
“Ayah! Saga mohon lakukan tes DNA sekali lagi, saga tidak akan marah pada ayah jika hasilnya tidak sesuai keinginan ayah dan saga, dan tante riri lakukan tes DNA ulang jika tante ingin keadilan bagi rehan” putus sagara.
Riri berpikir sebentar lalu mengangguk pelan, “baiklah di rumah sakit mana akan melakukan tes DNA itu” ujar riri.
“tidak akan saga beritahu dimana itu” ujar sagara.
Wajah tante riri langsung berubah marah, “Tidak bisa ini menyangkut anak tante, kamu bisa saja memalsukan itu sesuai keinginanmu, saga!” bentak tante riri.
Sagara tertawa pelan sambil menatap tante riri, “kenapa tante takut? Saga sudah bilang saga tidak peduli dia benar anak ayah atau tidak, saga tidak peduli kalian mau menikah atau tidak, saga hanya mau menyelesaikan masalah kalian yang tidak pernah selesai, atau jangan jangan tes DNA yang tante lakukan itu adalah hasil manipulasi? Makanya tante takut?” sindir sagara.
“Bu-bukan, itu benar benar tante lakukan! Bukan hasil manipulasi!” pekik tante riri tidak terima.
“Oke kita lakukan test DNA itu, tanpa tante tau dimana rumah sakitnya".
“Tidak bisa, aku harus tau dimana itu, kamu tidak menyukaiku saga! Aku yakin kamu hanya berbohong mau menerima aku sebagai ibu sambung mu, kenyataannya kamu hanya mau memalsukan tes DNA itu” kata tante riri.
Sagara menghembuskan nafas beratnya, dia akhirnya mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya.
“Mau apa kamu saga?” tanya ayah Aditya.
“bertanya pada ahlinya, kita lakukan bersama” ujar sagara dan menelpon papi rafa sambil membesarkan volume suaranya.
📲“Assalamualaikum om”
📲“Waalaikumsalam, ada apa saga?” suara lembut papi rafa membuat Aditya mengernyitkan kening dengan pria yang sagara kenal.
📲“Maaf saga mengganggu waktu om dengan tante” ujar sagara sambil mengulum senyumnya.
📲“Tidak apa, perlu bantuan papi?” tanya rafa lembut.
__ADS_1
Aditya memperhatikan bagaimana sagara berinteraksi dengan pria yang ada di dalam telepon dia merasa iri karena sagara berbicara dengan nada lembut dan sopan pada pria itu.
📲“Iya om, saga mau tanya apa bisa lakukan tes DNA di rumah sakit om dalam waktu satu hari, jadi tidak ada manipulasi dalam tes itu” tanya sagara sopan.
Tante riri mengernyitkan keningnya bingung bercampur penasaran dengan siapa sagara berhubungan karena akan mudah dia menyuruh kekasihnya untuk lebih dulu menyuap pihak rumah sakit jika dia tau di rumah sakit mana itu, sebenarnya riri melakukan tes DNA dengan bantuan kekasihnya, ayah sebenarnya dari anak tante riri, pria itu kaya, tapi masih ingin memperkaya diri dengan kekayaan ayah sagara.
📲“hahahaha, apa ini tentang ayah dan tante mu” tebak papi rafa.
Aditya semakin mengernyitkan keningnya mendengar suara rafa, kenapa pria asing bisa tau masalah keluarganya, apa hubungan pria itu dengan sagara sangat dekat.
📲“ya begitulah om, tante riri takut aku memanipulasi hasil tes, dan ayah yakin bahwa dia bukan putranya” jelas sagara, dia tau bagaimana hebatnya keluarga Tiandra dalam mencari informasi, papi rafa juga sering memberi nasehat padanya, jadi sagara sudah tidak canggung dalam meminta bantuan rafa atau dari mana Rafa tau tentang masalah keluarga nya.
📲“kalau gitu mudah, kita bawa mereka ke laboratorium milik papi, jadi mereka memastikan sendiri bagaimana kita melakukan tes itu, dan kita bisa membawa saksi seorang pengacara, jika ada penipuan akan di denda atau hukuman lainnya, itu sangat mudah saga” kekeh papi rafa.
