
Sekarang semua keluarga bagaskara sedang berkumpul bersama di belakang rumah opa harry dan oma Dona. Para cucu bagaskara sedang bermain takraw sedangkan para orang tua sedang duduk dipinggir menonton para anak muda bermain sepak takraw.
Masalah nasehat dan nasehat para orang tua sudah selesai dilaksanakan, sagara dan darel tampak sibuk menyuapi istri mereka makan buah di dekat para orang tua.
“Aku tidak menyangka kamu memberikan nasehat pada Saga dan darel, mungkin jika dulu aku di beri nasehat seperti itu, aku tidak akan menghindar dari istriku yang selalu marah setiap aku pulang kerja” celetuk Aditya.
“tidak juga adit, opa dulu menikah tanpa adanya orang tua, opa dan istri opa yatim piatu, dan jangan menyalahkan masa lalu, itu semua sudah terjadi dan jangan menyesal atas keterlambatan yang kamu lakukan, itu hanya akan menjadi penyakit buat kamu, karena sekarang kamu sudah tau, jadi berikan pelajaran untuk anak cucu mu di kemudian hari, dan jadikan masa lalu sebagai pembelajaran dan contoh buruk yang terjadi, masa lalu biarlah berlalu, jangan dipikirkan lagi kenapa kamu tidak bisa mendapatkan itu, nikmati saja apa yang kamu miliki sekarang” bukan rafa yang menjawab melainkan Opa harry yang angkat bicara.
Aditya mengangguk dan terlihat sedih mendengar ucapan opa harry, dia mulai sadar dengan ucapan dari opa harry.
Quinsya yang sejak tadi mendengarkan mulai tertarik ikut bicara dengan opa dan para orang tua lainnya, “dulu opa juga nasehatin papi waktu mami hamil caca gak, opa?” tanya quinsya tiba tiba.
Dari King, Prince, rafa, xelo hingga Dafa tertawa keras mendengar pertanyaan Quinsya membuat Quinsya, sagara, darel dan yang lainnya kebingungan.
“ca, papi rafa dulu di hukum karena menghamili mami cessa” sahut prince.
“dihukum?” beo Quinsya dan yang lainnya.
Papi rafa mengangguk dan memberikan ciuman pada pipi mami cessa. “masih enak darel dan saga, Cuma papi nasehati dulu papi disuruh lari keliling lapangan ini dengan membawa buah semangka yang ditempelkan di perut papi” ungkap rafa.
“APA?! Papi pasti bohong” pekik Quinsya tidak percaya.
Mami cessa tertawa pelan lalu mengangguk, “benar sayang, opa mau papi merasakan bagaimana membawa kalian selama Sembilan bulan bagaimana berat yang mami rasakan biar papi bisa lebih sayang sama mami” jelas mami cessa.
__ADS_1
“gimana kalau saga dan darel juga ngerasain gimana berat yang dibawa ibu?” usul Dafa secara tiba tiba.
“Ide bagus, bentar” prince segera berlari ke dalam rumah dan kembali dengan membawa 2 buah semangka seberat 2-3 kg dan solasiban hitam, tawa jahil pria it uterus terdengar dari dalam rumah hingga keluar.
Begitu 2 buah semangka itu sudah datang, king, dafa, xelo dan rafa langsung memasangkan pada dua orang pria yang akan menjadi ayah itu. Melihat apa yang terjadi pada sagara dan darel semua orang mulai tertawa keras melihat kedua pria itu.
“gimana enak bawa beban berat itu?” ledek mommy Queen.
“lumayan berat mom” ujar darel.
“Baru segitu, dulu papi sampai harus lari keliling lapangan” sindir papi rafa.
Sagara dan darel mulai bergidik ngeri karena ucapan papi rafa, segitu saja mereka sudah mulai merasakan sakit pada punggung apa lagi berlari dengan beban di perut, mereka tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit dan letihnya.
