremehkan, “Jadi indah, ini adalah contoh buruk dari perjodohan memang tidak semua pernikahan itu akan berakhir seperti papa dan kakek mu, tapi kebanyakan seperti itu pada orang yang tidak saling mencintai, apa lagi dengan pria otak lobang seperti papa mu” sindir rafa pada indah yang terisak seperti mama nya.
“hiks hiks ta-tapi mama tetap yang pertama bagi papa, aku tidak apa di dua kan, karena tetap aku yang di jadikan istri sah” isak indah.
Rafa semakin tertawa kencang “bang xelo, anaknya sama kayak bapaknya, hahaha zaman sudah makin gila” gelak tawa rafa semakin terdengar kencang, suara tawa itu tiba tiba terhenti, Rafa kini menatap indah dengan mata mengancam, “kamu pikir saya rela putri saya di duakan? Sekali saja dia menyakiti putri saya tidak akan ada ampun baginya, saya bukan orang yang segan segan untuk membuat tangan saya berdarah, demi orang yang saya sayangi, berbeda dengan saya, papa yang kamu banggakan itu rela membuat tangannya bernoda darah demi rencana liciknya” peringat rafa.
Indah tampak ketakutan mendapatkan serangan dari rafa.
“Sudah, semua rencanaku gagal apa lagi yang anda inginkan!” ezra malah balik menantang Rafa.
Senyum menyeringai muncul dari bibir rafa, “sudah saya kasih kesempatan, tapi tidak juga merasa bersalah, bang xel, kasih ke pak adit, dokumen tentang pembunuhan istrinya, biar dia yang memproses ke kantor polisi” ujar rafa.
Aditya dan sagara melotot mendengar ucapan rafa barusan, tangan Aditya bergetar meraih dokumen yang diberikan xelo.
Sementara Ezra langsung berlari dari sana.
“Silahkan lari, tapi kemanapun anda bersembunyi tidak akan pernah lepas dariku, aku selalu bisa menangkap anda” sindir rafa sebelum ezra benar benar pergi dari sana.
__ADS_1
“A-apa ini pak rafa?” tanya Aditya ketakutan, tangannya masih bergetar membuka lembar demi lembar bukti yang diberikan rafa pada nya.
“Bukti pemberian obat halusinasi, dan penenang dalam dosis melebihi takaran dokter, menyebabkan istri anda mengalami depresi akut dan halusinasi yang luar biasa hingga kematian” ujar rafa dengan suara pelan.
“Ba-bagaimana a-anda tau ini?” Aditya merasa tercekat begitu mengetahui kenyataan yang tidak pernah dia sadari.
“Keluarga dia sangat luar biasa, ketika aku mencari informasi tentang keluarga asli anda, banyak keluar bukti bukti yang di luar logika, gunakan itu untuk menuntut pada pihak rumah sakit dan memenjarakan ezra serta riri, saya hanya bisa membantu sampai sini” ujar rafa.
Air mata Aditya mulai jatuh ketika membaca dokumen yang xelo berikan, “terima kasih pak rafa, saya akan menggunakan ini sebaik baiknya” ucap Aditya.
“Kalau gitu saya pergi dulu, urusan kantor polisi bukan masalah saya, saya hanya menelantarkan aditya ke panti asuhan, tapi saya sudah memberikan dia Pendidikan yang baik, itu saja kesalahan saya” ujar eddy.
Rafa hanya tersenyum sinis pada eddy, “ya silahkan pak eddy, oh iya saya peringatkan jangan mencoba mengganggu keluarga saya atau saya yang akan turun tangan, walaupun anda menggunakan orang lain untuk mencelakai keluarga saya, tetap tidak akan bisa, hanya sekali jentik jari keluarga anda akan hancur berantakan bahkan kekayaan anda akan saya ambil alih” ancam rafa.
“Ba-baik” jawab eddy, dia mulai takut dengan rafa, karena bisa mengetahui banyak hal.
.
“Terima kasih om, buat bantuannya” ucap sagara tulus pada rafa, dia memang syok karena mengetahui kematian dari bunda airi ternyata adalah rencana ezra dan riri, bukan murni karena depresi biasa, tapi karena obat obatan yang di konsumsi oleh bunda airi.
Rafa mengangguk, “ya sudah kapan kamu akan datang bersama ayah mu ke rumah?” goda rafa.
...🍃🍃🍃🍃🍃...
__ADS_1