
Indah terlihat sangat senang karena sagara sudah hadir di sekolah, namun wajah senang gadis itu berganti muram saat melihat Quinsya yang sedang bercanda bersama sagara.
“Udah gue bilang dia itu cintanya sama Quinsya, lo gak bakal bisa masuk diantara mereka” sindir Amanda.
Gantian indah menatap sinis pada amanda, “lo sahabat gue atau bukan sih?” amuk indah.
“Gue sahabat lo, karena gue sahabat makanya gue kasih peringatan, jangan terlalu obsesi dengan sagara, kalau lo gak dapat dia masih banyak lelaki yang lebih baik, nanti lo bakalan merasa sakit kalau dia gak bisa lo miliki, gue gak mau lo sedih indah” kata amanda memberikan penjelasan pada indah.
Wajah indah semakin tampak cemberut karena ucapan amanda, bukannya mendapat dukungan dia malah mendapatkan peringatan dari amanda.
.
Dari tempat duduknya hana kembali mendekatkan wajahnya pada telinga amira, “Mir, si indah ngeliatin ke arah caca lagi” memang kemarin Hana sempat memperhatikan wajah indah yang terus memperhatikan Quinsya dengan wajah marah, Hana langsung memberitahu Amira, tapi amira menolak percaya karena mungkin saja kesalahan hana.
Saat hana kembali membisikkan ucapan yang sama dengan yang kemarin kini Amira menatap indah yang memang memandang marah pada Quinsya dan sagara.
“Iya ya bukan salah liat, gue juga liat dia seperti memandang marah pada caca” gumam amira pelan. Dia segera mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto indah secara diam diam, setelah itu mengirimkan pada azmi dan Aryan. Dengan pesan berisi,
📨 ‘tatapan indah terus ke arah ke caca? Ada masalah apa dia?’
Azmi dan Aryan yang mendapatkan pesan dari amira segera waspada dan langsung mencari tau tentang indah.
.
‘teng teng teng’ Tepat saat bell jam istirahat berbunyi indah cepat cepat tegak dan mendekat pada kursi sagara.
“Saga! Bisa kita bicara berdua aja?” tanyanya dengan lembut.
Sagara hanya melirik sekilas, lalu berlalu melewati indah tanpa mengucapkan satu patah katapun, tangan pria itu menggandeng Quinsya, menyatakan jika hanya Quinsya lah yang bisa membuatnya berubah ekspresi, dan mengeluarkan suaranya, kecuali dalam keadaan terpaksa.
“Saga! Gue bakal bilang sama om adit, kalau lo memperlakukan gue seperti ini!” amuk indah, karena kesal dengan sikap sagara.
Quinsya yang sedikit tertarik dengan ucapan indah menghentikan Langkah kakinya dan berbalik untuk menatap indah.
Sementara beberapa saudara Quinsya sudah ada yang menahan tawa melihat tingkah kekanakan indah, “bro, lo bakal di kaduin tu sama bokap lo sendiri” ledek azmi.
__ADS_1
Sagara mengedikkan bahunya acuh, “calon mama tiri gue, makanya bisa ngelapor ke bokap” ujar sagara acuh sambil menarik tangan Quinsya pelan agar mengikutinya berjalan kembali.
“hahahha, muda juga calon bokap lo” gelak tawa azmi dan lainnya mulai terdengar.
Indah sendiri semakin marah karena sagara malah meledeknya.
“SAGA! Gue serius bakal ngomong ke om adit lo!” pekik indah.
“ya ya ya! Laporin aja!” ujar sagara acuh.
Indah mengepalkan tangannya geram karena sikap sagara yang tidak berubah sedikitpun walau sudah diancam dengan nama ayah Aditya.
“Sudah gue bilang bagi sagara lo itu gak ada apa apanya indah” komentar amanda.
“Liat aja, dia bakal jadi milik gue” ucap indah penuh keyakinan.
...🎄🎄🎄🎄🎄...
Pulang sekolah indah langsung mengadu pada kedua orang tuanya karena sagara mengabaikan dia saat berbicara. Indah memang sangat dimanja oleh kedua orang tua dan kakak lelakinya, karena dia anak perempuan satu satunya dalam keluarga itu.