📲“Om bisa menolong saga?” tanya sagara.
📲“Bisa, kapan mau lakukan tes DNA nya, biar papi persiapkan, dan bawa mereka semua yang bersangkutan, biar papi bisa persiapkan semuanya jadi selesai dalam 1 hari”.
Aditya berpikir sebentar lalu mulai berbicara, “lusa” ujar Aditya, di angguki riri, terpaksa dia harus mengangguk cepat, dan mencari cara bagaimana memanipulasi hasil itu dengan kekasihnya.
📲“Lusa bisa om?” tanya sagara, walau dia yakin papi rafa sudah mendengar ucapan ayahnya karena dia me loudspeaker ponselnya.
📲“Lusa ya, oke deh, tapi semuanya dilakukan anak buah papi, kamu kenal om Xelo dan om Fajri kan?”
📲“Tau om”
📲“Mereka yang akan menyambutmu, dan membantumu, papi ada urusan ke jepang lusa nanti, jadi papi tidak bisa turun tangan langsung, tapi tenang saja tangan kanan papi bisa melakukannya, dan seperti kata papi, mereka akan dia bawa langsung ke laboratorium” ujar papi rafa.
📲“Apa permintaan saga mengganggu oom?” tanya sagara khawatir.
__ADS_1
📲“Tidak, tenang saja, papi kan sudah bilang kalau butuh bantuan papi bilang saja pada papi, tidak ada yang merepotkan” ujar papi rafa.
📲“makasih om, makasih banyak” ucap sagara.
📲“Iya sama sama, papi tutup lagi ya, assalamualaikum”
📲“waalaikum salam” jawab sagara.
Sagara menutup teleponnya dan menatap ayah Aditya dan tante riri bersamaan.
“Jadi di rumah sakit mana melakukan tes DNA nya?” tanya tante riri.
“Sampai lusa baru tante bisa tau di rumah sakit mana” ujar sagara.
Tante riri semakin marah dengan jawaban sagara, “tidak bisa begitu! Ini tidak adil!” bantah tante riri.
Sagara kembali tertawa kecil, “Tante sudah dengar sendirikan? Kita akan ikut ke laboratorium, dan bahkan membawa pengacara sebagai saksi, jadi tidak ada pemalsuan” ujar sagara.
“Dia orangmu sagara! Tetap bisa kamu lakukan pemalsuan” tante riri masih berusaha membantah ucapan sagara.
“Tan, tante tau sendiri siapa fajri? Pengacara handal yang sangat mahal bayarannya, bagaimana cara saga membayar pengacara itu? Dan rumah sakit yang saga pilih sangat besar dan sangat bagus dimata public jadi sagara tidak mungkin memanipulasi, emang saga sekaya apa menyogok orang untuk memanipulasi? Atau memang tante takut ketahuan jika rehan bukan anak kandung ayah?” sindir sagara di akhir kalimatnya.
Riri diam sebentar, “setidaknya kasih tau tante dimana itu jadi tante bisa percaya” ucap tante riri masih berusaha mengetahui rumah sakit apa.
“rumah sakit Tian Hospital” ungkap sagara akhirnya, “silahkan tante pikirkan bagaimana menyogok orang orang yang ada di rumah sakit itu” lanjut sagara sambil tersenyum meremehkan, dia juga segera beranjak dari sana karena sudah tidak mau berurusan dengan orang orang yang membuat darahnya naik.
Aditya ingin bertanya kenapa sagara bisa mengenal orang orang dari rumah sakit terkenal itu, tapi melihat wajah Lelah sagara, dia mengurungkannya, “Apa lagi? Kenapa kamu masih disini? Sampai hasil dari rumah sakit itu keluar, aku akan tetap tidak mau menerima dia sebagai anakku” ujar Aditya sambil beranjak dari sana.
Riri mengepalkan tangannya geram, dia cepat cepat keluar karena mau menghubungi kekasihnya yang bisa memanipulasi hasil tes DNA karena dia merupakan orang berada juga seperti Aditya.
__ADS_1
📳“bagaimana?” suara pria di sebrang sana langsung bertanya pada riri, karena dia tau riri sedang membujuk Aditya untuk mengakui anaknya.
...🍃🍃🍃🍃🍃...