My StuPid Girl

My StuPid Girl
81. Pelukan Ayah


__ADS_3

Sagara pulang hampir pukul 10 malam, dia tidak sadar dengan dering ponsel dan pesan yang dikirimkan ayahnya, pria itu sedang merayakan ulang tahun yang pertama kali dalam hidupnya dengan suasana hangat dan keluarga yang banyak. Selama ini pria itu hidup sendiri tanpa abang atau saudara sepupu, orang tuanya tidak mempunyai sanak saudara kecuali tante riri, dan hubungan sagara dengan wanita tua itu juga tidak akrab.


“Kenapa pulang larut malam saga?” suara lembut Aditya kembali menjadi menyapa sagara begitu memasuki rumah.


“Ehh ayah belum tidur, maaf saga pulang lama, ini pertama kalinya saga mendapat kejutan dari teman saga, jadi saga lupa waktu” jelas sagara.


Aditya tidak ingin marah dan bertanya apa apa lagi dia mendekat dan memeluk putranya itu untuk pertama kalinya, membuat sagara terdiam membatu.


“Selamat ulang tahun putra ayah, maaf selama ini ayah belum pernah mengucapkan langsung padamu, ayah sudah banyak salah, izinkan ayah untuk memperbaiki semua kesalahan ayah, terima kasih sudah hadir di dunia ini, ayah sangat menyayangimu sagara” bisik Aditya.


Sagara tidak mampu berkata kata lagi, dia hanya terisak pelan, ini pertama kalinya dia mendapatkan pelukan dari sang ayah, sebenci bencinya sagara pada Aditya, dia tetap putra dari Aditya, pria itu sebenarnya menyayangi Aditya seperti dia menyayangi bunda airi walau keduanya sudah sangat menyakiti sagara.


Perlahan Aditya melepaskan pelukannya, mengelus puncak kepala sagara dengan lembut, “bagaimana tadi pesta nya?” tanya Aditya pelan.


“Sangat me-ri-ah” isak sagara.


“Syukurlah, mau makan malam dengan ayah?”


Sagara menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.


Aditya menuntun sagara menuju meja makan, di sana juga ada kue ulang tahun yang sengaja Aditya beli tapi lilinya belum menyala, “Ayah dan bibi tidak tau, makanan kesukaanmu, jadi ayah meminta bibi untuk membuat yang enak enak, dan juga ayah tidak tau hadiah apa yang kamu sukai, jadi beli saja hadiah kesukaanmu menggunakan uang ayah" ujar Aditya sambil menunjukkan makanan yang terlihat menggiurkan.


Sebenarnya sagara sudah makan di rumah Quinsya, tapi dia tidak ingin menolak kebahagiaan yang datang itu, pria itu mengambil piring dan mulai memakan makanan yang sudah disiapkan.


“terima kasih yah” ucap sagara tulus.


...🌲🌲🌲🌲🌲...


Pulang sekolah Amira bukannya pulang ke rumah, dia malah mengunjungi farel yang ada di kantornya. Gadis itu masih menunggu darel memberikannya penjelasan tapi karena pria itu sedang tidak ada di tempat, jadi amira mengganggu farel terus.


“Kak, abang farel nya ada?” tanya amira pada vera yang duduk di kursi sekretaris Farel.


Vera menatap Amira lalu berusaha tersenyum dengan manis, “Ada nona, tapi sekarang tuan farel sedang ada meeting online dengan klien, apa nona mau menunggu sebentar lagi?” tanya Vera dengan lembut.


“Hmm… baiklah” setelah menimbang nimbang cukup lama amira akhirnya duduk pada sofa tunggu yang ada di dekat ruangan itu.


“Nona mau minum apa? Biar saya buatkan” tanya Vera.


“Jangan panggil nona kak, gak enak dengarnya panggil Amira atau mira aja, tentang minumannya boleh deh, mira juga haus” kekeh Mira.


“Baiklah non_ ehh maksud saya mira, mau minum manis atau biasa aja”.


“Biasa aja kak, gak usah yang manis manis” ujar amira.


Vera mengangguk dan segera menuju pantry, “gadis yang cantik, baik dan sopan, pantas menjadi pacar bos” puji vera dalam hati.

__ADS_1


.


“Ini minumannya mir” vera meletakkan gelas minuman di depan amira.


“makasih kak” ucap Amira dengan senyum cerahnya.