“sabar, Cuma tinggal menunggu beberapa bulan lagi, kamu akan mendapatkan sagara untukmu” ujar papa Ezra.
Senyum di bibir indah langsung mengembang, “papa janji ya, selesai indah ujian, indah langsung tunangan dengan saga!” seru indah dengan suara melengking sangking senangnya.
“iya tenang saja, papa janji” ucap ezra dengan penuh keyakinan.
Istrinya menatap ezra heran karena berani berjanji kepada indah padahal jelas jelas Aditya masih tidak mau menerima perjodohan itu, pria itu masih ragu. “kamu yakin? Orangnya aja gak janji bakal menerima perjodohan itu”.
“Yakin sayang, kalau dia tidak mau menjodohkan anaknya dengan putri kita, usaha dia akan diambil alih olehku, papa sendiri yang bilang seperti itu” jelas ezra.
“Kok bisa begitu?” tanya mama nana.
“Tentu saja, tanpa bantuan papa dia tidak akan bisa membuka usahanya, jadi semua itu adalah jasa papa, dia juga bersekolah atas bantuan dari papa, dia itu hidup di panti asuhan, jadi anak jalanan itu adalah nasibnya, tapi karena Kemurahatian papa, dia bisa sampai di titik dia berdiri sekarang, sudah pasti kalau dia tidak mau membalas jasanya papa akan meminta semua yang dia punya itu” ujar ezra.
Indah tersenyum senang mendengar ucapan papa nya, karena dengan begitu sudah di pastikan sagara akan menjadi miliknya, siapa orang yang rela melepaskan kekayaannya di dunia ini, pasti ayah Aditya tidak mau kehilangan semua kekayaannya.
__ADS_1
...🌵🌵🌵🌵🌵...
“apa indah calon yang akan dijodohkan dengan muse?” Quinsya saat ini sedang mengintrogasi sagara di apartemen sagara. Gadis itu bagaikan seorang bos yang sedang duduk sambil menyilangkan kaki dan tangannya menatap sagara dengan wajah sinis.
Sementara sagara duduk diapit oleh azmi dan Aryan layaknya tahanan.
“Iya, kalau gak salah begitu” jawab sagara.
“Kok kalau gak salah! Berarti muse ragu!” geram Quinsya, karena sagara tidak tampak serius dengan ucapannya.
Sagara nyengir dan tertawa pelan, “aku lupa wajahnya, Cuma liat sekilas dan gak ada yang istimewa dari dia” jawab sagara dengan jujur. Dia memang tidak terlalu memperhatikan wajah semua wanita yang tidak dia anggap penting, cuma ingat aja pernah satu kelas, namanya pun sagara lupa.
“hufft” Quinsya menahan dirinya agar tidak tertawa, “muse gak tertarik dengan dia?” selidik Quinsya.
“dia siapa?” canda sagara.
“dia! Si indah!” gerutu Quinsya sebal.
“Ngapain tertarik sama wanita seperti itu? Ada yang lebih berharga buat aku perjuangin dari pada orang gila seperti itu” ujar sagara.
“Hueeekkkk hueeeekkk, mual gue, boleh gue angkat kaki dari sini gak?” tanya azmi.
“Boleh dengan senang hati” jawab sagara cepat.
Saat Azmi mau tegak dari tempat dia duduk, tangannya ditahan oleh Aryan, “tetap di sini, itu akal akalan dia buat bisa berduaan dengan caca” ujar Aryan.
“Haiiisss!” azmi menghembuskan nafas kesal dan kembali duduk di sebelah sagara. “bro, bisa gak, jangan dekat dekat ni anak sebelum UAS berlalu, fokus dia bakal buyar kalau menyangkut lo” ujar azmi.
Sagara tertawa pelan, “justru karena gue dia mau belajar untuk UAS”.
“Benar tu! Benar banget!” angguk Quinsya dengan antusias.
Azmi dan Aryan serentak menggeleng gelengkan kepala dan menghembuskan nafas panjang.
...🌻🌻🌻🌻🌻...
__ADS_1