
“Itu adalah bagian sensitive pada perempuan, jangan biarkan pria yang bukan suami adek untuk menyentuh bagian itu, kecuali suami adek, adek mengerti?” tanya mami cessa.
Quinsya masih diam mencerna ucapan mami cessa, “kalau tidak sengaja tersentuh gimana mam? saat pelukan bukannya dada kita tidak sengaja bersentuhan dengan dada orang yang memeluk?” tanya quinsya dengan polosnya.
Mami cessa mengulum senyum mendengar pertanyaan putri kecilnya, memang membicarakan tentang hal yang berbau dewasa, pada anak yang beranjak dewasa itu sulit tapi bukannya tidak bisa, harus di berikan penjelasan dengan bahasa yang lembut dan jangan ada paksaan, karena anak remaja semakin dilarang semakin ingin dilakukan, walau dia termasuk wanita yang masih terlalu muda untuk menikah dan punya anak tapi ajaran dari kedua orang tuanya membuat cessa tumbuh dengan kasih sayang dan pelajaran yang bagus, dia bisa menjadi pribadi yang baik.
Papi rafa yang masih duduk di sana mendengarkan juga menahan senyumannya.
“Kalau tidak sengaja ya tidak apa, tapi liat dulu tidak sengajanya itu seperti apa, adek tau wanita kalau bagian sensitifnya di sentuh akan bereaksi seperti apa?” tanya mami cessa.
Quinsya kembali menjawab dengan menggeleng.
“tidak sengaja seperti yang adek bilang saat pelukan, tapi ada yang tidak sengaja sambil memberikan sentuhan dan pijatan, itu yang tidak boleh karena itu bukan tidak sengaja namanya tapi memberi rangsangan, ketika cowok sudah memberikan pijatan pada dada adek, awalnya adek malu dan merasa geli tapi lama lama ada sesuatu dalam diri adek yang menginginkan lebih, lalu lebihnya seperti apa? Adek ingin sekali merasakan hal yang tidak pernah adek inginkan, dan berakhir dengan adanya baby, adek tau apa itu hubungan intim?”
“tau” jawab quinsya singkat.
“Nah, kalau sudah memijat adek akan pasrah membiarkan tubuh adek disentuh dari paha mulai menjalar ke bagian sensitive adek, lalu mulai melakukan hal lebih, adek tau dari mana anak berasal?”
Quinsya kini menggelengkan kepala.
“Bagian sensitive pria berbeda dari bagian sensitif wanita, adek tau kan, itu?”
Kalau pertanyaan ini quinsya mengangguk saat umur 5 tahun dia pernah melihat alat kelamin abangnya yang berbeda dari punya nya saat dia masih kecil, gadis itu menangis memegangi belalai milik azmi karena mau punya belalai seperti azmi juga, sementara azmi menangis karena belalainya ditarik dengan adik kecilnya.
“pria ada belalainya” ujar quinsya.
Hampir saja rafa tertawa mendengar penuturan quinsya, dia kembali ingat bagaimana dia menjelaskan pada quinsya yang menangis keras karena tidak punya belalai seperti abangnya.
__ADS_1
“Iya, cowok ada belalainya, kalau cewek adanya lubang, nah gunanya untuk apa?” Cessa membuat sebelah tangannya menjadi bulat dan sebelah lagi menjadi menunjuk, lalu memasukkan tangan yang menunjuk kedalam bulatan itu. “itu gunanya kenapa cowok ada belalainya, biar bisa masuk kedalam lobang yang kita punya” jelas cessa.
“Gak sakit mam?” tanya quinsya penasaran dan wajah polosnya.
Mami cessa melihat suaminya yang sudah menahan tawa, mau bilang sakit jika yang cowok tidak pandai tapi hal itu tidak mungkin, quinsya akan penasaran seberapa sakit itu, jadi cessa menjawab dengan wajar, “adek bisa tau gimana rasanya setelah menikah, kalau belum menikah tidak boleh melakukannya, itu namanya zina”.
“Itu dosa besar ya mam?”
“iya dosa besar yang tidak akan pernah bisa dihapuskan dosanya, tapi adek juga tidak boleh menghina orang lain kalau dia sudah melakukan dosa besar itu, itu adalah urusan dia dengan allah adek gak boleh menghina orang dia berdosa atau tidak, karena tidak ada yang tau dosa siapa yang lebih banyak, dengan adek menghina orang itu, dosa dia akan berpindah pada adek” nasehat mami cessa.
