
Sagara, Quinsya dan Aditya sedang menikmati makan siang mereka dalam ruangan VIP di restoran milik mommy Queen.
Sagara sejak tadi melirik Aditya ingin berbicara dengan pria itu tapi dia takut akan mengejutkan Aditya. Dengan mengambil nafas panjang sagara akhirnya memberanikan diri untuk berbicara, sebelumnya dia sudah berkonsultasi dengan papi Rafa mengenai keputusan yang dia ambil, dan papi rafa sudah mengatakan tidak apa untuk jantung Aditya.
“Yah” panggil sagara.
“Ada apa?” tanya Aditya.
“Yah, saga ingin mundur dari posisi direktur, saga tau hanya saga yang bisa gantikan ayah karena saga anak satu satunya, tapi yah beberapa minggu ini waktu saga habis di hotel untuk mengerjakan pekerjaan ayah, saga tau ini adalah resiko dari bekerja, namun saga bisa mengambil opsi lain, saga memiliki penghasilan sendiri, walau mungkin penghasilan itu tidak menentu tapi saga yakin bisa mencukupi kebutuhan saga dan Quinsya, kita bisa menyuruh salah satu orang kepercayaan ayah untuk mengerjakan pekerjaan ayah, ayah hanya tinggal terima beres saja seperti papi rafa” ujar sagara panjang.
Aditya masih diam mencerna ucapan sagara. “Apa kamu sudah bicara pada Quinsya?” tanya Aditya.
“Sudah yah, sebenarnya caca tidak masalah mas saga tetap bekerja menggantikan ayah, tapi ini adalah keputusannya, caca hanya bisa mendukung saja” Quinsya lebih dulu angkat bicara menggantikan sagara.
“Saga, tidak banyak orang yang bisa di percaya, ayah takut mereka akan membohongi kita, caca sendiri tidak masalah saga, ini adalah perusahaan yang ayah bangun dari nol, ayah sangat sayang untuk menyerahkannya pada orang lain” ujar Aditya.
“Saga tidak ingin mengikuti jejak ayah” ungkap sagara jujur, kepala pria itu menunduk tidak berani menatap wajah Aditya. “Sekarang saga tanya untuk apa semua kekayaan yang ayah bangun? Oke untuk masa depan dimana kita tidak perlu memikirkan uang dan bisa menghabiskan sesuka hati kita, tapi yah mau sampai kapan masa depan itu tiba? Mau sampai saga sakit? Atau saga sudah tidak bisa bekerja lagi? Uang ada untuk di nikmati, uang bis akita cari jika sudah tidak ada tapi waktu kebersamaan saga dan caca tidak bisa saga cari jika waktu itu berlalu, maaf yah” lirih sagara.
Aditya terdiam mendengar ucapan sagara, dia sendiri tidak tau untuk apa lagi mempertahankan perusahaan itu setelah mendengar ucapan sagara.
“Maaf saga tidak ingin menjadi ayah, saat ini saga ingin menjadikan mertua sagara sebagai panutan, walau papi rafa terlihat santai tapi dia tetap tidak kehilangan kekayaannya, dia tetap bekerja tetapi masih me nomor satukan keluarga, saga tidak ingin memberikan kesempatan pada orang untuk masuk kedalam rumah tangga saga, biar saja orang yang mengemis kepada saga, saga tidak mau berlari kesana kemari meminta Kerjasama dan bantuan dana, Saat ini saga sudah menikah dan saga tidak mau kehilangan waktu berharga saga dengan istri saga, tolong hargai keputusan saga yah” ujar sagara pelan.
__ADS_1
“Maaf, ayah lagi lagi tidak bisa menjadi ayah yang baik, sekarang perusahaan itu ayah serahkan semuanya pada saga, terserah saga mau di apakan, ayah terima semuanya” putus Aditya.
Quinsya dan sagara saling berpandangan dan tersenyum senang, “ayah hanya perlu menikmati waktu tua ayah, tidak perlu bekerja terlalu keras, ayah hanya perlu bermain bersama cucu ayah nanti, itu saja yang perlu ayah lakukan di hari tua ayah” ujar sagara dengan lembut pada Aditya.
