My StuPid Girl

My StuPid Girl
53. Menyusul ke Bali !!


__ADS_3

“Pastiin perasaan lo yang sebenarnya jangan salah ambil keputusan bro, yang pasti kalau lo udah nyakiti perasaan adik gue, gak ada ampun buat lo, dan gue gak bakal memberikan kesempatan kedua” ancam azmi dengan wajah serius.


“Iya gue tau” balas sagara terdengar tegas.


“Gue boleh tanya satu hal lagi” tanya azmi.


“Hmmm…tanya aja”


“Jika seandainya lo udah sembuh dari trauma lo, apa lo akan memilih wanita yang lebih cantik dan sexy dari adik gue?” tanya azmi penasaran.


Sagara menatap azmi dengan pandangan malas, “lo pikir gue cowok apaan, gue aja gak tau gue bisa sembuh dari trauma gue atau gak, untuk memulai sebuah hubungan aja hati gue masih sangat berat, kalau adek lo yang nyembuhin ya gak mungkin gue lari sama cewek lain” ucap sagara sambil geleng geleng kepala tidak habis pikir dengan isi otak azmi.


“hahahha kali aja ada cewek yang lebih sexy dan bohay lo langsung kepincut” kekeh Azmi.


“Sembarangan aja kalau mikir” karena kesal sagara melempar bantal yang ada didekatnya kea rah azmi yang masih tertawa keras.


“ingat bro, gue udah kasih izin sebagai calon abang ipar tapi gue belum izinkan adik gue di ***** grepe” ujar azmi disela tawanya.


“Kalau itu gue juga tau!” balas sagara.


...💐💐💐💐💐...


Di rumah utama keluarga bagaskara,


Opa harry menatap Cessa dan rafa yang sedang menonton bersama oma dona dan Queen serta king.


“Fa, ini hari libur anak sekolahan kan?” tanya opa harry.


“Iya pi” jawab rafa, pria itu masih dengan santainya bersandar pada bahu istrinya.


“mana cucu centil papi? Kok papi gak ada liat si cantik dan menggemaskan itu? Jangan bilang karena liburan dia mengurung diri di dalam studio nya?” tanya opa harry penasaran.


“Liburan ke bali, ke vila opa dan oma nya yang ada di bali” yang menjawab adalah cessa.


“Lah liburan ke bali diam diam aja, harusnya bilang bilang dong, biar kita semua bisa ke sana bareng bareng, mumpung anak anak lagi libur ini” kata opa harry semangat, dia memang sangat suka saat liburan anak sekolah karena keluarganya akan kumpul beramai ramai, urusan pekerjaan akan di berikan pada para asisten yang paling tidak enak sih adalah Xelo, yang selalu kebagian menghandel semua kerjaan Rafa.


“Boleh juga tu pi! Suruh semuanya siap siap pi, biar kita pergi pakai pesawat pribadi punya rafa” Rafa yang tadinya tidak semangat langsung bersemangat 45 karena bisa mengganggu liburan Quinsya yang ingin berduaan dengan sagara.

__ADS_1


Cessa yang ada disebelahnya hanya bisa menghela nafas panjang dengan keputusan suaminya, padahal Quinsya udah mewanti wanti dia hanya liburan tanpa kawalan sang papi, sekarang semua itu harus pupus jika yang datang bukan hanya papi nya tapi seluruh keluarga besar keluarga bagaskara.


“bagus itu, kita berangkat malam ini aja, suruh semuanya bersiap, BIK! bibik!” teriak opa harry memanggil asisten rumah tangganya.


“iya tuan besar ada apa?” tanya si asisten rumah tangga.


“Kirim pesan pada semua orang di keluarga ini bilang bersiap untuk liburan ke bali berangkatnya mala mini” putus opa harry.


“baik tuan” ucap asisten rumah tangga itu.


Diam diam Rafa mengulum senyumannya karena jika begini Quinsya tidak akan bisa marah padanya, dia memang berjanji tidak ikut liburan kali ini bersamanya, tapi dia tidak berjanji menyusul membawa pasukan keluarga bagaskara kan?


“caca ngambek mami gak mau tanggung jawab ya, papi urus sendiri” bisik cessa pada sang suami yang luar biasa tampan.


“tenang aja sayang caca gak mungkin marah” balas rafa dengan berbisik.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


“Cucu kesayangan opa! Kejutan!” teriak opa harry begitu dia sudah sampai di vila milik opa ali.