“Sama-sama, kalau gitu kakak kembali kerja ya” ujar Vera.


📳 dering ponsel amira membuat gadis itu cepat cepat mengangkat teleponnya.


📲“Assalamualaikum mom”


📲“Waalaikum salam, kakak dimana?” tanya mommy Queen.


📲“Kakak lagi di kantor farel” ujar Amira dengan kencang sengaja agar Vera meliriknya.


📲“Farel farel, gak sopan itu kak!” amuk mommy Queen.


Amira malah tertawa keras.


📲“Iya iya maaf mom, kenapa mommy telepon?” kekeh Amira.


📲“Nanti minta abangmu jangan pulang ke apartemennya, pulang ke rumah utama ! ada yang mommy mau bicarakan” ujar Mommy queen.


Amira tersenyum senang melihat Vera yang sesekali melirik padanya tapi ketika ketahuan, gadis itu berpura pura sibuk dengan kerjaannya.


“Maaf mira ganggu ya kak?” seru mira sambil mengulum senyum.


Vera cepat cepat menggelengkan kepala, “gak kok, santai aja” jawab Vera.


“Tadi mommy telepon, katanya pengen ketemu sama abang farel” Mira memberi informasi tanpa ditanya lebih dulu.


Vera hanya mengangguk menggeleng, “udah cantik, baik, orang tua mereka juga setuju, gue gak ada apa apanya kalau di sejajarkan dengan dia” batin Vera memelas.


.


Tidak berapa lama Farel keluar dari dalam ruangannya, pria itu sedikit terkejut begitu melihat Amira duduk di sofa tunggu.


“Ngapain kesini mir?” tanya farel.


“Mau main aja, emang gak boleh? Abang mau kemana?” tanya Amira heran.


“Abang mau pulang ke apartemen, mau bantu Darel tinjau proyek yang ada diluar kota_”


“Ikuttt!!” potong amira cepat.

__ADS_1


“Kamu sekolah! Gak bisa ikut, abang kerja bukan bermain” ucap farel tegas.


“kakak cantik ikut?” tanya amira.


“Vera tentu saja ikut dia sekretaris abang” jawab farel.


“Kalau gitu ikut” Amira sudah memegang lengan farel dan bergelayut manja pada lengan abangnya.


“gak bisa, udah disini aja” protes farel.


Amira merengut kesal, “bilang aja abang mau kencan Cuma berdua sama kakak cantik”


“A-anu mira, saya hanya sekretaris, mira jangan salah paham ya” sanggah Vera dengan cepat.


Amira mengulum senyumnya melihat farel lalu Vera, “Kalau gitu amira bisa ikut dong”.


Farel mengacak rambutnya frustasi, “gak bisa!” tolak Farel sekali lagi.


“Pak, bawa aja kekasih bapak, nanti dia salah paham dengan kita pak” ujar vera yang masih salah paham dengan hubungan amira dan farel.


“Salah paham?!” ulang farel.


Vera mengangguk cepat, “iya pak, saya hanya sekretaris bapak, gak enak juga pergi berdua saja, sementara kekasih bapak gak boleh ikut” bujuk Vera lagi.


“Dia salah paham?” tunjuk farel pada amira yang sekarang sudah tertawa keras sambil memegangi perutnya.


“Paling kamu dinikahkan sama saya kalau dia salah paham” ucap farel spontan.


Vera membulatkan matanya terkejut dengan ucapan farel, “Pak mana ada kekasih yang mau merelakan kekasihnya untuk orang lain” protes Vera.


Amira semakin tertawa keras membuat Vera tambah kebingungan.


“dek! Udah jangan ngerjain sekretaris abang” keluh Farel.


“Adek?” vera menatap Amira yang masih tertawa, lalu dia menatap farel, “abang?”


“Dia adik gue, umur kami beda 6 tahun, walau mukanya tua umurnya masih 16 tahun” jelas farel.


‘plak’ amira memukul kencang lengan farel, “enak aja muka tua, abang tu yang mukanya tua, masih mending muka bang darel” protes amira.


Wajah vera yang tadinya biasa berubah memerah semerah tomat, dia baru saja salah paham dan menunjukkan kecemburuannya pada adik farel, dia pikir gadis cantik itu adalah kekasih farel.


Amira dan farel masih tertawa saling mengejek, sementara vera hanya bisa tertunduk malu.


...🍀🍀🍀🍀🍀...

__ADS_1


__ADS_2