...🌷🌷🌷🌷🌷...
Quinsya menatap Hana bersama saudara kembarnya di atas pelaminan sedang saling bertatapan dan tersenyum bahagia menyalami satu persatu tamu yang bersalaman dan berfoto dengan mereka, Senyum kecil keluar dari bibir Quinsya melihat kebahagiaan abang keduanya.
Sagara yang ada disebelah Quinsya merangkul gadis itu dan mencium pipi Quinsya untuk mendapatkan perhatian Quinsya, “Sedang memikirkan apa? Resepsi pernikahan kita?” bisik sagara.
Kepala Quinsya menoleh untuk memandang wajah sagara, dan mengangguk pelan, “hmmm, kok bisa tau?” ucap Quinsya, bibir gadis itu masih terus menyunggingkan sebuah senyuman indah pada sagara.
‘cup’ kali ini sagara mencium bibir Quinsya secara singkat, dia sama sekali tidak malu walaupun saat ini banyak tamu undangan dan banyak orang bisa saja melihat apa yang dia lakukan.
Sagara tertawa sambil mencubit pipi Quinsya dengan pelan, “maaf sayang, habis kamu menggemaskan banget” kekeh sagara.
“Ihhh lama lama muse makin mirip papi, suka cium mami di sembarang tempat!” gerutu Quinsya.
“hahahaha gak apa dong, papi rafa kan role model dalam hidupku” seru sagara. ”jadi kapan kamu mau melaksanakan pesta pernikahan kita?” lanjut sagara.
Wajah Quinsya yang awalnya cemberut karena di godain terus oleh sagara akhirnya berubah tersenyum, “Dua minggu lagi gimana?” celetuk Quinsya tiba tiba.
__ADS_1
Sagara kembali tertawa dan mencubit gemas pipi istrinya, “mas sih gak masalah karena uang bisa mengatasi semuanya, tinggal keluarkan uang lebih banyak maka semuanya akan siap secara instan, tapi mas boleh tau alasannya minta 2 minggu lagi?” selidik Sagara, belajar dari nasehat papi rafa dan mami cessa, Sagara mulai berubah, sifatnya yang pendiam juga mulai menjadi lebih hangat dan menyenangkan. Dia juga sudah mulai bisa bercanda bersama keluarga Quinsya.
“Bang aryan, bang azmi, dan hana 1 bulan lagi akan pindah keluar negri emang Cuma sementara, waktu untuk bersama mereka tinggal sedikit makanya 2 minggu lagi ya” suara Quinsya terdengar sendu saat mengatakan alasan dari permintaannya.
Senyum kembali muncul dari bibir sagara, “ada yang udah kangen sama saudara kembarnya padahal belum juga pisah” ledek sagara.
“ihhh muse! Jangan ngeledek gitu, kalau abang udah di luar negri susah buat suruh dia balik” gerutu Quinsya.
“Masih ada waktu, gimana kalau tahun depan aja, jangan mendesak gini, bentar lagi pesta pernikahan amira dan vito, masak berturut turut dalam satu tahun pesta pernikahan keluarga kita terus, nampak banget kayanya” ujar sagara.
“kalau misalnya caca udah hamil terus adain pestanya pas perut caca gendut dong?”
“Gak papa, malah lucu dan sexy liatnya” kekeh sagara.
“Lucu gimana? Banyak tamu tamu cantik yang datang terus bilang istri sagara jelek banget gendut dan pendek, gak mau” rengek Quinsya.
Sagara kembali memberikan ciuman pada bibir Quinsya yang sedang manyun, “jangan ngambek gitu ntar mas makin ke goda” bisik sagara.
“ihhh mas saga nyebelin ! caca lagi serius ini!” umpat Quinsya kesal.
“Iya, mas juga serius, mata mas gak bakal pernah melihat wanita lain, mau kamu sejelek apapun dan segendut apapun, dimata mas Cuma kamu wanita tercantik di dunia ini” goda sagara sambil kembali memberikan ciuman pada bibir Quinsya.
__ADS_1
“Ihh mas gombal terus” elak Quinsya karena malu akibat ucapan suaminya yang terus menggodanya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...