“Sekarang adek tau kenapa adek tidak boleh membiarkan cowok memberikan adek pijatan?” tanya rafa.
Quinsya mengangguk pelan, “agar terhindar dari dosa”.
Mami cessa mengelus kedua pipi putrinya, “putri mami pintar, jangan karena tantangan nya hanya dosa adek tetap melakukannya, adek mau hamil diusia yang masih sangat muda?” tanya mami cessa.
“Hamil di usia yang sangat muda itu banyak hal berbahayanya, maka dari itu adek harus bisa menjaga diri adek ya” tambah papi rafa.
“Jadi adek jangan coba coba berciuman ya, walau saat ini adek sangat penasaran” kata papi rafa memberi peringatan.
“Iya, bolehnya saat adek sudah nikah” ujar quinsya.
“Pintar” puji mami cessa sekali lagi, “mau mami beri tau satu rahasia gak?” lanjut mami cessa.
“mau mi, apa itu?” seru quinsya bersemangat.
“Setelah menikah adek bisa puas puas ciuman dimanapun adek mau, seperti papi dan mami, tidak akan berdosa malah menjadi pahala” ujar mami cessa.
__ADS_1
Rafa mendekati kedua bidadarinya dan memberikan ciuman di kening Quinsya, “Putri papi udah mulai dewasa, jadi adek harus bisa jaga diri ya, jangan membuat malu papi dan mami, dengan hamil diluar nikah” kata papi rafa, lalu pria itu duduk kembali disebelah mami cessa dan mencium kening, pipi, lalu bibir mami cessa. “biar banyak dapat pahala” kekeh papi rafa.
“ihhh mami dan papi bikin iri aja, awas ya kalau adek udah menikah adek akan seperti mami dan papi” ledek quinsya.
“Iya iya, sana cuci muka lalu tidur, jangan memimpikan yang aneh aneh” ledek papi rafa.
.
Mami cessa dan papi rafa menatap punggung putrinya yang menaiki tangga menuju kamarnya.
“kenapa tadi papi mulai berbicara tentang hal dewasa pada adek?” tanya mami cessa penasaran.
“Putri kecil kita sudah mulai penasaran dengan rasanya berciuman, dia mau minta izin dibolehkan pacaran dengan sagara biar bisa berciuman dengan pria itu” jawab papi rafa sambil memijat keningnya.
Mami cessa terkekeh dan membantu memberikan pijatan pada bahu papi rafa, “Namanya anak remaja pi, caca, Aryan dan azmi, sudah mau memasuki umur dimana rasa penasaran mereka sangat tinggi, jika tidak diberi nasehat mungkin akan lepas dari kendali kita sebagai orang tua, untung papi gak marah sama caca tadi”
Rafa geleng geleng kepala, “mana mungkin papi marah, kalau caca minta hal yang aneh aneh gitu, harus di nasehati dengan lembut, marah malah akan membuat emosi jiwanya semakin berkobar, papi ini dokter sayang, walau bukan dokter psikolog tapi berkat papi harry, papi tau bagaimana cara membesarkan seorang anak biar bisa jadi sepertimu” Rafa mulai memberikan ciuman pada mami cessa dari telinga, pipi hingga sampai ciuman dibibir.
“sayang, ini di ruang tamu” tolak cessa.
“Cuma ciuman aja, kita lanjutkan pelajaran IPA kita di dalam kamar ya” goda papi rafa.
“pelajaran apa? mami udah belajar banyak dan tiga anak kita hasilnya” kekeh mami cessa.
“menirukan adegan film gimana?” tanya papi rafa sambil terus memberikan kissmark pada leher jenjang istrinya.
“mau mengulangi pertemuan pertama kita?” kekeh mami cessa.
__ADS_1
“boleh tu, ayo kita coba yang” papi rafa langsung menggendong istrinya ala bridal style menuju lift, kedua pasangan suami istri itu masih terus berciuman hingga sampai ke dalam kamar pribadi mereka. Jangan ditanya lagi apa yang dua orang itu lakukan dikamar, lantai 4 yang merupakan Kawasan pribadi mereka menjadi saksi bisu bagaimana rafa mengulangi keperkasaannya dengan sang istri selama berjam jam, kisah cinta rafa dan cessa tidak akan pernah pudar walau waktu berlalu.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...