Quinsya yang sedang duduk di taman menikmati suasana pantai terkejut melihat rombongan keluarganya sudah ada di vila. Dia tidak bisa berkata-kata hanya bisa geleng geleng kepala dan tertawa hambar.


“Iya tauk nih opa pilih kasih” tambah Biru saudara kembar Violet, pria itu sudah cekikikan melihat tampang opa harry yang berubah sedih.


“Ampun! Opa sayang semua cucu opa, semuanya kesayangan opa” opa harry mengangkat kedua tangannya ke atas tanda menyerah.


“Tapi hati kami udah tersakiti opa, belum bisa sembuh kalau gak ada ini” Biru menunjukkan tangannya seoah olah dia sedang meminta uang pada sang opa.


“Wahhh almeer juga sakit hati ni opa!” Almeer ikutan beraksi untuk memploroti uang opa harry padahal dia sudah memiliki uang penghasilan sendiri.


“Hah?! Kalian malak opa?!” tanya opa harry terkejut.


“Tentu saja opa, semuanya buat barisan!” darel sebagai anak tertua di sana langsung maju yang pertama dibelakangnya sudah ada Farel yang sudah berdiri sejajar dengan darel, lalu diikuti cucu yang lainnya.


“kalian kan udah besar, masih butuh uang opa?” tanya opa harry pada cucu tertuanya.


“Tidak ada yang menolak kalau di kasih uang jajan opa” kekeh darel sambil mengedipkan sebelah matanya pada opa harry.

__ADS_1


Disamping Opa harry para orang tua hanya bisa tertawa lepas mengejek opa harry yang baru saja di palak para cucu nya.


Opa harry akhirnya pasrah dan mengeluarkan dompet nya mengeluarkan beberapa lembar dollar pada Darel.


“YUUhhuhhuuu thank you opa ganteng” ucap darel, lalu berjalan ke opa ali dan oma reta untuk menyalami opa dan oma kedua mereka.


“Ini uang opa udah habis loh” Ujar opa harry saat memberikan uang sisa di dompetnya pada urutan yang kedua.


“Tenang aja opa masih ada shoppay dan goppay” kekeh Almeer yang berada pada urutan ketiga.


“Bagus Almeer!” pekik daddy King dari samping sambil bersorak riang.


Opa harry memukul keningnya sendiri sambil geleng geleng kepala, pria tua itu akhirnya mengeluarkan ponselnya dan mengscan barcode yang ada di ponsel Almeer.


“Bukannya urutannya salah? Harusnya amira yang duluan?” tanya opa harry.


“Almeer yang kakaknya opa, soalnya almeer tendang amira biar cepat keluar dari perut mami” balas Almeer.


“Sirik aja opa, dia gak mau jadi adik jadi yang waras ngalah opa” kekeh amira.


Opa harry geleng geleng kepala semua cucu nya pandai dalam bersilat lidah dan pada nakal serta jahil “Apa kalian Cuma malak opa aja?!” tanya opa harry.


“IYA OPA!” jawab semua cucu opa harry diiringi gelak tawa.


“Makasih opa ganteng” amira memberikan ciuman pada pipi opa harry saat diberikan uang saku sebesar 2 juta kedalam akun shoppee nya, memang uang itu tidak besar baginya, tapi cukup buat makan dan jalan jalan serta mengerjai opa harry.


“Itu baru cucu opa, yang tadi main nyelonong aja gak pake permisi habis dikasih uang” ledek opa harry. “Lah ini kok ikutan?” tanya opa harry begitu melihat Aryan dan azmi yang berada di belakang amira.


“Kan opa Cuma sayang sama caca, kami juga sakit hati opa, terbelah hati dedek opa” azmi menunjukkan tampang sedihnya sementara arya hanya mengangguk setuju dengan ucapan adik kembarnya.


“ALAMAK!” opa harry kembali memukul kepalanya habis beberapa juta dalam satu malam akibat cucu nya yang banyak belum lagi ditambah cucu sambungnya dari dafa dan Devi serta cucunya dari ellena dan Xelo, begitu liat kebelakang antrian yang mengantri masih panjang seperti rel kereta api.


“Makanya kalau ngomong hati hati, alamat bocor kantong kan” ledek oma dona disela tawanya.


“yang udah dapat gak boleh baris lagi!” teriak opa harry saat darel dan farel kembali memasuki barisan.


“ya siapa tau opa khilaf” kekeh darel dan farel.

__ADS_1


...🌼🌼🌼🌼🌼...


__ADS_2