“Itu perjuangan seorang ibu, setelah kalian merasakan apa kalian mulai merasa emosi gak? Pengen beban di perut segera di angkat, makanya jangan suka emosi sama istri, derita mereka itu sangat banyak, belum lagi saat mereka melahirkan, jangan kira setelah melahirkan beban kalian sebagai suami sudah hilang, masih ada banyak malahan” ujar rafa.
“Membesarkan anak, mengurus suaminya, belum lagi ada beberapa ibu hamil yang terkena sindrom baby blues, jangan pikir sindrom itu tidak mungkin terjadi, karena kenyataannya banyak ibu ibu muda yang terkena sindrom itu, bahkan mereka bisa sampai membunuh anaknya sendiri sangking membenci anak yang mereka lahirkan, bagaimana kalian sebagai suami menyikapi itu? Pertama jangan menyalahkan istri kalian, karena bukan kemauan dia membenci anak yang dia lahirkan, memang tidak mungkin untuk membenci anaknya sendiri tapi itulah kenyataan yang banyak terjadi, bantu istri kalian untuk sembuh dari penyakitnya bukan dengan memarahinya tapi memberikan pengarahan yang baik, beri istri kalian kasih sayang yang banyak dan bantu dia buat sembuh dari penyakitnya, jangan pernah tinggalkan dia, nanti akan menjadi boomerang pada rumah tangga kalian” jelas Rafa.
Sagara dan darel sekali lagi mengangguk mengerti dengan penuturan dari papi rafa.
...🍉🍉🍉🍉🍉...
Pukul lima pagi Quinsya terbangun dari tidurnya karena mendengar suara Sagara dari kamar mandi, perlahan gadis itu berjalan menuju kamar mandi untuk melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
“Mas kenapa?” tanya Quinsya dari depan pintu kamar mandi, kebetulan sagara tidak mengunci kamar mandinya, bukan sengaja tapi tadi pria itu buru buru berlari ke kamar mandi karena merasa sangat mual.
“Morning Quin” sapa sagara dengan wajah yang terlihat sangat pucat.
Melihat wajah suaminya yang pucat Quinsya berlari ke meja di kamarnya yang terdapat gelas air minum dan langsung membawakan itu pada sagara.
“Jangan lari sayang” teriak sagara dari dalam kamar mandi, dia memang masih sibuk muntah muntah tapi sagara tau istri kecilnya itu sedang panik dan berlari mencarikan air untuk dia minum.
Mendengar suara sagara Quinsya yang tadinya berlari segera menghentikan Langkah kakinya dan berjalan santai menuju kamar mandi.
“Minum dulu mas” ujar Quinsya yang tampak khawatir.
Tanpa menjawab sagara mengambil gelas yang ada ditangan Quinsya bibirnya memberi senyuman ke arah Quinsya tapi tampak wajah pria itu sangat pucat.
“Mas salah makan apa sih?? Perasaan tadi mas gak ada makan yang aneh aneh deh” gumam Quinsya khawatir.
Setelah menegak habis air minum yang Quinsya berikan sagara segera mencuci mulut dan tangannya lalu mengusap kepala istrinya dengan sayang, “Gak apa, mending mas yang sakit dibanding kamu yang merasakannya, kamu lapar yang?” tanya sagara.
“hmm?” Quinsya langsung memegangi perutnya yang langsung berbunyi nyaring, “gara gara mas, caca jadi lapar begitu ditanya, kenapa mas mesti ingatkan makan sih” gerutu Quinsya.
Sagara terkekeh lalu menggandeng istrinya menuju tempat tidur mereka, “mau makan apa biar mas yang buatkan” ujar sagara lembut.
“emang mas bisa buat?” wajah Quinsya langsung bersinar sinar senang mendengar suaminya ingin memasak, selain masak mie instan quinsya tidak pernah melihat sagara masak karena memang Quinsya tidak tau kalau sagara bisa memasak, biasa hidup sendiri sagara terbiasa untuk memasak, tapi tidak seahli quinsya.
__ADS_1
Sagara mengangguk sambil sesekali mencium punggung tangan Quinsya yang terus dia genggam sejak tadi. “tapi tidak se enak buatanmu, jadi mau buat apa sayang?”
...🍉🍉🍉🍉🍉...